Berbagi Cinta "Wanita Kedua"

Berbagi Cinta "Wanita Kedua"
Bab 230 Season 3


__ADS_3

Di jalanan yang sama, namun di mobil yang berbeda Abizar terus saja fokus dengan jalanan yang di padati banyak kenderaan di hadapannya.


Setelah Arion dan Danira meninggalkan butik tempat ibunya membeli pakaian, Abizar juga mengajak Aira untuk pulang dan beristirahat di rumah.


"Kamu sudah makan siang ?" Tanya Aira.


"Kamu mau makan apa ?" Abizar balik bertanya.


"Apa aja. Nanti kita makan siang di rumah ya." Jawab Aira.


Abizar mengangguk, lalu mengusap puncak kepala istrinya itu.


"Kamu mau makan apa ?" Tanya Aira.


"Ada yang pengen banget aku makan, tapi belum boleh." Jawab Abizar cemberut.


"Belum boleh ? Apa belum di masak ? Biar aku masakin." Ujar Aira antusias.


"Aku mau makan kamu." Jawab Abizar dengan senyum jail, terlebih melihat wajah istrinya yang tiba-tiba merona karena kalimat mesumnya.


"Memangnya masih belum boleh ya ?" Tanya Aira polos sontak membuat Abizar terbahak.


"Boleh sih, tapi jangan bilang ibu ya." Bujuk Abizar.


Aira menatap wajah Abizar dengan curiga. Wajah jahat suaminya ini, persis dengan wajah kakak iparnya tadi.


"Kalian memang mirip." Gumamnya.


"Siapa ?" Tanya Abizar.


"Kamu dan Kak Danira." Jawab Aira.


Abizar mendengus,. Ah sumpah demi apapun dia tidak mau di samakan dengan kakak kejamnya itu.


"Kalian sama-sama mesum." Ujar Dira lagi membuat Abizar melongo.


setelah mobil yang ia kendarai merangkak bagai siput di jalanan tiba di depan rumah, Abizar segera mengajak istrinya itu keluar dari roda besi itu dan masuk ke dalam rumah.


"Mau makan aku dulu, apa makan siang dulu ?" Tanya Aira.


Abizar menghentikan langkahnya, lalu menatap istrinya dengan heran.


"Kata Kak Danira aku harus bersikap seperti itu agar tidak cepat jadi janda." Ujar Aira lagi.

__ADS_1


Abizar terbahak mendengar kalimat aneh namun menggemaskan dari bibir istrinya. Kali ini ia akan menyayangi kakak jailnya itu, karena sudah mengajari istrinya ilmu jitu untuk keharmonisan rumah tangga.


"Makan kamu dulu deh, tapi jangan bilang-bilang ibu yaa kalau siang ini aku makan kamu." Ujar Abizar menggoda.


Aira mengangguk patuh dengan wajah yang merona malu.


Tanpa membuang waktu, Abizar segera menarik istrinya itu menuju kamar tidur mereka. Akhirnya setelah sekian lama beristirahat dari urusan ranjang, ia bisa menikmatinya siang ini. Ah, nanti jangan lupa ingatkan dia untuk mengucapkan terimakasih pada kakak cantiknya, karena sudah mengajari Aira bagaimana menjadi istri yang di sayang suami.


"Kalian mau ke mana ? Ngga makan siang dulu ?" Tanya Alfaraz tiba-tiba.


Aira menatap Abizar dengan wajah merona.


"Aira lelah Yah, tadi di ajakin Ibu keliling butik jadi mau Abi ajak istirahat dulu." Jawab Abizar.


Aira tidak menimpali, ia hanya diam dan menunggu hasil dari kebohongan suaminya.


"Ya sudah, jangan kamu tambahin capeknya awas aja kalau kenapa-napa lagi." Ancam Alfaraz pada putranya.


Abizar terdiam, laki-laki muda itu hanya bisa menatap punggung Ayahnya yang sudah menghilang di pintu pembatas ruangan. Sepertinya skill berbohong nya harus kembali di tingkatkan.


"Ayo ke kamar, kamu harus istirahat." Ajak Abizar.


"Kamu ngga jadi makan aku ?" Tanya Aira polos.


"Ya Allah Ra, Ayah masih ada di ruangan sebelah. Bisa habis aku kalau ketahuan makan kamu siang ini." Bisik Abizar.


Aira menganggu mengerti.


