Berbagi Cinta "Wanita Kedua"

Berbagi Cinta "Wanita Kedua"
Bab 80 Season 2


__ADS_3

Zyana mengerjap, tubuhnya terasa remuk. Jika sudah di atas ranjang seperti ini, setalah sekian hari tidak bertemu, Reno pasti akan membuatnya sangat kelelahan. Sekali dua kali, tidak akan cukup memuaskan suaminya itu.


"Morning Wife." Sapa lelaki tampan yang kini sudah rapi dengan pakaian kerja.


Reno berlutut di atas lantai, kedua tangannya menopang dagu yang ada di atas ranjang tepat di depan wajah cantik Yana.


"Morning suami." Balas Yana dengan suara khas bangun tidur. "Makin tampan aja suamiku ini." Goda Yana sambil mengedipkan sebelah matanya.


Reno terbahak melihat tingkah manis istrinya.


"Sepertinya kamu masih kuat ya, apa kita ulang satu kali lagi pagi ini." Ujarnya.


"Nikmat engga sakit iya. Tubuhku sudah remuk ini." Rengek Yana.


Reno kembali terkekeh melihat wajah cemberut namun, begitu menggemaskan di hadapannya.


"Minum sayang." Ia menyodorkan segelas air putih ke arah istrinya.


"Terimakasih." Ucap Yana. Ia lantas bangun, lalu bersandar di kepala ranjang kemudian meraih segelas air putih yang terulur ke arahnya, dan meneguknya perlahan.


"Kamu ngga masuk kerja hari ini ?" Tanya Reno.


"Masuk lah Mas. Di akhir bulan seperti ini laporan dari anak cabang perusahaan akan masuk, dan divisi aku pasti akan sangat sibuk." Jawab Yana.


"Ya udah, sana mandi dan bersiap. Pagi ini aku yang akan menyiapkan sarapan." Ucap Reno.


"Aku lelah. Peluk." Ucap Yana manja membuat Reno terkekeh geli.


"Kalau aku peluk kamu lagi, yang ada aku paksa kamu untuk di kamar aja hari ini."


Tanpa lagi banyak berkata-kata, Yana langsung turun dari ranjang bersama selimut tebal yang membungkus tubuh polosnya, kemudian bergegas masuk ke dalam kamar mandi.


"Nasi goreng ya Mas, telurnya seperti biasa." Teriaknya dari dalam kamar mandi.


Reno menatap pintu kamar mandi yang sudah tertutup rapat itu dengan perasaan campur aduk, kemudian melangkah mendekati pintu itu, lalu memungut selimut putih tebal yang teronggok di atas lantai dan memasukkannya ke dalam keranjang tempat pakaian kotor.

__ADS_1


Lelaki yang sudah rapi dengan kemeja berwarna biru itu, belum langsung keluar dari dalam kamar. Ia kembali mendekati ranjang, melepaskan seprei putih yang terpasang di ranjang sederhana, namun selalu mampu membuatnya rindu, kemudian menggantinya dengan yang baru.


Lingerie milik sang istri yang sudah teronggok di lantai karena ulahnya semalam, di ambilnya lalu di bawanya menuju keranjang pakaian kotor.


Setelah semua sudah terlihat rapi, Reno membawa langkah kakinya menuju dapur. Apartemen yang sudah beberapa tahun ini ia dan istrinya tempati memang bukanlah apartemen mewah, namun banyak kenangan yang mereka ukir di sini.


Wangi masakan dari dapur mini yang hampir menyatu dengan ruang TV itu, tercium sampai ke dalam kamar.


Senyum di bibir Yana kembali terukir. Di perlakukan bak ratu oleh suami sendiri, membuat Yana selalu berucap syukur dalam setiap helaan nafasnya.


Handuk putih masih melingkar tubuhnya, beberapa jejak percintaan yang di tinggalkan oleh suaminya semalam di sentuhnya dengan hati-hati.


Biarlah Allah yang tahu, betapa besar cintanya untuk laki-laki yang kini sudah berteriak memintanya segera keluar dari dalam kamar yang selalu menjadi empat ternyamannya setelah rumah Ibu.


Rok selutut, juga blouse berwarna senada dengan kemeja yang di kenakan Reno sudah melekat rapi di tubuh rampingnya.


