Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Terlambat...


__ADS_3

<<<<<


"Ya, mungkin Om-mu gak enak sama Tuan Muda Ries, karena sekarang Tuan Muda kan calon suaminya Zuy," timpal Bi Nana.


"Apa..!! Tuan Ray calon suaminya Zuy?!!


Aries pun terkejut saat mendengar perkataan Bi Nana dan terdiam, lalu kemudian..


Pyaaarttt...


Gelas yang di pegangnya pun terjatuh dan pecah, sontak membuat Pak Randy dan Bi Nana terkejut.


"Aries..." panggil Bi Nana, seketika Aries langsung tersadar kemudian ia menoleh ke arah Bi Nana.


"Ada apa Tante?" tanya Aries


Bi Nana memicingkan matanya ke arah Aries, "Kamu melamun Ries?"


Aries menggelengkan kepalanya, "Aries gak ngelamun Tante," ujar Aries


"Kalau gak ngelamun, kamu gak mungkin jatuhin gelas kamu sampai pecah gitu Ries.." jelas Bi Nana sambil menunjuk ke arah pecahan gelas.


"Apa..!!" Aries pun menoleh ke arah yang di tunjuk Bi Nana, betapa terkejutnya dia saat melihat pecahan gelas berserakan di lantai,


Lalu pandangan Aries beralih ke Bi Nana, "Maaf Tante, Aries tadi terkejut, jadi Aries gak tahu kalau gelas yang Aries pegang jatuh dan pecah," ucap Aries sambil beranjak dari tempat duduknya,


Kemudian ia perlahan membungkukkan badannya untuk mengambil pecahan gelas itu.


Pak Randy yang melihatnya hanya bisa terdiam dan menghela nafasnya, dan dalam hatinya berkata, "Ries, Om sangat tahu perasaan mu terhadap Zuy seperti apa, Om harap kamu bisa menerimanya, karena selamanya Zuy akan selalu menjadi adik sepupuhmu Ries."


Sesaat kemudian, setelah selesai membersihkan pecahan gelas tersebut, Aries pun langsung pergi ke dapur untuk membuangnya, setelah selesai ia kembali ke ruang tengah menghampiri Pak Randy dan Bi Nana.


"Om, Tante.."


"Ada apa Ries," sahut Pak Randy


"Aries ke kamar dulu ya, mau siap-siap," kata Aries.


Bi Nana dan Pak Randy hanya menganggukkan kepalanya, lalu Aries berjalan menaiki tangga menuju ke arah kamarnya.


"Ada apa dengan anak itu ya?" tanya Bi Nana yang keheranan.


"Mungkin dia masih mengantuk kali Na, lebih baik kita lanjut nonton tv saja," kata Pak Randy.


Bi Nana pun menganggukkan kepalanya, lalu mereka kembali menonton televisinya.


••••••••••••••


Kamar Aries


Setelah berada di kamar, Aries langsung mendudukan dirinya di tepi ranjang, lalu ia mengambil hpnya yang sedang di cas, ia membuka pola kunci pada hpnya. Sesaat setelahnya, Aries menyentuh icon galery, setelah itu, ia menekan salah satu foto yang ada di galery hpnya, dan ternyata itu adalah foto Zuy yang tengah duduk di Resto sambil tersenyum.


"Zuy, apa aku benar-benar terlambat, awalnya aku pikir ingin mengungkapkan perasaanku ini saat di hari ulang tahun-mu, tapi ternyata Pria dingin itu telah mendahului ku," gumam Aries,


Ia pun langsung merebahkan dirinya di atas kasur sambil menempatkan lengannya di dahi. perasaan sedih, kecewa, hancur, penyesalan tercampur menjadi satu.


"Zuy, entah kenapa aku bisa menyukaimu, perasaan ini tiba-tiba muncul begitu saja, padahal awalnya aku menganggap rasa suka-ku karena kamu adalah keponakan Tante, dan yang artinya kamu itu adalah adik sepupuh ku, tapi lama-kelamaan, perasaan ini semakin tumbuh dalam hatiku, dan rasanya benar-benar menyiksaku, apalagi saat kamu tersenyum Zuy, hah aku jadi ingat saat itu, saat aku tidak sengaja bilang bahwa aku menyukaimu ...," ujar Aries sambil membayangkannya.


••••••••


Flashback...


°Di Resto


Saat itu Resto, Aries nampak sedang duduk sambil memandang ke arah layar hpnya, dengan Earphone yang sudah terpasang di telinganya, ia pun senyum-senyum sendiri saat melihat layar hpnya, lalu tiba-tiba..


"Kak Aries.." sapa seseorang sambil menepuk keras punggung Aries dan membuat Aries terkejut, lalu ia menoleh ke arahnya.


