
"Dasar ! Ternyata kamu kabur ke sini yaa." Usap Azzam di kepala Daniza, saat mendapati adiknya itu sedang duduk dengan santai di taman belakang rumah kedua orang tuanya.
Daniza melihat laki-laki dewasa yang sudah berdiri di belakangnya, lalu kembali fokus degan gawai yang ada di di dalam genggamannya.
"Lagi chatan sama siapa sih sampai berani cuekin Abang ?" Azzam membungkukkan badan guna mengintip layar ponsel adik kesayangannya.
"Apa sih Bang ? Kepo ! Sana.." Usir Niza.
Azzam tertawa, namun tetap menatap layar ponsel Daniza dengan seksama.
"Ih kepo banget sih." Daniza beranjak dari kursi taman, lalu bersiap meninggalkan bodyguard nya itu di sana. Namun, baru saja ia memasuki ruangan, langkah kakinya seketika terhenti kala melihat wanita cantik yang sedang melangkah bersama Aidar menuju ke arahnya.
"Nah itu dia orang yang sedang kita cari. Aku tinggal ya Mbak." Pamit Aidar.
Maya mengangguk, lalu tersenyum pada Aidar. Beberapa saat kemudian, Azam sudah berdiri di belakang Daniza dengan wajah yang sama terkejut, saat melihat istri dari sepupu mereka sudah berdiri di hadapannya.
"Boleh aku bicara dengan Niza ?" Izin Maya pada Azam. "Bicara berdua." Sambungnya.
Azam menatap adiknya sebentar, lalu melangkah meninggalkan ruangan itu menuju ruangan lain di mana keluarganya berada. Sedangkan Daniza kembali membalik tubuhnya menuju taman belakang. Maya pun melakukan hal yang sama, wanita dengan dress selutut itu melangkah dan mengikuti Daniza dari belakang.
Daniza membawa tubuh nya dan duduk di kursi panjang yang beberapa beberapa saat lalu ia tinggalkan. Kemudian di susul oleh wanita yang sempat membuatnya patah hati beberapa tahun yang lalu.
Keduanya masih bungkam. Daniza tidak berniat memulai percakapan, karena tidak ada hal yang ingin ia bicarakan dengan wanita yang kini sudah duduk di sampingnya.
"Aku dan Daren hanya menikah karena status. Kami bukanlah pasangan suami istri yang sebenarnya. Tidak ada cinta di antara kami. Pernikahan yang aku dan Daren hanyalah pernikahan dari dua orang yang sama-sama membutuhkan status." Jelas Maya.
Daniza masih bergeming. Gadis cantik yang sebentar lagi akan berprofesi sebagai dokter ahli dalam itu sama sekali tidak berniat menanggapi penjelasan yang pertama kalinya ia dengar dari bibir Maya setelah beberapa tahun wanita ini membuat harapannya pupus.
"Menikahlah dengan Daren." Pinta Maya.
Daniza menoleh, lalu terkekeh pelan.
__ADS_1
"Apa aku terlihat begitu putus asa hingga Mbak datang dan menawarkan Mas Daren padaku ?"
Daniza menatap wanita yang begitu tenang di sampingnya dengan kesal.
"Aku tahu kamu akan mudah mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari Daren, tapi kamu tidak akan pernah mendapati laki-laki yang mencintai mu, sebesar cinta Daren." Tegas Maya. "Aku tahu sudah melewati batas yang tidak seharusnya aku langkahi. Aku tahu, aku sudah salah karena mengutarakan sesuatu yang tidak seharusnya aku utarakan padamu Niz. Tapi, aku tahu juga Daren tidak akan pernah mengakui sebesar paa perasaannya padamu. Untuk itu hari ini aku memberanikan diri datang dan membicarakan hal ini padamu secara langsung." Sambung Maya.
Daniza masih diam.
"Beberapa hari lagi aku akan berangkat ke luar negeri dan menikah di sana. Menikah dengan Ayah kandung Fatih." Ujar Maya pelan, tapi masih bisa di dengar dengan jelas oleh Daniza.
Gadis cantik berhijab itu langsung menoleh.
"Bagaimana bisa ? Kamu masih menjadi istri sah Mas Daren loh." Kesal Daniza.
Maya terkekeh geli mendengar nada kesal dari kalimat yang baru saja di utarakan oleh Daniza. Ia mulai menebak, jika gadis yang di cintai Daren sekian lama ini, juga memiliki perasaan yang sama terhadap laki-laki baik itu.
