Berbagi Cinta "Wanita Kedua"

Berbagi Cinta "Wanita Kedua"
Bab 60


__ADS_3

Pintu ruangan mewah itu kembali terbuka. Zidan melangkah menuju sofa, dan mendudukkan tubuhnya di sana. Wanita yang entah dengan keberanian apa mendatangi perusahaan keluarganya ini, juga sudah bangkit dari atas lantai dan duduk manis di atas sofa yang sama sembari memberikan senyum yang membuat Zidan semakin jijik.


"Tante hanya meminta bantuan mu Zidan. Nikahi Rita, setelah anaknya lahir kamu bisa menceraikannya." Pinta Nina.


" Aku tidak akan pernah melakukannya." Jawab Zidan tanpa basa basi.


Dimas masih diam, ia memang sudah merencanakan hal yang besar untuk membalas sakit hatinya selama ini. Namun, ia masih menunggu keputusan seperti apa yang akan di ambil oleh putranaya.


"Kenapa kamu begitu egois ? Rita ini adik Nadia." Tekan Nina lagi.


Zidan tertawa sinis mendengar kalimat Tante dari mendiang istri pertamanya ini.


"Aku ingin tahu bagaimana reaksi Papa dan Mama mertuaku jika mengetahui kelakuan Tante saat ini." Ucapnya. Senyum sinis masih belum pergi dari bibirnya..


Nina terkejut karena ancaman dari Zidan. Pasalnya Yuna dan Angga sudah meminta dengan tegas agar tidak lagi membawa-bawa nama Nadia dalam hal apapun.


"Kamu ngancam Tante ?" Tanya Nina kesal.


"Menurut Tante ?"


Zidan masih menatap jijik gadis yang msih terus memarkan senyum memuakkan di hadapannya.


"Aku sudah mencintai Farah sejak lama, bahkan sebelum mengenal Nadia. Dan istriku tahu akan hal itu, dia tahu aku tidak pernah benar-benar mencintainya, dan hanya mencintai Farah. Tapi dia wanita yang luar biasa, untuk itu aku dan Farah sangat menghormati dan menyayangi hingga di ujung usianya. Jangan samakan Nadia dan Farah dengan wanita yang sedang Tante bawa hari ini. Mereka bukanlah wanita yang mau melakukan apa saja hanya untuk sebuah obsesi semata." Ujar Zidan.


"Aku tidak perduli dengan penilaian mu Zidan, aku hanya butuh kamu menikahi ku itu saja." Rita mulai kesal dengan hinaan yang terus keluar dari bibir Zidan. Belum lagi mata yang terus menatapnya jijik itu, padahal sejak Zidan berada di ruangan ini ia berusaha memamerkan senyum termanisnya.


"Dan aku tidak akan pernah melakukannya. Aku tidak akan pernah lagi melakukan kesalahan yang akan aku sesali di kemudian hari. Sampai saat ini sesuatu yang paling aku sesali adalah, Ibu yang begitu berbaik hati merawat ku, dan akhirnya Ayahlah yang selalu menjadi sasaran kalimat pedas dari mulut mu." Ujar Zidan. Kali ini ia sudah menatap Tante dari mendiang istri pertamanya dengan tajam.


"Jik saja saat itu aku sudah bisa menolak kebaikan hati dua orang berharga dalam hidupku ini, aku akan menolaknya. Namun, aku masih seorang bayi yang tidak tahu apapun tentang permasalahan yang sedang menimpa keluargaku." Ujarnya lagi

__ADS_1


"Sudah ku katakan berulang kali, meskipun aku mencintai Farah sejak lama, ku tetap menolak ide Nadia yang memintaku untuk menikah lagi. Tapi Tante juga tahu sendiri, Papa dan Mama mertuaku ikut memaksakan keadaan agar putri mereka bahagia. Apa Tante masih belum juga bisa membuka mata hingga saat ini ?"


"Zidan." Tegur Dimas saat melihat putranya sudah mulai terbawa emosi.


Lelaki paruh baya itu merapikan menatap lekat wajah sahabat istrinya yang kini sudah tertunduk dalam di hadapannya.


"Aku tidak tahu apa yang membuatmu begitu dendam terhadap ku Nina."


"Kamu masih belum sadar juga ? Anisa terluka karena dirimu. Kamu dan Ibu putramu ini menyakitinya terlalu dalam." Kesal Nina.


Dimas tertawa mendengar kalimat yang penuh kekesalan dari sahabat istrinya ini.


