Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Penerus....


__ADS_3

WARNING!!!


<<<<<


"Mam akan mencobanya, semoga saja Zoya maksudku Zuy bisa memaafkan kesalahanku ini."


Seketika senyuman Archo terukir di wajahnya itu saat mendengar ucapan dari Maria yang ingin mencoba meminta maaf kepada anaknya itu.


"Pasti Mam, Zuy pasti akan memaafkan kesalahan Mam. Apalagi Mam adalah Ibu kandungnya Zuy, orang yang sudah melahirkannya," kata Archo. "Dan lagi kalau Mam berdamai dengan Zuy, Mam akan mempunyai penerus Mam sebagai seorang desainer," imbuhnya.


"Hmmm.... Maksudmu apa Archo? Mam akan mempunyai penerus?" tanya Maria yang kebingungan dengan perkataan Archo.


Sesaat Archo menghela nafasnya dan berkata, "Haaa.... Begini lho Mam, Kimberly kan tidak bisa jadi penerus Mam, karena ia hanya mempunyai bakat seorang model. Archo juga tidak bisa, karena Archo harus meneruskan usaha Daddy Mario."


"Jadi maksudmu?"


"Mam, waktu Archo mengantar Bunda bertemu dengan Bibinya Zuy. Archo mendengar bahwa Zuy mempunyai cita-cita ingin menjadi seorang desainer seperti Mam," ujar Archo


"Iya Mam tahu, karena Mam pernah mendengarnya sendiri, bahwa cita-citanya adalah sebagai seorang desainer seperti Mam. Makanya dia sangat mengidolakan Mam," sela Maria sembari mengingat perkataan Zuy.


"Nah, itu kan artinya bakat Mam menurun padanya dan bisa di pastikan bahwa hanya dia yang bisa menjadi penerus Mam," tegas Archo.


Maria memanggut. "Iya kamu benar Archo, apalagi sekarang Mam tidak bisa apa-apa. Sebenarnya Mam dari dulu juga ingin mempunyai penerus untuk meneruskan usaha Mam ini, karena Mam tidak mungkin mengandalkan kamu apalagi Kimberly. Dan sekarang Mam baru menyadari bahwa Mam sudah memiliki penerus yang tak lain adalah anak Mam yang sudah Mam tinggalkan selama bertahun-tahun. Bukan hanya wajahnya yang mirip dengan ku tapi bakatnya juga sama, dia memang benar-benar Zoya anak perempuan pertama ku."


"Maka dari itu, Mam minta maaflah dengan sungguh-sungguh pada Zuy! Nanti Archo, Dokter Dimas dan Bunda akan membantu Mam untuk berdamai dengan Zuy dan menyatukan kalian berdua," tutur Archo.


Mendengar penuturan Archo, Maria langsung menganggukkan kepalanya.


"Iya Archo, Mam akan bersungguh-sungguh meminta maaf padanya, terimakasih banyak Nak, karena kamu selalu berusaha dan berjuang untuk menyatukan kami," ucap Maria tersedu-sedu.


"Sudah kewajiban ku Mam dan lagi aku sudah berjanji pada diriku sendiri, kalau Archo akan menebus semua kesalahan yang pernah dilakukan oleh Daddy Mario," ujar Archo, tak terasa air matanya mengalir membasahi pipinya.


Archo lalu menyeka air matanya dan bangkit dari posisinya.


"Mam, Archo antar Mam ke kamar ya!"


Maria mengangguk. Kemudian Archo mendorong kursi roda Maria dan membawanya ke kamar Maria.


Kamar Maria


Sesampainya di kamar, Archo langsung mengangkat tubuh Maria dan menempatkannya di atas ranjangnya.


"Mam istirahatlah! Archo juga mau bebersih, habis itu baru istirahat," tutur Archo.


"Euuum.... Archo jam berapa jadwal penerbangan kita?" tanya Maria.


