Berbagi Cinta "Wanita Kedua"

Berbagi Cinta "Wanita Kedua"
Bab 184 Season 2


__ADS_3

Nira meraih ponselnya yang terus bergetar. Namun sebelum itu, ia lebih dulu mengenakkan atasan piyamanya kembali.


"Ada apa ?" Tanya Nira saat sambungan video, sudah terhubung dengan adiknya di Jakarta.


"Aku takut Kak." Suara Abizar terdengar di ujung ponsel Danira, bersamaan dengan itu kamera berpindah pada gadis yang tertutup selimut di atas ranjang.


"Dia melepaskan seluruh pakaiannya, dan mengatakan jika tubuhnya kepanasan."


Suara Abizar kembali terdengar.


"Dia..."


"Ada apa ?" Tanya Nira saat mendengar suara ragu-ragu dari adik nya.


"Dia memintaku untuk.."


"Jangan aneh-aneh. Jangan melakukan hal yang paling di benci Allah." Tegas Nira.


"Tapi aku baca di artikel, itu satu-satunya cara.."


"Jangan gila Abizar. Kamu mau merusak masa depannya ha !" Nira masih terus berusaha menyadarkan Abizar, bahwa apa yang sedang berada di pikirkan adiknya saat ini sangatlah salah.


"Apa dia sudah tidak mengenakkan apa pun ?" Tanya nya kemudian setelah merasa jauh lebih tenang.


"Sepertinya masih mengenakkan dalaman." Jawab Abizar.


Danira frustasi.


"Hanya itu.."


Pemuda tampan yang ada di layar ponselnya mengangguk.


"Aku menyukainya Kak, nanti setelah ini aku akan bertanggung jawab. Aku ga bisa melihat dia tersiksa." Mohon Abizar.


Danira tetap menggeleng tegas.


"Bawa di ke kamar mandi, dan rendam di dalam bathtub." Seseorang yang masih duduk di atas ranjang, ikut menimpali pembicaraan mereka.


"Pakai baju kamu !" Teriak Danira frustasi saat tubuh polos suaminya tertangkap kamera. Duh kenapa dua lelaki dalam hidupnya jadi gila begini.


"Kakak lagi ngapain ?"


"Apaan pertanyaan mu itu. Mau aku pukul, awas aja jika terjadi sesuatu dengan anak orang, aku sendiri yang akan lebih dulu memukul kepalamu." Ancam Danira.


"Kakak juga lagi sama laki-laki di dalam kamar." Abizar bergumam.


"Itu suamiku bodoh !" Kesal Danira karena di tuduh sedang berzina dengan suaminya sendiri.


Beberapa saat kemudian, ponsel yang berada di dalam genggaman Danira sudah berpindah tangan.


"Di mana dia ?" Tanya Arion.

__ADS_1


"Eeee ngapain kamu lihat, gadis itu lagi ngga pake baju bodoh.Ya Allah..." Nira segera merebut ponsel itu dari tangan suaminya, membuat laki-laki yang masih duduk di tempatnya itu tertawa geli.


"Jadi apa yang harus di lakukan Abi ?" Tanya Danira sambil mengarahkan kamera belakang ke arah suaminya.


"Bawa gadis itu ke kamar mandi." Jawab Arion.


"Sama selimut juga ?" Tanya Abizar dari ujung sana.


"Ga usah, bawa saja tubuhnya dan letakkan di dalam bathtub."


"Eeee ngapain kamu ?" Tanya Danira saat melihat adiknya hendak melepaskan selimut yang menutupi tubuh gadis yang sedang merintih di atas ranjangnya.


"Udah kamu buang-buang waktu aja, bisa mati anak orang." Ujar Arion. "Yang terpenting saat ini Abizar tidak sampai merusak gadis itu." Sambungnya.


"Baiklah, angkat dia ke kamar mandi." Perintah Danira pada Adiknya.


Abizar meletakkan ponsel di atas ranjang, membuat Danira kembali frustasi karena tidak bisa melihat apa yang sedang di lakukan Abizar di dalam kamar apartemen miliknya.


"Lalu ?" Tanya Abizar sambil melangkah kembali menuju kamar mandi.


Danira melotot saat melihat gadis yang sedang berada di salam bathtub miliknya.


"Ya Allah, untung saja dia pakai dalaman yang sopan." Gumamnya membuat pemuda yang sedang terhubung dengan panggilan video mengerinyit heran.


"Isi bathtub itu dengan air dingin." Perintah Arion lagi, lalu terkekeh karena mendengar kalimat yang baru saja terucap dari bibir istrinya.


"Memangnya dalaman kamu seseksi apa sih ? Aku jadi penasaran." Tanyanya kemudian, dan berhasil membuat tangan lentik yang sedang menggenggam ponsel, seketika mendarat di kepalanya.


