
Setelah mendengarkan penjelasan Alya, apalagi dengan melihat Alya susah payah mengangkat gaunya. Intan menjadi luluh.
Intan menyerahkan Baby El pada Om Didik. Dan di saat yang bersamaan, Intan melihat seseorang mengarahkan ujung pistol pada Alya. Secepat kilat Intan menarik tubuh Alya dan memutarnya agar Alya terhalangi oleh tubuhnya. Intan memejamkan matanya memeluk Alya.
"Alya awas" seru Intan.
Alya dan Om Didik sendiri kaget dengan perbuatan Intan. Tapi tidak menunggu bermenit-menit terdengar suara peluru melesat.
"Dooor door!"
Semuanya kaget dan memejamkan mata. Alya hanya bisa menangis. Mendengar suara pistol petugas keamanan langsung beraksi mencari. Meskipun terlambat.
"Mba Intan" panggil Alya lirih.
Alya masih mendengar suara ******* nafas Intan. Tampak ngos-ngosan bukti kalau Intan juga dheg-dhegan meskipun nekat. Mereka saling membuka mata.
Anehnya Intan tidak merasakan sakit apapun. Intan juga masih melihat Alya dan Tuan Didik dengan sangat jelas. Tuan Didik dan Alya pun menanyainya.
"Mba Intan nggak apa-apa?" tanya Alya.
"I-iya aku nggak apa-apa" jawab Intan.
Begitu juga Tuan Didik mereka saling memeriksa, semuanya baik-baik saja. Karena baik-baik saja mereka kemudian melihat sekeliling. Di arah sumber suara sempat Tuan Didik lihat perempuan berbaju serba hitam mengendarai motor melesat jauh.
Dan. Dheg. Di belakang Intan dan Alya berdiri, tampak pria berambut gondrong nyentrik dengan kemeja putihnya memegangi bagian perutnya tersungkur ke tanah.
"Yogiii!" panggil Intan spontan dan menghampiri Yogi.
Ternyata saat melihat Intan dan Alya pergi Yogi yang berniat ingin menemui anaknya, langsung berlari mengejarnya. Yogi lebih dulu melihat Lila, sehingga Yogi langsung memasang badan melindungi orang terkasihnya.
Mendengar kekisruhan, Ardi dan yang lainya langsung keluar. Mereka pun segera menolong Yogi. Melarikan Yogi ke rumah sakit terdekat. Intan pun ikut mendampinginya.
"Baby El biar sama aku dulu ya!" ucap Alya
Om Didik dan Intan mengangguk, menyerahkan Baby El pada Alya. Kebetulan hari memang sudah sore dan tamu- tamu sudah pulang. Alya kemudian ke ruang ganti.
Semua menyesalkan. Kenapa masih kecolongan. Mungkin karena acaranya sudah hampir selesai jadi petugas keamanan sedikit bersantai. Alya juga salah, seorang pengantin malah meninggalkan pelaminan.
"Kamu baik- baik saja Sayang?" tanya Mama Rita.
"Baik Mah!" jawab Alya masih dheg-dhegan dan memeluk Baby El.
"Sudah nggak usah dipikirkan. Yogi akan baik-baik saja!" jawab Mamah.
"Iya Mah. Mas Ardi kemana?"
"Sepertinya di luar bareng Papah. Memeriksa cctv"
"Hhhhh, semoga ketangkep ya Mah!" jawab Alya lagi.
"Ya udah kita siap- siap pulang ya!"
__ADS_1
"Iya Mah" jawab Alya lagi. Bu Rita kemudian menepuk bahu Alya lembut.
"Mah, maafin Alya!" ucap Alya lagi merasa bersalah.
"Nggak ada yang perlu dimaafin! Sekarang kita berdoa Yogi baik-baik saja" jawab Bu Rita.
"Gara-gara Alya acaranya jadi kacau Mah!"
"Acara berjalan lancar. Kan emang sudah waktunya kita pulang, acaranya udah selesai kan?" jawab Bu Rita lagi.
Alya mengangguk. Setelah semuanya herganti pakaian dengan pakaian casual. Alya keluar, teman-teman Alya pun menunggu Alya menanyai kabar Alya. Termasuk Bu Mirna dan Dokter Nando.
"Bagaimana keadaan kamu Al?" tanya Dokter Mira.
"Aku nggak apa-apa aku baik-baik aja. Papahnya Baby El yang kasian" jawab Alya sambil memandang Baby El yang tampak tenang dalam gendongan Alya.
Lalu semuanya mengelus kepala Baby El. Gery, Dokter Mira dan Dokter Nando kemudian pamit.
"Makasih ya udah dateng" ucap Alya cipika cipiki dengan Doktee Mira.
