Berlianku Istriku

Berlianku Istriku
186. Calon Mantu


__ADS_3

"Pelan-pelan sayangku, sakit" Ardi kini sudah mulai banyak bicara. Dia menegur Alya yang sedang membersihkan tubuhnya.


"Iya suamiku sayang, ini Lian udah pelan banget lho" jawab Lian sambil memerah washlap.


"Udah sih jangan dilanjut lagi" jawab Ardi bawel.


"Maas, kalau nggak dilap bau! Ih jorok, jadi pasein harus nurut"


"Ya udah cepetan"


"Kalau rewel tak tinggal lho, biar perawat galak yang bersihin kamu Mas" jawab Lian melanjutkan membersihkan seluruh badan suaminya.


"Ya jangan atuh sayang, emang kamu mau senjata mas kesayanganmu itu di lihat dan di sentuh-sentuh orang lain" jawab Ardi mulai piktor.


Mendengar ucapan Ardi, Alya iseng mengerjai Ardi. Alya menyentil benda tumpul yang memberikan surga dunia buat dirinya itu.


"Ouuuwh, sakit, malah dipukul gitu. Nakal kamu ya sekarang" jawab Ardi.


"Hehe" jawab Alya centil. Pasangan itu sekarang tidak ada malu-malunya lagi.


Alya melanjutkan menyeka Ardi dengan telaten. Mengeringkan dengan lembut, kemudian mengganti pakaian Ardi dengan pakaian dari rumah sakiit. Setelah Ardi rapih dan bersih, Alya mengambil sarapan.


"Lian suapi ya Mas"


"Makasih sayang, I love you"


"Iyah I love you too suamiku, Aak dong" jawab Alya menyodorkan sesendok bubur.


Setelah mengucapkan doa, Ardi melahap suapan dari istrinya.


"Apa kamu menangis melihat Mas begini"


"Iyalah. Mas jadi jelek gini, nih bengkak-bengkak" jawab Alya meledek suaminya dan menoel-noel perban jahitan luka Ardi.


"Iiih, sakit Yang"


"Hehehe" jawab Alya ketawa bahagia bisa mengambil kesempatan mengerjai suaminya yang tidak berdaya.


"Apa kamu takut kehilangan Mas?" tanya Ardi manja ingin tahu cintanya Alya.


"Emm takut nggak ya?"


"Hemmm"


"Hehe, takutlah, Lian nggak mau jadi janda. Makanya lain kali kalau bertindak dipikir dulu"


"Iya Mas salah, Mas kira orangnya cuma 7. Ternyata ada dua puluhan"


"Dua puluh?" tanya Alya terbengong membayangkan suaminya dikeroyok 20 orang.


"Iya. awal 2, tambah 5 tambah 15, mas cuma berlima" jawab Ardi bercerita.


"Ck. ck. Alhamdulillah untung aja, Lian keceplosan ke Mamah"


"Kamu yang cerita ke Papah?"


"Nggak, Mamah yang tanya Mas kemana? Lian keceplosan, terus Lian ditanya-tanya"


"Makasih sayang, sebenarnya mas udah bekerja sama dan koordinasi sama p***si, tapi mereka datengnya lama"


"Ya udah yang penting sekarang selamat"

__ADS_1


"Gery dan yang lain apa kabar?"


"Abis ini Lian jenguk Dokter Gery dan temen-temen Mas ya"


"Mas sendirian?"


"Bentar doang"


"Ya" jawab Ardi terpaksa mengangguk.


Dan seperti diatur oleh Tuhan, pintu kamar Ardi terbuka. Tuan Aryo mendorong kursi roda mengantar Bu Rita menjenguk Ardi.


"Mamah Papah" sapa Alya


"Mamah kenapa Mah? Kok dirawat juga?" tanya Ardi heran mamahnya ikut jadi pasien.


"Asthma Mamah kambuh gara-gara kamu" jawab Tuan Aryo.


"Oh Mamah sakit gara-gara Ardi?" tanya Ardi menertawai Mamahnya tidak sopan


"Mas" tegur Alya.


"Ardi baik-baik aja Mah, santai" jawab Ardi.


"Santai gimana? Coba kalau Alya nggak cerita dan Papah nggak tolongin kalian. Udah dibuang kelaut kalian" omel Bu Rita.


"Iya Mah maafin Ardi"


"Maaf-maaf! Dari kecil sampai udah kawin sukanya bikih mamahnya jantungan, dibales sama anakmu baru tau rasa!" sambung Bu Rita lagi.


"Jangan Mah, Alya nggak mau anak Alya ribet kaya bapaknya" celetuk Alya cemberut.