"Ya udah, biarkan saja dia di sana sampai rasa panas yang menjalar di tubuhnya berkurang. Dia masih sadar kan ?" Tanya Arion.


"Iya, hanya terus merintih bergumam kata panas." Jawab pemuda yang sedang terhubung di ponsel Danira.


"Kak aku mau nikah ngga apa-apa kan ?" Tanya Abizar.


Danira menatap wajah serius yang sedang terpampang di layar ponselnya.


"Kamu ngga ngapa-ngapain dia kan Abi ?" Tanya Danira dengan mata memicing curiga.


Abizar terdiam.


"Jawab aku Abizar !" Bentak Danira.


"Ngga apa-apa kan ?" Toh aku akan bertanggung jawab dan menikahinya.


"Kamu pikir dengan menikahinya kamu bisa mengembalikan harga diri dan kehormatan yang sudah kamu renggut pada saat yang tidak tepat ?" Ujar Danira dengan wajah serius menahan amarah.


"Aku mencintainya."


"Itu tidak cukup untuk menjadi alasan dan membuat kamu merenggut apa yang sudah ia jaga puluhan tahun lamanya." Jawab Danira tegas.


"Dia yang memintaku.."

__ADS_1


"Seharusnya jika kamu benar-benar mencintainya, kamu akan menjaga harga dirinya. Dia sedang tidak sadar Abi, dan aku yakin saat dia sadar nanti dan mengetahui kehormatannya sudah kamu rusak, dia pasti akan sangat membencimu. Jangan lakukan hal itu, aku mohon hm.."


"Tapi aku ingin membawanya masuk dalam kehidupan kita."


"Maka mintalah dengan baik. Katakan niat baik mu padanya, dan sampaikan hal ini pada orang tuanya. Itu jauh lebih baik, dari pada kamu harus memulai sebuah kisah dengan langkah yang salah. Allah sangat membenci zina Abi, dan pernikahan yang kamu impikan tidak akan mendapatan keberkahan, karena kamu memulainya dengan langkah yang salah." Ujar Danira memperingati.


Terlihat Abizar mengangguk paham.


"Sepertinya dia mulai merasa jauh lebih baik Kak, aku tutup panggilannya yaa ? oh iya namanya Aira." Ucap Abizar.


"Hati-hati ya Dek, selalu sebut nama Allah. Jangan lupa !"


Abizar kembali mengangguk, lalu meminta izin untuk mengakhiri panggilan video tersebut.


"Peluk lagi." Ucap Arion sat istrinya sudah selesai berbicara dengan adik iparnya.


"Kamu yakin kan kalau Abizar ga akan macam-macam pada gadis itu ?" Tanya Danira pada suaminya. Sejujurnya ia hanya ingin meyakinkan jika ketakutannya hari ini salah.


"Kalian memiliki orang tua yang luar biasa. Melihat dirimu seperti ini, aku sudah bisa memastikan jika tidak akan ada hal aneh yang akan terjadi padanya. Jangan terlalu takut, Abi sudah cukup dewasa untuk membedakan mana yang benar dan salah."


Danira menghembuskan nafasnya, mencari kelegaan dari rongga dadanya yang di penuhi ketakutan.


"Aku takut aja, mereka akan melakukan One Night Stand seperti di novel-novel." Ucapnya pelan.


"Makanya, jangan kebanyakan baca novel kamu, kan jadi aneh gini. Tenang aja, Abi pasti bisa menahan diri."


Danira mengangguk, sambil mengucapkan semoga berulang kali di dalam hatinya, lalu segera berhambur masuk ke dalam pelukan suaminya.


"Besok yaa.." Ucap Danira memperingati.


Arion terbahak..


"Baiklah besok, persiapkan dirimu." Kecup nya di kening Danira.


*****


*Note Author


Jangan lupa tinggalkan jejak cintanya ya,, biar mager ku ga akan kambuh lagi 😘😘


Ada yang tanya siapa Aira, dia adalah protagonis wanita yang aku hadirkan untuk Abizar. Makanya aku buat dia jadi gadis sebatang kara.


Kalau si Melisa, adalah antagonis yang belum sempat aku selesaikan di season dua, jadi tetap stay di sini.


Aku akan up rutin sampai akhir bulan, karena mau aku tamatin di akhir bulan.


Akan ada novel terbaru ikut event juga, nanti akan publish di awal bulan Maret. Doakan aku sehat yaa teman-teman..


Untuk yang minta visual, maaf aku ga bisa kasih, takut ga sesuai dengan apa yang kalian mau. Jadi kalian boleh membayangkan siapa saja menurut kalian cocok dengan tokoh-tokoh yang ada di cerita receh aku ini.


Love kalian deh pokoknya.. Se tanah lapang love love nya ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2