"Jam setengah sebelas Mam," jawab Archo.


"Oh.... Yaudah kamu bebersih sana!" titah Maria.


Archo mengangguk, lalu ia pun melangkah keluar dari kamar Maria. Sesaat setelah Archo pergi, Maria membuka laci nakasnya dan mengambil sebuah foto.


"Zoya... Ah maksudku Zuy, Mamah sangat berharap semoga kamu bisa memaafkan kesalahan Mamah yang sudah Mamah lakukan selama ini. Jujur Mamah benar-benar menyesal, harusnya Mamah bisa mengerti tentang kamu, perasaanmu dan keinginanmu. Tapi ternyata tidak, yang ada Mamah malah terus-terusan berbuat jahat kepada mu. Maaf, maafkan Mamah Zuy," rutuk Maria.


Maria pun kembali menitihkan air matanya sampai membasahi foto yang ia pegang, ia benar-benar merutukki kesalahannya pada anak pertamanya itu.


Ya semoga saja Maria dan Zuy bisa berdamai meski bakalan sulit nantinya dan Maria juga benar-benar berubah.


********************


Villa


Setelah selesai berbelanja, mereka memutuskan untuk pulang karena harus menyiapkan segala sesuatunya untuk pesta barbeque nanti. Sesaat setelah memarkirkan dan turun dari mobilnya, Yiou, Airin dan Zuy berjalan menuju ke arah Villa mereka. Akan tetapi....


Deeg....


Lagi-lagi Zuy merasakan sesuatu yang menyerang di hatinya, sehingga ia menghentikan langkahnya dan berdiam sejenak sambil memegangi dadanya itu.


"Selalu saja merasakan hal seperti ini, sesak banget rasanya," batin Zuy.


Airin yang melihat Zuy terdiam, ia segera menepuk pundak Zuy


"Zuy kenapa diam? Apa kamu merasakan sesuatu lagi?" tanya Airin, karena Airin sudah tau, jika Zuy tiba-tiba diam, berarti itu tandanya Zuy sedang merasakan sesuatu yang menyerang.


Merasakan tepukan di pundaknya, Zuy pun tersadar dan menoleh ke arah Airin.


"Eh, ada apa Rin?" tanya Zuy.


Airin menggeleng. "Tidak ada apa-apa Zuy, ayo jalan!" ajaknya.


Zuy pun mengangguk, lalu mereka melanjutkan langkahnya kembali. Sesampainya di depan pintu Villa milik Yiou, Yiou pun segera membukakan pintunya, setelah itu mereka melangkah masuk, akan tetapi....


"Kakak Zuy...."


Seorang anak kecil menghampiri Zuy, ya siapa lagi kalau bukan Nara.


"Nara! Kenapa bisa ada di sini?" tanya Zuy.


"Tentu aku yang membawanya, Zuy." jawab Aries yang datang dari arah ruang tengah.


Zuy lalu menoleh ke arah Aries. "Kak Aries! Kapan Kakak datang?"


"Dari tadi, ya sebenarnya pas kalian pergi," jawab Aries sambil mengambil barang yang berada di tangan Yiou.


"Ini mau di taroh di mana?" tanya Aries pada Yiou.


"Taroh di dapur aja Yank, biar nanti aku dan Airin yang merapihkannya," ujar Yiou.


"Udah aku aja yang merapihkannya, lebih baik kalian istirahat aja! Pasti kalian cape habis belanja," tutur Aries.


"Tapi...."


Aries menoel hidung Yiou. "Udah jangan pakai tapi-tapi! Sekarang duduklah, nanti sekalian aku buatkan minuman dingin untuk kalian."


"Baiklah kalau begitu, maaf merepotkanmu," ucap Yiou.


Aries hanya tersenyum, kemudian ia melangkah menuju dapur, sedangkan Yiou dan lainnya langsung duduk di sofa. Sesaat Zuy tiba-tiba mengingat sesuatu, sehingga ia langsung bangkit dari posisinya.


