Berlianku Istriku

Berlianku Istriku
73. Pulang


__ADS_3

1 minggu berlalu, Alya menjalani magangnya dengan baik. Sekarang Alya jaga di IGD kesempatan Gery bertemu Alya menjadi semakin sulit, apalagi Alya lebih sering jaga sore.


"Sudah 1 minggu?" guman Alya melihat kursi tunggu depan igd, Alya mengingat saat Ardi menjemputnya.


"Apa aku wa saja ya? Sebenarnya dia pergi kemana? Kenapa rasanya begitu sesak, suami istri apaan? Kasih kabar aja enggak? Ya Tuhan, apa dia bener-bener akan ceraiin aku, karena aku nggak mau bercinta sama dia, huuuuft" Alya menghela nafasnya bersedekap memeluk snelinya.


"Kenapa aku sedih kalau dia nyeraiin aku. Harusnya aku seneng. Bukankah ini pernikahan rahasia, nggak ada yang tahu statusku, bahkan aku masih suci, aku tinggal pergi dan balik ke Jogja. Tapi kedua orang tua kita bahagia dengan pernikahan ini, apa Mas Ardi tega nyakitin Mama Rita?" Alya melanjutkan lamunanya menyandarkan tubuhnya ke jendela.


"Permisi Dok" sapa seorang perawat membuyarkan lamunan Alya.


"Ah iya Sus"


"Apa sudah selesai menulis advis Dok? Berapa miligram injeksinya? Pasien sudah selesai saya infus"


"Ah iya, ini, skintes dulu ya, tekanan darah dan saturasinya bagus kaan?" tanya Alya mulai konek menyerahkan catatan rencana teraphy ke pasien.


"Bagus Dok, pasien stabil"


"Oke, selesai tindakan bisa dipindahkan ke ruang ranap"


"Baik Dok" jawab perawat mengambil rekam medis dan mengerjakan advis Dokter Alya. Alya melihat jam dinding 10 menit lagi waktu jaga pagi akan berakhir. Alya segera membereskan pekerjaanya dan siap-siap pulang.


5 menit kemudian Anya yang berjaga sore datang menggantikan Alya.


"Hai" sapa Anya ke Alya yang hendak selesai ganti pakaian.


"Hai"


"Lemes banget sih, lo sakit?" tanya Alya ke Anya yang terlihat murung dan tidak bersemangat.


"Nggak"


"Terus? Lo pucet banget tau nggak sih? Apa pasien rame banget?"


"Nggak juga"


"Hemmm, ngaca deh lo. Lo pucet banget. Jangan-janhan lo belum makan?"


"Udah kok" jawab Alya masih lemas.


"Oke baiklah, semoga kamu sehat dan baik-baik saja. Kalau ada masalah lo crita aja ke gue"


"Kamu bilang kamu pengen nginep di apartemen tanteku?" tanya Alya ragu.


"Iyah, lo kesepian? Gue mau banget kok temenin lo" jawab Anya semangat


"Ya udah nanti malam pulang ke apartemen ya" ajak Alya berharap pikiran tentang Ardi hilang saat ada teman yang menginap.


"Oke siap" jawab Anya semangat.

__ADS_1


"Makasih ya. Semangat bertugas!" Alya tersenyum memberikan semangat ke temanya


"Doain pasien aman yaa!"


"Siiip" Alya mengacungkan jempol mendoakan Anya agar pasien IGD nya tidak dengan kasus yang ribet. Lalu Alya memesan taxi online menuju ke toko buku.


Gaji pertama Alya sebagai Dokter Magang sebagian Alya belanjakan untuk membeli buku bacaan anak-anak panti. Setelah membeli beberapa buku mewarnai, buku bacaan dan buku do'a-do'a. Alya bergegas ke panti.


*****


Panti Gunawijaya


"Kak Alyaaa" panggil anak-anak panti begitu melihat Alya datang.


"Assalamu'alaikum sayang-sayangnya kakak" jawab Alya menundukan badan menyalami anak-anak panti seusia anak TK dan SD. Alya memang lebih dekat dengan anak-anak SD.


"Aku seneng deh Kak Alya ke sini, aku kira setelah Us Zahra kesini Kak Alya nggak kesini lagi" tutur Vivi menggandeng Alya menuju ke gazebo deket mushola.


"Kan Kak Alya udah bilang, Kak Alya bukan ustadzah kalian, Kak Alya teman kalian, makanya kak Alya tidak tidak bisa janji belajar setiap hari kaya Us Zahra, tapi sesekali waktu akan kesini, dan seterusnya kita jadi teman" tutur Alya ceria ke anak-anak.


"Seneng deh, kalau Kak Alya sering kesini" jawab anak-anak.


Lalu Alya membuka paper bag bukunya, dan membagikan ke anak-anak sesuai umur dan kesukaanya, anak-anak bersorak bahagia dengan hadiah Alya.


Tidak lama Alya bermain dengan anak-anak, Us Zahra datang, hendak memulai pelajaran BTQ. Ini pertemuan pertama Alya dengan Us Zahra. Us Zahra ternyata seorang ibu muda yang cantik, ramah dan lembut dia memang lulusan pondok hafidzoh.


"Waalaikum salam. Us Zahra ya? Kenalkan saya Alya" jawab Alya mengulurkan tangan berkenalan.


