Berlianku Istriku

Berlianku Istriku
85.Rencana Lila


__ADS_3

Pagi itu Alya terlambat masuk ke ruang IGD, sehingga pekerjaan menumpuk. Sampai Alya tidak sempat ke kantin ataupun melihat ponselnya. Bahkan Alya sedikit terlambat pulang karena banyak rekam medis dan laporan pasien belum diisi. Ini semua karena ulah suaminya yang egois. Kalau hajatnya tidak dituruti bakal keluar ancaman Alya akan di kurung.


Alya berniat menjelaskan ke Anya saat pergantian sift. Kalau laki-laki yang ditemuinya di apartemen itu suaminya, bukan sepupunya. Alya juga ingin memberitahu tempat tinggalnya sekarang. Tapi sayang saat Anya tiba, pasien IGD penuh, ada beberapa kasus kecelakaan yang harus Anya tangani.


Alyapun mengurungkan niatnya, Alya memilih mengemasi barangnya dan bersiap pulang karena pasti Pak Arlan sudah menunggu. Di pintu parkiran Alya berpapasan dengan Gery. Alya berusaha menyapa Gery tapi Gery menghindar dan segera melajukan mobilnya menjauhi Alya.


"Maafin Alya Dok, saya mengganggap Dokter seniorku, saya juga nggak nyangka Dokter sahabat Mas Ardi" gumam Alya melihat mobil Gery pergi.


Alya masuk ke mobil yang sudah dibukakan pintunya oleh Pak Arlan. Rupanya di dalam sebuah mobil, ada yang memperhatikan Alya. Siapa lagi kalau bukan Mira. Sejak Gery menceritakan hubungan Alya dan Ardi Mira jadi kepo dan ingin menyelidiki sendiri.


Mira kenal betul siapa Ardi. Mira juga kenal dengan Sinta dan Intan. Mira juga tahu hubungan Ardi dan Intan. Dulu bahkan Sinta, Intan dan Mira berhubungan dekat mengingat status sosial mereka sepadan. Bedanya Mira mempunyai hati yang tulus dan bersih. Bahkan laki-laki yang dia cintai hanya satu Gery.


Siang ini pun Mira berniat membuntuti Alya demi Gery. Mira juga ingin membuktikan apa benar Ardi ada hubungan dengan Alya. Selera Ardi dulu dan sekarang jauh berbeda. Intan gadis modis, cantik, gaul, tegas dan berani. Alya terlihat sedikit kampungan, tubuhnya juga mungil, sederhana dan terlihat kalem.


"Kita kemana Non?" tanya Pak Arlan.


"Saya pingin ke panti Pak"


"Ke Panti?"


"Iya"


"Maaf Non, sudah ijin Tuan Ardi belum ya? Saya takut disalahkan Non"


"Itu urusan saya Pak!"


"Tapi kalau Tuan Ardi lagi cemburu sama Non, saya bisa kena hukum Non!"


"Nggak akan! Kalau bapak dihukum bilang saya ya Pak. Udah ke panti aja!"


Mereka berdua melaju ke panti. Sejak berkenalan dengan Us Zahra, Alya semakin betah dan lebih suka ke panti. Mereka tampak akrab dan nyambung, begitu juga dengan Bu Salma. Berbeda dengan Sinta mereka tidak pernah bergabung.


"Ini kan yayasan punya Mamanya Ardi?" gumam Mira saat mobil yang dinaiki Alya masuk ke panti.


"Gue masuk nggak ya? Apa di sini aja? Apa gue pulang? Fiks sih kalau ini Alya emang ada hubungan sama Ardi. Mobil yang jemput Alya juga mobil Ardi?"


"Siapa sebenarnya Alya? Tapi dia memang gadis yang menyenangkan, tatapanya tidak ada beban atau ambisi"


"Thiin Thiin" seseorang membunyikan klakson membuyarkan lamunan Mira. Mira menyadari dia salah parkir. Mira pun melajukan mobilnya meninggalkan panti tanpa menghiraukan siapa pengendara mobil di belakangnya.