"Maaf. Ya udah ayo kita ke kamar." Ujarnya.


Keduanya kembali melanjutkan langkah menuju kamar tidur mereka untuk memulai santapan pembuka di siang bolong.


****


Di sebuah rumah minimalis, sepasang suami istri justru sudah mulai menikmati makanan pembuka mereka di atas sofa yang ada di ruang keluarga. Beruntung di dalam rumah kecil namun mewah itu, tidak ada orang lain yang tinggal sehingga keduanya bebas melakukan di mana saja yang mereka mau.


"Lebih cepat dong sayang." Pinta Danira.


"Pelan-pelan atau ngga sama sekali. Kasian anak aku punya Mama yang kejam seperti ini." Ujar Arion.


"Kalau gitu tukar posisi aja, aku yang pimpin."


"Apaan pimpin, ini bukan upacara. Sudah diam dan nikmat saja." Tegas Arion. Dia tidak akan membiarkan Danira sesuka hati. Ayolah ia masih sangat ingin melihat calon anaknya lahir ke dunia.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, suara favoritnya mulai terdengar dari bibir Danira. Senyum seketika terlihat di bibir Arion karena berhasil membawa istrinya itu menuju puncak dengan gerakan tubuh yang begitu perlahan. Tida lama kemudian, ia pun menyusul. Karena tidak ingin mengotori calon bayinya, ia segera menarik tubuhnya dari Danira.


Arion segera membawa Danira masuk ke dalam kamar untuk beristirahat dengan nayaman di atas ranjang. Sedangkan dirinya memilih masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dari sisa-sisa percintaan mereka.


Tidak membutuhkan waktu lama, ia kembai keluar dari dalam kamar mandi dan langsung melangkah menuju ranjang untuk berbaring sambil memeluk istrinya di bawa selimut.


"Ngga makan siang dulu ?" Tanya Danira saat merasakan tubuh Dingin Arion sudah menempel sempurna di tubuh polosnya.


"Mau peluk kamu dulu." Jawab Arion. "Kamu yakin mau berangkat lebih dulu ?" Tanyanya.


"Ngga boleh ya ?" Tanya Danira.


"Bukan ngga boleh, takutnya aku rindu." Jawab Arion.


Danira membalik tubuhnya, lalu menatap wajah tampan yang terlihat segar itu dengan senyum jail.


"Kamu takut aku di ambil Ferri ya ?" Tebak Danira.


"Jangan dekat-dekat sama dia !" Tegas Arion.


Danira tidak lagi berkata, wanita yang masih belum mengenakan apapun itu hanya membawa tubuhnya dan masuk ke dalam pelukan Arion.


"Kami teman yang baik. Ferri orang yang baik dan sangat menyayangiku. Aku selalu mendoakan yang terbaik untuknya Arion, sama seperti dia memberikan kesempatan padaku untuk menikmati bahagia ini saat bersamamu. Jika saat itu aku menahannya untuk tetap bersamaku, belum tentu hidupku akan se bahagia ini." Ujar Danira.


"Terimakasih untuk segalanya. Aku mencintaimu Arion." Ucapnya lagi sambil membenamkan wajahnya di dada bidang Arion.


Arion menarik sudut bibirnya. Senyum hangat terlihat jelas di wajah tampannya, ketika mendengar kalimat yang begitu menyejukkan jiwa keluar dari bibir istrinya.


"Aku juga bahagia, sangat bahagia." Jawabnya sambil mengeratkan pelukannya di tubuh Danira.


"Mau nambah makan siangnya ga apa-apa kan ? Aku masih lapar." Danira mendongak dan menatap wajah Arion penuh permohonan.


Aron tidak bisa lagi menahan tawanya, dan tanpa berkata apapun ia kembali mengurung tubuh Danira di bawah selimut tebal itu.


Makan siang nikmat yang membuat nagih kembali terulang di atas ranjang mewah mereka.


*****


*Note Author


Hai-hai, besok hari terakhir penutupan giveaway yaa. Terus pengumuman untuk para pemenangnya tanggal satu maret yaa.. Tetap stay di sini.


Malam ini sampai di sini dulu yaaa, aku mau istirahat besok senin. Sampai jumpa besok semuanya, tetap sehat dan jangan lupa pakai pakai masker jika keluar rumah.

__ADS_1


Love kalian semuanya, sekebun. ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2