Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Titik Kelegaan


__ADS_3

Di dalam gedung yang sudah lama tidak dipakai itu, nyatanya Arsyilla masih diperlakukan dengan sangat buruk oleh Tiara dan juga Bagas. Arsyilla hanya bisa bertahan dengan keadaan semampunya. Sisa-sisa tenaga yang dia milikinya membuat Arsyilla tetap bertahan dan sekaligus berharap akan ada orang yang menolongnya.


Entah sudah berapa banyak air mata yang dikeluarkan Arsyilla sekarang ini. Akan tetapi, nyatanya matanya masih saja berlinangan. Sungguh, Arsyilla tidak tahu kenapa Tiara dan Bagas melakukan semua ini kepadanya.


“Kamu ingin tahu kenapa aku bisa mengenal Kak Bagas?” tanya Tiara kini dengan angkuhnya kepada Arsyilla.


Arsyilla sama sekali tidak merespons, karena mau apa pun hubungan mereka berdua yang pasti keduanya sudah melukainya, tindakan keduanya sama sekali tidak bisa dibenarkan.


“Kak Bagas itu sepupu aku … aku tahu sendiri gimana dia suka sama kamu. Akan tetapi, kamu terlalu jual mahal dan licik. Bisa-bisanya seorang dosen menikahi mahasiswanya sendiri. Pura-pura bersikap profesional di kampus, tetapi di luar sana kalian berdua pasangan suami istri,” hujat Tiara kali ini kepada Arsyilla.


Sebenarnya, Arsyilla dan Mamanya dulu sudah memprediksi sebelumnya. Hubungan antara dosen mahasiswa tentu tidak akan berjalan mulus. Ada profesi yang terikat oleh sebuah kode etik, tetapi semuanya terlanjur terjadi. Arsyilla pun tidak mempermasalahkannya sekarang … dulu, dia memang begitu sebal dengan Aksara. Akan tetapi, semuanya sudah berubah, perasaannya sudah berubah, yang ada justru sekarang Arsyilla sangat mencintai suaminya itu.


“Wanita bermuka dua,” cerca Bagas kali ini.


Ya, Bagas pun turut meluapkan kekesalannya kepada Arsyilla kali ini. Di hadapannya Arsyilla tak lain adalah wanita bermuka dua. Di kampus berusaha menjaga jarak dan bersikap begitu professional dengan Aksara, tetapi di luar kampus rupanya keduanya adalah pasangan suami istri. Sungguh, kebenaran itu tidak bisa diterima oleh Bagas.


“Sekarang lampiaskan saja kekesalanmu kepada wanita sialan itu, Kak … biar aku yang akan merekam semuanya. Lihat saja, setelah istrinya itu ternoda, sudah pasti Aksara akan meninggalkannya,” ucap Tiara kali ini.


Bagas mengangguk, pria itu berusaha mendekat ke arah Arsyilla. Kemeja batik yang semula dia pakai mulai dia lepaskan, dan pria itu melepaskan ikat pinggangnya. Bagian tubuh bagian atas pria itu sudah terekspos. Sementara tangis Arsyilla kian pecah rasanya. Berusaha keras memekik pun tak ada guna karena tidak ada yang tahu kondisinya sekarang ini.


Sementara Tiara justru menikmati momen itu dengan merekamnya dengan kamera videonya. Wanita itu terlihat bersemangat merekam setiap momen yang Bagas lakukan terhadap Arsyilla.


“Jangan Pak Bagas … jangan sentuh aku, aku hamil,” teriak Arsyilla kali ini.


Ya, setidaknya kali ini Arsyilla harus mengatakan kebenaran yang sudah dia simpan beberapa hari ini. Dia tidak ingin disentuh oleh Bagas. Dia harus melindungi janin dalam kandungannya sekarang ini.


Mendengar bahwa Arsyilla mengatakan bahwa dirinya sedang hamil, nyatanya tidak menyurutkan niat jahat Bagas. Pria itu kini justru melepas celana panjangnya, hanya menyisakan under wear di sana.

__ADS_1


Arsyilla memejamkan matanya dan menggelengkan kepalanya perlahan. Sungguh, dia tidak suka dan ingin melawan nyatanya dia sama sekali tidak memiliki kekuatan.


“Pembual! Bohong! Aku tidak akan percaya dengan pengakuanmu itu,” ucap Bagas.


Berbicara apa pun agaknya tidak akan berpengaruh untuk Bagas. Nyatanya saat Arsyilla berkata jujur saja, bagi Bagas tetap itu adalah sebuah bualan.


“Cepat lakukan Kak … tunggu apa lagi,” teriak Tiara sekarang. Seakan Tiara ingin supaya tidak lagi memberikan celah untuk Arsyilla.


