
“Mandi bareng yuk?” ajak Arsyilla dengan tiba-tiba.
Entah dorongan dari mana, Arsyilla bisa mengajak suaminya melakukan kegiatan mandi bersama. Mungkinkah itu kegiatan mandi secara literal atau kegiatan basah-basahan berbalut kenikmatan.
Yang pasti sekarang Aksara tampak terkejut. Pria itu tidak mengira dengan ucapan Arsyilla yang kini justru ingin mandi bersama. Dalam hatinya, tentu saja Aksara tersenyum gembira. Sebab, ini adalah ajakan yang begitu disukai Aksara.
“Yuk,” balas Aksara.
Kendati di hati Aksara begitu senang bukan kepalang, tetapi raut wajah pria itu tampak biasa saja. Dengan pasti, Aksara menggandeng tangan Arsyilla menuju ke kamar mandi di kamarnya.
“Aku siapkan airnya dulu,” ucap Aksara lagi. Pria itu tampak mengisi bath up dengan air hangat dan memasukkan bath bomb beraroma floral ke dalamnya. Hingga akhirnya, bath up itu penuh dengan busa.
Sementara saat Aksara mengisi bath up, Arsyilla tampak membuka satu per satu kancing kemejanya. Dengan santainya, Arsyilla menggantung kemejanya dan mulai menguncir rambutnya. Mencepolnya ke atas. Kemudian Arsyilla mencuci wajahnya terlebih dahulu dengan menggunakan facial foam dan kemudian menggosok giginya.
Aksara masih tenang, pria itu turut mengambil sikat gigi dan memberikan pasta giginya di atasnya. Keduanya berdiri di depan cermin besar di dalam kamar mandi. Beberapa kali keduanya sama-sama curi-curi pandang. Akan tetapi, baik Aksara dan Arsyilla sama-sama bersikap biasa saja. Usai berkumur, kemudian Aksara melepas kemejanya, melepaskan celana, hingga pria itu kini tampil polos mutlak di hadapan Arsyilla. Aksara memasuki bath up terlebih dahulu.
“Ayo sini,” ajak Aksara sembari mengulurkan tangannya.
Arsyilla pun perlahan meloloskan satu demi satu pakaiannya dan memasuki bath up dengan perlahan. Wanita itu memposisikan diri untuk duduk di depan suaminya, di antara kedua paha suaminya yang terbuka. Tangan Aksara meraih bahu Arsyilla dan membiarkan punggung Arsyilla bersandar di dadanya. Pergerakan tangan Aksara berpadu dengan air hangat dan sabun yang membuat permukaan kulit Arsyilla kian licin rasanya.
“Aku kangen kamu Kak,” ungkap Arsyilla kali ini.
Perlahan tangan Aksara bergerak dan menyisiri sembulan dada Arsyilla. Mendekap wanita yang duduk di depannya itu dengan begitu erat. Hingga Arsyilla memilih untuk sepenuhnya bersandar di dada suaminya, membiarkan tangan-tangan suaminya yang meraba dan memberikan sentuhan di tubuhnya.
“Aku juga kangen kamu,” balas Aksara.
“Apa iya?” sahut Arsyilla dengan cepat. Sebenarnya Arsyilla tahu bahwa Aksara pun merindukannya. Arsyilla tahu bahwa Aksara berusaha menahan untuk tidak menyentuhnya, sejak dirinya mengalami kejadian buruk beberapa pekan yang lalu. Hanya saja, sebagai wanita Arsyilla suka mendengarkan pengakuan manis dari bibir suaminya itu.
“Iya … kangen banget,” jawab Aksara dengan yakin.
__ADS_1
Aksara memposisikan wajahnya berada dekat dengan wajah Arsyilla, meraih dagu wanita itu dan Aksara segera memagut dengan lembut bibir Arsyilla. Memberikan sapaan yang hangat dan penuh kelembutan di kedua belah bibir Arsyilla. Bahkan Aksara memejamkan matanya, menikmati waktu kebersamaan yang begitu intim dengan istrinya itu. Saat bibir Aksara memperdalam ciumannya, ada tangan-tangan Aksara yang bergerak dan memberikan usapan dan belain di setiap inci epidermis kulit Arsyilla. Saat lidah Aksara menelusup masuk untuk memberikan usapan hangat nan basah di rongga mulut Arsyilla, dan jari-jemari Aksara yang tampak memberikan cubitan-cubitan kecil di puncak dada Arsyilla.
Entah berapa lama, Aksara mencium dan mencumbu Arsyilla. Pria itu kemudian membalik tubuh Arsyilla, membuat wanita itu kini berhadap-hadapan dengannya.
“Cantik,” ucap Aksara kali ini.
Arsyilla yang merasa dipuji suaminya hanya mengulum senyuman dan menaruh tangannya melingkari leher Aksara.
“Gombal,” balasnya.
“Jujur, aku tidak gombal,” balas Aksara.
Wajah Arsyilla masih tersenyum, wanita itu menatap tajam wajah suaminya, dan perlahan Arsyilla mencuri sebuah kecupan di bibir suaminya itu.
“I Love U,” ucap Arsyilla kali ini.
Aksara yang melihat istrinya yang seperti ini, justru begitu gembira. Mungkinkah hormon kehamilan yang bergejolak di dalam tubuh Arsyilla membuat istrinya tengah bergairah saat ini.
