Berbagi Cinta "Wanita Kedua"

Berbagi Cinta "Wanita Kedua"
Bab 201 Season 3


__ADS_3

Bocil harap minggat. Kalau tidak, aku kutuk jadi bucin.


Buat emak-emak keren yang bersedia mampir di Bab ini, jangan lupa aku titip dosaku yaa. 🥴😘


Happy reading, jangan suka nanti dapat banyak dosa.. Ketawa jahat hahaha


*****


Pintu ruangan terbuka. Mata Danira melotot melihat penampakan dari kamar mewah dan luas itu. Tidak hanya mewah, akan tetapi kamar tersebut sudah di sulap dengan begitu indah, entah kapan suaminya ini mempersiapkan, ia pun tidak tahu.


Satu buah meja, dengan dua buah kursi yang menghadap ke jalanan Jakarta, sudah tertata rapi di dalam kamar itu. Lilin dan hidangan mewah, sudah tersaji dengan begitu indah di atas meja.


Dan jangan lupa taburan mawar di atas ranjang dengan bedcover berwarna putih, seakan menggodanya untuk segera menarik tubuh atletis suaminya dan bergulat di sana.


"Kamu terbaru ?" Tanya Arion sambil memeluk tubuh Danira dari belakang.


"Nggak, tapi aku tergoda. Gimana ya rasanya berguling-guling di atas kelopak mawar itu dengan tubuh polos ?" Tanyanya menggoda sontak membuat lelaki tampan yang sedang memeluk tubuhnya erat tertawa keras.


"Kita mandi dulu, lalu makan malam. Malam ini akan menjadi malam yang panjang, dan kamu butuh tenaga yang kuat untuk mengimbangi ku." Ujar Arion.


"Cih, selama ini kamu yang selalu kalah dari ku." Jawab Danira tidak ingin kalah.


"Itu karena tubuh kamu terlalu nikmat." Protes Arion.


"Ngeles aja kamu, minum obat kuat makanya." Ledek Danira sambil melepaskan diri dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi.


Tas mahal yang ada di dalam genggamannya ia letakkan begitu saja di tas sofa yang ada di ruangan itu. Jilbab lalu di susul dengan helaian demi helaian pakaian, tercecer begitu saja hingga ke pintu kamar mandi, dan itu mampu membuat lelaki yang ada di sana tidak bisa menahan diri untuk ikut masuk ke dalam ruangan kecil itu.


"Dasar penggoda." Ujar Arion kesal, lalu segera mengangkat tubuh Danira masuk ke dalam kamar mandi seperti biasanya.


"Sepertinya kita belum mencoba di dalam bathtub. Sayang jika kita melewatkan air dengan taburan mawar ini begitu saja. Bukankah kamu menyiapkan ini, agar bisa di gunakan sebagaimana mestinya ?" Goda Danira setelah tubuhnya sudah tenggelam di dalam bathtub berisi air hangat dengan taburan kelopak mawar merah.


"Tidak, aku tidak ingin menghabiskan tenaga ku di sini." Jawab Arion sambil ikut masuk ke dalam bathtub itu, hingga membuat air yang terisi di dalam sana, merembet keluar.


"Kita lihat saja nanti." Ujar Danira tidak percaya jika suaminya mampu menahan godaan yang begitu menggiurkan.


"Ayo sana, balikkan badanmu aku akan membantumu membersihkannya." Perintah Arion.

__ADS_1


Danira patuh, ia melakukan perintah dari suaminya lalu membalik tubuhnya dan membelakangi laki-laki itu.


"Aku buka yaa ?" Tanya Arion sambil menyentuh kain berenda yang melingkar di tubuh istrinya.


"Biasanya kalau buka kamu ga izin-izin dulu. Banyakan gaya kamu tuh." Ujar Danira.


Arion terkekeh. Tangan nakalnya berhasil melepaskan pengait kain berenda itu lalu mulai menggosok tubuh bagian belakang Danira menggunakan sabun cair yang tersedia di sana.


"Tuh kan aku bilang kamu pasti ga akan tahan." Ledek Danira saat mulai merasakan benda kenyal di bagian tubuhnya.


"Aku Baisa aja kok." Jawab Arion.