"Sudah ku bilang Niz, pernikahan kami hanyalah status. Selama ini aku sering jalan-jalan ke luar negeri bersama kekasih ku. Aku bukan istri atau Ibu yang baik. Tapi Daren adalah Ayah yang luar biasa untuk Fatih, dan aku berharap kamu lah yang akan menjadi Ibu yang luar biasa untuk putraku." Ujar Maya.
Maya terdiam. Sebagai wanita yang sudah mengandung dan melahirkan Fatih, ia pun merasakan kesediahan yang amat sangat dengan keadaan nya saat ini. Tapi, jika terus menerus bersama Daren, ia tidaka akan mendapati apapun di sana. Selain membuat nama baik keluarga Prasetyo rusak, ia juga tidak akan pernah bahagia karena Daren tidak pernah sekalipun menganggapnya sebagai seorang istri pada umumnya.
"Kamu percaya gak kalau aku bilang kami tidak pernah tidur selayaknya suami istri ?" Ucap Maya.
"Bohong ! Omong kosong Mbak !" Ujar Daniza.
"Tapi itulah kenyataanya. Cukup aku saja yang berlumuran dosa. Aku tidak ingin membuat Daren ikut-ikutan menanggung dosa lebih lama lagi karena rumah tangga kami yang tidak sehat ini." Jawab Maya.
Daniza menggeleng.
"Mau aku ceritakan apa yang menjadi penyebab Daren mau menikahi ku dan meyelamatkan Fatih ?" Tanya Maya.
Daniza menggeleng lagi.
__ADS_1
"Aku tidak ingin mencari tahu aib rumah tangga orang lain." Jawabnya.
"Tapi dengan ini kamu akan tahu mengapa Daren memilih menikah dengan wanita yang sedang hamil anak orang lain." Ujar Maya lagi.
Daniza terdiam, sejujurnya ia tidak lagi terkejut engan kenyataan yang ia dengar hari ini tentang Fatih yang bukan darah daging Daren. Karena melihat wajah Fatih yang hampir menyerupai bule itu, juga dalam sejarah keluarga mereka tidak pernah ada orang yang melewati batas dalam hubungan yang belum halal. Tapi, tidak adanya hubungan suami istri selama beberapa tahun menikah, baginya itu suatu hal yang mustahil.
"Aku tidak memaksamu untuk percaya Niz. Aku datang ke sini hanya ingin agar kamu mempertimbangkan Daren. Kami dalam proses perceraian, dan aku akan pergi jauh. Soal Fatih, anak kecil itu mengatakan akan menjagamu." Maya tertawa.
"Jika Mas daren memang mencintai ku, mengapa dia tidak melakukan seperti apa yang Bang Ayi lakukan dan memilih menikahi mu, Mbak ?" Tanya Niza.
"Daren dan Azam berteman dekat Niz. Dan kalian adalah keluarga dekat. Daren hanya ingin terus memperlakukan mu seperti adiknya sendiri, walaupun dia tahu menahan rasa cinta di hati itu, ibarat menahan aliran air sungai. Semakin lama di tahan, maka akan semakin banyak pula rasa itu menumpuk di dalam dada." Jawab Maya.
Daniza tidak lagi menjawab, dadanya berdebar tidak karuan karena pembahasan mereka hari ini. Rasa yang sedang ia usahakan terhapus, semakin bertambah banyak memenuhi rongga dadanya.
*****
*Note Author
Hai-hai, aku mau kasih info nih..
Untuk karya yang ikut event, ganti judul sama cover yaa.
"Mengubah Takdir Briana"
Jangan lupa mampir dan masukin favorit. Sudah ada dua bab di aplikasi. Dan novel ini ada giveaway juga seperti yang sudah aku jelaskan kemarin.
Jadi untuk satu orang bisa punya akun lebih dari satu buat kasih dukungan. Nanti akun tersebut di ss dan kirim ke aku via WA 082247027029. Nanti pas menjelang pengumuman, akan aku kalkulasi setiap poin yang ada di akun-akun tersebut.
Hadiah untuk 3 pemenang masih sama yaa, hanya kali ini di tambah untuk pemenang 4-10 aku kasih pulsa masing-masing 5K
Terimakasih 🙏🥰
__ADS_1