
Bocil minggir, Bab area emak-emak berdaster !!!
*****
Abizar dan Aira tiba di villa saat siang. Seorang laki-laki tua yang sedang membersihkan halaman villa, terkejut saat melihat putra dari majikannya sudah tiba di jam seperti ini.
"Aden sudah datang ?" Tanya laki-laki tua itu sambil melangkah tergopoh-gopoh menuju mobil.
"Iya Pak, itu ada buket bunga di sana nanti minta Mbok untuk mengisinya ke dalam vas ya." Ujar Abizar sambil menyerahkan kunci mobilnya kepada penjaga villa.
Lelaki tua itu mengangguk, kemudian memeprsilahkan tamunya untuk masuk ke dalam, dan mulai mengeluarkan bunga-bunga yang lumayan banyak dari dalam bagasi mobil.
Abizar segera meraih tangan Aira, lalu membawa istrinya itu masuk ke dalam. Gadis itu masih diam seribu bahasa dan hanya mengikuti kemana Abizar akan membawanya.
"Kamu mau makan ?" Tanya Abizar saat keduanya sudah berada di dalam villa.
Aira menggeleng.
"Mau istirahat ?" Tanya Abizar lagi.
"Aku mau mandi, tapi ngga punya baju ganti." Jawab Aira pelan..
"Selamat datang Non Aira." Sapa seorang wanita sambil membawa vas yang terisi dengan bunga-bunga segar.
"Terimakasih Bu." Jawab Aira ramah.
"Kami mau istirahat." Abizar menimpali.
"Iya silahkan Den, kamarnya sudah Mbok bersihkan. Dan barang-barang yang di kirimkan Tuan pagi ini, sudah Mbok rapikan di dalam lemari " Ujar wanita tua itu lagi.
Abizar mengangguk lalu mengucapkan terimakasih sambil meraih vas yang berisi bunga dari asisten yang ada di villa itu, kemudian masuk ke dalam kamar. Aira pun melakukan hal yang sama, setelah mengucapkan terimakasih pada wanita yang sudah berumur itu, ia ikut masuk ke alam kamar.
"Tunggu sebentar, aku mau mengabari orang di rumah, takutnya kita di cariin nanti." Ujar Abizar terkekeh.
Aira tersenyum, lalu mengangguk.
"Boleh aku ke sana ?" Aira menunjuk kolam renang pribadi yang di bagian belakang kamar.
__ADS_1
"Pergi saja kemana pun kamu mau di villa ini, ga akan ada yang ngelarang. Asal jangan pergi dari hidupku aja, kacau aku nanti." Jawab Abizar dengan senyum jail di wajah tampannya karena berhasil membuat Aira bersemu dengan gombal receh nya.
Gadis dengan terusan selutut itu melangkah menuju pintu kaca pembatas dan keluar dari dalam kamar mewah itu. Manik indahnya menelusuri setiap sudut taman buatan itu dengan takjub. Yah, orang yang memiliki uang bisa melakukan apa saja yang mereka inginkan. Kolam renang mini, di lengkapi dengan dua kursi santai juga taman mini yang terdapat hunga-bunga indah bermekaran.
Beberapa saat kemudian, laki-laki yang katanya ingin mengabari keluarga di rumah bahwa mereka telah tiba, membawa langkah kakinya menuju gadisnya berada. Sejenak ia berdiri di belakang Aira. Menatap tubuh bagian belakang istrinya itu dengan lekat.
Setelah puas menatap tubuh Aira dari belakang, Abizar melangkahkan kakinya dan membawa tubuh mungil istrinya itu ke dalam dekapan hangatnya.
Aira pun tidak menolak, ia membiarkan pelukan hangat itu terus saja terasa di tubuhnya.
"Abi.." Panggilnya pelan.
"Hmmm." Jawab Abizar sambil meletakkan dagunya di bahu Aira.
"Jangan bangun kan aku yaa." Ucap Aira sambil menutup matanya. "Aku ingin menikmati mimpi indah ini selama mungkin. Jadi, jangan bawa aku kembali pada kenyataan." Sambungnya.
"Kok ngomongnya gitu ?" Tanya Abizar.
"Kamu seperti mimpi Abi. Tiba-tiba saja datang dan memberi aku begitu banyak bahagia, padahal aku tidak melakukan apapun untuk kamu. Ibaratnya aku hanya sedang tertidur, dan di beri mimpi yang begitu indah dan panjang." Jawab Aira.