"Bukan itu yang membuatmu marah Nina. Jika hanya karena kau pernah melukai Anisa yang membuatmu marah, harusnya kamu sudah ikut bahagia melihat Anisa yang bahagia bersama ku selama puluhan tahun ini." Ujarnya.


"Yang membuatmu marah bukan karena Anisa yang terluka dulu, akan tetapi karena Anisa lebih memilih berbahagia dengan ku bersama anak-anak kami dan mengabaikan semua dendam mu." Sambung Dimas.


Lelaki paruh baya itu menatap lekat wajah sahabat istrinya. Jika hanya ingin membalas penghinaan yang selama ini tertuju padanya, itu hal yang mudah bagi Dimas. Namun, ia menyadari jika kebencian Nina saat ini memang karena sikap bodohnya terhadap Anisa dulu.


"Tante, Papa akan membunuhku." Ujar Rita mencoba kembali mengembalikan pikiran Tante nya yang mulai oleng dengan kalimat Dimas.


"Maka mintalah pertanggung jawaban dari laki-laki yang meniduri mu !" Kesal Zidan.


"Jika bisa aku sudah melakukannya." Bentak Rita.


Dimas menarik nafasnya dalam-dalam, lalu mengeluarkan satu buah flash disk yang berada di dalam saku jasnya, kemudian mengulurkan benda itu ke arah Rita dan Nina.


"Aku harap ini yang terakhir kalinya kamu datang mengganggu kenyamanan keluarga ku, jika suatu hari nanti kamu masih berani membuat keributan, maka jangan salahkan aku jika terpaksa harus menghancurkan semua dengan caraku sendiri." Tegas Dimas..


Rita sudah tertunduk dalam, sedangkan Nina segera meraih benda kecil persegi.

__ADS_1


"Itu rekaman video mesum keponakanmu dengan salah satu pengusaha saingan ku. Jika kalian masih terus mengganggu rumah tangga putraku, kalian bisa menebak apa yang akan aku lakukan. Sekali tepuk dua lalat akan mati di tanganku." Ancam Dimas.


Zidan masih melongo, ia tidak tahu apa-apa soal video yang sedang di ceritakan oleh sang Ayah ini.


"Kamu bisa menggunakan rekaman itu untuk mengancam lelaki yang meniduri mu agar bertanggung jawab." Saran Dimas.


Lelaki dengan ketampanan yang tidak termakan usia itu menatap remeh dua wanita yang nampak takut dan kebingungan di hadapannya. Nina mungkin tidak mengetahui soal ini, hingga begitu percaya diri datang membawa gadis murahan ini dan mengganggu putranya.


"Berulang kali aku katakan padamu, kamu tidak akan bisa di bandingkan dengan Farah. Bahkan seribu dirimu tidak akan mampu menggantikan menantuku." Ujar Dimas.


"Menjadi wanita terhormat tidak harus terlahir dari keluarga yang kaya raya. Bahkan gadis yang terlahir dari seorang pelacur pun akan berharga, jika ia mampu menjaga kehormatannya." Sambung Dimas lagi.


"Aku mohon Om. Zidan tidak perlu menikahi ku, hanya berpura-pura di depan kedua orang tuaku." Lirih Rita memohon.


Namun, Dimas kembali menggeleng tegas. Dulu saat Rania datang meminta bantuan untuk menjaga Zidan yang saat itu masih berada di dalam kandungan, ia pun menolaknya. Hanya saja Anisa memaksa dirinya untuk melakukan hal itu, karena bayi yang berada di dalam kandungan Rania tidak berdosa. Dan lihatlah apa yang ia daptakan, selama puluhan tahun Nina membencinya.


Jadi, untuk kali ini ia tidak ingin lagi semua itu terulang kembali. Keadaan yang ia alami selama puluhan tahun, tertekan karena ocehan orang-orang yang tidak tahu apapun, sungguh ia tidak lagi ingin semua itu di alami oleh putranya.


Sudah cukup, semua harus berhenti sampai di sini. Kekecewaan Farah selama empat tahun lamanya, tidak boleh lagi berlanjut hanya karena sesuatu yang bukan tanggung jawab Zidan.


***


*Note Author


Jadi gini, mungkin ada yang bingung, siapa sih Nina ini ? kok kesannya jahat banget sama keluarganya Dimas ?


Nah kalau mau tahu Kisah Dimas dan Anisa, mampir di "Everything About You" ada Nina juga di sana.


Terus lanjut ke "Eliziane" kisah Zia kakaknya si Zidan. Ada sepenggal kisah Farah dan Zidan juga di sana🥰

__ADS_1


promosi hihihi 😁😁


__ADS_2