"Zuy..!!" lontar Aries yang terkejut, "Bikin orang kaget saja," imbuhnya sambil melepaskan salah satu Earphone di telinganya. Ternyata dia adalah Zuy.


Zuy pun terkekeh sambil menarik kursinya, dan mendudukan dirinya di kursi tersebut.


"Maaf Kak, habisnya Zuy lihat Kak Aries fokus banget sama hpnya, sampai-sampai Zuy panggil gak dengar," jelas Zuy.


"Oh iya, maaf Zuy kalau aku gak mendengar suaramu, ada apa memangnya?" tanya Aries


Zuy menggelengkan kepalanya, "Tidak ada apa-apa, hanya ingin memanggil saja, hehehe.."


Aries menyunggingkan senyumannya dan tangannya memegang kepala Zuy.


"Huh, dasar kamu ya, aku pikir ada masalah atau apa.." papar Aries.


"Hehehe.."


Lalu Aries menurunkan tangannya dari kepala Zuy, kemudian pandangannya beralih ke layar hpnya. Sesaat ia pun kembali tersenyum sampai terlihat baris giginya, Zuy yang duduk di hadapannya pun keheranan. Lalu...


"Ehemmm, ecieee yang lagi bahagia, sampai senyum-senyum seperti itu," ledek Zuy membuat Aries melirikan matanya pada Zuy.


"Apa sih Zuy, ini bukan apa yang kamu bayangin kok, aku sedang nonton kartun Donal duck," ujar Aries sambil menunjukkannya pada Zuy.


"Ahahaha, aku pikir Kak Aries sedang chatingan dengan seorang wanita, jadi aku bisa lapor ke Paman," ujar Zuy, meledek Aries.


Mendengar itu, Aries pun mendengus kesal, "Kamu ya Zuy, suka banget kalau ngeledekin orang, kalau pun aku chatingan dengan seorang wanita, aku ingin chatingan dengan orang yang aku sukai sekarang," jelas Aries


"Oh iya..."


"Kok cuma oh iya, apa kamu gak penasaran sama orang yang aku suka.." papar Aries

__ADS_1


"Penasaran sih, memangnya siapa?" tanya Zuy


Lalu Aries menyunggingkan senyum smirknya, ia bangkit dari tempat duduknya, kemudian menyodorkan tubuhnya ke arah Zuy.


"Orang yang aku sukai adalah kamu Zuy, maukah kamu jadi wanitaku," ucap Aries.


"Apa..!!" Zuy langsung terkejut mendengar ucapan Aries, seketika ia terdiam, wajahnya pun memucat.


Melihat Zuy seperti itu, Aries pun duduk kembali di atas kursinya, lalu kemudian..


Pffft..


"Hahaha, ya ampun Zuy, wajahmu langsung pucat gitu, padahal aku hanya becanda lho.." ujar Aries sembari tertawa.


"Dasar Om-Om satu ini, bikin kaget saja, becandanya benar-benar deh, bikin orang salah paham," gerutu Zuy, ia pun memanyunkan bibirnya.


Sedangkan Aries terus tertawa terbahak-bahak.


Flashback End..


•••••••••


"Zuy, jika pria dingin itu benar-benar mencintaimu dan membuatmu bahagia, mungkin aku perlahan-lahan akan mundur, akan tetapi jika dia membuatmu bersedih, bahkan sampai menangis, jangan salahkan aku, jika aku mengambilmu dari tangannya," lontar Aries,


Sesaat kemudian ia langsung memejamkan matanya.


**************


Rumah Ray


Tak terasa hari cepat berlalu, matahari pun sudah naik ke atas, memberikan cuaca yang sangat panas.


Ruang Kerja..


Sementara itu di ruang kerja yang berada di rumahnya, Ray terlihat sibuk mengecek semua data-data yang masuk lewat laptopnya, walaupun hari libur ia tetap sibuk. Lalu kemudian...


Tok.. Tok.. Tok..


Seseorang mengetuk pintu, Ray pun langsung menoleh ke arah pintu, seketika ia pun langsung tersenyum bahagia melihatnya, dan ternyata dia adalah Zuy.


"Sayang, sini masuk..!!"


Zuy pun tersenyum, lalu ia berjalan masuk dan menghampiri Ray sembari membawa nampan berisi minuman dingin dan camilan.


"Ini Tuan Muda," ujar Zuy sambil meletakkan camilan dan minuman dingin di atas meja.


