Berlianku Istriku

Berlianku Istriku
35. Gak jelas


__ADS_3

Malam itu Alya memilih pergi dengan tunik panjang menyerupai gamis. Alya memilih warna coklat, celana putih dan pashmina abu-abu. Alya juga mengenakan make up tipis. Alya tampak manis, kalem dan anggun. Alya bersiap menunggu jemputan Dokter Mira di halte depan rumah sakit.


"Nunggu lama ya?" tanya Dokter Mira dari dalam mobil.


"Baru kok, Dok" jawab Alya tersenyum.


"Hayuuk masuk" Dokter Mira membukakan pintu untuk Alya. Lalu mereka berangkat menuju Kafe Estela.


"Seharusnya kamu tidak perlu melakukan ini Al" ucap dr. Mira memanggil Alya dengan nama.


"Nggak apa -apa Dok, saya juga tidak pernah berkencan dengan laki-laki, jadi saya takut kalau sendiri" jawab Alya polos.


"Sungguh kamu belum pernah berkencan?" tanya Dokter Mira.


"Iya" jawab Alya mengangguk.


"Kalau di luar jangan panggil dok dong Al" ucap Mira.


"Terus saya harus panggil Dokter apa?" tanya Alya sopan


"Terserah kamu?"


"Ya sudah saya panggil Kak Mira aja boleh?"


"Boleh," jawab Mira tersenyum.


Alya dan Mira tampak akrab, ketulusan Alya membuat Mira kagum. Mira merasa nyaman di dekat Alya, bahkan dia tidak malu mencurahkan isi hatinya pada Alya.


Alya tau Mira sebenernya perempuan baik, bahkan menurut Alya dia hebat, karena berhasil mempertahankan kesetiaan dan cintanya ke dr. Gery sejak SMA. Padahal Mira tahu Gery sudah berganti-ganti pacar. Mira pun bukan perempuan yang tidak laku, banyak yang mendekatinya tapi hatinya selalu tertuju pada Gery.


"Alya... " panggil dokter Mira.


"Iya Kak".


"Bahkan, kalau memang kamu menyukai Gery, sungguh aku sekarang sudah ikhlas, dengan Gery menerimaku sebagai teman. Aku sudah bahagia" ungkap Mira sambil menyetir.


Alya tersenyum cantik melihat senior di sampingnya. "Hidup saya, Ibu saya kak, saya tidak menyukai Dokter Gery" jawab Alya jujur.


Tidak berapa lama mereka sampai di Kafe Estela. Mereka pun masuk ke dalam kafe mencari tempat yang sudah dipesan Gery.


"Alya" panggil Gery melambaikan tangan. Gery duduk di meja dekat jendela.


Alya dan Mira menoleh ke Gery lalu menghampiri Gery.


"Hai Ger" sapa Mira.

__ADS_1


Mendengar sapaan Mira lembut membuat Gery canggung. Karena sebenarnya Gery tidak ingin Mira ikut. Gery hanya mengangguk datar.


"Maaf Dok sudah menunggu" sapa Alya.


"Nggak apa-apa, silahkan duduk" jawab Gery.


Lalu mereka bertiga diam. Suasananya menjadi canggung. Di sini Mira sangat merasa bersalah dan terabaikan. Sementara Alya masih berada di fase penerimaan perubahan, rasanya aneh, Dokter Gery yang selama ini gesrek berubah jadi lembut dan baik. Begitu juga Mira yang galak, tiba-tiba tiba jadi sahabat.


Gery yang dulu seorang play boy juga mendadak jadi pria bucin dan gugup. Suasana yang belum pernah Gery hadapi. Mengharap maaf dari seorang perempuan, entah kenapa Gery merasa menjadi bodoh dan lemah. Gery juga canggung melihat perubahan Mira yang mendadak dewasa dan lembut.


"Ehm.... " Mira memulai percakapan.


"Maaf kalau kedatangan gue buat kalian terganggu" ucap Mira dengan mata nanar. Mendengar perkataan Mira hati Alya merasa bersalah. Gery pun ikut iba melihatnya. Mira meremas tasnya hendak bangun dari duduknya.


"Duduk Mir, tetaplah di sini" ucap Gery tiba-tiba dengan nada dewasa.


"Sepertinya, kehadiranku nggak lo harapin" jawab Mira sedih ke Gery. Mendengar itu Gery jadi salah tingkah dan bingung. Kasian ke Mira, tapi Gery juga ingin mendapat maaf dari Alya.


Alya melihat dengan jelas ketulusan Mira.


