Berlianku Istriku

Berlianku Istriku
201. Alhamdulillah


__ADS_3

"Gue nyerah Tan" ucap Sinta ke Intan.


Sinta menangis sesenggukan dan kembali melampiaskanya dengan minum-minuman keras. Dua sahabat itu sedang saling merenungi nasib masing-masing.


"Terus abis ini lo mau gimana?"


"Gue malu sama Alya, gue juga nggak sanggup ketemu Farid lagi. Gue mau ke luar negeri!"


"Jadi lo ninggalin gue?"


"Sory gue udah nggak bisa lagi bantu lo. Gu7e udah banyak jahatin Alya. Gue malu karena ternyata gue kerja sama dia. Gue nggak mau ngrendahin harga diri gue kalau gue tetep di sini!"


"Tujuan kita belum berhasil Sin"


"Gue nggak ada tujuan lain selain Farid. Alya bukan orang yang dicintai Farid. Gue udah nggak ada masalah lagi sama dia"


"Oke kalau keputusan lo!"


"Gue akan buka lembaran baru Tan. Bokap gue buka restoran di Perancis. Gue akan menetap di sana" tutur Sinta lagi.


"Lo berangkat kapan?" tanya Intan sedih ditinggal sekutu jahatnya yang sudah sadar.


"Secepatnya, kalau nggak besok pagi, lusa gue pergi"


"Semoga lo bahagia di sana!" ucap Intan


"Kalau lo mau lanjutin balas dendam lo. Jangan bawa-bawa gue. Gue nggak mau balik lagi ke sini" ucap Sinta ke Intan.


"Gue cuma pengen kasih pelajaran ke Ardi, biar tahu rasanya kehilangan" ucap Intan geram


"Kalau lo masih ngerasa mampu, terserah lo aja. Tapi gue udah capek!"


"Gue ngerti" jawab Intan.


****


Resepsi Gery.


"Hati-hati dong! Sakit budur" ucap Gery ke Farid.


"Dibantuin berisik banget. Gue tinggal sekalian lo. Biar jalan sendiri!" ucap Farid kesal. Farid hendak memapah Gery turun dari ranjang menunu kursi roda tapi menyenggol jaringa yang baru dioperasi.


"Kan gue cuma ingetin. Lo hati-hati, tangan kaki gue masih linu" jawab Gery lagi.


"Pusing gue dengerin kalian!" ucap Ardi menonton dua sahabatnya yang seperti tom n Jery.


"Panggilin perawat laki dong suruh dorong Gery. Males gue berat lo" ucap Farid minta tolong ke Bos besar.


"Lo nyuruh gue?" tanya Ardi tidak terima..


"Minta tolong Bos. Sekali doang juga!" jawab Farid.


"Lo nggak liat jalan gue susah begini!" jawab Ardi lagi. Menunjukan tongkat kruknya.


"Aaarrhg, kalian, kelamaan, kapan gue nikahnya?" gerutu Gery ke kedua sahabatnya. "Ekooo" panggil Gery nekat berteriak memanggil perawat yang sudah di request mendampingi Gery bersama Farid.


Ardi dan Farid melongo mendengar Farid berteriak di rumah sakit, begitu juga Alya dan Anya. Tapi kan Gery pemilik rumah sakitnya, bebas weeh.


Eko yang sudah bersiap-siap dari sore langsung sigap datang. Dia perawat tertampan di rumah sakit Gery. Selain tampan Eko juga cekatan dan senior.


"Cuma lo doang?" tanya Gery yang datang cuma satu perawat.


"Ya Dokter!"


"Ya udah nggak apa-apa, dokter umumnya kan ada Anya dan Alya" ucap Gery enteng.


Farid dan Ardi kompak menoleh ke Gery, apa maksudnya Gery sebut-sebut nama perempuan mereka.


"Maksud lo apa sebut-sebut bini gue Gery?" tanya Ardi masih dengan cemburu kronisnya.

__ADS_1


"Maksud gue, gue aman dalam perjalanan. Ada satu perawat dan dua dokter! Jadi nggak khawatir" jawab Gery.


"Alya dan Anya di mobil gue. Lo sendiri kan dokter, ya lo atasi sendiri sakit lo lah!" jawab Ardi tidak mau istrinya direpotkan.


"Yaya. Udah buru berangkat! Jahat banget emang lo sama gue!" ajak Gery berangkat masih menggerutu terus ke kedua sahabatnya.


Ardi dan Farid hanya berdecak pengen noyor Gery tapi kasian. Dasar sahabat tidak tahu terima kasih. Udah dibantuin, lagi sakit masih aja bawel.


Gery kemudian masuk ke ambulan di temani perawat Eko dan Farid. Sementara Ardi naik mobil mewahnya didampingi istri tercintanya bersama Anya.


Karena mendadak Tuan Nando sendiri hanya mengajak asistenya dan adiknya Dokter Kandungan di rumah sakit Gery.


"Bismillah" ucap Gery masih ingat Tuhanya patuh saat dibantu perawat berpindang ke brankar yang tersedia di dalam ambulan.


Gery sendiri yang meng advis dirinya untuk tetap berbaring selama perjalanan meski sudah memakai jas pengantin. Tujuanya agar infusnya tidak macet karena di klem dan disakui terlalu lama. Jadi selama di ambulan masih jalan.


****


"Kamu kebayaku saja Jeng" ucap Bu Rita memberikan kebayanya ke Bu Mirna yang baru beberapa jam sampai Jakarta.


