Berbagi Cinta "Wanita Kedua"

Berbagi Cinta "Wanita Kedua"
Bab 163 Season 3


__ADS_3

"Sudah siap ?" Abizar menyelonongkan kepalanya di pintu kamar Dira yang sedikit terbuka.


Dira mengangguk. Gadis cantik yang terlihat begitu anggun dengan kebaya yang sudah di siapkan oleh sang ibu untuk seluruh keluarga, sudah terlihat cantik di tubuh mungilnya.


"Ayo." Ajak Abi pada sang kakak yang masih duduk dengan diam di depan cermin meja rias.


Dira kembali mengangguk. Ia lantas berdiri dan meraih tas tangan yang sudah ada di atas ranjangnya kemudian keluar dari dalam kamar bersama adiknya.


"Ibu sama Ayah sudah di hotel ya ?" Tanya Dira sambil merangkul lengan adiknya. Keduanya menuruni satu per satu anak tangga menuju lantai bawah.


"Mereka menunggu kita di sana." Jawab Abizar.


Setelah asisten rumah tangga mereka sudah menutup kembali pintu rumah, Abizar segera membukakan pintu mobil untuk Dira dan meminta kakaknya itu untuk masuk.


Dira menatap lampu-lampu yang berasal dari kenderaan di jalanan. Pikirannya menerawang jauh saat masa kecil nya bersama Arga. Laki-laki yang mampu menggantikan posisi sang Ayah di dalam hatinya dulu itu, kini akan menjadi bagian dari keluarganya.


Sekuat apapun mencoba untuk biasa-biasa saja, tetap saja ada sedikit rasa tidak nyaman hinggap di dalam hatinya.


"Kak ?" Panggil Abizar.


Dira tersadar dari lamunannya.


"Ada apa ?" Tanya Dira.


"Kakak kapan balik ke Berlin ?" Tanya Abizar.


"Dua atau tiga hari lagi. Tapi kurang dari dua bulan lagi selesai, dan aku akan benar-benar pulang." Jawab Dira.


"Ngga akan pergi lagi ?" Tanya Abizar.


Dira menggelang.


"Sepertinya jadi anak Ibu dan Ayah jauh lebih menyenangkan." Jawab Dira sambil terkekeh.


"Benar, tapi kadang ngeselin juga." Ujar Abi ikut tertawa.

__ADS_1


Terlalu asyik berbincang, Dira tidak sadar mobil adiknya sudah terparkir rapi di antara banyak mobil lain yang tidak lain merupakan milik dari para tamu undangan yang datang menghadiri pernikahan sang Kakak.


"Sampai saat ini aku masih bingung dengan Kak Nira, dia menjalin hubungan dengan sahabat Kak Arga sekian tahun lamanya, tapi saat Papa dan Mama Kak Arga datang melamarnya, dia sama sekali tidak menolaknya." Ujar Abi sembari membukakan pintu mobil untuk sang kakak.


"Kak Nira pacaran sama orang lain ?" Tanya Dira heran.


"Iya benar. Dan setelah lamaran pun Kak Nira masih sering jalan sama Kak Feri." Jawab Abizar.


Dira begitu penasaran, tapi ia tidak lagi bertanya mengenai kehidupan kakak sulung mereka itu. Ada banyak hal yang ingin ia jaga, termasuk hatinya. Untuk itu, ia memilih untuk tidak mengetahui apapun mengenai hubungan rumit yang di jalani oleh dua orang yang sama-sama berarti dalam hidupnya itu.


Kedua bersaudara itu masuk ke dalam lobi utama, dan langsung menuju kamar di mana kakak sulung mereka sedang di siapkan.


Abizar mendorong pintu kamar itu dengan perlahan, sedangkan Dira berusaha untuk menampilkan senyum terbaiknya pada sang kakak yang sebentar lagi akan berubah status menjadi istri orang lain. Tidak, buka orang lain, tapi orang yang dia cintai.


Dira terkejut saat mendapati orang tuanya begitu khawatir di dalam kamar. Tidak hanya kedua orang tuanya, tapi juga kedua orang tua Arga ikut berada di dalam kamar itu dengan wajah yang sama. Dira mengelilingi kamar itu dengan netra nya, namun, ia tidak mendapati gadis yang selalu terlihat ceria itu di dalam sana. Hanya sang calon mempelai pria yang kini sedang menatapnya lekat, hingga membuat jantungnya seakan ingin keluar dari tempatnya.


Abizar membawa Dira untuk masuk ke dalam dan duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


"Apa yang terjadi Ayah ?" Tanya Abizar.


