Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Tidak Akan Menyakiti


__ADS_3

Aksara tersenyum sembari menyeka peluh yang tersisa di kening Arsyilla. Pria itu kemudian membantu Arsyilla untuk kembali berpakaian dan kemudian segera duduk dan merangkul istrinya itu.


“Tadi tidak menyakiti kamu kan Honey?” tanya Aksara kepada istrinya itu.


Memang berhubungan suami istri di saat perut istrinya kian membesar membuat Aksara merasa cemas. Cemas jika saja dia justru bisa menyakiti janin di dalam rahim istrinya itu.


“Tidak … tidak sakit kok Kak … cuma aku jadi tambah lemes deh Kak, apa karena kehamilanku makin besar yah?” tanya Arsyilla kali ini kepada suaminya.


Itu adalah pengakuan yang Arsyilla ucapkan secara jujur. Dengan kondisi perut yang kian membesar, usai berhubungan dengan suaminya, Arsyilla merasa lebih lemas dibandingkan biasanya.


Aksara lantas mengusapi rambut panjang Arsyilla sampai ke punggungnya. Memberikan bentuk kasih sayang dan perhatiannya secara nyata kepada istrinya itu.


“Istirahat dulu Honey … mau minum? Aku bisa bikinkan sesuatu buat kamu,” balas Aksara. Pria itu menawarkan untuk membuatkan sesuatu yang manis dan menyegarkan untuk istrinya.


“Enggak … peluk aja, Kak,” pinta Arsyilla.


Sebab, saat ini yang Arsyilla butuhkan adalah pelukan dari suaminya. Setiap kali dipeluk oleh Aksara, rasanya memberikan ketenangan tersendiri untuk Arsyilla.


Bak gayung bersambut, Aksara pun segera mendekap tubuh istrinya itu. Jika hanya sekadar memeluk, sudah pasti Aksara akan memeluk istrinya itu. Tanpa Arsyilla minta pun, Aksara akan memeluk istrinya dengan penuh cinta.


“Perut kamu dan Dedek bayi baik-baik saja kan Honey?” tanya Aksara lagi seolah ingin memastikan sesuatu pada istrinya itu.


“Iya Kak … tuh lihat, dia justru menyapa kita. Tuh, lihat pergerakannya kelihatan banget kan Kak,” balas Arsyilla yang menunjukkan ada pergerakan samar di perutnya. Saat bayi kian bertambah usia, pergerakannya bisa dilihat juga. Itulah yang terjadi sekarang ini, ada gerakan samar di perut Arsyilla.


Melihat pergerakan di perut istrinya, Aksara mengurai sejenak pelukannya, kemudian pria itu kini justru menciumi perut istrinya itu.

__ADS_1


Muach!


“Dedek Bayi tadi tidak pusing kan waktu Ayah dan Bunda bermain? Sehat-sehat yah Dedek Bayi … Ayah tuh takut kalau menyakiti kamu di dalam sini. Ayah janji tidak akan menyakiti kamu dan juga Bunda. Ayah sayang kamu, dan Ayah cinta Bunda,” ucap Aksara dengan sungguh-sungguh.


Pria itu kini tengah mengajak bayinya mengobrol. Kendati bayinya masih belum lahir, tetapi memang Aksara rutin mengajak bayinya itu mengobrol. Sebab, mengajak bayi mengobrol sejak dalam kandungan bisa menciptakan bounding antara orang tua dengan bayi.


“Ayah baik banget sih … Bunda juga cintaaaaaa sama Ayah,” balas Arsyilla sembari mengusapi rambut Aksara.


“Iya Bunda … Ayah juga. Ya ampun, ini pergerakannya kerasa banget. Sakit enggak Honey?” tanya Aksara kepada istrinya itu.


“Ya kadang biasa saja sih Kak … kadang terasa sesak gitu sampai ke ulu hati. Kan pergerakan janin di dalam rahim itu beragam Kak. Kadang kalau kena kandung kemih rasanya mau buang air kecil. Kadang kalau kena ulu hati, rasanya juga sakit. Cuma ya dirasakan saja semuanya. Toh ya, tidak lama lagi kita akan bertemu dengan Dedek Bayi,” balas Arsyilla.


“Luar biasa banget ya Honey … aku saja gak kebayang bagaimana rasanya. Selain itu, aku bersyukur karena kamu kuat menjalani kehamilan ini. Sembilan bulan itu waktu yang lama, dan kamu jarang banget mengeluh,” balas Aksara.


Sementara Arsyilla tersenyum di sana. Lagipula, apa juga yang harus dia keluhkan, jika dirinya merasa merasa baik-baik. Sehat secara jasmani, rohani, dan juga mental. Selain itu, suaminya juga sudah memiliki persiapan secara finansial, sehingga tidak ada hal yang memberatkan untuk Arsyilla.


Itu adalah sebuah doa yang selalu Arsyilla minta kepada Tuhan. Kekuatan selama menjalani proses mengandung, dan keselamatan saat melahirkan nanti. Kiranya doa dan permintaannya itu akan selalu didengar oleh Tuhan.


