Berbagi Cinta "Wanita Kedua"

Berbagi Cinta "Wanita Kedua"
Bab 271 Season 4


__ADS_3

Jika di ruang kerja Azam di penuhi suara aneh di iringi ranjang yang berdecit, berbeda di ruangan Ayiman yang nampak begitu hening.


Pernikahan tinggal beberapa hari lagi, tapi wanita yang ingin ia nikahi dengan tiba-tiba mengakhiri rencana itu. Entah di mana salahnya, ia pun tak tahu. Ayiman bahkan tidak sempat menanyakan apa alasan Tania membatalkan pernikahan mereka yang sudah di siapkan dengan begitu baik oleh kedua orang tua mereka berdua.


Beberapa saat Ayiman termenung di atas sofa yang ada di dalam ruangan, kini ia tersadar dari lamunannya. Ia harus menemui calon istrinya itu. Membatalkan rencana yang hampir rampung melalui pesan singkat tanpa alasan yang jelas, tidak bisa di biarkan.


Kalaupun memang tidak di takdirkan untuk bersama, seharusnya Tania memberikan alasan yang jelas. Selama beberapa bulan setelah tercetus perjodohan di antara mereka, gadis itu selalu patuh. Bahkan saat dirinya meminta waktu untuk meyakinkan hati melupakan Daniza pun, Tania tidak pernah merasa keberatan akan hal itu.


Dengan langah cepat, Ayiman keluar dari dalam ruangannya. Ia sama sekali tidak memperdulikan Ayura yang sedang menatapnya heran dari meja sekretaris.


Melihat Ayiman yang terlihat berbeda dari biasanya, Ayura segera beranjak dari kursi kerjanya dan berlari menyusul kakak kembarnya. Sayang, belum sempat ia mencapai lift di mana Ayiman berada, pintu lift tersebut sudah lebih dulu tertutup.


Rasa cemas berlebihan mulai menyelimuti Ayura. tanpa menunggu lama, gadis cantik berhijab itu segera menghubungi nomor ponsel bos, sekaligus kakak kembarnya itu. Tapi nihil, tidak ada jawaban di ujung sana hingga suara operator mengabarkan jika pemilik ponsel itu sedang sibuk dan tidak bisa menjawab panggilan darinya.


Beberapa saat kemudian, lift yang ada di lantai tertinggi perusahaan milik keluarga Prasetyo sudah bisa kembali di gunakan.. Gegas Ayura melangkah masuk ke dalam kotak besi itu, dan turun menuju lantai bawah.


Benda pipih milik Ayura kembali menempel di telinga. Kali ini bukan lagi kakak kembarnya yang menjadi tujuan, namun, gadis yang sebentar lagi akan menjadi kakak iparnya yang ia hubungi saat ini. Tersambung, tapi tidak ada jawaban di sana.


Tidak ada masalah pekerjaan yang tidak di ketahui olehnya, jadi Ayura menebak ini adalah masalah pribadi kakak kembarnya itu.


Tapi masalah apa ? Selama beberapa hari ini terlihat baik-baik saja ? Bahkan Ayiman dan Tania selalu menghabiskan waktu bersama. Entah itu makan siang atau makan malam bersama.


Di lobi perusahaan, Ayura tidak lagi mendapati kakak kembarnya di sana. Saat menanyakan pada petugas kemanan, Ayiman memang sudah pergi menggunakan mobil, namun, untuk tujuan kemana perginya pemilik perusahaan itu, para petugas di sana tidak mengetahui kejelasannya.


****


Di jalanan yang sama, tapi di dalam mobil yang berbeda Ayiman terus melajukan mobilnya degan hati-hati menuju rumah calon Ayah dan Ibu mertuanya. Saat tiba di rumah yang tidak kalah mewah dari rumah orang tuannya, Ayiman terkejut karena rumah mewah itu nampak begitu sunyi seperti tidak memiliki penghuni.


Entah berapa lama waktu yang di habiskan Ayiman di depan pagar rumah berlantai itu, hingga mobil yang tidak lagi asing berhenti di samping mobilnya.


"Apa telah terjadi sesuatu ?" Tanya Ayu saat sudah berdiri di samping Ayi.

__ADS_1


"Tania membatalkan pernikahan kami melalui pesan singkat, dan aku ngga tahu apa alasannya." Jawab Ayiman tenang sambil melihat-lihat keadaan sekitar, berharap ada orang yang bisa memberi penjelasan kemana perginya penghuni rumah yang ada di hadapannya ini.