"Kakak kamu kabur, Ayah heran jika dia tidak ingin menikah dengan Arga seharusnya dia menolak saat Tante Rara dan Om Reno datang melamarnya." Jawab sang Ayah geram.


"Jadi bagaimana ?" Tanya Abizar lagi.


Alfaraz menggeleng.


"Di lantai bawah sudah banyak tamu undangan, namun, ponsel kakak kamu sudah tidak aktif." Lirih Alfaraz menjawab pertanyaan putranya.


Dira menarik nafasnya dalam-dalam, bisa ngga dia memaki gadis itu sekarang juga. Sejak dulu, Nira memang selalu ceroboh, dan itu sering menjadi pemicu keributan di antara mereka.


"Sepertinya acara ini tidak perlu di batalkan Om, hanya pengantin wanitanya saja yang di ganti." Ujar Arga tiba-tiba.


"Maksud mu ?" Tanya Abizar cepat. Lelaki yang selalu bereaksi berlebihan jika menyangkut Dira itu segera memasang wajah tidak bersahabat. Ia sudah bisa menebak kemana arah pembicaraan calon kakak iparnya ini.


"Aku akan menikahi Dira." Jawab Arga.

__ADS_1


"Tidak, jangan melibatkan Kak Dira karena kesalahan yang di buat oleh Kak Nira." Tolak Abizar cepat.


Dira masih diam tanpa ekspresi, terserahlah kemana semua masalah ini akan menyeretnya.


"Aku meminta pendapat Dira soal ini, dan jika dia bersedia aku akan menikahinya." Ucap Arga lagi.


"Aku bilang tidak, tetap tidak !" Kesal Abizar. "Kenapa Kak Dira harus melakukan sesuatu karena kesalahan orang lain. Bukannya Kak Arga punya banyak orang yang bisa di suruh untuk mencari Kak Nira ? Jadi lebih baik cari dia sampai ketemu, dan jangan melibatkan orang lain yang tidak memiliki kesalahan." Ujar Abizar kesal.


"Ayo Kak kita pulang." Ajaknya. Ia segera berdiri dari sofa, lalu menarik tangan Dira untuk keluar dari dalam kamar pengantin sialan itu.


"Dir.." Panggil Arga memelas. Ah dia mulai merutuki kebodohannya yang mau-maunya mengikuti rencana bodoh sahabat gilanya itu. Seharusnya dia datang langsung ke Berlin dan melamar Dira di sana.


Dira mengurungkan niatnya untuk ikut keluar bersama adiknya dari dalam kamar itu. Gadis yang selalu terlihat tenang itu kembali duduk di atas sofa lalu menatap laki-laki yang sedang duduk di atas ranjang.


"Kak.." Panggil Abi memelas.


"Seandainya aku menyetujui permintaan mu, dan di kemudian hari Kak Bira balik lagi apa yang akan kamu lakukan ?" Tanya Dira.


"Kamu tetap istri aku." Jawab Arga cepat.


"Dan kakak aku adalah kekasih mu, begitu ?" Tanya Dira.


"Nggak mungkinlah seperti itu." Seru Arga.


"Dira bisa melakukan ini, tapi jika di kemudian hari terjadi sesuatu, misalnya Kak Arga menjalin kembali hubungan diam-diam bersama Kak Nira di belakang Dira, apa yang akan di lakukan Om dan Tante ?"


Sepasang suami istri paruh baya itu terkejut mendapati pertanyaan seperti ini.


"Maaf bukan Dira lancang Om, tapi hal seperti ini sudah sering terjadi dan Dira ngga ingin mengalami hal tersebut." Sambung Dira menjelaskan.


"Maka biarlah Arga yang berjanji, jika ia tidak mampu menjanjikan hal tersebut maka jangan memenuhi keinginannya. Lagi pula kamu tidak berkewajiban menutupi kesalahan orang lain." Jawab Reno tegas.


"Dira berkewajiban menjaga nama baik keluarga dari pandangan orang-orang di luar sana. Namun, Dira juga berkewajiban untuk memastikan jika ke depannya tidak akan ada hal buruk menimpa diri Dira sendiri." Ucap Dira memberi penjelasan.


"Aku janji, semua yang kamu khawatirkan itu tidak akan pernah terjadi." Ujar Reno yakin membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu heran.

__ADS_1


"Apa sebenarnya yang sedang terjadi ?" Tanya Reno pada putranya.


"Arga mencintai Dira." Jawab Arga.


__ADS_2