Berbagi Cinta "Wanita Kedua"

Berbagi Cinta "Wanita Kedua"
Bab 179 Season 3


__ADS_3

Jet pribadi yang membawa Nira dan Arion sudah mendarat di salah satu Bandara yang ada di kota Berlin. Arion masih terus memikirkan apa yang di bahas oleh istrinya semalam. Ia paling tahu apa yang sedang di impikan oleh Danira itu adalah hal yang tidak akan bisa ia berikan.


Arion melirik wajah tenang Danira yang sedang terlelap di sampingnya. Tangannya terulur dan menyentuh wajah teduh berbalut hijab milik istrinya dengan perlahan.


"Tidak semua pernikahan yang di awali dengan cinta menggebu akan berakhir bahagia. Jika kamu sudah mengikrarkan janji ijab kabul, maka kamu wajib menyayangi wanita yang sudah kamu ambil alih tanggung jawab dari ayahnya. Dulu, saat Papa menikahi Mama kamu, kami hanyalah dua orang asing yang di ikat oleh hubungan yang bernama pernikahan. Tapi harus kamu tahu, Papa menyayangi Mama kamu dengan segenap jiwa dan berjanji akan selalu membuatnya bahagia, walaupun bahagia itu bisa Papa beri dengan perpisahan kami."


Kalimat panang lebar yang keluar dari bibir ayahnya kembali terngiang di ingatan Arion. Tangannya terus mengusap pipi mulus Danira dengan lembut.


Beberapa orang yang berniat datang membantunya keluar dari dalam pesawat, kembali berbalik saat melihat atasan mereka itu mencium pipi wanita yang sedang terlelap di sana.


Beberapa saat kemudian, sepasang mata indah milik Danira mulai mengerjap. Wajahnya bersemu saat wajah sang suami begitu dekat dengan wajahnya.


"Kita sudah sampai ya ?" Tanya Danira dengan suara khas bangun tidur.


Arion mengangguk mengiyakan.


"Aku menyayangi mu." Ucapnya pelan tepat di depan wajah Danira, sambil menatap lekat mata indah yang masih terlihat sayu milik istrinya itu.


Danira tidak menjawab, tapi dadanya semakin berdetak kencang saat mendengar kalimat singkat yang begitu tiba-tiba.


"Harusnya bukan sayang, tapi cinta." Jawab nya sambil terkekeh geli karena kalimatnya sendiri yang ingin memecah suasana yang mulai canggung.


"Bohong jika aku sudah mencintaimu secepat ini. Tapi aku benar-benar menyayangimu Nira. Aku bahagia wanita yang saat ini bersamaku adalah kamu. Semoga kamu juga merasakan hal yang sama terhadap ku." Ujar Arion.


"Tentu saja aku bahagia, kamu ngga lihat senyum di bibirku hampir mengalahkan mentari ini." Ucap Danira. Gadis itu beranjak dari tempat duduknya, sambil merapikan penampilannya yang terlihat berantakan karena tertidur.


Ada apa ? Tanyanya lagi saat tangannya yang hendak membantu Arion berpindah dari kursi pesawat ke atas kursi roda di tahan oleh suaminya itu.


Arion menarik tubuh Danira hingga terduduk di atas pangkuannya.


Nira begitu terkejut, tapi berusaha untuk terlihat biasa-biasa saja, karena biar bagaimana pun Arion sudah berhak atas dirinya. Ia hanya melirik pintu pembatas kabin, takut bawahan dari suaminya ini ada di sana.


"Aku tidak ingin kamu selalu menampakkan wajah bahagia. Aku mau kamu tersenyum jika benar-benar bahagia, dan akan menangis jika sesuatu membuatmu terluka.Aku mau kamu mengatakan apapun yang kamu rasakan, dan tidak bersembunyi di balik senyum manis mu." Ujar Arion panjang lebar.

__ADS_1


Nira menatap wajah tampan suaminya dengan begitu lekat. Selama ini, tidak ada yang pernah memintanya melakukan hal seperti ini selain Feri.


"Jangan buat aku nyaman, nanti aku terluka." Ucapnya terkekeh, namun hatinya menghangat ketika mendapatkan perhatian yang begitu menyentuh dari laki-laki yang sudah resmi menjadi suaminya. "Tanggung jawab yaa, jika aku baper nanti." Sambungnya masih dengan wajah jenakanya.