"Salam kenal, saya Zahra, senang bertemu denganmu, Pak Farid dan Bu Salma banyak cerita tentang Us Alya"


"Jangan panggil Us, saya bukan guru atau ustadzah, saya cuma main di sini panggil Alya saja, sepertinya kita seumuran" jawab Alya ramah.


Mereka berduapun berkenalan dan mengobrol akrab meskipun baru kenal. Setelah sholat ashar Alya berpamitan dan meninggalkan anak-anak panti mengaji bersama Us Zahra.


Dari Mushola Alya berniat langsung pulang tanpa mampir ke asrama atau ke kantin. Alya tidak ingin bertemu dengan Sinta ataupun Farid. Alya berniat ke panti hanyalah anak-anak panti. Alya hanya ingin menepati janjinya ke Vivi.


"Alya" panggil Farid tiba-tiba saat Alya berjalan ke pintu gerbang.


"Duh, kenapa ketemu sih?" gumam Alya menghentikan langkah dan menoleh ke belakang. Farid yang berjalan dari asrama tampak tersenyum dan berlari kecil menghampiri Alya.


"Hai, lama nggak ketemu, apa kabar?"


"Baik Kak" jawab Alya tersenyum.


"Buru-buru banget, mau pulang ya? Aku anter ya?" tanya Farid menawarkan diri.


"Nggak usah Kak" jawab Alya menolak.


"Nggak usah sungkan. Aku berdamai kok dengan keputusanmu, bukankah kita berteman" jawab Farid masih berusaha.

__ADS_1


"Ehm, makasih Kak, lain kali aja" jawab Alya menolak


"Aku udah lama juga nggak ketemu Ardi, aku pengen sekalian main ke Ardi" tawar Farid berharap Alya mau diantar.


"Ehm" Alya mendehem sedikit bingung. Alya menelan salivanya. Bagaiamana akan menghadapi Ardi dan Farid kalau ketemu. "Apa Kak Farid tau aku udah nikah, apa Mama Rita memberitahu, bukankah Mama Rita cerita kalau Mama Rita sedang liburan ke luar negeri? Apa Kak Farid tau kita tinggal bersama? Tapi kan mas Ardi belum pulang?" gumam Alya dalam hati.


"Apa hubunganya mengantar saya dengan Mas Ardi?" tanya Alya memastikan.


"Kamu nggak tinggal di tempat Bu Rita, aku kira karena akhir pekan kamu ke panti sekalian ke Bu Rita" jawab Farid menjelaskan perkiraanya.


Alya tersenyum menghela nafas. Ternyata Kak Farid belum tahu.


"He, nggak Kak, saya nggak pulang ke sana. Mama Rita lagi liburan sama Om Aryo" jawab Alya lega.


"Oh gitu?" tanya Farid melihat jam tangan.


"Bentar lagi maghrib, katanya nggak baik lho bepergian di waktu maghrib, tunggu abis maghrib aja, nanti aku anter, aku kan belum tau kamu tinggal dimana?" Farid masih berusaha agar Alya mau diantar.


"Hemmm gimana ya?" jawab Alya bingung, langit memang mulai menghitam, sebentar lagi waktu maghrib tiba.


"Ya udah Alya pulang nunggu abis maghrib" jawab Alya mengalah. Lalu Alya dan Farid berbalik arah berjalan bersama menuju mushola.


Tanpa diketahui Alya dan Farid, Sinta yang mau pulang memperhatikan Alya dan Farid dari mobil. "Sial, benar-benar ya perempuan itu, nggak ngedengerin gue, awas aja" gumam Sinta memukul stir mobil. Setelah itu meninggalkan Panti.


Alya melihat ponselnya sembari menunggu antrian wudhu. Ternyata ada pesan dari suaminya.


"Hah, Mas Ardi wa?" jantung Alya berdebar kencang mwngetahui ada pesan dari suaminya. Ada rasa bahagia, tapi Alya juga bingung dan gelagapan, Farid kekeh ingin mengantarnya. Belum lagi Alya janji mengajak Anya menginap.


Alya mengusapa layar membuka pesan, belum sempat Alya membuka pesan Ardi melakukan panggilan video. Alyapun segera mengangkatnya sambil berjalan menjauh dari mushola.


"Ya Mas" jawab Alya gelagapan melihat suaminya di sambungan video.


"Dimana?" tanya Ardi mencoba memperhatikan lingkungan Alya berada.


"Di panti" jawab Alya ternyata Farid lewat dan memanggilnya, Ardipun melihatnya tapi Alya buru-buru membalikan ponsel agar tidak terlihat Farid.


"20 menit lagi aku kesitu" jawab Ardi ketus langsung mematikan sambungan videonya.


Alya menutup ponselnya, mengatur nafasnya. "Kenapa pulang nggak bilang-bilang, dia mau jemput kesini? Nggak salah? Aduh gimana ini? Ah terserah dialah"


"Siapa yang telfon?" tanya Farid mendekat ke Alya.


"Ah ini teman, saya ada janji sama teman" jawab Alya gugup.


"Udah adzan masuk yuuk" ajak Farid ke Alya untuk masuk bersiap-siap sholat.


"Iya, Kak Farid duluan aja, Alya mau wudzu dulu" jawab Alya mempersilahkan Alya masuk dulu.


Lalu Alya mengirim pesan ke Ardi, Alya sholat dulu sebelum pulang.

__ADS_1


__ADS_2