Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla
Langkah Pertama


__ADS_3

Baby Ara yang kian bertumbuh setiap harinya benar-benar sangat aktif. Rasanya baru kemarin bayi itu melewati masa-masa tummy time, tetapi sekarang Ara sudah belajar untuk berdiri dengan berpegangan pada box bayi atau pada sofa yang berada dekat dengannya.


"Hati-hati ya Putrinya Bunda ... emangnya kakinya Ara sudah kuat yah? Sudah bisa berpijak?" tanya Arsyilla dengan duduk di belakang Ara yang tengah berdiri.


"Yaaa yaa ... aaa," balas si Ara dengan bahasa bayinya. 


Sungguh, rasanya Arsyilla begitu gemas dengan putrinya itu. Ara tumbuh dengan baik setiap harinya, mencapai setiap milestonenya dengan sangat baik.


Sesuai perhitungan Arsyilla, kini Ara baru berusia hampir sebelas bulan. Akan tetapi, bayinya itu sudah menunjukkan tanda-tanda seakan hendak berjalan. Ara mulai senang berdiri dengan kedua kakinya, walau hanya beberapa saat, dan Ara kembali jatuh dalam posisi terduduk, tetapi Ara seakan tak jera untuk belajar berdiri.


"Pelan-pelan Ara ... jangan dipaksa," balas Arsyilla.


Sungguh, dia tidak ingin memaksa Ara. Mentatihnya untuk berjalan pun tidak dilakukan Arsyilla karena Arsyilla percaya dengan kemampuan motorik anak. Alih-alih mentatih anaknya berjalan, Arsyilla justru lebih senang mengajak Ara merangkak, melantai, untuk memperkuat tulangnya, dan menstimulasi motoriknya.


"Merangkak saja, Ara ... Ara belum kuat loh. Yuk, sini merangkak yuk sama Bunda," ajak Arsyilla kepada putri kecilnya itu.


Namun, lagi-lagi Ara justru mengoceh dengan bahasa bayinya yang membuat Arsyilla kian gemas saja dengan putrinya itu. Pertumbuhan Arsyilla sangat menakjubkan. Oleh karena itu, Arsyilla sungguh bersyukur bisa melihat tumbuh kembang Ara setiap harinya.


Percobaan Ara untuk berdiri pun terus berlanjut. Sembari mengoceh dan terkadang bermain dengan ludahnya sendiri, Ara senang sekali berdiri. Dari duduk, bahkan dia bisa langsung berdiri.


Hingga sore tiba, Aksara turut bergabung dengan istri dan putri kecilnya, saat dia usai mandi.


"Sini Ara ... ikut Ayah. Ayah disayang dulu dong," ucap Aksara dengan membuka kedua tangannya, mengisyaratkan kepada Ara untuk merangkak ke arahnya dan menghambur dalam pelukan sang Ayah.


Rupanya Ara pun memahami instruksi Ayahnya itu. Ara yang semula berdiri, perlahan mulai duduk, dan merangkak ke arah Ayahnya. Begitu senangnya Aksara yang memeluk Ara, Ayah yang masih berusia muda itu tampak memeluk Ara, dengan mengusapi rambut Ara.


“Hmm, Ayah sayang banget sama Ara,” ucapnya dengan lembut.


Mengamati interaksi Aksara dengan putrinya membuat Arsyilla begitu bersyukur. Suaminya itu benar-benar Ayah yang sangat baik dan begitu menyayangi putri kecilnya. 

__ADS_1


"Ayah, kelihatannya Ara sudah mau jalan loh. Sekarang, hobby nya berdiri-diri tuh Ayah," cerita Arsyilla kepada suaminya. 


"Iya, putrinya Ayah sudah mau berjalan? Mau Ayah belikan sepatu baru buat Ara?" balas Aksara yang masih menggendong Ara. 


"Yayaya … papap … ah," balas Ara dengan bahasa bayinya lagi. Terkadang ocehan bayi berusia sebelas bulan itu hingga melengking dan begitu kerasnya. 


"Boleh Ayah, belikan sepatu yang lucu dan manis ya Ayah. Biar Ara makin semangat belajar berjalannya, nanti mau digandeng Ayah jalan-jalan," balas Arsyilla menirukan bahasa bayi. 


"Benar Bunda, nanti Ayah akan gandeng Bunda di tangan kanan, dan gandeng Ara di tangan kiri. Ayah sayang Ara, dan Ayah cinta Bunda," balas Aksara. 


***


Selang dua pekan kemudian ….