"Kak Mira tetap di sini, biar Alya yang pergi. Kak Mira bisa ungkapin semua yang Kak Mira rasain selama ini ke Kak Gery" ucap Alya menenangkan Mira.


"Kalau kamu pergi aku juga pergi" sahut Gery mencegah Alya pergi, karena yang diinginkan Gery adalah Alya.


"Katakan apa yang ingin kamu katakan Mir" sambung Gery.


"Gery gue mau minta maaf" ucap Mira memecahkan keheningan.


"Gue tau gue terlalu bodoh, karena hati gue selalu menatap lo. Padahal keberadaan gue bahkan tidak pernah lo inginkan. Tapi gue juga nggak ngerti, belajar membenci lo pun, gue gak bisa" ungkap Mira berkaca-kaca di depan Gery dan Alya.


"Gue minta maaf karena selalu jadi penguntit lo Ger, mencampuri urusan lo. Di sini gue sadar, kalau selama ini gue cuma nyakitin diri gue sendiri. Gue nyerah sama lo" Mira mengakhiri perkataanya.


Gery tertegun melihat dan mendengar perkataan Mira. Dia bingung mau jawab apa. Sementara Alya menangis melihat Mira, Alya ikut merasakan betapa terlukanya Mira karena cinta yang begitu besar bertepuk sebelah tangan.


"Gue minta maaf Mir" jawab Gery singkat.


"Alya lo kenapa?" tanya Mira membuat Gery ikut kaget melihat ke Alya.


"Alya kamu kenapa?" tanya Gery lembut lalu berpindah tempat duduk ke dekat Alya.


"Aku nggak apa-apa kak" jawab Alya sambil terisak.


"Apa Alya boleh ngomong?" tanya Alya. Lalu kedua seniornya mengangguk.


"Jujur Alya nggak tau situasi apa yang Alya hadapi sekarang. Kenapa Alya ditemuin sama kalian berdua. Bahkan sampai di titik ini di kursi ini di kafe ini. Kenapa bisa? Alya ke Jakarta murni buat ngejar cita-cita Alya bahagiain ibu Alya. Alya nggak ingin terlibat cinta segitiga atau apapun itu. Alya anggap Kak Gery dan Kak Mira sebagai seniorku" ungkap Alya sambil menangis.

__ADS_1


"Please kalian berdua jangan membuatku bingung, jangan buat aku terlibat di antara kalian berdua juga. Aku di sini, aku hanya ingin sampaikan. Aku pengen magangku di Jakarta menyenangkan, nggak ada gangguan apapun" sambung Alya.


"Alya maafin aku" jawab Mira dan Gery bersamaan.


Alya diam mendengat dua seniornya kompak.


"Kalian janji mulai hari ini kita bisa damai?" tanya Alya


"Janji" Jawab Mira dan Gery bersama lagi.


Alya tersenyum.


"Berarti kita bertiga temen mulai sekarang?" tanya Alya lagi


Mira dan Gery mengangguk.


"Itu artinya kamu memaafkan aku Alya?" tanya Gery.


"Aku maafin kak Gery, aku juga minta maaf karena aku terlalu ketus"


Gery tersenyum melihat Alya. Setidaknya Gery masih punya kesempatan dekat-dekat dengan Alya.


"Baiklah, kita bertiga teman" Gery menyimpulkan. Lalu melihat ke Mira.


Mirapun berusaha tegar dan tenang.


"Mir, gue minta maaf sama lo" kata Gery.


"Lo nggak perlu minta maaf Ger"


"Gue nggak tahu, bahkan sebesar itu cinta lo ke gue, tapi gue juga nggak pengen sakitin lo dengan gue paksain terima lo" lanjut Gery.


"Apa Kak Gery nggak ada keinginan buat coba buka hati buat kak Mira?" tanya Alya.


"Maksud kamu Al?" tanya Mira dan Gery bareng lagi.


"Tuh kan? Kalian bahkan selalu kompak menjawab pertanyaanku, kenapa nggak kalian mencoba jadian?" tanya Alya.


"Nggak Al" jawab Mira tegas. "Gue pengen jalani hati gue yang baru, hati gue yang bebas" jawab Mira.


"Sungguh Kak Mira nggak akan kecewa kalau Kak Geri nggak sesuai inginya Kak Mira?"


"Nggak Al, iya kan Ger?" tanya Mira.


"Iyah sama kaya gue ke Lo Al. Yang penting lo maafin gue, dan gue masih bisa ketemu lo kaya gini, gue udah seneng" jawab Gery

__ADS_1


Alya tersenyum.


"Makasih. Tapi Aku laper".


__ADS_2