"Ayo kita masuk aja, dan tanyakan langsung sama Kak Tania." Ajak Ayura.


Ayiman menggeleng.


"Gerbangnya di gembok." Tunjuk nya pada pintu gerbang besi yang ada di hadapan mereka.


Ayura menoleh, mengikuti arah telunjuk sang Kakak. Setelah beberapa saat terdiam melihat plang pemberitahuan rumah sedang di jual, Ayura segera merogoh ponsel miliknya yang ada di dalam tas lalu menghubungi laki-laki paruh baya yang pasti mengetahu apa yang sedang terjadi hari ini.


"Kita pulang ke rumah dan tanyakan langsung pada Ayah, gimana ?" Usul Ayura setelah tidak mendapat jawaban di ujung ponselnya. Lelaki paruh baya yang sedang ia hubungi siang ini, pasti sedang asik mengerjai ibunya di rumah, sehingga mengabaikan panggilan darinya.


Ayiman menggeleng.


"Ayah pasti tidak mengetahui apapun, Dek." Lirih Ayiman mulai merasa putus asa. Rasa bersalah karena mengabaikan Tania dulu, mulai menyelimuti hatinya.


"Mau membeli rumah ini ?" Seorang wanita yang beberapa saat lalu keluar dari rumah yang ada di sebrang jalan, datang dan mendekati Ayiman dan Ayura. "Pasti pasangan baru ya, rumah ini cocok buat pengantin baru Pak." Wanita itu kembali mempromosikan rumah itu.


Wanita yang terlihat jauh lebih tua dari ibu mereka itu, membukakan pintu gerbang dan mempersilahkan Ayiman dan Ayura masuk ke dalam pekarangan rumah.


"Kalian mirip sekali. Jodoh memang ga akan kemana ya Mbak." Ujar wanita itu.


Ayura hanya tersenyum kecil.


"Penghuni lamanya ke mana, Bu ?" Tanya Ayura.


"Ceritanya panjang, Mbak. Saya ga enak ngomongnya." Jawab Ibu itu.


"Mbak Tania ke mana ?" Tanya Ayura membuat ibu yang sedang berjalan mendahului mereka segera menghentikan langkahnya lalu menatap dua orang yang ada di hadapannya dengan heran.


"Tania siapa ?" Tanya Ibu itu mulai merasa tidak nyaman.

__ADS_1


"Tania, putri dari pemilik rumah ini." Jawab Ayura.


Wanita itu terdiam.


Bingung dan khawatir mulai bercampur menjadi satu.


"Saya pun kurang tahu Mbak." Jawab wanita itu takut-takut.


Ayura curiga, tapi ia tidak ingin semakin membuat wanita tua di hadapannya ini semakin khawatir.


"Saya boleh lihat-lihat rumah ini, Bu ?" Tanya Ayura mengalihkan pembicaraan. Ada sesuatu yang tidak beres dengan calon kakak iparnya, tapi Ayura tidak mau terlalu menekan wanita yang sepertinya memiliki hubungan dengan calon kakak iparnya ini.


"Bang Ayi pernah ke mari ?" Tanya Ayura berbisik.


Ayiman mengangguk.


"Tiga kali. Dulu saat melamar bersama Ayah dan Ibu, dan dua kali aku datang sendirian." Jawab Ayiman.


Ayura mengangguk mengerti. Bodohnya ia tidak mencari tahu siapa Tania.


"Mari Mas, Mbak." Ujar wanita itu mempersilahkan setelah membuka pintu rumah lebar-lebar.


"Saya dan suami saya ambil ya, Bu." Ucap Ayura tanpa berpikir panjang.


Wanita itu terkejut, ia bahkan belum menyampaikan berapa nilai jual rumah ini dan wanita muda yang sedang berdiri di sampingnya sudah langsung memutuskan.


"Tapi rumah ini mahal, Mbak." Ujar nya.


"Jadi gimana Bu, di mana kami bisa menemui pemiliknya agar bisa langsung transaksi ?" Tanya Ayura.


"Transaksinya melalui saya, Mbak. Mari kita pergi ke rumah untuk menandatangani berkas jual belinya. Bertepatan saya seorang notaris, untuk itu pemilik rumah ini menyerahkan semua transaksi jual beli ini pada saya." Ajak wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2