Abizar melepaskan pelukannya, lalu melangkah dan berdiri di hadapan Aira.
"Aku memang ingin membawamu terjatuh ke dalam kolam agar kamu tersadar bahwa aku bukanlah mimpi tetapi kenyataan." Jawab Abizar lalu menarik Aira masuk ke dalam kolam renang itu.
"Sudah terjaga ?" Tanya Abizar. Nafas keduanya tidak beraturan karena baru saja keluar dari dalam air.
"Jahat banget sih." Ucap Aira.
"Apa sekarang kamu sudah terjaga dari tidur panjang mu ?" Tanya Abizar lagi.
Aira terdiam, gadis itu menatap wajah Abizar dengan begitu lekat.
"Aku benar-benar ingin memastikan padamu, jika semua ini nyata dan bukan mimpi. Aku memang hadir secara tiba-tiba dalam hidup kamu, tapi perasaan ku tidak tiba-tiba Aira. Aku sudah lama menyimpan rapi dan menunggu waktu yang tepat untuk memulai semuanya." Ujar Abizar lagi, membuat Aira semakin terdiam.
"Apa yang harus aku lakukan agar bisa membuat kamu percaya jika perasaan aku ini nyata ?" Tanya Abizar lagi, akan tetapi Aira tidak menjawabnya. Hingga beberapa saat kemudian, gadis itu membawa kedua tangannya dan berpegangan di bahu Abizar.
"Aku akan tenggelam." Ucapnya sambil melingkarkan tangannya di bahu kokoh suaminya.
__ADS_1
Abizar tersenyum, dan tanpa meminta izin atau apapun itu, ia segera mencium bibir menggoda yang hanya berjarak beberapa centimeter dari bibirnya.
Meskipun tampak kaku, Aira berusaha membalas ciuman panjang itu. Tidak membutuhkan waktu lama, tubuh mungilnya sudah tersandar di pinggiran kolam. Ciuman panjang yang mereka lakukan semakin panas, bahkan restleting di bagian belakang terusan selutut yang ia kenakan sudah terlepas begitu saja.
"Kita ke kamar." Ajak Abizar.
"Tapi baju kita basah Abi."
"Bodoh amat Aira, nanti juga di lepas." Jawab Abizar lalu segera membawa tubuh Aira keluar dari kolam itu dan kembali masuk ke dalam kamar.
Ciuman panas yang sempat terhenti kembali berlanjut. Gaun selutut yang menempel di tubuh Aira sudah terjatuh begitu saja di atas lantai kamar, di susul kemeja yang sudah basah milik Abizar.
"Hati-hati, aku tidak berpengalaman." Ucap Aira saat keduanya sudah berada di atas ranjang.
"Kamu pikir aku sudah pernah ?" Kesal Abizar karena sejujurnya ia pun takut.
Aira tertawa melihat wajah asing suaminya. Sungguh ini pertama kalinya ia melihat Abizar seperti ini. Takut tapi ingin, begitulah yang terlihat di wajah tampan suaminya.
"Ayo lakukan aja, pelan-pelan tapi. Aku ga takut kok." Ucap Aira lagi.
"Kenapa sekarang kamu yang bersemangat." Ujar Abizar kesal.
"Akh.. Tapi pelan-pelan bodoh." Pukul Aira di bahu polos Abizar. Wajahnya memerah karena menahan sakit di inti tubuhnya.
"Aduh.." Keluh Aira lagi. Tubuhnya semakin merasa tidak nyaman. Dan Abizar mengerti, ia mengentikan aksinya itu, sebentar.
"Lanjut yaa. Nikmat banget sih." Ledeknya dengan tatapan jail.
Aira hanya bisa pasrah dengan beberapa tetes air mata meluncur dari sudut matanya.
"Pelan-pelan Abi." Pintanya lagi saat Abizar mulai memacu gerakannya perlahan.
"Ini sudah sangat pelan Aira. Ya Tuhan, kamu ngga tahu aku ini sudah sabar banget loh." Kesal Abizar dan langsung menghentikan gerakannya.
Aira tertawa melihat wajah kesal suaminya.
"Kita ini mau mau siang pertama apa mau berantem sih ?" Tanya Aira masih terus terkekeh.
__ADS_1
Karena tidak tahan lagi dengan tingkah konyol Aira, Abizar segera membungkam bibir menggoda itu dengan ciuman panjang yang nyaris membuat Aira kehabisan nafas. Lalu dengan ia mulai kembali memacu tubuhnya dengan perlahan.