Berbagi Cinta "Wanita Kedua"

Berbagi Cinta "Wanita Kedua"
Bab 86 Season 2


__ADS_3

Taksi yang membawa keduanya dari bandara begitu hening. Hanya deru mesin mobil dan hembusan nafas berat dari Reno yang terdengar di dalam sana.


Air mata tidak lagi menetes dari pelupuk mata Yana, mungkin saja sudah habis stoknya untuk hari ini. Wanita itu masih menutup mulutnya rapat-rapat.


Ada begitu banyak pertanyaan kenapa Reno begitu tega padanya, namun, ia tak berani untuk mengutarakannya. Ia terlalu takut, jika mengetahui kebenarannya akan semakin membuat hatinya remuk.


Setelah mobil taksi yang membawanya sudah berhenti di depan gedung apartemen, Yana bergegas keluar dari dalam mobil dan melangkah masuk ke dalam gedung apartemen, tanpa menunggu laki-laki yang masih mengeluarkan lembaran uang untuk di serahkan pada sopir taksi yang membawa mereka.


***


Bunyi passcode di tekan sudah terdengar. Yana duduk diam dan berusaha setenang mungkin di atas sofa di ruang TV.


"Kenapa melakukan ini padaku ?" Tanyanya saat tubuh Reno sudah berada di dalam ruangan yang sama. Suaranya bergetar menahan tangis.


"Aku minta maaf


"Bukan itu yang ingin aku dengar Mas. Jelaskan mengapa kamu melakukan semua ini padaku ?" Tanya Yana lagi.


Kali ini, air matanya kembali membasahi pipi. Isakkan yang tidak terdengar di area Bandara tadi, kini semakin jelas terdengar menyayat hati.


"Kembalikan aku pada Ibuku." Ujarnya lagi dengan nada pelan.


"Sayang, " Reno tercekat, ia melangkah cepat menuju istrinya berada, dan bersimpuh memohon atas segala kebodohannya.


"Jangan tinggalkan aku." Lirih Reno.


"Bukan aku yang meninggalkan, tapi kamu." Ucap Yana.


"Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu, apapun itu." Tegas Reno.


Yana tersenyum miris.


"Kamu sudah meninggalkan aku saat dengan beraninya mengikat wanita lain dalam pernikahan kita." Ucapnya dingin.


"Na aku siap meninggalkan Rara." Tegas Reno.


Yana menggeleng


"Tidak akan ada yang berubah meskipun kamu meninggalkan wanita itu. Cinta yang kita bangun sekian tahun sudah runtuh, saat kamu mengucapkan ijab kabul untuk yang kedua kalinya pada wanita lain. Cinta yang aku persembahkan sepenuh hati selama ini, sudah ternoda saat mengetahui ada cinta lain yang sedang kamu jaga di luar sana." Ujarnya.


"Aku tidak mencintainya Yana. Aku hanya mencintaimu, sampai kapanpun hanya kamu."

__ADS_1


Yana menggeleng.


"Tidak ada cinta, mustahil Mas. Buktinya saat ini wanita yang katabya, tidak kamu cintai itu sedang mengandung."


"Na, maafkan aku. Beri aku kesempatan satu kali lagi untuk memperbaiki semua kesalahanku." Ucap Reno memohon.


"Aku memaafkan, tapi tidak ada kesempatan kedua untuk sebuah pengkhianatan." Tegas Yana.


Wanita itu beranjak dari ruang TV, lalu melangkah masuk ke dalam kamar. Sebelum laki-laki yang masih berstatus sebagai suaminya itu ikut masuk ke dalam kamar, Yana sudah lebih dulu menguncinya dari dalam.


Gedoran demi gedoran yang menggema di dalam apartemen sama sekali tidak Yana hiraukan. Wanita itu melangkah menuju ranjang, dan membenamkan tubuhnya di atas tempat tidur yang masih tercium wangi tubuh mereka berdua.


Terdengar bel apartemen berbunyi, lalu jelang beberapa saat terdengar pintu terbuka. Tidak lagi penasaran dengan siapa tamu yang datang berkunjung ke Apartemen mereka pagi ini, itu pasti dua wanita yang ikut andil melukainya hari ini.


Yana bangkit dari atas ranjang, mengoleskan make up tipis di wajahnya. Tidak lupa ia merapikan pakaian kerja yang sudah terlihat berantakan di tubuh indahnya, lalu melangkah keluar dari kamar dengan tenang.