"Jika ada hal yang tidak bisa aku penuhi nanti, apakah kamu akan meninggalkan aku ?" Tanya Arion sambil menatap lekat wajah Danira.


"Tentu saja tidak, atau jangan-jangan kamu berniat meninggalkan aku karena aku tidak sebaik dan semanis adikku." Nira berpura-pura menatap tajam wajah suaminya.


Arion hanya terkekeh ketika mendapat tatapan yang tidak manis dari istrinya.


"Bahkan jika itu adalah hal yang paling kamu inginkan ?" Tanya nya lagi mengabaikan tatapan Danira yang seakan sedang mengajaknya berperang karena topik pembahasan mereka mengenai perpisahan.


"Ada apa sih ? Bikin takut aja." Ujar Danira.


"Kita bahas di hotel saja." Jawab Arion saat melihat bawahannya sudah tertunduk dalam di pintu pembatas kabin tempat ia dan Danira berada.


Danira mengangguk patuh, gadis itu lalu beranjak dari pangkuan suaminya, dan membiarkan para kru pesawat yang membantu Arion berpindah ke atas kursi roda.


Senyum di wajah Danira kembali terlihat di bibirnya, kala mata indahnya menangkap dua sosok yang sudah menunggu kedatangan mereka di ruangan itu.


"Kalian benar-benar mirip." Ujar Arion saat melihat satu wanita yang begitu mirip istrinya sedang duduk di kursi tunggu di ruangan itu.


"Tentu saja, orang kami kembar." Kekeh Nira. "Awas aja kalau jantung kamu berdebar saat melihatnya." Ancamnya sambil menekan dada suaminya.


Arion tertawa, ia lantas menhan tangan Danira yang sedang berada di atas dadanya agar lebih lama di sana.


"Buat aku berdebar karena melihat mu." Bisik Arion tiba-tiba, dan itu berhasil kembali membuat wajah cantik Danira bersemu.


"Kamu sudah berdebar yaa jika kita sedekat ini ?" Tanya Arion menggoda.


"Jangan terlalu percaya diri. Lihat saja, aku akan buat kamu yang lebih dulu jatuh cinta padaku." Jawab Nira tidak terima, lantas kembali mendorong kursi roda yang di duduki suaminya agar lebih dekat ke arah kursi di mana adiknya berada.


"Kalau lesu, lunglai dan letih lebih baik tinggal di apartemen aja." Ucapnya lagi saat ia dan Arion sudah berada di dekat kursi tempat Dira dan Arga berada.

__ADS_1


Dira menoleh, lalu menatap dua orang yang sedang ia tunggu tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya.


"Jahat banget sih." Kesalnya sambil beranjak dari kursi yang sedang ia duduki lalu memeluk tubuh kakak kembarnya.


"Maafkan aku yaa." Ucap Danira membalas pelukan adiknya.


Setelah pelukan keduanya terlepas, gadis itu membungkuk lalu mengusap lembut perut rata adiknya yang tertutup terusan panjang.


"Hai ponakan." Ucapnya lagi.


"Hai juga Aunty." Jawab Dira.


Keduanya lantas terkekeh bersama.


"Ini suamiku." Ujar Danira memperkenalkan Arion pada adiknya.


Dira menatap wajah yang terlihat tidak asing dengan begitu lekat.


"Arion kan ?" Tebaknya.


Arion tersenyum. Sedangkan Arga segera mendekati Dira, kala melihat istri kesayangannya itu mengenal laki-laki yang sedang duduk di atas kursi roda.


****


*Note Author


Pada lupa sama pemeran. Semua ini karena kemalasan ku 😂😂 Ga apa-apa, masih mau mampir aku udah senang banget. Love sekebun deh buat kalian semuanya😘❤️❤️


Ada yang bingung soal Abimanyu, itu hanyalah tokoh tambahan. Ayah dari Arion, rekan bisnisnya Alfaraz.


Kalau gadis yang bernama Aira, nanti akan ada di kisah selanjutnya. Aku mau selesaikan kisah manis dari kedua kakak Abizar lebih dulu biar fokus.


Kasih suntikan semangat dong, bawaannya mager terus.

__ADS_1


__ADS_2