"Sama-sama calon adekku" bisik Dokter Mira bercanda.
"Hoh?" Alya terbengong dengan bercandaanya Mira. Alya kemudian melirik ke Ibunya yang berdiri di depan Dokter Nando. Dokter Nando tampak ingin terus dekat dengan Bu Mirna dan melindunginya.
Mira tersenyum mengedipkan matanya.
"Ehm" Alya berdehem.
Lalu Gery, Dokter Nando dan yang lain berpamitan. Alya menjadi canggung saat mengatupkan kedua tangan dan mengangguk ke Dokter Nando.
Batin Alya. Bu Mirna kemudian mendekat ke Alya dan meminta Baby El.
"Ikut Oma yuk!" ucap Bu Mirna.
Lalu sopir kekuarga Bu Rita datang. Bu Rita Bu Mirna dan Alya masuk. Mereka meninggalkan acara tanpa Ardi ataupun Tuan Aryo. Para laki-laki pulang akhir membereskan masalah. Sementara perempuan pada pulang agar beristirahat.
Baby El pun dalam pengasuhan Alya dan Bu Mirna. Dia tampak tenang dan pintar. Melihat Baby El, meski hanya sedikit ada kemiripan dengan Ayah Dokter Alya jadi Bu Mirna senang menimang Baby El.
"Bu... " panggil Alya mendekati ibunya yang sedang menyuapi Baby El.
"Ada apa Al?" tanya Bu Mirna.
"Ibu ada hubungan apa sama Dokter Nando. Ayahnya Dokter Gery?" tanya Alya terus terang.
Bu Mirna terdiam malu. Sepertinya anaknya melihat kedekatan dirinya dengan sahabat lamanya.
"Dia Om Cungkring yang pernah Ibu ceritakan Al" jawab Bu Mirna.
"Oh, yang katanya teman Bapak?" tanya Alya lagi.
"Iya"
__ADS_1
"Apa ibu menyukainya?" tanya Alya lagi.
"Kowe ngomong opo to? Ada-ada saja. Ibu sudah tua Nduk" jawab Bu Mirna tersipu.
"Aaak cah ngganteng" ucap Bu Mirna menyuapi Baby El. Alya kemudian memperhatikan gelagat Bu Mirna. Meski tidak mengaku Alya melihat wajah Bu Mirna memerah.
Alya kemudian memegang tangan Bu Mirna yang di telapak tanganya memegang makann Baby El.
"Bu... " panggil Alya lirih.
"Ya, kamu kenapa sih?"
"Apa ibu kesepian kalau di Jogja sendirian?" tanya Alya lagi.
Bu Mirna kemudian terdiam. Tidak bohong Bu Mirna bukan hanya kesepian, tapi sering merindukan anaknya. Tapi Bu Mirna tidak mau lama-lama numpang di rumah besan.
"Di Jogja kan ibu bisa ke kebun dan ke pasar, ibu nggak kesepian" jawab Bu Mirna berbohong.
"Tapi Ibu sudah tua Bu. Ibu udah bukan waktunya lagi ke kebun, Ibu tinggal di Jakarta aja ya!" tutur Alya lagi.
"Kan ibu sudah bilang. Kalau Bu Rita udah nemuin guru, acaramu udah selesai. Ibu mau pulang!"
"Menikahlah dengan dokter Nando Bu!" ucap Alya tiba-tiba berubah pikiran.
Bu Mirna terdiam, rasanya malu mau menjawab. Belum Bu Mirna menjawab Tuan Aryo dan Ardi datang. Masih dengan muka tegang Tuan Aryo berlalu. Alya kemudian bangun menghampiri suaminya.
"Udah pulang Mas? Mau mandi? Lian siapin air hangat ya" tutur Lian setelah mencium tangan suaminya.
"Kamu nggak apa-apa kan?" jawab Ardi malah menanyai Alya.
"Seperti yang Mas lihat. Alya tidak kurang sedikitpun" jawab Alya.
"Maafin Mas ya!"
"Gimana keadaan Mas Yogi. Terus gimana berhasil menemukan pelakunya?"
"Yogi langsung dioperasi malam ini juga. Lila masuk ke danau" tutur Ardi bercerita
"Lila?" tanya Alya kaget
Ardi kemudian mengangguk.
"Ya Tuhan. Kenapa nggak tobat juga dia. Terus masuk ke danau dia gimana Mas? Udah ketemu?"
"Anak buah Mas lagi nunggu jenazahnya muncul ke permukaan" jawab Ardi
"Yayaya"
"Siapin pakaian sama makan ya. Mas harus ke rumah sakit"
"Iyah"
__ADS_1
"Cup" Ardi mengecup kening istrinya. "Mas mandi dulu"
"Ya"