Berlianku Istriku

Berlianku Istriku
Jumpa lagi.


__ADS_3

Assalamu'alaikum wr wb.


Hai pembaca semua.


Apa kabar?


Buat yang muslim? Bagaimana puasanya? Semoga selalu dipermudah ibadahnya dan diterima Alloh ya..


Author minta maaf atas segala kekurangan di nupel Alya ini. Karakter Alya awal emang manja. Author hanya berusaha mengangkat tema seperti di real life. Banyak kaan orang yang pandai teori, tapi mengaplikasikan di kehidupan sehari- hari itu butuh proses....


Hehehe semoga bisa diambil hikmahnya.


Oh iyaaa.


Author bikin nupel.baru niiih.


Dalam rangka ikut event lomba. Jadi alurnya udah ditentuin.


Mampir yuuuk, bantu ramaikan yaa.


Judulnya : "Istri Yang Terabaikan"

__ADS_1


Ini spill cuplikanya..


PRANG 


“Kau berani membantahku? Hah!” 


Lana berteriak dan melempar gelas yang ada di tanganya. Lana merasa sangat kesal dan marah, dia baru saja pulang dari tempatnya bekerja, saat dirinya sedang duduk hendak meneguh air, kenyamananya terganggu. 


Lana, pria dengan nama lengkap Lana Hanggara Saputra. Laki- laki berusia 33 tahun, putra dari seorang pejabat tinggi sebuah negeri.


Dia adalah seorang direktur dari sebuah perusahaan anak cabang dari perusahaan otomotif besar di negaranya. Di usianya yang muda Lana sudah mengantongi gelar S3 teknik mesin dari universitas terkenal dari manca negara. 


Lana berdiri menatap bengis istri yang 2 tahun dia nikahi. Istri yang menurut dia tidak seharusnya ada di sisinya. Gadis kecil yang dekil, bodoh, dan tidak tahu apa- apa, mengurus rambutnya saja tidak bisa.  


Rangkaian kata yang dia susun dengan sangat hati- hati, responya sama saja, dibalas dengan bentakan dan cacian, bahkan pecahan gelas suaminya mengenai telapak kakinya, menorehkan luka dan memperparah pedihnya.


............................................


Lana diam dan menyunggingkan senyum, sepertinya percaya, akting Isyana berhasil. Lana percaya Isyana lemah, tidak mungkin berani melawanya.


"Jangan sentuh aku lagi, dan patuhi kataku!" jawab Lana.

__ADS_1


"Baik!" jawab Isyana, lalu mereka terdiam.


Isyana pun terus memutar otaknya agar bisa kabur.


“Pertama- tama, aku harus ambil uang dan ponsel pria ini!” batin Isyana.


Jika Isyana sampai ke rumah besar bak neraka itu, pasti Isyana akan disiksa lagi. 


Alam dan takdir sepertinya memihak Isyana. Mobil Lana menepi ke sebuah rest area. Rupanya Lana timbul hasrat buang air besar. Lana kemudian mengambil dompet dari tasnya dan mencari uang receh. 


Isyana langsung kegirangan dalam hatinya. Sekarang tahu dimana Lana menyimpan dompet karena celana yang Lana pakai bukan celana berkantong.


“Taruh... taruuh...!” batin Isyana berharap Lana tak membawa dompetnya.


Benar saja, Lana meletakan dompetnya di dashboard mobil. “Yes!” batin Isyana,


“Tunggu di sini!” ucap Lana galak ke Isyana membuka mobil. Lana segera berlari menuju ke toilet umum. 


Tidak menunggu lama, Isyana mengambil lembaran- lembaran uang dari dompet suaminya. Lebih dari itu Isyana mengambil ponselnya dan segera mematikanya. 


Isyana melihat di dekat mobil Lana ada mobil pengangkut muatan sayuran dari desa. Isyana pun segera keluar dan naik ke mobil sayuran itu.

__ADS_1



__ADS_2