Berbagi Cinta "Wanita Kedua"

Berbagi Cinta "Wanita Kedua"
Bab 162 Season 3


__ADS_3

"Cantik banget sih. Aku ngga nyangka akan secepat ini Allah memberikan kesempatan untuk berjumpa dengan mu lagi." Ujar seseorang yang sedang duduk di salah satu kursi di kelas bisnis di dalam pesawat.


Dira terjaga dari lelapnya, dan mulai membuka matanya perlahan untuk melihat siapa yang kini sedang mengajaknya berbicara. Matanya melotot saat melihat siapa yang sedang memasang wajah sok tampan di sampingnya. Tidak, bukan sok tampan tapi memang tampan..


"Masih ingat aku kan ? Ayolah baru dua hari yang lalu loh kita ketemu, sayang pemeriksaan kemarin sudah bukan kamu yang menanganinya." Ujar Arion lagi.


Dira masih belum menimpali, gadis mungil itu menarik selimut yang menutupi tubuhnya, lalu menghirup oksigen yang beterbangan di dalam pesawat.


"Sebentar lagi akan sampai." Ucap Arion sambil ikut melihat ke arah jendela pesawat di samping Dira.


"Apa rangkaian pemeriksaan mu sudah selesai ?" Tanya Dira masih belum mengalihkan tatapannya dari jendela pesawat yang mulai memperlihatkan bangunan-bangunan kecil di bawah sana.


"Untuk bulan ini berakhir kemarin." Jawab Arion.


Dira mengangguk. Ia sudah mengetahui banyak informasi perihal pasien khusus dari dokter pembimbingnya ini.


"Dan kamu kapan balik ke Berlin ?" Tanya Arion.


"Mungkin tiga hari, paling lambat satu minggu."Jawab Dira. "Om Rey ?" Tanyanya kemudian.


"Kami berbeda tujuan, Papa masih harus ke Singapura, ada beberapa hal yang harus beliau selesaikan."Jawab Arion.


"Lalu kamu bagaiman ?" Tanya Dira cepat.


Arion tertawa mendengar pertanyaan Dira.


"Aku sultan, jadi banyak asisten yang menjagaku. Tenang aja." Jawab Arion.


Dira tidak lagi menimpali, ia melihat seseorang melangkah menuju ke arah mereka dan membantu Arion memasang sabuk pengaman karena pesawat akan segera mendarat.


****


"Itu keluarga ku sudah menunggu." Ucap Dira saat melihat tiga orang yang dia cintai sudah menantinya di ujung sana.


"Ya sudah, kita berpisah di sini, samai bertemu lagi Dira." Ucap Arion." Lalu seorang asisten segera mendorong kursi rodanya keluar dari sana.


Dira melangkah cepat sambil menarik kopernya menuju wanita yang kini tersenyum lebar sambil melambaikan tangan.


Di ujung sana Zyana tersenyum sambil merentangkan kedua tangannya, meminta anak gadis yang sudah sekian tahun pergi agar seger masuk ke dalam pelukannya.


"Akhirnya anak gadis ibu ingat pulang juga." Ucapnya.


Dira melepaskan satu buah koper yang sedang ia tarik, lalu masuk ke dalam pelukan wanita yang paling ia rindukan. Tangannya melambai pada laki-laki tampan yang sudah terlihat berkaca-kaca melihatnya.


"Udah dong Bu, Abi juga mau peluk." Rengek laki-laki yang kini mulai menikmati kehidupan perkuliahan itu saat ibunya masih terus memeluk tubuh kakak kesayangannya.

__ADS_1


"Gantian sayang, tidak hanya kamu yang rindu." Alfaraz ikut memprotes istrinya yang masih belum melepaskan tubuh putrinya.


Dira hanya bisa tertawa dengan sikap ke tiga orang yang ada di sana, lalu segera masuk ke dalam pelukan sang Ayah setelah tubuhnya terlepas dari dekapan sang Ibu. Dan kini saatnya ia merentangkan tangan, meminta adik tampannya masuk ke dalam pelukan.


"Jahat banget sih." Ujar Abizar.


Dira tertawa..


"Kak Nira ga datang ya ?" Tanya Dira.


"Ngga tahu, anak itu mau nikah tapi kerjaannya keluyuran mulu sama Kak Feri." Jawab Abizar.


Dira tidak bertanya lebih lanjut.