"Ada apa Zuy?" tanya Airin.


"Zuy belum masak untuk makan siang, Rin," jawab Zuy.


"Iya kamu benar juga Baby, saking asik belanja jadi lupa. Yaudah kalau begitu kita masak di dapur milikku aja ya!" kata Yiou.


Zuy mengangguk. "Baiklah Mrs Yiou."


"Aku bantu ya!" tawar Airin sembari bangkit dari duduknya.


"Oke, Nara duduk di sini aja ya sama Kakak Yiou!" titah Zuy kepada Nara.


"Iya Kakak Zuy," balas Nara mengangguk.


Lalu Airin dan Zuy pun segera melangkahkan kakinya menuju ke dapur, akan tetapi mereka malah berpapasan dengan Aries yang sedang membawa minuman.


"Kalian berdua mau kemana?" tanya Aries


"Kita mau masak untuk makan siang Kak," jawab Zuy.


"Hmmm.... Gak usah, soalnya Kakak udah masak pas kalian pergi," ujar Aries.


Sontak membuat Zuy dan Airin terperangah.


"Serius Kak Aries udah masak?" tanya Zuy yang masih belum percaya.


"Iya sudah, bahkan Kakak masak lebih," jelas Aries. "Yaudah ayo kita kedepan lagi!" imbuhnya.


Airin dan Zuy mengangguk cepat. Lalu mereka berjalan kembali ke ruang keluarga.


"Lho, kalian gak jadi masaknya?" tanya Yiou


"Gak Mrs Yiou, soalnya udah ada yang masak," jawab Airin.


"Siapa?!!"


Zuy dan Airin langsung menunjuk ke arah Aries yang tengah meletakkan minuman di atas meja.


"Oh, jadi koki ganteng ini yang sudah memasak, aku jadi makin terpesona," ucap Yiou sambil memandang Aries, sehingga membuat wajah Aries merona.


"Hmmm.... Rupanya kamu pandai menggoda ya, my love," balas Aries.


Lalu....

__ADS_1


"Kakak Zuy, my lope itu apa?" tanya Nara dengan polosnya.


Pffft....


Airin terkekeh saat mendengar pertanyaan Nara, sedangkan Zuy malah menatap tajam Aries, sehingga Aries langsung memalingkan wajahnya.


"Kakak...." panggil Nara


"Ah itu My love sejenis makanan pahit sayang," jawab Zuy asal.


"Oh begitu ya, soalnya Nara suka denger di sekolah, Kakak-Kakak besar pada ngomong seperti Kak Aries," ujar Nara.


Zuy merapikan rambut Nara. "Kalau gitu, Nara gak usah dengerin omongan Kakak-Kakak di sekolah ya!" tuturnya.


Nara pun langsung menganggukkan kepalanya.


"Iya Kakak, Nara gak akan dengerin," patuhnya.


"Nah gitu baru adik kesayangannya Kakak," kata Zuy.


Yiou pun tertegun melihat Zuy yang sedang memberikan nasihat pada Nara.


"Sifat dan sikap keibuannya sudah terpancar dalam dirinya, Ray memang sangat beruntung mendapatkan wanita seperti Baby," batin Yiou.


"Kamu kenapa?" tanya Aries


"Aku tidak apa-apa, hanya saja aku merasa Zuy seperti Ibunya Nara, nasihatnya selalu di dengarnya," ujar Yiou.


"Ya memang seperti itulah mereka," balas Aries.


"Kakak, Nara lapar," ucap Nara.


"Wah sama aku juga lapar," sambung Yiou dan Airin serempak.


"Yaudah kalau begitu aku siapkan makanannya dulu," kata Aries.


Yiou lalu bangkit dari duduknya. "Aku bantuin ya!"


"Baiklah, ayo kita pergi ke meja makan!"


"Asiiiik...."