"Terimakasih sayang.." ucap Ray


"Yaudah kalau gitu, Zuy keluar dulu ya Tuan Muda," pamit Zuy,


Namun saat hendak melangkahkan kakinya, tiba-tiba Ray memegang tangan Zuy dan menariknya sehingga membuat Zuy terjatuh tepat di pelukannya.


"Jangan pergi, Kakak di sini saja ya..!!" pinta Ray


"Tapi Tuan Muda, nanti kalau Zuy di sini, yang ada anda tidak fokus pada kerjaan anda," papar Zuy


"Siapa bilang, justru kalau sayangku ada di sini, Ray jadi semangat, dan lagi," Ray memicingkan matanya ke arah Zuy, "Bukan kah Ray menyuruh Kakak istirahat, kenapa malah bangun, apa perut Kakak sudah gak sakit lagi?" sambung tanya Ray


"Ah itu, perut Zuy sudah mendingan Tuan Muda, berkat minuman yang di berikan oleh Bu Ima," jelas Zuy.


"Oh Syukurlah kalau begitu," ucap Ray.


Lalu Zuy melepaskan pelukan Ray, kemudian ia beralih dan duduk di kursi dekat dengan Ray, sedangkan Ray kembali fokus pada pekerjaannya. Zuy pun menopang dagunya sambil melihat ke arah Ray, ia sangat terpukau saat melihat Ray yang sedang fokus pada kerjaannya.


"Hmmmm, Tuan Muda terlihat sangat tampan, apalagi kalau sedang fokus seperti itu," batin Zuy sambil menyunggingkan senyumannya.


Sesaat Ray melirikan matanya ke arah Zuy yang sedang memandangi nya kemudian ia beralih pada laptopnya kembali, ia pun tersenyum.


"Aduuh sayangku, sampai sebegitunya memandangiku, pasti terpesona akan ketampananku ini, sayangku tenang saja, ketampananku ini hanya untuk sayangku seorang kok," ujar Ray menggoda Zuy.


Mendengar itu, Zuy langsung tersadar, kemudian ia mengangkat kepalanya dan mengibaskan tangannya.


"Apa sih Tuan Muda, s-siapa yang sedang memandangi anda, Zuy hanya sedang melihat gantungan kunci ini," kata Zuy yang berbohong. Namun ia tidak bisa menutupi Pipinya yang merona bak tomat matang.


Ray pun langsung terkekeh mendengarnya, "Dasar sayangku," lirih Ray.


Sesaat kemudian, Zuy menyandarkan kepalanya di atas meja, tak lama Zuy pun memejamkan matanya dan tertidur. Melihat Zuy tertidur, Ray langsung menghentikan aktivitasnya, lalu ia menutup laptopnya dan beranjak dari tempat duduknya.


Lalu Ray mendekat ke arah Zuy yang berada di sampingnya, kemudian ia menggendong Zuy dengan gaya Bridal style. Ray pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut, setelah berada di luar Ray berjalan menuju ke kamar Zuy.


Kamar Zuy


Sesampainya, Ray segera membaringkan Zuy di atas kasurnya dengan perlahan supaya Zuy tidak terbangun. Setelah itu ia mengusap kepalanya Zuy dan mencium dahinya Zuy.


"Mimpi indah My Love.." ucap Ray.


Lalu Ray melepaskan tangannya dari kepala Zuy, ia pun segera membalikan badannya, namun saat ia hendak melangkahkan kakinya, tanpa sengaja Ray melihat sebuah buku gambar yang berada di atas nakas, karena penasaran Ray langsung mengambil buku gambar tersebut. Kemudian Ray menarik kursi di dekatnya dan mendudukinya.


Ray kemudian membuka buku gambar tersebut, betapa terkejutnya Ray melihat isi dari buku gambar tersebut, yang ternyata hasil karya dari Zuy, seperti gambar bunga, dekorasi bahkan Gaun hasil ciptaannya.


"Semuanya sangat bagus," puji Ray sambil membuka lembar buku gambar tersebut.


Lalu saat ia membuka kembali lembar buku gambar itu, tiba-tiba Ray langsung terpukau saat melihat gambar tersebut. Bagaimana tidak terpukau, karena gambar itu adalah sebuah gaun pernikahan yang Zuy gambar, lalu di bawah terdapat sebuah tulisan.


Jika suatu saat aku menikah nanti, aku ingin sekali memakai gaun hasil karyaku sendiri, semoga saja tercapai.


Seperti itulah isi tulisan yang Zuy tulis.

__ADS_1


"Impianmu pasti tercapai sayangku.." lirih Ray, kemudian ia mengambil hpnya dari saku celananya.


Cekrek..


Ray pun memotret gambar tersebut, dan menaroh kembali hpnya ke dalam sakunya. Lalu kemudian ia kembali membuka lembar berikutnya dan gambar terakhir adalah lukisan wajah Ray yang sedang tersenyum, sontak membuatnya terpanah.


