Berlianku Istriku

Berlianku Istriku
43. Tuan Aryo


__ADS_3

"Selamat pagi Tuan"


"Pagi Din, mana berkas yang harus ku tanda tangani" tanya Ardi ke asistenya.


"Ini Tuan" jawab Dino memberikan setumpuk dokumen.


"Taruh sini Din" perintah Ardi menunjukan tempat di mejanya.


"Sepertinya Tuan Aryo ingin segera memberikan jabatannya kepada anda Tuan" jawab Dino.


"Hemm, apa kamu senang mendengarnya? Aku bahkan tidak ingin mendengarnya. Papah masih muda dan sehat" jawab Ardi sambil membolak balikan dokumen di mejanya.


"Tentu saja saya senang dengan kesuksesan Tuan Ardi, biar membawa warna baru"


"Bagaimana kontrak kita dengan perusahaan Tuan Wira Din?"


"Kontrak perusahaan dengan Tuan Wira, hanya membawa keuntungan kecil Tuan, dalam waktu yang bersamaan ada tawaran dari perusahaan di Palembang, itu akan memberikan keuntungan yang lebih besar" jawab Dino.


"Apa itu Artinya kita akan lebih banyak bekerja di luar kota?"


"Tentu saja Tuan, jadwal kunjungan akan dilakukan setiap minggu"


"Bagaimana dengan kontrak Tuan Wira?"


"Itu hanya renovasi dan pelebaran hotel Tuan"


"Apa hotel Tuan Wira yang di dekat apartemen Megayu?"


"Iya Tuan?"


"Apa kita tidak bisa ambil kedua proyek ini?" tanya Ardi.


"Bisa, tapi akan sangat sulit membagi waktu untuk Tuan Ardi, Tuan Wira tidak suka jika pertemuan bisnisnya dihadiri oleh wakil utusan. Selain itu kita juga ada proyek dengan beberapa perusahaan lain"


"Tapi aku mau, proyek yang didekat apartemen Megayu diambil dan saya sendiri yang akan kesana?"


"Maksud Tuan?"


"Sebesar dan sekecil apapun, proyek yang berada di dekat apartemen megayu dan berhubungan dengan itu ambil" perintah Ardi tegas dan membuat Dino bingung. Padahal Tuan Aryo sangat malas berhubungan dengan Tuan Wira.


"Untuk yang di Palembang, aku tugaskan kamu yang kesana"


"Ini proyek besar Tuan?"


"Berapa lama kamu bekerja di sini?"


"6 tahun Tuan"


"Bagaimana kemajuan hubunganmu dengan Risa?" tanya Ardi yang mengetahui asistenya itu jatuh cinta pada sekertarisnya.


"Heh?" Dino menatap Tuanya kaget.


"Ambil proyek yang di Palembang. Aku tugaskan kamu yang kesana bersama Risa. Aku percaya padamu"


"Baik Tuan"


"Semakin besar keberhasilanmu, semakin besar bonusmu. Aku juga berharap ada kemajuan di kisah asmaramu"

__ADS_1


"Terima kasih Tuan, tapi apa boleh saya bertanya?"


"Ya!"


"Kenapa Tuan sangat antusias terhadap pekerjaan yang berdekatan dengan apartemen Megayu?"


"Rahasia!" jawab Ardi penuh Arti lalu melanjutkan pekerjaanya.


Dino yang sudah tau watak Ardi pun mengerti kalau dari gelagatnya Ardi menyembunyikan sesuatu. Dan pasti ini sesuatu yang sangat besar. Sampai- sampai Ardi mempertaruhkan proyek yang di Palembang. Dino yang dipekerjakan oleh Tuan Aryo pun melapor ke Tuan Aryo.


Setiap gerak gerik Ardi sebenarnya sudah dipantau oleh Tuan Aryo. Seorang Tuan Aryo tidak akan membiarkan calon pewarisnya bertindak sesuka hati dan salah langkah.


Tuan Aryo juga berjaga-jaga jika ada musuh yang hendak menyakiti putranya. Itulah sebabnya dia memerintahkan beberapa pengawal mengikutinya. Hanya saja Tuan Aryo tidak ingin berbagi dengan istrinya, karena sifat Bu Rita yang sangat cerewet dan perasa.


*****


Mobil Alphard Tuan Aryo kini sudah berada di parkiran apartemen. Pak Rudi, Bu Rita dan Tuan Aryo belum turun dari mobil. Bu Rita yang sempat melihat Ferarri merah mirip kepunyaan anaknya, masih ingin membahas dengan suaminya.


"Pah, apa itu artinya Ardi sudah bertemu dengan Alya?" tanya Bu Rita


"Papa nggak mau terburu-buru menyimpulkan, Mah"


"Tapi mama yakin itu mobil Ardi".


"Tapi kan kita tidak tahu pasti Ardi darimana?"


"Darimana lagi kalau bukan dari apartemen?" jawab Bu Rita.


