Berlianku Istriku

Berlianku Istriku
121. Dimarahi Anya.


__ADS_3

****


Ardi menutup sambutanya dengan salam. Ardi turun kembali ke tempat duduknya. Ardi merasa sangat lega sudah mengumumkan pernikahanya di hadapan banyak koleganya dan keluarga yayasan gunawijaya. Ardi berharap istri dan sahabatnya juga mendengar.


Sekarang giliran Walikota yang memberi sambutan. Ardi masih belum bisa meninggalkan tempat duduknya. Sambil menunggu Walikota menyampaikan sambutan, Ardi membuka ponselnya. Ternyata pesanya belum dibaca. Pikiran Ardi yang paranoid pun muncul. Ardi berbisik ke Pak Rudi sopirnya yang duduk di sampingnya.


"Pak, istri saya ke sini. Tolong cari di ruang panitia! Cari juga Farid" bisik Ardi ke Pak Rudi.


"Baik Tuan" jawab Pak Rudi.


Meski sudah menyuruh Pak Rudi, Ardi tetap mengirim pesan ke istrinya.


"Sayang, kamu udah di danau kan? Kamu dimana? Kamu tadi dengar mas kan sayang?" ketik Ardi ke Alya.


Ardi memandangi ponselnya. Ternyata tidak kunjung centang biru. Padahal laporan di whatsap, Alya terakhir online beberapa menit yang lalu saat Ardi mengisi sambutan.


Karena kesal Ardi mengirim pesan lagi.


"Sayang kamu dengar kan? Mas udah umumin pernikahan kita. Restokafe ini buat kamu, atas nama kamu, kamu suka kan?" ketik Ardi lagi.


Ardi mendengarkan sambutan Pak Walikota dengan gelisah. Pesanya tidak kunjung dibaca, pikiran Ardi kacau, fokusnya ke bayangan istrinya. Sedang apa istrinya bersama Farid. Ardi menahan marah ketika Farid menjemput Alya, karena Ardi merasa, dia bersalah tidak mengajak Alya dan tidak segera memberi Farid.


Tapi kalau Alya tidak menjawab pesanya dan menikmati berduaan dengan Farid. Ardi sangat tidak terima. Dan menurut Ardi ini tidak bisa ditolelir. Ardi mengepalkan tanganya menunggu Walikota selesai bicara. Pak Rudi pun tidak kunjung memberi laporan. Rasanya Ardi ingin berdiri dan mencari sendiri dimana Farid dan istrinya.


Setelah beberapa saat Pak Walikota menyudahi sambutanya. Acara ditutup dengan do'a dan makan- makan. Ardi mempersilahkan tamunya menikmati hidangan. Tapi dengan rasa kecewa Ardi memohon undur diri dan tidak menemani tamunya.


"Waah, Tuan Ardi buru-buru sekali" ucap tamu Ardi.


"Mohon maaf Pak. Saya harus segera pergi, saya ada urusan mendesak" ucap Ardi tidak sabar mencari dan menelpon istrinya.


"Ya kami bisa mengerti, Tuan Ardi memang sangat sibuk" jawab tamu Ardi.


"Silahkan dinikmati hidanganya Pak"


"Baik terima kasih"


Lalu Ardi pergi berjalan dengan cepat memegang ponselnya. Ardi memencet tombol panggilan ke istrinya.


Pak Rudi kembali menemui Ardi dan bertemu di dekat taman.


"Dimana Farid Pak?" tanya Ardi bertanya ke Pak Rudi sambil menelpon Alya.


"Mohon Maaf Tuan. Kata beberapa pengurus panti. Nyonya Alya memang sempat ke sini, tapi mereka sudah pergi satu jam yang lalu" tutur Pak Rudi memberi laporan.


"Mereka?" tanya Ardi memerah.


"Ya, Tuan. Nyonya Alya bersama Tuan Farid" jawab Pak Rudi menunduk.


Wajah Ardi langsung memerah. Ardi mengeratkan rahangnya emosi.


"Antar saya pulang sekarang" ucap Ardi emosi.


"****!" ucap Ardi marah. Lalu Ardi menelpon Farid selama di mobil.


*****


Kos Anya


"Kak, saya diantar sampai sini aja. Ke stasiunya nanti Alya bareng temen Alya aja" ucap Alya setelah sampai di depan kos Anya.

__ADS_1


"Nggak apa-apa Al, Kak Farid antar"


"Kak Farid, acara di danau kan masih berlangsung. Kak Farid balik aja!" ucap Alya lagi.


"Udah banyak yang urusin, santai aja" jawab Farid lagi tetap ingin mengantar Alya.


"Kak" panggil Alya ragu.


"Iya, kenapa Al?"


"Maafin Alya dan Mas Ardi" ucap Alya nekat mau bilang.


"Maaf kenapa Al?"


"Sebenarnya, sebenarnya, Alya dan Mas Ardi, kami" ucap Alya terbata ingin bilang belum selesai Alya bilang, dari dalam Anya keluar membawa kantong sampah.


"Aa Farid? Alya?" panggil Anya syok dan menjatuhkan kantong sampahnya.


"Anya?" jawab Farid dan Alya ikut kaget.


"Al. Dia teman kamu?" tanya Farid.


"Al, Aa Farid kalian?" tanya Anya bingung.


"Harusnya aku yang tanya. Kalian saling kenal?" tanya Alya menengahi dan terkejut. Tidak pernah menyangka Anya dan Farid saling kenal.


Farid dan Anya pun salah tingkah. Saling menunduk dan menelan ludah.


"Kok diam?" tanya Alya mengintimidasi.