"Sayangku benar-benar suka bikin kejutan," ucap Ray, lalu ia mengambil kertas berisi gambarnya tersebut.


Setelah selesai melihat hasil karya dari Zuy, ia pun beranjak dari tempat duduknya, dan melangkahkan kakinya keluar kamar Zuy. Saat berada di luar kamar Zuy, Ray pun langsung berjalan ke arah tangga menuju ke arah kamarnya.


Kamar Ray


Sesampainya, Ray langsung mendudukan dirinya di sofa dekat ranjangnya, kemudian ia mengeluarkan hpnya dari saku celananya, setelah itu Ray membuka kunci hpnya, lalu ia menekan icon chat. Ray langsung menuliskan pesan Chat dan di kirim ke Yiou.


✉ Kak Yiou 📲 ( Ray)


Kling..


Mendengar pesannya terbalas, ia pun membukanya.


📲 Ada apa Tuan dingin? ✉ (Yiou)


✉ Bisa minta tolong gak?" 📲 (Ray)


📲 tolong apa, Tuan dingin? ✉ (Yiou)


Lalu Ray mengirimkan gambar Zuy yang ia foto tadi.


📲 Ini..!! ini siapa yang buat, bagus banget..✉ (Yiou)


✉ Heh, tentu saja calon istriku, bisakah Kakak membuatkannya? 📲 (Ray)


📲 Apa..!! ternyata Baby pandai menggambar, okey serahkan padaku, Tuan dingin.. ✉ (Yiou)


✉ Baiklah, Thanks Tante... 📲 (Ray)


📲 Okey sama-sama, salam buat My Baby...!! ✉ (Yiou)


Percakapan mereka pun berakhir. Lalu...


Tok Tok Tok...


"Masuk..!!" seru Ray


Lalu seseorang membuka pintu kamar Ray, ternyata dia Davin.


"Tuan Ray.."


"Ada apa Kak Davin?"


Lalu tiba-tiba Davin memeluk Ray, sontak membuat Ray terkejut.


"Kak Davin, kenapa memelukku, lepasin gak..!!" pekik Ray mencoba melepaskan pelukan Davin.


"Tuan Ray, terimakasih atas bonus tambahan, jadi masker ku nambah deh," ucap Davin


"Iya, iya.. tapi lepasin gak pelukannya, kalau Zuy yang meluk sih gak apa-apa, tapi ini ..., ya ampun..." titah Ray


Davin pun enggan melepaskan pelukannya, lalu kemudian..


Paaak...


Ray memukul kepala Davin menggunakan kertas yang ia ambil dari Zuy, membuat Davin meringis dan langsung melepaskan pelukannya.


"Tuan Ray, anda benar-benar ya.." gerutu Davin sambil mengelus kepalanya yang kena pukul.


"Siapa suruh gak lepasin pelukannya," celetuk Ray.


"Iya maaf, maaf.." ucap Davin menangkupkan kedua tangannya.


Ray pun langsung menghela nafasnya, "Kak Davin.."


"Iya Tuan, ada apa?!!" tanya Davi


"Lusa nanti, aku dan Zuy akan berangkat ke Swedia untuk liburan, sekalian ada acara juga di sana, untuk pekerjaan, Ray serahkan pada Kakak ya..!!" pinta Ray


Davin pun mengacungkan jempolnya, "Baiklah Tuan Ray, untuk pekerjaan serahkan saja padaku, kalian berdua bersenang-senang lah, tapi jangan lupa bawakan oleh-oleh untukku, dan tambahan masker."


Mendengar itu Ray langsung menepuk jidatnya, "Ya ampun, masker terus perasaan yang di pikiran Kak Davin, Ck.."


"Jelas dong, bagiku masker itu no.1 untuk ketampanan wajahku," ujar Davin sambil mengedipkan matanya.


"Iya, pantas saja muka Kak Davin licin kaya perosotan, lalat dan nyamuk juga langsung kepleset kalau udah nyentuh wajah Kak Davin," celetuk Ray


"Pasti dong. Hahaha, oh iya kira-kira berapa lama kalian liburan di sana?" tanya Davin


"Paling lima hari, di sana juga Ray ingin memberikan sesuatu untuk Zuy," jelas Ray


"Sesuatu? apa itu, Tuan Ray?" tanya Davin penasaran.


Ray pun menatap Davin dan menyunggingkan senyumannya.


"Itu ...,"


***Bersambung...


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏

__ADS_1


Salam Author... ✌😉😉✌


IG: @kim_anandin_Chan0619


__ADS_2