"Dasar bohong, kalau mau ga usah malu-malu aku halal kok, ga makruh apalagi haram." Ucap Danira sambil membalikkan badan dan kembali menghadap ke arah duaminya suaminya. "Ayo cepat bawa aku ke ranjang besar mu." Sambungnya sambil melingkarkan tangannya di leher Arion.


Arion tertawa melihat tingkah menggoda sekaligus menggemaskan istrinya. Ia segera membawa tubuh menggoda itu ke atas pangkuannya.


"Kenapa hari iman kamu jadi kuat banget." Ucap Danira saat melihat Arion masih terlihat biasa-biasa saja.


"Aku kuat kok, kamu nya aja yang terlalu menggoda" Jawab Arion lalu beranjak dari sana bersama tubuh Danira dalam pelukannya menuju shower.


Setelah beberapa saat, tubuh keduanya sudah berbalut dengan bathrobe putih yang sudah tersedia di sana.


"Kalau ngga tahan harusnya di bawa ke ranjang bukan ke sini." Protes Danira.


"Maksud aku ga tahan lapar. Aku kelaparan, kamu ga ingat aku belum makan sejak pagi tadi, lalu setelah insiden itu kita semua melupakan makan siang." Jawab Arion sambil membawa tubuhnya dan duduk di hadapan Danira.


Cup...


Kecup Arion di bibir manyun istrinya.


"Jangan cemberut, nanti aku ga tahan dan malah makan kamu di ranjang. Ga enak lagi hot-hotnya malah perut kamu berdering minta di isi makanan." Ujarnya. "Ayo makan." Ajaknya kemudian.


"Arion..."


Teriak Danira saat tubuhnya yang hanya berbalut bathrobe sudah terangkat ke udara, padahal ia baru saja meneguk air putih dan memulai makan malamnya.


"Aku mau makan kamu dulu, nanti setelah makanan pembuka baru kita makan malam." Ujar Arion.

__ADS_1


"Sepertinya aku lebih terlihat nikmat ya, dari pada makanan mahal itu." Goda Danira.


"Itu tahu." Jawab Arion singkat sambil melepaskan ikatan yang bathrobe yang melingkar di pinggang Danira.


Ciuman demi ciuman mulai mendarat di tubuh mulus Danira, hingga meninggalkan jejak-jejak merah keunguan di sana.


Sepertinya hasrat yang terpendam selama mereka tiba di Indonesia, akan di keluarkan malam ini. Suara aneh yang mampu membuat orang merinding mulai terdengar di ruangan mewah itu.


"Jangan di tahan, keluarkan saja. Tenang saja, tidak akan ada yang bisa mendengar suaramu, meskipun kamu berteriak keras." Ujar Arion sambil memacu tubuhnya di atas tubuh Danira.


"Ah aku ga kuat, lebih cepat." Ucap Danira di sela-sela nafasnya yang tersengal.


Arion tersenyum, lalu menghentikan gerakannya hingga membuat wanita cantik itu menatapnya kesal.


"Jangan buat aku marah yaa." Ancam Danira.


Arion tidak menanggapi, ia hanya tertawa geli lalu kembali memacu tubuhnya perlahan-lahan.


"Ah bikin kesal saja." Ujar Danira.


"Apa seperti ini ?" Bisik Arion tepat di telinga istrinya, sembari mempercepat ritme permainannya.


"Danira tidak lagi menjawab. Jemarinya tertanam di atas punggung Arion sambil berusaha menahan gejolak yang semakin menggila di bawah sana.


"Aku ga kuat lagi." Lirihnya serak.


Arion terus memacu cepat. Sejujurnya ia berhenti sejenak, hanya ingin menahan sesuatu agar tidak keluar karena godaan kenikmatan yang selalu sulit ia tolak.


Hingga beberapa saat kemudian, erangan dari bibir keduanya, akhirnya terdengar juga di dalam ruangan mewah itu.


"Terimakasih untuk makan malamnya yang nikmat." Ucap Arion sambil mengecup seluruh bagian wajah istrinya.


"Aku malas jalan, kamu harus menggendong ku ke dalam kamar mandi." Ujar Danira pelan.


"Tentu, itu bukanlah hal yang sulit." Jawab Arion sambil tersenyum penuh arti.


*****

__ADS_1


*Note Author


Maaf atas tyipo yang bertebaran. Aku ga sempat revisi, karena waktunya mepet, banyak kerjaan real life 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2