"Kaya Mira?" gumam Farid yang hendak masuk ke Panti.


Sore itu Alya menghabiskan waktu di panti. Tapi Alya tidak bersama Farid, karena Alya menghabiskan waktunya bersama anak-anak. Alya menjalankan perannya sebagai orang tua asuh, mendengarkan cerita anak-anak, memposisikan dirinya sebagai kakak membantu mengerjakan PR, membacakan cerita dan membuat anak-anak panti benar-benar merasakan sesosok keluarga di hidupnya.


Setelah alarm hp Alya berbunyi Alya mengemasi barangnya dan berpamitan untuk pulang. Alya pulang ke Aerim sekitar pukul 5 sore saat Us Zahra beralih menemani anak-anak.


"Aman kan Pak?" tanya Alya ke Pak Arlan selama di jalan.


"Iya Non terima kasih. Saya jadi punya waktu mengantar anak beli sepatu" jawab Arlan tersenyum berterima kasih, karena selama menunggu Alya Arlan menemani anak dan istrinya pergi.


"Anak Pak Arlan umur berapa tahun?" tanya Alya ingin mengenal sopirnya.


"Yang pertama kelas 1 SD Non, yang kedua masih 3 tahun"


"Lagi lucu-lucunya ya Pak! Cowok atau cewek?"

__ADS_1


"Iya Non, Alhamdulillah lengkap Non"


"Wah bahagia sekali pak, yang semangat kerjanya ya Pak!"


"Iya, saya doakan juga Tuan Ardi dan Non Alya segera diberi momongan" jawab Pak Arlan ramah.


"Aamiin Pak! Pak Arlan udah lama kerja sama keluarga suami saya?"


"Dari bujang Non, saya dulu pengawal Tuan Muda Non, bukan sopir!" jawab Pak Arlan mengenang masalalunya. Pak Arlan memang mempunyai skill beladiri yang handal.


"Oh gt? Kenapa sekarang jadi sopir?"


"Ya karena biar sekalian jagain Non Berlian"


"Oh gitu ya Pak?"


"Tuan Ardi sempat nanyain dan cariin pengawal perempuan sih Non. Tapi teman-teman saya nggak ada yang cocok buat Tuan Ardi?"


"Oh iya? Kenapa harus dijaga segala sih? Suami saya lebay ya Pak? Padahal selama ini saya kemana-mana sendiri" .


"Nggak lebay Non. Orang seperti Tuan Ardi banyak musuhnya, Non Lian kan baru masuk ke keluarga Den Ardi. Ibaratnya belum ada cobaanya. Saya udah hafal non gimana badai menerjang keluarga Tuan Aryo!"


"Maksudnya Pak?"


"Yah nanti Non Lian tahu sendiri. Yang penting Non Lian harus percaya, Den Ardi itu orang baik!"


"Semoga ya Pak!"


"Tuan Aryo dan Tuan Ardi dan nenek moyangnya, mereka terkenal berbisnis dengan cara yang bersih Non. Apalagi Tuan Ardi meskipun masih muda, beliau tidak segan menolak uang besar kalau yang mengajak itu bukan orang baik. Tapi di satu sisi banyak orang yang benci dan ingin menghancurkan. Makanya Den Ardi sangat hati-hati melindungi orang yang disayanginya"


"Nggak apa-apa Non. Kan Tuan Ardi jadi kasih rejeki ke saya!" jawab Pak Arlan Bijak.


"Iya juga sih, hehe! Makasih ya Pak udah jagain saya. Salam buat istri dan anaknya"


"Iya Non"


Arlan pulang setelah memastikan majikanya masuk ke kamarnya dengan selamat. Kemudian dia memberikan kunci mobil ke majikanya dan pulang dengan mobil bututnya. Di apartemen Alya tinggal bersama Mia dan Ida.