Sebelum keluar dari ruangan, ia mengambil berkas penting yang tersimpan di brangkas lalu memasukkan dua buah buku dengan warna berbeda itu ke dalam tas kecil yang tergantung di bahunya.


***


"Mau kemana ?" Tanya Reno.


"Aku mau kerja." Jawab Yana acuh, ia bahkan tidak melirik dua wanita yang sudah berada di dalam apartemennya.


Yana tidak menimpali, wanita itu bahkan tidak meraih ponsel yang sedang terulur ke arahnya.


"Mau jadi istri durhaka kamu. Itu suami lagi ngomong di cuekin."


Kalimat yang semakin membaut Yana jengah kembali terdengar. Ia menarik nafas nya dalam-dalam, lalu melangkah meninggalkan ketiga orang yang masih berada di dalam apartemennya.


"Mulai sekarang Rara akan tinggal di Jakarta bersama kalian."


"Ma.." Tegur Reno kesal.


Yana mengurungkan niatnya untuk keluar dari dalam apartemen itu. Ia membalik tubuhnya lalu menatap tajam ke arah orang-orang yang terus saja mengusik ketenangan yang sedang ia usahakan tetap bertahan di dalam hatinya.


"Lakukan apapun yang kalian inginkan, aku tidak perduli lagi. Tunggu saja panggilan dari pengadilan nanti." Ujar Yana tajam.


"Aku akan menceraikan dia Na, tapi tidak dengan kamu."


"Hentikan ! Aku ngga nyangka selama bertahun-tahun aku mencintai laki-laki pengecut seperti dirimu." Wajah cantik Yana memerah menahan luapan emosi.

__ADS_1


"Cih apa salahnya sih beristri dua. Laki-laki itu wajar mencari wanita kedua yang bisa memberi apa yang tidak bisa di berikan oleh istri pertama."


Mendengar kalimat mengesalkan dari bibir Mama mertuanya, Yana melangkah mendekati tiga orang yang sedng duduk di sofa yang setiap hari ia bersihkan.


"Memangnya apa yang tidak bisa aku berikan selama ini padamu Mas ? Katakan apa yang selama ini kurang dari aku." Yana terlihat berdiri dengan angkuh, namun, suaranya yang bergetar begitu jelas terdengar.


"Kamu masih mau bertanya ? Sudah berapa tahun kalian menikah, tapi belum juga hamil. Lihat Rara, baru beberapa bulan tapi langsung hamil." Kali ini suara wanita tua yang semakin membuat Yana emosi kembali terdengar.


"Ah, hebat sekali ya Mas. Kamu benar-benar tocker, baru beberapa bulan sudah langsung hamil. Talak aku sekarang juga !" Suara yang tadinya terdengar meledek, kini menjadi sangat dingin dan tajam.


Reno terbelalak tanpa kata.


"Kamu tahu sikapmu ini sangat tidak benar Yana. Meminta suami mu menalak itu sangat tidak di anjurkan dalam agama." Bentak Ibu Lina.


"Jadi yang kalian lakukan sekarang sudah benar ? begitu ?" Tanya Yana sarkas.


"Poligami di halalkan dalam Islam." Ujar Ibu Lina.


"Tapi cara kalian salah. Poligami itu punya etikanya. Meminta izin dengan baik dari istri pertama wajib dilakukan. Lalu apa kalian sudah melakukan semua itu ? Tidak kan ?"


"Dan kamu, apakah kamu tahu lelaki yang menikahi mu ini sudah memiliki istri ?" Tanya Yana.


Wanita berhijab itu mengangguk, namun kepalanya masih tertunduk dalam.


"Wah aku tidak tahu bagaimana cara orang tuamu mendidik agama yang baik padamu." Ujar Yana mencemooh.


Ia melangkah dengan angkuh keluar dari apartemen sejuta kenangan itu, meninggalkan tiga orang yang sudah merusak semua rencana yang sekian tahun ia susun rapi, hanya dalam waktu kurang dari satu hari.


***


"Mama antar Rara pulang ke Lampung ! " Perintah Reno tegas.


Setelah kepergian istrinya, Reno ikut beranjak dari ruangan itu.


"Kamu itu apa-apaan sih.


"Aku bilang antar Rara pulang. Aku tidak peduli dengan apapun selain istriku." Teriak Reno.


"Rara juga istrimu !"


"Mama yang menginginkan nya, bukan aku !"

__ADS_1


Brakk...


Kalimat kekesalan, lalu di iringi dentuman pintu yang tertutup keras membuat kedua wanita berbeda usia itu berjenggit kaget.


__ADS_2