Sebab, Tiara akan sangat senang melihat ketakutan dan isak tangis Arsyilla justru begitu membuatnya bahagia. Tiara tidak ingin melewatkan kesempatan emas pembalasan dendam ini.


Hampir saja, Bagas ingin mengeluarkan pusakanya dan mendekatkannya ke mulut Arsyilla. Akan tetapi, rupanya ada dua orang pria yang mendobrak pintu masuk dan membuat Tiara dan Bagas terkesiap.


Dengan dobrakan yang begitu kuat akhirnya pintu kayu yang berusia tua dan usang itu akhirnya terbuka juga.


“Ba-jingan! Hentikan!” teriak Aksara kali ini.


Bak orang yang begitu dilanda amarah, Aksara berlari dan mulai memukuli Bagas, sementara pria lain yang bersama Aksara adalah Ravendra. Ravendra rupanya adalah pria yang menelpon Aksara dan memberitahukan posisi Arsyilla kepada Aksara.


Aksara pun menganggukkan kepalanya, tetapi terlebih dahulu pria itu menghadiahi bogem mentah di wajah Bagas. Sementara Tiara hendak lari, tetapi rupanya pihak yang berwajib turut datang dan menangkap Tiara saat itu juga.


Aksara sampai terengah-engah memukuli Bagas.


“Cowok bangsat lo! Berani-beraninya lo bertindak keji pada istri gue!” teriak Aksara lagi kali ini.


Ravendra pun memegangi bahu Aksara, “Sudah, Aksa … polisi sudah datang. Lo tolong istri lo terlebih dahulu. Serahkan dia ke gue,” ucap Ravendra.


Aksara kali ini benar-benar melepaskan Bagas. Aksara sedikit berlari dan mulai melepaskan tali temali mengikat tubuh, kaki, dan tangan istrinya itu. Pria itu menangis melihat wajah Arsyilla yang lebam dengan darah di sudut bibirnya.

__ADS_1


“Honey, maafkan aku,” ucap Aksara dengan terisak. Sungguh Aksara tidak menyangka bahwa kejadian buruk seperti ini akan kembali terulang.


Usai melepaskan semua tali-temali di badan Arsyilla, wanita itu dalam isakannya justru tersenyum. Pria yang sedari tadi dia tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Suaminya adalah pahlawannya akhirnya tiba juga. Aksara sekali lagi bisa menemukannya.


“Kak Aksara,” ucap Arsyilla dengan lirih.


Dengan sisa-sisa kekuatannya Arsyilla berusaha berdiri, tetapi baru menginjak tanah saja kaki Arsyilla sudah goyah, pandangannya mengabur, dan tangan Aksara begitu sigap untuk menangkap tubuh Arsyilla.


“Honey … Honey,” teriak Aksara kali ini.


Dengan cepat, Aksara menggendong Arsyilla ala bridal style, sementara Bagas juga sudah diamankan oleh pihak kepolisian. Pria itu digelandang ke kepolisian dengan hanya mengenakan under wear saja. Sementara video yang diambil Tiara akan dijadikan sebagai barang bukti.


“Vendra, makasih lo udah nolongin gue … tetapi, gue harus segera ke Rumah Sakit, Syilla pingsan,” ucap Aksara dengan begitu panik.


“Santai Aksa … lo ke rumah sakit sama Syilla saja … gue akan susulin lo. Gue akan kasih kesaksian dulu ke kepolisian,” balas Ravendra.


“Iya … thanks ya,” ucap Aksara.


Dengan setengah berlari Aksara menggendong Arsyilla keluar dari gedung itu dan segera memasukkan istrinya itu ke dalam mobil. Tanpa menunggu waktu lama, Aksara melajukan mobilnya sekencang mungkin untuk membawa Arsyilla ke Rumah Sakit. Aksara tidak ingin terjadi apa-apa kepada istrinya itu.


Hanya membutuhkan waktu kurang dari setengah jam, Aksara telah tiba di Rumah Sakit. Pria itu kembali membopong Arsyilla dan berteriak layaknya orang gila.


“Tolong … tolong istri saya,” teriak Aksara.


Untung saja perawat yang berjaga segera menyiapkan brankar dan Arsyilla segera diletakkan Aksara dengan hati-hati di atas brankar itu dan Aksara juga justru mendorong brankar istrinya itu.


“Bertahanlah Honey … kita sudah di Rumah Sakit,” ucap Aksara kali ini.

__ADS_1


“Silakan tunggu di sini dan lengkapi administrasinya, pasien akan segera ditangani,” ucap seorang perawat.


Arsyilla di bawa masuk ke ruang IGD, sementara Aksara harus mengisi data pasien dan kelengkapan administrasi yang lainnya. Pria itu terlihat berantakan sekali. Kendati demikian, Aksara berharap bahwa tidak ada sesuatu yang serius kepada istrinya.


__ADS_2