
Saat memasuki ruang tamu mewah di kediaman orang tuanya, Danira tersenyum. Tatapan hangatnya tertuju pada anak-anak yang begitu akur di dalam ruangan itu. Tujuh
"Lengkap sayang." Gumamnya dan di angguki oleh Arion.
"Hai Ayiman." Sapa Danira. Anak laki-laki yang terlihat begitu tampan balas melambaikan tangan sambil tersenyum hangat ke arahnya.
"Ayu juga Aunty." Rengek gadis remaja yang terlihat begitu mirip dengan remaja laki-laki yang baru ia sapa, meminta untuk di sapa olehnya juga.
"Hai Ayura." Ujar Nira lagi sambil melambaikan tangan ke arah Ayu. "Daren ga minta di sapa juga ?" Tanyanya lagi sambil menatap keponakan tertua yang begitu asik bercengkrama dengan putra sulungnya.
"Hai Aunty." Sapa Daren.
Danira tersenyum saat Daren justru menyapa dirinya.
"Calon mantu kita sayang." Ujar Danira.
Arion menahan lengan Danira, lalu menatap istrinya itu dengan lekat.
"Aku ga mau Niza di jodoh-jodohin seperti itu. Biar Allah yang mengatur semuanya." Tegas Arion. Ini bukan pertama kalinya ia bersikap tegas jika menyangkut putra putrinya. Tidak ada aturan mengenai masa depan ke empat anaknya. Ia memberikan kebebasan penuh untuk memilih masa depan seperti apa yang di inginkan oleh keempat anaknya.
"Iya, aku bercanda sayang. Tapi do'a Ibu itu mujarab loh, dan aku selalu mendoa'akan jika yang nanti akan menemani putri kita adalah kakaknya sendiri." Jawab Danira.
Arion hanya bisa mengangguk pasrah. Bukan tidak ingin, tapi ia tidak mau putri nya akan merasa tertekan dengan ide istrinya ini.
"Danira.." Panggil Arion.
Wanita cantik yang hendak melangkah masuk ke dalam ruangan lain, kembali menghentikan langkahnya lalu menatap wajah Arion dengan begitu lekat.
"Aku ingin anak-anak kita kelak di pertemukan dengan takdir seperti pertemuan kita. Menikah, belajar mencintai orang yang tepat itu rasanya luar biasa. Aku.."
"Aku tahu, karena aku juga merasakan hal luar biasa itu. Aku tahu bagaimana jatuh cinta pada orang yang tepat, setelah sekian tahun menyimpan rasa pada orang yang tidak seharusnya." Sela Danira cepat.
__ADS_1
Arion menarik sudut bibirnya, lalu mengusap lembut kepala istrinya yang tertutup hijab.
"Ayo masuk, Ayah dan Ibu pasti sudah menunggu kita." Ajak Arion.
Danira tersenyum, lalu mengangguk patuh. Keduanya melangkah bersama masuk ke dalam ruangan lain, di mana seluruh keluarga sedang berkumpul.
"Nih si tukang cetak anak sudah tiba." Ledek Abizar saat melihat Danira sudah memasuki ruangan di mana mereka sedang berkumpul.
"Kayak kamu ga aja. Kalo ga rajin cetak, ga mungkin Aira kamu minta di pasangkan kontrasepsi." Balas Danira.
Dira hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan perdebatan dua saudaranya.
"Apa kalian ga ada pembahasan lain ?" Tanyanya.
"Bukan aku yang duluan, Abi nih !" Ujar Nira sambil menunjuk adik tampannya.
"Gimana kabar kalian Nak ?" Tanya Alfaraz saat sang menantu menyalami punggung tangannya.
Danira pun melakukan hal yang sama. Wanita yang sering di panggil tukang cetak anak itu, ikut menyalami punggung tangan kedua orang tuanya.
"Kamu masak Nak ?" Tanya Zyana saat melihat asisten rumah tangganya membawa makanan dari luar rumah.
"Nira lupa Bu." Jawab Danira.
"Kamu tuh kebiasaan banget." Omel Yana pada putri sulungnya.