Ya Tuhan, rasanya pun Arsyilla justru suka berbasah-basahan dengan suaminya dalam posisi sedekat dan seintim ini. Tubuh yang saling menempel satu sama lain, mata yang saling memandang, dan bibir yang tak henti-hentinya memberikan sapaan hangat.
Feeling Aksara kali ini sangat baik, hanya saja dia tidak ingin mengedepankan hasratnya yang kian memuncak. Dia akan mengikuti alur yang diciptakan oleh istrinya itu. Hanya saja, tangan-tangan Aksara bergerak dan menyisir lekuk-lekuk feminitas milik Arsyilla. Meraba paha bagian dalam, memberi remasan di dada Arsyilla, dan juga jari telunjuk Aksara dengan memberikan gesekan di lembah milik Arsyilla.
“Kakak,” ucap Arsyilla dengan nafas yang seakan tertahan. Bahkan cengkeraman tangan Arsyilla di leher dan bahu pria itu kian kuat. Sentuhan demi sentuhan yang diberikan Aksara benar-benar berhasil membuat bulu romanya berdiri. Sentuhan yang membangkitkan gelenyar asing dalam dirinya.
“Hmm,” balas Aksara. Pria itu tersenyum melihat wajah berselimut kabut milik istrinya.
“Kamu makin cantik sih, Honey … ini bertambah besar,” ucap Aksara dengan meremas dua buah persik milik istrinya. Tentu itu bukan ejekan, tetapi memang Aksara mengamati perubahan di area dada milik istrinya itu.
“Efek kehamilan Kak … apalagi nanti Estrogen (hormon yang bisa memicu produksi ASI pada Ibu Hamil) kian bertambah. Jadi makin besar, beratnya sendiri bagi wanita hamil bisa sampai satu hingga dua kilogram,” jelas Arsyilla kepada suaminya itu.
__ADS_1
“Iya, aku juga membacanya. Tidak masalah, Honey. Ini kan aset buat Dedek bayi nanti. Kamu makin sexy,” balas Aksara. Tangan pria itu memberikan rabaan di bahu dan punggung Arsyilla. Sentuhan yang bukan sekadar menyentuh, tetapi juga sengatan yang membuat Arsyilla kian bergelora tentunya.
Kini pria itu mengangkat sedikit pinggul Arsyilla, dan memasukkan pusakanya ke dalam cawan surgawi milik Arsyilla. Keduanya sama-sama menahan nafas merasakan sesuatu yang penuh, hangat, dan tentunya basah di bawah sana.
“Gerakkan pinggulmu perlahan, Honey,” pinta Aksara kali ini.
“Slowly saja … jangan cepat-cepat, kamu hamil,” sambung Aksara lagi.
Dengan helaan nafas yang kian terasa berat, Arsyilla menggerakkan pinggulnya. Gerakan seduktif di dalam bath up yang justru mengoyak perpaduan air dan busa di dalam bath up itu.
“Oh, Kak,” balas Arsyilla yang merasakan badai dingin yang menerpanya.
“Sexy banget sih,” balas Aksara dengan tatapannya yang nakal.
Tentu ini hanya kenakalan yang Aksara tunjukkan secara khusus kepada Arsyilla. Kenakalan seprang suami yang memuja istrinya itu.
Gerakan pinggul Arsyilla yang menghasilkan gesekan demi gesekan membuat Arsyilla beberapa kali mencerukkan wajahnya di dada bidang suaminya. Tangannya berpegang kuat-kuat di bahu suaminya itu.
“Astaga, Honey,” balas Aksara kali ini.
Ketika kehangatan air di dalam bath up berkurang, nyatanya sekarang tubuh Aksara dan Arsyilla sama-sama hangat, tidak terpengaruh dengan kehangatan air di dalam bath up yang kian berkurang. Air yang terkoyak, busa-busa yang berceceran di lantai, de-sahan dan lenguhan yang terdengar memenuhi seisi kamar mandi itu benar-benar membuat sore hari itu bergelora. Kini, saat Arsyilla kian terengah-engah. Aksara yang menggerakkan pinggulnya. Memberikan sodokan demi sodokan, hujaman demi hujaman, mandi basah yang benar-benar berbalut kenikmatan.
Gerakan seduktif yang dilakukan Aksara kian kacau, tetapi dirinya masih berusaha menahan. Aksara memberikan hujaman, tusukan, bahkan sodokan dengan lembut, dan berusaha tidak melukai istrinya yang kini tengah berbadan dua. Sampai di batas, pusaka yang di bawah sana berkedut, Aksara pun memuntahkan pijaran lava yang tersembunyi di dalam pusakanya.
Rengkuhan Aksara kuat menguatkan. Keduanya sama-sama pecah, meledak, di waktu yang bersamaan.
“Love U So Much,” ucap Aksara sembari merengkuh tubuh Arsyilla.
“Iya, aku juga cinta banget sama kamu,” balas Arsyilla.
__ADS_1
Sungguh, keduanya benar-benar merasakan euforia sore yang begitu bergelora. Mandi panas basah-basahan yang membuat keduanya sama-sama meneguk nektar cinta yang begitu manis. Tentu ini bukan sekadar hubungan suami istri, karena Aksara benar-benar menyentuh Arsyilla dengan sepenuh hati. Mengedepankan kenyamanan istrinya, dan Aksara mengurangi tempo dan kekuatannya supaya tidak melukai buah hatinya yang kini bersemayam di dalam rahim Arsyilla.
Ajakan mandi bersama yang diselesaikan dengan tuntas dan juga mantap jiwa tentunya!