“Itu juga doaku, Honey … melihat kamu, aku kadang kasihan juga. Untuk itu, aku benar-benar berjanji tidak akan pernah menyakiti kamu. Seumur hidupku akan kuhabiskan bersamamu. Jadi, jangan pernah merasa bosan denganku. Sebab, aku akan menghabiskan hidupku bersamamu, menua bersamamu. Kalau suatu hari ini kamu merasa bosan, ingatlah setiap kenangan manis yang sudah kita jalani bersama. Kenangan manis yang membingkai kisah cinta kita berdua,” ucap Aksara dengan sungguh-sungguh.


Mendengar keseriusan suaminya itu, Arsyilla pun tertawa. “Iya Kak … kamu kalau bicara puitis banget sih. Hobby banget bikin aku terharu. Aku tidak akan bosan denganmu, ya kalau bosan itu adalah gejala manusiawi, aku akan membiarkannya. Akan tetapi, aku yakin bahwa aku akan memiliki banyak cara untuk mengusir rasa bosan itu dan menggantikannya dengan perasaan jatuh cinta berkali-kali kepadamu,” sahut Arsyilla.


Jika kebosanan adalah perasaan manusiawi, maka jatuh cinta pun adalah perasaan manusia. Jika suatu saat bosan itu tiba, Arsyilla akan menggantikan perasaan itu dengan perasaan jatuh cinta kepada suaminya.


“Makasih Honey … kamu baik banget, bijak banget. Beruntung nanti Dedek Bayi memiliki Bunda yang hebat seperti kamu,” balas Aksara.

__ADS_1


“ … dan dia akan bangga banget memiliki Ayah yang begitu baik dan sangat menyayanginya seperti kamu,” sahut Arsyilla.


***


Di awal pekan …


Pagi hari sebelum Aksara berangkat ke kantor, rupanya Mama Khaira sudah datang ke rumah Arsyilla. Sebagaimana permintaan dari Aksara, Mama Khaira akan menemani Arsyilla sampai sore hari. Sebab, Aksara tidak ingin terjadi sesuatu dengan istrinya itu. Aksara merasa meninggalkan istrinya yang hamil besar dan hari perkiraan lahir segera tiba itu terlalu berisiko. Untuk itu, Aksara meminta kepada Mama Khaira untuk menemani Arsyilla.


“Mama sudah datang?” sapa Arsyilla yang berjalan sembari memegangi pinggangnya, dan kemudian memeluk Mamanya itu.


“Sudah dong … lagian Mama juga libur semesteran kan sekarang, jadi Mama juga tidak mengajar. Gimana, perutnya sudah kenceng-kenceng belum?” tanya Mama Khaira sembari mengusap perut Arsyilla yang begitu membuncit itu.


“Belum deh Ma … cuma tendangannya lebih kerasa, Ma … kadang sakit sampai ke ulu hati,” cerita Arsyilla kepada Mamanya.


“Memang seperti itulah namanya mengandung, Syilla. Cuma dinikmati saja, bayinya sering diajak bicara. Sudah dekat hari persalinan, Mama setuju karena Aksara meminta Mama untuk menemani kamu,” balas Mama Khaira.


Ya, Mama Khaira mengatakan bahwa dia setuju dengan Aksara. Sebab, di rumah pun terkadang Mama Khaira merasa panik dan takut waktu bersalin Arsyilla bisa datang kapan saja. Di rumah sendiri tanpa ada yang menemani terlalu berisiko untuk Ibu hamil.


“Makasih Ma, sudah sama kami repotkan,” balas Arsyilla.


“Tidak repot Syilla … dulu Mama pernah mengalami seperti kamu. Untung saja ada Eyang yang selalu bantu Mama. Sekarang juga, Mama yang akan menjaga dan membantu kamu,” jelas Mama Khaira.


Arsyilla menganggukkan kepalanya. Dia juga merasa lega, di rumah ada Mama Khaira yang menjaganya sampai sore hari. Selain itu, tentu Arsyilla bisa sekaligus bertanya-tanya seputar persalinan dengan Mamanya itu. Menimba ilmu dari Mama sendiri, dan belajar untuk menjadi seorang Ibu yang baik bagi bayinya itu.


“Ya sudah, kamu boleh istirahat … kalau ada apa-apa dan butuh sesuatu panggil Mama saja, Syilla,” ucap Mama Khaira.

__ADS_1


Wanita yang tengah hamil itu pun menganggukkan kepalanya, “Makasih Ma … Mama baik banget. Doakan Syilla ya Ma, kadang memang Syilla merasa deg-degan, kadang Syilla merasa cemas, tetapi satu hal yang Syilla percayai bahwa masa bersalin harus dihadapi. Doakan Syilla bisa melewati masa itu,” ucapnya.


“Pasti Syilla … Mama dan Papa selalu berdoa untukmu. Kamu fokus saja dengan kehamilan kamu. Kalau sakit, tidak apa-apa. Tuhan yang akan memberi kita kekuatan untuk melewatinya. Mama berdoa kamu sehat dan selamat saat melahirkan nanti. Selain itu, Mama bersyukur karena Aksara sangat mencintai kamu. Dia tidak ingin aku sakit dan terluka. Karena itulah, Aksara sampai meminta Mama untuk bisa menjagai kamu di sini,” balas Mama Khaira.


__ADS_2