Rambut panjang ia ikat, tidak lupa pula sedikit pelembab bibir ia oleskan di bibir tipisnya, kemudian bergegas keluar dari dalam kamar sebelum suaminya itu kembali masuk dan berakhir absen ke kantor hari ini.


"Cantik banget sih. Kalau ada yang naksir gimana ?" Ucap Reno sambil tersenyum.


Reno tertawa lucu melihat tingkah istrinya.


"Ayo makan, jangan godain aku terus." Ujarnya.


"Terimakasih untuk sarapan nya pagi ini." Ucap Yana.


"Terimakasih juga untuk makan malamnya hang nikmat semalam." Bisi Reno jail di telinga istrinya.


"Ih mesum." Pukul Yana di bahu suaminya.


Reno kembali terkekeh geli.


"Sudah ah ayo makan, nanti kita terlambat." Ajaknya pada sang istri.


Yana mengangguk, lalu mulai memakan sarapannya yang selalu saja terasa nikmat dan begitu spesial.

__ADS_1


***


"Aku mau anterin mama cek up jam makan siang nanti. Ngga apa-apa kan kalau aku ga bisa makan siang bareng kamu hari ini ?" Tanya Reno.


Sepasang suami istri sudah berada di basemen apartemen. Berdiri di samping dua mobil yang terparkir berdekatan. Ya, Yana dan Reno memilih untuk memilki kenderaan masing-masing untuk menghemat waktu, karena perusahaan tempat mereka bekerja sangat berjauhan dan berlawanan arah.


"Iya ga apa-apa, sampaikan salam aku buat Mama ya." Jawab Yana, lalu berpamitan masuk ke dalam mobilnya usai mencium punggung tangan Reno.


Sebelum tubuh istrinya itu masuk ke dalam mobil, Reno masih meraihnya lalu memeluk tubuh mungil itu dengan erat kemudian mengecup berulang kali puncak kepala Yana.


"Kita akan makan malam bersama nanti." Ucapnya lalu perlahan melepaskan tubuh istrinya.


"Iya Mas, udah ah aku terlambat nih." Ucap Yana lalu masuk kedalam mobil setelah mengecup pipi suaminya.


Reno masih menatap mobil berwarna merah itu berlalu lebih dulu, barulah ia masuk ke dalam mobilnya sendiri dan ikut keluar dari basemen apartemen.


Ponsel yang ada di saku celananya terus bergetar, Reno bergegas menepikan mobilnya sebentar untuk menjawab panggilan entah dari siapa di benda pipih miliknya.


"Kamu di mana sih Reno ? Rara sudah buatin sarapan untuk kamu." Ucap wanita yang tidak lain adalah sang Mama terdengar begitu mengesalkan di ujung ponselnya. Sejak kapan wanita itu berani datang ke Jakarta.


"Aku dalam perjalanan, dan kita perlu membicarakan ini di rumah Mama." Jawab Reno lalu segera mengakhiri panggilan itu tanpa mendengar suara yang bersiap memarahi nya di ujung sana.


Pikirannya kacau, ingin sekali ia mengamuk pada wanita yang sudah melahirkannya itu, namun, ia masih mencoba untuk menenangkan pikirannya.


Jalanan Jakarta masih begitu lenggang, Reno kembali memacu kenderaan nya menuju rumah sang Mama. Tidak membutuhkan waktu lama untuk tiba di rumah Mamanya, karena memang jalanan masih begitu lengang.


Reno keluar dari dalam mobilnya, lalu melangkah menuju rumah yang dulunya sederhana namun sekarang sudah jauh lebih mewah. Tentu saja karena campur tangan Yana yang begitu pengertian, mengikhlaskan sebagian besar gajinya untuk di berikan pada wanita yang sudah melahirkannya ini.


"Ma.." Panggil Reno.


Wanita dengan perut yang mulai terlihat membuncit, segera melangkah menuju kearahnya, membuat Reno semakin kesal dengan sikap yang di ambil Mamanya.


"Mas kamu sudah datang." Wanita itu meraih tangan Reno, kemudian mencium punggung tangan itu.


"Ma.." Suara Reno kembali meninggi, lelaki itu melangkah cepat meninggalkan wanita yang menyambut nya di ruang tamu, tanpa berniat menjawab pertanyaan bodoh yang baru saja terdengar di telinganya.

__ADS_1


__ADS_2