Berbagi Cinta "Wanita Kedua"

Berbagi Cinta "Wanita Kedua"
Bab 191 Season 3


__ADS_3

Restoran begitu ramai. Pelayan-pelayan yang bertugas di sana sampai di buat kewalahan untuk melayani para pengunjung restoran tersebut.


Aira yang juga menjadi bagian dari para pelayan itu, masih terus sibuk ke sana kemari untuk menerima dan mengantar pesanan para pelanggan. Gadis bertubuh mungil itu seakan memiliki kaki yang kuat untuk ia gunakan, dan mampu memenuhi semua permintaan para pelanggan.


Di sudut restoran, terlihat Abizar sedang duduk diam di sana. Ia memesan segelas minuman, dan duduk dengan diam sembari memperhatikan gadis kepala batu yang terus saja mondar mandir di dalam ruangan itu. Sungguh, ingin rasanya ia menarik tubuh mungil itu agar segera keluar dari ruangan itu. Bukan hanya kali ini ia mendapati Aira bekerja, namun, tetap saja mampu membuatnya kesal.


Siang tadi ia sudah memperingati Aira agar berhenti, dan tidak lagi melakukan pekerjaan ini, namun, gadis kepala batu ini sama sekali tidak mengindahkan permintaannya.


Jika saja ia tidak sibuk mengurus seluruh tugas akhir kuliahnya, demi mendapatkan kembali kepercayaan sang Ayah, sudah di pastikan gadis nakal ini tidak akan lagi bisa datang ke tempat ini.


Beberapa jam waktu yang di habiskan Abizar di dalam ruangan itu tanpa melakukan apapun. Dan kini, seorang pelayan kaki-laki datang dan memberitahu jika mereka akan menutup restoran, dan memintanya untuk pulang.


"Saya sedang menunggu calon istri saya." Jawab Abizar.


Pemuda yang mungkin beberapa tahun lebih muda darinya itu menatap aneh.


"Apa kamu calon suaminya Mbak Tri ?" Tanya lelaki muda itu.


"Saya calon suaminya Aira." Jawab Abizar tanpa ragu.


"Tapi Kak Aira sudah pulang lewat pintu belakang." Ucap lelaki muda itu, dan langsung membuat Abizar gemas dengan tingkah calon istrinya yang suka sekali kabur itu.


"Baiklah terimakasih, ini bayaran minuman yang aku pesan, sisanya buat kamu." Gegas Abi beranjak dari kursi yang ia duduki, kemudian melangkah keluar dari dalam restoran. Dengan cepat ia melangkah menuju parkiran, sambil menyusun rencana agar bisa menghukum gadis kepala batu itu karena sudah pergi tanpa pamit padanya.


Tapi, saat ia sudah mendekati pelataran di mana mobilnya sedang terparkir, senyum seketika terlihat di wajah tampannya. Lega, sepertinya gadis yang sudah berhasil mencuri perhatiannya ini tidak lagi kabur, dan memilih menunggunya di samping mobil.


"Makan dulu, aku lapar." Ucap Aira lalu masuk ke dalam mobil saat Abizar sudah membuka pintu mobil itu.


Abizar tersenyum, tanpa menjawab ia menutup kembali pintu mobil itu dengan hati-hati kemudian ikut masuk ke dalam mobil itu menggunakan pintu di samping kemudi.


"Malam ini aku traktir, aku dapat pesangon karena sudah berhenti dari tempat ku bekerja. Hanya kali ini, dan untuk selanjutnya aku akan menumpang hidup padamu." Ujar Aira.


"Ah aku senang kamu patuh." Usap Abizar di puncak kepala Aira.


"Jangan pegang-pegang, kita belum halal." Aira menepis tangan yang terasa hangat di atas kepalanya.

__ADS_1


Anizar tertawa.


"Baiklah." Jawabnya, kemudian mobil yang lumayan mewah itu mulai meninggalkan area parkir restoran, dan berbaur dengan kenderaan lain yang ada di jalanan Jakarta.


Selang beberapa saat di jalanan, Aira menatap tajam ke arah laki-laki yang terlihat begitu tenang dan fokus pada jalanan yang ada di depan mereka.