"Makan malamnya sudah siap Non" tutur Ida menyampaikan ke majikan rasa temannya itu.


"Makasih Mba Idaku yang cantik. Tapi kok aku mual ya. Aku pengin mandi terus tidur!"


"Yaah Non. Saya masak cah kangkung kesukaan Non Alya loh"


"Iya aku makan. Tapi tunggu suami pulang ya, aku mau istirahat bentar" jawab Alya masuk ke kamar.


"Ya Non!"


*****


Hotel Wiralila


"Bagaimana? Sudah ready semua?" tanya Lila ke anak buahnya.


"Sudah Nona. Saya yakin banyak tamu kita yang akan tertarik datang dan menginap ke hotel kita"

__ADS_1


"Bagaimana perjamuanya?"


"Semua makanan terbaik dari hotel kita kita sajikan Nona"


"Bagus? Bagaimana rencana penyambutan terhadap tamu istimewa kita?"


"Balasan dari sekertaris Tuan Ardi. Dipastikan Tuan Ardi akan datang ke peresmian hotel kita nanti malam Nona"


"Sudah kamu siapkan ruangan khusus dan makanan khusus buatnya bukan?"


"Iya Nona!"


"Pastikan rencana kita berhasil. Dia harus bertekuk lutut padaku" ucap Lila geram merasa dipermalukan. Selama sebulan setelah makan siang waktu itu Lila menyuruh anak buahnya memata-matai Ardi.


Untung saja, waktu itu ada Intan yang datang ke rumah Tuan Aryo sehingga Ardi pulang ke rumah Tuan Aryo. Jadi anak buah Lila tidak tahu kalau Ardi sebenarnya tinggal di apartemen Aerim bersama istri tercintanya.


Lila berencana menjebak Ardi dan Dino. Lila ingin Ardi menjadi suaminya apapun yang terjadi. Kalaupun tidak berhasil Lila ingin mempermalukan Ardi seperti rasa malu yang dia rasakan atas perkataan Ardi.


****


Kantor Gunawijaya.


"Gue kangen istri" ucap Ardi manja tidak tau malu sambil merentangkan tanganya selesai memeriksa laporan.


"Saya antar anda pulang Tuan?" tawar Dino mendengar Tuanya rindu istrinya seperti ABG baru jadian.


"Undangan Tuan Wira jam berapa?"


"30 menit lagi Tuan"


"Kita bersiap ke acara Tuan Wira saja. Biar bisa pulang cepat. Tanggung kalau pulang sekarang nanti pergi lagi"


"Baik Tuan"


Ardi pun bersiap-siap ke hotel Wiralila. Ardi bersiap-siap dari kantor, karena di ruangan Ardi sendiri juga disediakan beberapa pakaian ganti.


****


Apartemen Aerim


Alya melirik jam dinding sambil menelungkupkan wajahnya di bantal.


"Non makan dulu aja deh" tutur Mia memberi ide.


"Ck. Kenapa tiba-tiba aku sangat merindukan suamiku? Padahal tadi pagi ketemu" ucap Alya curhat ke kedua pembantunya. Alya mengingat kehangtan yang Ardi berikan saat di kamar kecil ruangan Ardi.


"Namanya juga pengantin baru" jawab Ida mencoba mengerti majikanya.


"Tapi ini udah jam 9 Non. Udah non makan duluan sedikit aja. Kayaknya Tuan Ardi udah makan di luar deh" sahut Mia menyarankan Alya untuk makan.


"Iya Non, nanti Non Alya sakit lho!" imbuh Ida merayu.


"Baiklah aku makan".


Akhirnya Alya makan tanpa menunggu suaminya setelah itu Alya berniat menunggu suaminya sambil nonton sinetron bersama Ida dan Mia. Tapi sampai mereka ketiduran Ardi belum juga pulang.

__ADS_1


__ADS_2