Lalu Anya membuang sampah. Setelah menarik tangan Alya. Tanpa menyapa Farid.


Lalu Anya berbisik ke Alya.


"Lo kok bisa kenal dia, dan ajak dia kesini? Ngapain? Kan gue udah bilang ke lo. Gue sukanya sama Agung bukan dia" bisik Anya kesal ke Alya.


Alya menelan ludah dan menatap Anya heran mendengar penuturan Anya.


"Jadi dia pria dewasa yang kamu bilang kaku?" tanya Alya berbisik.


"Huum" jawab Anya mengangguk manyun.


Berbeda respon dengan Alya. Wajah Alya berbinar dan bahagia. Lalu Alya menoleh ke Kak Farid.


"Kak ayo masuk!" ajak Alya ke Kak Farid.


"Kok lo nyuruh dia masuk?" cubit Anya ke Alya.


Alya hanya tersenyum menggandeng Anya.


"Kasian berdiri di luar. Biar dia masuk" jawab Alya.


Dengan bimbang dan bingung Farid masuk sambil mengusap tengkuknya. Takdir apa ini, perempuan yang dia cinta dan yang dijodohkan ternyata bersahabat.


"Duduk Kak" sapa Alya mempersilahkan Farid duduk padahal yang ngekos Anya bukan Alya. Tapi Anya cuek.


Farid pun duduk. Anya menarik Alya untuk masuk ke kamar.


"Kak tunggu dulu ya" ucap Alya pamitan masuk ke kamar.

__ADS_1


"Lo apa-apaan sih? Lo kok nggak sama suami lo malah pergi sama dia!" cecar Anya marah ke Alya.


"Apa kamu cemburu aku diantar dia?" jawab Alya menggoda Anya.


"Iiih amit-amit daa, kan gue udah bilang, dia kaku banget. Bisa mati kutu gue kalo sama dia"


"Tapi kalau dia jodoh kamu, kamu bisa apa?" jawab Alya lagi.


"Lo ngomong apa sih? Jodoh gue itu Agung, lagian kok lo bisa ke sini sama dia. Apa jangan jangan?" jawab Anya menatapa Alya dengan tatapan curiga.


"Jangan-jangan apa?"


"Jangan-jangan lo itu cewek yang dia taksir, dia juga bilang ke gue kalau dia bersedia tunda tunangan kita. Buat kejar cintanya dia, dan lo?" jawab Anya terpotong lalu berfikir sendiri, sementara Alya hanya menatap Anya manyun.


"Tapi kan lo udah nikah, aahh gimana ini?" sambung Anya menggaruk rambutnya membayangkan tidak ada alasan lagi menunda tunangan.


"Gimana apanya? Ya udah kamu lanjutin perjodohanmu. Dia aku anggap kakak, dia baik kok" jawab Alya meyakinkan Anya.


"Oh No! Sekarang mending, lo suruh dia balik aja!" tutur Anya.


"Nggak! Pinjam motor ya. Aku mau konsultasi ke Dokter Siska. Ibuku sakit, aku harus ke Jogja, kamu temani ka Kak Farid ya" jawab Alya menolak mengusir Farid.


"Ibumu sakit? Lo kan baru sembuh, kok ke Jogja? Suami lo mana?" tanya Anya kaget dan simpati


"Aku belum kabarin Mas Ardi" jawab Alya lirih dan tau kalau itu salah.


"Hah! Lo mau ke Jogja nggak bilang suami Lo?" jawab Anya spontan dengan nada ketus.


Alya mengangguk. Dan bersiap diceramahi Anya.


"Kok lo malah pergi sama Aa Farid. Lo gila ya Al? Lo tau kan status lo istri Ardi. Wah lo parah" omel Anya ke Alya.


"Dia selingkuh dan bohong ke aku" jawab Alya menundukan kepala


"What? Selingkuh? Tau darimana?" jawab Anya tidak percaya, karena menurut Anya sikap Ardi menunjukan Ardi sangat sayang dan setia ke Alya.


"Dia nggak ajak aku ke acara pembukaan kafe. Ternyata pas aku kesana, dia sama mantan tunanganya"


"Mantan tunangan? Ngapain?"


"Kata pengurus panti yang lain, mereka dulu saling cinta, mantan tunanganya juga ngurusin yayasan"


"Harusnya kalau lo liat gitu. Lo labrak dong suami lo dan mantan tunanganya itu. Lo kan istrinya!" ucap Anya lagi.


Alya menelan salivanya.


"Pasti lo cuma nangis kan? Bodo banget sih lo. Lo lagi hamil Alya. Ingat apapun harus lo perjuangin buat anak Lo" omel Anya lagi.


"Dia cantik banget, di acara banyak orang. Apa alasanku ngelabrak. Bahkan suamiku belum bilang statusku"


"Terus lo pergi bareng Aa Farid menurut lo salah atau bener?"


"Salah, tapi aku butuh! Aku juga sebbel, karena Kak Farid juga belum tahu, kita menikah"


"Astaga! Itu parah lagi. Harusnya sekalian banyak orang. Lo suruh suami lo kasih tau ke orang banyak. Lo juga harus bilang ke A Farid"


"Iya"


"Parah banget sih kalian. Ya udah sekarang lo ke rumah sakit, boleh nggak lo ke Jogja. Ayo aku antar! Tapi gue nggak ijinin lo ke Jogja sebelum suami lo kesini!"

__ADS_1


"Aku ke rumah sakit sendiri aja. Kamu temani Kak Farid ya, kasih dia minum kasian. Baik-baik sih. Aku akan jelasin ke Kak Farid kalau aku udah nikah" jawab Alya.


__ADS_2