"Aku ndak usah ikut aja Jeng. Saya nggak kenal kok!" jawab Bu Mirna.


"Kamu kan besanku, aku akan kenalkan kamu ke kolega-kolegaku!" jawab Bu Rita.


"Tidak Jeng. Aku ke sini mau jengukin si Sontoloyo, taunya nggak di rumah. Tau gitu aku ndak kesini"


"Ya maafkan anakku, dia kan sekarang anakmu juga"


"Aku mau istirahat aja. Sudah sana kalian berangkat" tutur Bu Mirna menolak diajak kondangan.


"Ya udah kalau kamu nggak mau" jawab Bu Rita.


Bu Rita dengan penampilan glowingnya memakai kemeja warna kuning dan bawahan jarik batik siap kondangan. Perhiasan mahal dan tas mewah melekat di tanganya. Tuan Aryo sudah menunggu di bawah dengan balutan batik mahalnya.


****


Resepsi


Di dalam kamar rias, Mira yang didampingi sepupunya sudah cantik. Rambutnya di sanggul, modern. Mira juga menggunakan kebaya putih. Bukan kebaya yang dibuat Intan. Karena Mita tidak mau mengingat Tito.


"Kak Mira dheg-dhegan ya?" tanya sepupu Mira.


"Banget" jawab Mira.


"Stay cool Kakak, lets pray! Everythinga gonna be ok"


"Yah!" jawab Mira mengangguk Mira menghembuskan nafasnya lalu berkomat kamit membaca doa.


Tiba-tiba tamu hotel dibuat tersentak dan kaget saat mereka mendengar bunyi sirine ambulan terparkir di loby hotel. Mereka menjadi salah fokus, panik dan penasaran.


Gery lupa membriving drivernya untuk jangan membunyikan sirinenya.


Eko, Farid dan driver langsung sigap. Mereka menyiapkan kursi roda yang sudah dihias. Lalu membantu Gery turun dari brankarnya.


Di belakang ambulan, rombongan Ardi turun. Alya dan Anya membawa seserahan seadaanya. Lalu Ardi yang berjalan dengan tongkat kruk mensejajari Farid.


Sang penganten pria masuk dengan di dorong Eko memasuki hotel. Dokter Nando yang tiba lebih dulu ikut bergabung dengan rombongan.


Para tamu undangan yang tadi tegang dan panik langsung menghela nafas.


"Oalah, ternyata penganten pria yang datang"


"Mentang-mentang dokter semua nikahnya pake ambulan"


"Eh tapi dia lagi sakit"


"Lumpuh bukan sih"


"Bukan dia sedang terluka, itu kan Ardi gunawijaya yang lagi jadi trending topik itu lho"

__ADS_1


"Oh pengantenya juga ikut, ke insiden itu"


"Ya kan anak Tuan Wira yang mereka serbu, mempelai seharusnya"


"Wahh keren ya"


"Wahh beruntung ya. Pak Bayu"


Para tamu undangan saling bergunjing sendiri.


Gery langsung menuju ke pelaminan. Karena Penghulu sudah datang lebih awal. Dan rombongan Gery memang terlambat.


Setelah diberitahu. Mira kemudian keluar. Semua mata tertuju pada kecantikan Mira. Tidak pakai banyak acara sambutan. Pernikahan siap dilangsungkan.


Meski baru sirih. Tapi saksi pernikahan Gery dan Mira adalah Pak Presiden. Tanpa menunggu lama, Penghulu melakukan tugasnya.


Memberikan pendidikan pernikahan meski sedikit. Lalu melangsungkan pernikahan. Semua undangan pun mendengarkan dengan hikmat.


"Sah"


"Sah"


"Alhamdulillah"


Semua tamu undangan menangkupkan kedua tangan mengusap wajah tanda bersyukur. Kini Mira sah secara agama menjadi istri Gery.


Meski duduk di atas kursi roda dan memangku infus. Gery melafalkan akad nikah dengan sangat lancar dalam satu nafas.


Alya, Anya dan Mira menangis saat penghulu membacakan doa. Mereka semua terharu, apalagi yang tahu perjuangan cinta Gery dan Mira.


"Alhamdulillah" ucap Alya dan Anya.


"Alhamdulillah ya Neng, besok giliran kita" ucap Farid yang duduk di samping Anya.


"Hemm" Anya hanya berdehem.


Sementara Alya dan Ardi saling menggenggam tangan menyaksikan sahabatnya berbahagia.


"I love you" bisik Ardi


"I love you too" jawab Alya.


Setelah itu ada sesi foto-foto. Dilanjutkan dengan salam-salaman. Gery kemudian didorong Eko menuju ke pelaminan diikuti Mira.


Acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, hiburan musik dan makan-makan. Orang tua Mira mengundang artis untuk menghibur tamu.


Makanan yang tersedia juga beraneka ragam. Mulai makanan western, ala-ala korea ataupun makanan Indo tersedia. Berbagai dessert dan snack guring juga tertata rapih. Tidak lupa berbagai macam minuman berjajar rapih.


Dan malam itu menjadi malam indah untuk Mira dan Gery. Tuan Nando dan Tuan Bayu juga tampak akrab menyapa tamu-tamunya.


****


"Bedebah, kamu harus mati!" umpat seseorang di luar hotel mengintai jalanya pesta.


.


.


.


"Terima kasih sudah menunggu dan mau baca. Mau cepet tamat apa dituntaskan nih?"


Tinggalin komen di kolom komentar yaa!!!


Ingat like nya juga.


Makasih


Happy reading.

__ADS_1


__ADS_2