Danira hanya tersenyum melihat raut masam di wajah tua Ibunya.
Setelah seluruh keluarga sudah berkumpul, Alfaraz segera mengajak seluruh anak dan cucunya untuk memulai makan malam keluarga.
Makan malam yang begitu hangat. Senyum di wajah tuah Yana dan Alfaraz, masih betah di bibir keduanya. Terlebih melihat cucu-cucu mereka yang sudah mulai beranjak remaja.
__ADS_1
Setelah makan malam yang hangat itu, Alfaraz kembali mengajak anak-anak dan menantunya untuk berkumpul di ruang keluarga. Seperti rutinitas di bulan-bulan sebelumnya ketika mereka berkumpul. Laki-laki yang tidak lagi muda itu, memperingati anak dan menantunya untuk memberikan kehidupan dan pembelajaran yang baik untuk cucu-cucunya.
Sekolah penting, namun peran orang tua di dalam kehidupan sehari-hari jauh lebih penting.
Zyana pun tidak lupa untuk mengingatkan banyak hal pada putri-putrinya. Keluarga yang harmonis bukan berarti keluarga yang tidak pernah memiliki masalah di dalamnya, akan tetapi keluarga yang mampu menjadikan masalah sebagai ladang untuk memetik banyak pelajaran dan hikmah. Wanita yang tidak lagi muda itu, menceritakan banyak hal mengenai peran penting seorang ibu dalam urusan rumah tangga. Tidak hanya kedua putri kembarnya, akan tetapi juga sang menantu yang sudah mengambil alih tanggung jawab penuh untuk kepentingan putranya.
Kata orang, cukup buat hati seorang ibu bahagia maka seisi rumah pun akan ikut bahagia. Dan orang yang paling bisa membuat kita bahagia, aalah diri kita sendiri.
Jika ada sesuatu yang mungkin mulai terasa menyakiti hati, bicarakan ! Jika berbicara tak lantas membuat hati kita membaik, maka berpamitan lah. Itulah langkah yang di ambil Zyana saat bahtera rumah tangga yang ia arungi tidak lagi mampu membuat hatinya bahagia.
Sebenarnya, tidak ada rumah tangga yang luput dari masalah. Hanya saja, ada masalah yang mungkin sulit di terima oleh sebagian wanita.
Zyana berbicara banyak hal mengenai kejadian di masa lalu yang sempat membuatnya membenci orang lain. Yang tidak ia sadari, jika Allah sudah menyimpan sesuatu yang sangat baik untuknya di masa depan. Jika masalah itu tidak menimpanya di masa lalu, mungkin ia tidak akan pernah merasakan bagaimana bahagianya memiliki anak-anak yang hebat saat ini. Jika masalalu kelam itu tidak ia alami, mungkin saat ini ia tidak merasakan bagaimana di cintai dengan tulus oleh seorang Alfaraz.
Intinya, setiap masalah yang datang akan selalu ada hikmah di dalamnya. Dan inilah hikmah yang ia terima Setelah air mata itu. Memiliki laki-laki yang hebat seperti Alfaraz, juga anak-anak dan menantu yang baik.
Danira tersenyum, semua yang dikatakan oleh ibunya memang lah benar adanya, karena ia salah satu wanita yang beruntung bisa merasakan hikmah dari semua masalah yang menimpanya di masa lalu.
Cukup percaya dan yakin, jika Allah tidak pernah salah dalam menentukan takdir setiap umat Nya.
****
Pokoknya aku ga akan lelah meminta maaf atas slow update ku ini π
Oh iya ini belum End ya π₯Ί Masih harus ada season empat, aku ga punya stok cover buat bikin cerita baru. Jadi di next di sini aja β€οΈ
Nantikan aja, aku pasti akan crazy up pada waktunya. Nunggu pengajuan Crazy up ku di setujui dulu yaa π
Untuk cerita terbaruku yang rencana publish di awal bulan ini, batal yaa ! Kemungkinan nanti akir bulan, biar nanti saat crazy Wanita kedua aku ga kewalahan.
Harap maklum ya teman-teman semua π₯Ίπ
__ADS_1