"Ehm" Tuan Aryo berdehem merasa tersindir. Ardi bandel kan cetakan dari Bu Rita.


"Ardi kan udah minta maaf, insya Alloh segera membaik. Mamah udah sarapan belum?"


" Udah" jawab Bu Rita.


Lalu keluarga itu berkumpul dan menonton tivi. Tuan Aryo kemudian mengobrol dengan Ardi.


"Pah, Mah, Lian jenguk Dokter Gery dulu ya!" pamit Lian, Lian berfikir suaminya sudah ada temanya. Waktunya Alya menemui Rey, Andik, Roni dan Gery. Alya juga harus cerita ke ayahnya Gery.


"Iya" jawab Bu Rita dan Tuan Aryo


*****


Rumah Mira.


"Mamah nggak salah denger? Kamu bilang apa?" tanya Mamah Mira mendadak mendongakan kepalanya, padahal sebelumnya duduk nglentruk dan bersandar.


"Alhamdillah Mah" jawab Mira sambil nyengir.


"Ulangi sekali lagi!" sambung Pak Menteri merasa aneh dengan putrinya. Keluarga Mira berfikir Mira akan sedih, menangis kaget dan patah hati.


"Ya Alhamdulillah Pah, Mah, kalau Tito ketangkep" jawab Mira bahagia.


"Kok kamu bahagia gitu sih? Kamu batal tunangan lho!" sahut sepupu Mira


"Ya Alhamdulillah Mira jadi nggak salah pilih suami. Papah Mamah dan keluarga juga nggak jadi punya mantu jahat" jawab Mira menerangkan.


"Kamu udah tahu sebelumnya?" tanya Papa Mira

__ADS_1


"Huum" jawab Mira mengangguk.


"Benaran kamu udah tau?" tanya Mama Mira


"Iya"


"Waah, are you crazy? Why, you keep silent?" tanya sepupu Mira.


"Ya karena belum ada bukti! Mira juga baru tahu kemarin, Mira bingung kasih taunya ke kalian" jawab Mira jujur.


"Siapa yang kasih tau ke kamu tentang Tito?" tanya Papa Mira.


"Pacar Mira Pah" jawab Mira lirih dan menyeringai akhirnya melaunchingkan statusnya jadianya dengan Gery ke keluarganya.


"Pacar?" tanya keluarga Mira kompak.


"Huum" jawab Mira.


"Kamu punya pacar?" tanya Mama Mira.


"Baru kemarin sih Mah, Dia yang udah tangkep Tito? Dan janji buat buktiin kalau Tito itu jahat"


"What, maksudmu pacarmu Tuan Ardi?" tanya Tante Mira karena diberita diberitakan Tuan Ardi Gunawijaya yang menggerebek.


"Bukan, tapi temenya" jawab Mira.


"Pacar Kak Mira yang Dokter terluka parah ini?" tanya sepupu Mira menunjukan foto saat Gery diangkat ke ambulan.


"Gery" ucap Mira panik baru melihat berita.


"Ini pacar kamu?" tanya sepupu Mira.


Mira tidak menghiraukan pertanyaan sepupunya.


"Mah, Pah Mir harus jengukin Gery. Gery nggak boleh kenapa-kenapa" tutur Mira bangun dari duduknya. Raut muka Mira yang tadi senyum malu-malu berubah panik dan gelisah


Semua keluarga Mira menatap Mira heran.


"Kamu jadian sama Doktee berandal itu?" tanya Mama Mira, Mama Mira tahu tentang kisah cinta Mira yang ditolak Gery.


"Dia nggak berandal Mah. Dia cintanya Mira. Dia ngelakuin ini buat Mira. Buat selametin Mira dan tunjukin siapa Tito ke Papah sama Mamah" jawab Mira menggebu-gebu.


Keluarga Mira mendengarakan Mira dengan seksama. Tidak terkecuali Pak Menteri, hati laki-laki itu pun tersentuh.


"Mira harus jenguk Gery Mah"


"Jadi mobil yang kamu bawa mobil dia?" tanya Papah Mira


"Iya Pah. Mira mau ganti baju. Mira mau ke rumah sakit sekarang!"


"Emang di rumah sakit mana?"


"Nanti Mira tanya temen Mira" jawan Mira sambil berjalan menaiki tangga hendak berganti baju.


"Papah ikut" celetuk Papah Mira.


Mira menghentikan langkahnya. Kemudian menoleh ke bawah.


"Bener Papah mau ikut?"


"Iya. Papah mau jenguk calon mantu Papah"

__ADS_1


__ADS_2