"Kamu mau bawa aku kemana ? Ini bukan jalan menuju kostan aku." Tanya Aira masih dengan tatapan membunuhnya.


"Katanya mau traktir aku makan." Jawab Abizar dengan santai, tanpa menghiraukan tatapan tajam dari Aira.


"Kita sudah melewati banyak kafe Abi. Aku teriak loh ini." Ancam Aira.


Abizar tertawa geli.


"Apa yang kamu takutkan, aku bahkan sudah melihat mu.."


"Diam gak." Bentak Aira dengan wajah memerah, dan itu kembali membuat Abizar tertawa geli.


"Kita mau kemana ? Ini sudah tengah malam Abizar, kamu ga dengar apa kata ibu kamu." Kesal Aira karena masih belum mendapat jawaban atas pertanyaannya.


"Ke Bandara." Jawab Abizar singkat.


"Ngapain nyulik kamu sampe ke Bandara, lebih baik aku bawa kamu ke rumah penghulu aja dan minta di nikahkan." Jawab Abizar acuh.


"Ya siapa tahu aja Ayah kamu ga merestui, dan akhirnya bawa aku kawin lari ke luar negeri gitu." Ujar Aira.


"Kawin lari ? Itu pake baju pengantin apa baju olahraga ?" Tanya Abizar meledek.


Aira mendengus kesal. Gadis itu tidak lagi menimpali, atau dia akan cepat tua karena terus saja menahan kesal dengan kegilaan laki-laki di sampingnya ini.


Beberapa saat kemudian mobil dengan sala satu merek mahal itu mulai memasuki area Bandara.


"Habislah aku." Gumam Abizar sambil membuka sabuk pengaman dengan cepat, saat melihat empat orang yang sangat ia kenal mulai melangkah keluar dari gedung Bandara.


"Ada apa ?" Tanya Aira bingung saat Abizar membuka sabuk pengaman yang melingkar di tubuhnya dengan terburu-buru.

__ADS_1


"Mereka sudah datang." Jawab Abizar.


"Siapa ?" Tanya Aira.


"Ayo turun cepat." Ajak Abizar sambil membuka pintu mobil di sampingnya.


Aira tidak lagi banyak bertanya, dan hanya patuh pada perintah Abizar kemudian mengikuti langah cepat Abizar dari belakang.


Aira berhenti melangkah saat Abizar sudah berdiri dan memeluk dua wanita yang terlihat begitu mirip, secara bergantian.


"Ayo sini."


Laki-laki yang membawanya ke sini melambaikan tangan ke arahnya, dan memintanya mendekat.


Dengan sungkan, Aira melangkahkan kakinya menuju orang-orang yang tidak ia kenal di sana.


"Kamu pasti Aira yaa." Tebak salah satu wanita cantik yang ada di sana.


Aira menoleh, ia menatap Abizar sebentar dan mendapat anggukan kepala dari laki-laki itu.


Aira mengulurkan tangannya untuk menyalami wanita yang baru saja menebak namanya.


"Saya Aira." Ucapnya.


Nira tidak meraih tangan itu. Ia justru membawa tubuh gadis yang di cintai adiknya itu dan memeluknya erat.


Aira terkejut. Tapi beberapa saat kemudian senyum di wajah manisnya terlihat kala wanita lain yang ada di sana tersenyum, ketika tatapan mereka bertemu. Beberapa saat kemudian, tubuh mungilnya sudah berpindah dalam pelukan Dira.


"Ini Kak Arion, dan ini Kak Arga." Ujar Abizar memperkenalkan kedua kakak iparnya.


Aira mengangguk, lalu mengulurkan tangannya untuk menyalami dua laki-laki tampan yang ada di sana.


"Sepertinya menumpang di mobil Abizar seru nih." Nira memberi ide.


"Mana muat." Abizar memprotes.

__ADS_1


"Muat kok, biar aku yang bawa." Jawab Arga sambil merampas kunci mobil dar tangan adik iparnya.


"Kak Arga." Teriak Abizar saat kedua kakak iparnya sudah melangkah menuju mobil. Sedangkan gadis manis yang ingin ia ajak makan malam romantis sudah disabotase oleh kedua kaka kembarnya.


__ADS_2