"Mamah tenang saja ya, kita tunggu saja kejelasanya"


" Tujuan utama ke sini selesaikan masalah Farid dulu Mah, pastikan perasaan Alya, sampaikan niat nak Farid, dan bukankah kita akan ajak Alya ke Panti?" Tanya Tuan Aryo.


"Tapi kan nggak ada salahnya kita tanya tentang Ardi?"


"Serahkan itu sama papah, dan biar mereka sendiri yang akan katakan"


"Maksud papah? Papa tau sesuatu hal?"


"Maaah ayo turun, jangan kelamaan di mobil" Ajak Tuan Aryo ke Bu Rita, mengalihkan dan menyudahi omelan bu Rita yang tidak ada ujungnya.


Pak Rudi dengan sigap membukakan pintu kedua Tuanya itu. Tuan Aryo dan Bu Rita masuk, berjalan menuju ke dalam apartemen Ardi. Sementara Pak Rudi menunggu di mobil.


"Thing Thong" Bu Rita memencet Bel di pintu masuk.


Alya yang sudah menunggu sejak mendapat pesan Bu Rita segera membukakan pintu tante nya itu.


"Pagi Om...Maah" silahkan masuk.


"Alya..." panggil Rita merentangkan tangan hendak memeluk Alya "Mama kangen naak".


Alya membalas pelukan Bu Rita. "Maaf waktu itu Alya tidak jadi menginap, Alya pulang jaga malam langsung tidur, paginya Alya jaga lagi" ucap Alya melepaskan pelukan Tantenya itu.


"Nggak apa-apa, Naak"


Lalu Alya mencium tangan Om Aryo.


"Masuk ke ruang dalam aja Mah, Om" ajak Alya masuk ke ruang tengah.

__ADS_1


"Om di sini saja. Mamah kalau mau masuk, masuk aja" jawab Om Aryo memilih duduk di ruang tamu. Lalu Aryo membuka ponsel pintarnya dan memeriksa beberapa laporan. Termasuk laporan Dino mengenai keputusan anaknya.


Bi Rita dan Alya masuk ke ruang tengah melepas kerinduan.


"Duduk dulu ya Mah, Alya buatin minum"


"Iya sayang"


"Oh iya, Om Aryo minum apa Mah? Kopi, teh atau buah?"


"Om Aryo kopi hitam, pahit! No sugar ya. Kalau mamah, teh manis aja"


"Baik Mah"


Alya ke dapur membuatkan minum, mengambil camilan dan mengupas buah apel untuk dihidangkan ke tamunya.


"Silahkan diminum Om" sapa Alya memberikan minum dan camilan ke Tuan Aryo. Om Aryo mengangguk. Lalu Alya masuk menemani Bu Rita.


"Tumben banget Mama sama Om Aryo kesini? Apa terjadi sesuatu?" tanya Alya harap- harap cemas mengingat kedatangan Ardi tadi pagi.


Bu Rita tersenyum anggun menanggapi pertanyaan Alya.


"Alya..."


"Iya Mah?"


"Apa kamu betah tinggal di sini?"


"Tentu mah"


"Syukurlah, Mama mau menanyakan sesuatu, boleh?"


"Ya Mah, Mama mau tanya apa?" jawab Alya tambah dheg-dhegan.


"Apa siang ini bisa ke panti?"


"Bisa Mah, apa terjadi sesuatu dengan panti?"


"Vivi sakit , katanya dia sangat merindukanmu?"


"Sungguh? Astaghfirulloh, kasian sekali, Alya jadi merasa bersalah" jawab Alya cemas.


Bu Rita tersenyum melihat Alya.


"Padahal kamu baru beberapa kali datang ke panti, tapi mereka sangat menyayangimu Naak" imbuh Bu Rita.


"Alya juga sangat sayang sama mereka Mah, Alya nggak punya saudara, Alya merasa punya keluarga kalau di panti"


"Bahkan bukan hanya anak-anak panti yang jatuh hati terhadapmu Alya" lanjut bu Rita.


"Maksud Mamah?" tanya Alya dheg-dhegan..


"Kemarin Nak Farid datang ke rumah, dia dengan gagahnya menyampaikan ke Mamah, kalau dia menaruh perasaan terhadapmu , dia ingin melamarmu" Bu Rita menjelaskan.


"Dheg.." jantung Alya menambah kecepatan memompa darahnya, irama degupan di dadanya terasa lebih kuat. Tapi entah kenapa ada rasa kecewa terbersit di hati Alya. Kenapa Bu Rita datang membahas tentang Farid.


Entah namanya berharap atau bukan, tapi sepanjang Alya menunggu om dan tantenya. Alya mengira kalau om dan tantenya akan menanyakan Ardi yang sudah 3 hari belakangan ini datang ke apartemen. Apalagi sikap aneh dari Ardi tadi pagi. Bahkan Alya sudah menyiapkan beberapa jawaban atas kemungkinan pertanyaan yang akan Bu Rita ajukan. Tapi Bu Rita datang untuk membahas mengenai Farid, bukan Ardi.

__ADS_1


__ADS_2