Gadis cantik itu melangkah keluar dari terminal kedatangan sambil memeluk lengan adiknya. Sedangkan Abizar menarik koper Dira, sambil menceritakan banyak hal tentang pacarnya.


"Kak Dira punya pacar ?" Tanya Abizar.


"Punya." Jawab Dira.


"Oh ya, kok aku ngga percaya yaa." Abizar menatap wajah Dira.


"Nah itu kamu sudah tau jawabannya, ngapain di tanyain lagi." Ujar Dira.


"Kakak masuk aja dulu, aku mau masukin koper ke dalam bagasi." Pinta Abizar.


"Terus Ayah dan Ibu ?" Tanya Dira saat tidak melihat kedua orang tuanya di sana.


"Ayah dan Ibu pakai mobil sendiri, ini mobil aku." Jawab Abi lalu membuka pintu mobil dan mempersilahkan kakaknya masuk.


Abizar mulai melajukan mobilnya meninggalkan area parkir Bandara.


Dira menyandarkan punggungnya di sandaran kursi, sambil menutup matanya.


"Kakak baik-baik saja ?" Tanya Abizar saat mendengar hembusan nafas kasar dari bibir Dira.


"Hm, aku baik-baik hanya sedikit lelah." Jawab Dira.


Abizar tidak lagi bertanya, lelaki muda itu kembali fokus pada jalanan yang ada di hadapannya, dan membiarkan kakaknya terlelap di sampingnya.


Jalanan Jakarta memang tidak pernah lepas dari kemacetan. Dan itu membuat Abizar memiliki banyak waktu untuk membiarkan dirinya beristirahat.


****


"Kak bangun, kita sudah tiba." Abizar menyentuh pundak Dira, saat mobilnya sudah terparkir di depan rumah.

__ADS_1


"Dek nanti bawa koper kakak ke dalam kamar yaa, aku ngantuk banget." Pinta Dira. Gadis itu bergegas keluar dari mobil adiknya, lalu melangkah cepat masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamar tidur.


"Aku senang kamu pulang." Ujar Nira.


"Aku tidak ingin ingin melewatkan momen terbaik dalam hidup saudari ku." Jawab Dira. Gadis itu memeluk erat tubuh kakak kembarnya.


"Selamat untuk pernikahan kalian Kak." Ucap Dira.


"Katakan itu nanti saja." Ucap Nira. "Istirahatlah, kamu pasti lelah." Sambungnya.


Dira kembali memeluk tubuh kakak kembarnya, lalu berpamitan untuk beristirahat di dalam kamarnya.


Beberapa gambar berhasil di ambil Nira, lalu gadis nakal itu mengirim gambar adiknya pada laki-laki yang sedang mondar mandir menunggu kabar di apartemennya.


"Calon istri kamu tiba dengan selamat di rumah." Tulis Nira.


"Mana wajahnya ?"


Satu pesan langsung masuk ke dalam ponselnya.


"Malam aja sekalian."


Nira tertawa geli, ia yakin saat ini Arga sedang menahan kesal padanya, atau mungkin laki-laki itu sudah melempar ponselnya sendiri.


***


Dira membaringkan tubuhnya di atas ranjang yang sudah lama tidak ia gunakan. Tatapannya tertuju pada langit-langit kamar, ia menekan dadanya yang mulai terasa tidak nyaman. Dira beranjak dari atas ranjangnya, rasa ngantuk nya sudah pergi entah kemana. Ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Kakak, kopernya aku tinggal di dalam kamar yaa." Teriak Abizar. Dira mengiyakan dari dalam kamar mandi, lalu meminta adiknya keluar dari dalam kamarnya.


Tidak lama kemudian, Dira keluar dari dalam kamar mandi dengan tubuh yang sudah jauh lebih segar. Gadis itu melangkah menuju koper dan mengambil pakaian rumahan dari dalam koper itu.


Setelah selesai, ia melangkah keluar dari dalam kamar menuju lantai bawah, dan mendapati kakak kembarnya berada di ruang kelurga sambil tiduran di atas sofa dengan ponsel yang menempel di telinga.


"Lagi bicara sama Kak Arga ?" Tanya Dira.


"Bukan ini Feri." Jawab Nira. "Ada apa ?" Tanya Nira.


"Kak Nira ngga ke salon ?" Tanya Dira.


Senyum terlihat di bibir Nira.


"Mau temani aku ? Aku malas ke salon sendirian."


"Aku lelah, mau istirahat." Tolak Dira.

__ADS_1


__ADS_2