Ketika, Ara hendak memasuki usia 12 bulan, atau menjelang ulang tahun pertamanya. Si bayi yang sudah memiliki hobby berdiri itu, perlahan menggeser kakinya. Dengan dua tangan berpegangan pada meja, Ara berusaha menggeser kakinya ke arah kanan. 


"Nda … nda," teriaknya dengan tertawa-tawa. 


Arsyilla pun mengeluarkan baby walker dari kardus dan memberikannya untuk Ara. Baby walker ini pun bentuknya tidak memiliki roda, sebab hanya untuk Ara latihan berdiri dan berpijak saja. Lagipula, jika baby walkernya memiliki roda yang ada justru berbahaya untuk Ara. Bayi justru akan berlari jika diberi baby walker beroda dan juga tidak ada rem untuk menghentikannya. 


"Aaa … Nda," ocehan Ara kembali menggema. 


Ada kalanya bayi itu mendorong-dorong baby walker berwarna kuning menyala itu dan kakinya berpijak mengambil langkah. Setiap langkah yang berhasil dia ambil, membuat Ara tertawa girang hingga kadang ludahnya keluar dari mulutnya. 


"Pelan-pelan Ara, kalau Ara tidak kuat, buat berdiri dulu saja. Kakinya Ara biar kuat dulu. Belajar itu memang pelan-pelan Ara," balas Arsyilla. Bukan sekadar mengingatkan, tetapi Arsyilla pun menasihati Ara untuk pelan-pelan. Boleh terus mencoba, hanya saja tetap harus berhati-hati.


Namun, agaknya Ara berkemauan keras dan berusaha mendorong baby walker itu. Hingga perlahan kaki kecil itu menapak dan mulai melangkah. Setiap langkah yang dia ambil, Ara berteriak, mengoceh, dan sesekali tertawa kepada Bundanya. Arsyilla pun memberikan tepuk tangan jika Ara berhasil melangkahkan kakinya. Tepukan tangan dari Bundanya seolah adalah bentuk dukungan bagi Ara untuk berani mencoba. Walaupun terjatuh, Ara akan terus berusaha.


Arsyilla pun merekam aktivitas Ara ini. Ini adalah langkah pertama Ara, di mana bayinya telah mencapai tahapan monumental dari seorang bayi yang terus bertumbuh. Kemampuan motorik yang terus berkembang, hingga akhirnya seorang bayi bisa berjalan. Lantas Arsyilla mengirimkan video itu kepada suaminya yang masih bekerja. 

__ADS_1


[To: Ayah]


[Ayah, Ara belajar berjalan sendiri nih.]


[Dia sudah melakukan langkah pertamanya loh.]


[Siap-siap nanti Ayah bantu Ara berjalan yah]


[Ara nanti pengen digandeng Ayah.]


[Love U Ayah💜]


Dengan bahagia, Arsyilla membagikan video tumbuh kembang Ara kepada suaminya. Membagi momen berharga di mana Ara berhasil melangkahkan kakinya untuk kali pertama. Berbagi dengan telepon pintar seperti ini juga melibatkan Aksara untuk terlibat dalam tumbuh kembang Ara. 


Walau tidak langsung, tetapi Arsyilla yakin bahwa Aksara akan senang dan bangga dengan setiap tahapan tumbuh kembang yang dilampaui Ara. Walau dari kantornya, Aksara pun bisa melihat milestone putrinya itu.


Tepat seperti tebakan Arsyilla, tidak berselang lama beberapa pesan dari suaminya pun masuk ke dalam handphonenya.


[To: My Honey]


[Wah, hebatnya putri Ayah.]


[Semangat belajar berjalannya ya Ara.]


[Nanti sore Ayah pulang bekerja, bermain dan belajar berjalan sama Ayah yah.]


[Bunda jangan lupa istirahat yah.]


[Ayah cinta Bunda.😘]

__ADS_1


Membaca pesan yang dikirimkan suaminya saja, hati Arsyilla sudah begitu berbunga-bunga. Rasanya Arsyilla ingin waktu kian berubah menjadi sore hari dan dia bisa bertemu dan memeluk suaminya itu. Rasanya begitu bahagia membaca balasan dari suaminya.


Tidak perlu menunggu terlalu lama, Arsyilla menyimpan kembali handphone miliknya dan fokus untuk mengasuh Ara. Walau Ara kian aktif, tetapi Arsyilla pun juga bertambah aktif. Tak ada keluhan dari Arsyilla, kalaupun mengeluh hanya kepada suaminya saja dia berkeluh kesah.


__ADS_2