Mereka pun segera menuju ke meja makan.


Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di Villa Z&R. Nampak Ray dan Davin baru sampai, setelah mereka selesai dengan urusannya itu. Saat Ray hendak membuka pintunya, ternyata pintu masuk masih terkunci.


"Sepertinya mereka belum pulang," kata Ray merogoh saku celananya untuk mengambil kunci.


"Hmmm.... Kayaknya mereka udah pulang Tuan, buktinya pintu Villa Mrs Yiou terbuka," ujar Davin.


Seketika pandangan Ray langsung mengarah ke Villa milik Yiou.


"Oh iya, yaudah kita langsung kesana saja!" titah Ray sambil melangkahkan kakinya menuju ke Villa milik Yiou.


Davin pun langsung mematuhi perintah Ray dan berjalan di belakang Ray. Sesampainya, mereka langsung masuk ke dalam.


"Ternyata kalian ada di sini!" seru Ray membuat mereka yang sedang makan menoleh ke arah Ray.


"Ray...."


Sedangkan Davin langsung melesat ke arah meja makan


"Waaah.... Sepertinya enak, kebetulan cacing di perutku sudah berdemo," papar Davin sambil mengambil makanan yang di piring Airin dan menyantapnya.


"Pak Davin, kenapa makan punyaku sih!" pekik Airin


"Ahahaha.... Maaf Rin, habis aku lapar," ujar Davin.


Airin memutar bola matanya dengan malas dan yang lainnya hanya menggeleng saja.


"Dasar adonan moci," celetuk Ray mendekati pujaan hatinya. "Sayangku, aku sangat merindukanmu," sambung kata Ray pada Zuy.


"Ini bucin satu lagi, hei Tuan dingin! Belum juga ada sehari kalian gak bertemu, udah ngomongin rindu," gumam Yiou.


"Siapa bilang gak ada sehari, orang satu episode aku gak bertemu dengan sayangku," gerutu Ray.


"Dasar Author gak ada akhlak!" umpat dalam hati Ray


•••••


Hatchuuuuu....


"Shit, siapa sih yang sedang mengumpatku? Dasar gak ada akhlak!" pekik seseorang yang merasa sedang di omongin. (Author)


•••••••


"Ray kamu udah makan?" tanya Zuy.


Ray menggeleng. "Belum sayangku," jawabnya sambil duduk di samping Zuy.


"Yaudah Zuy siapin makanannya."


"Terimakasih sayangku."


"Aku juga dong!" pinta Davin


"Paman putih ambil sendiri dong, kan Kakak Zuy lagi ngambil punya Om ganteng," celetuk Nara.


Mendengar suara anak kecil, Davin langsung mengarahkan pandangannya ke Nara.


"Lho anak kecil! Kenapa kamu tiba-tiba ada di sini?" papar Davin


Seketika Nara langsung mengerutkan dahinya.


"Iiih.... Udah di bilang, jangan panggil aku anak kecil, Paman!" gerutu Nara memanyunkan bibirnya.


Sehingga membuat semua menyemburkan tawanya saat mendengarnya. Setelah selesai mengambilkan makanan untuk Ray dan Davin. Mereka pun melanjutkan makan siangnya.


Beberapa saat setelah selesai dengan makan siangnya, Davin dan lainnya masih berada di Villa Yiou sambil menonton televisi.


"Kakak Aries, Nara mau main pasir," ujar Nara


"Bentar lagi ya Nara, soalnya masih panas," tutur Aries.


"Haaa.... Walaupun cuaca panas juga duo sejoli itu tetap saja bermesraan," celetuk Davin.


"Oh iya, Baby sama Ray mana?" tanya Yiou mengedarkan pandangannya.


"Mereka pulang ke Villa mereka, Tuan Ray yang mengajaknya," jawab Davin.


Sesaat Yiou pun menghela nafasnya. "Huuu.... Dasar Tuan dingin!" umpatnya.


*****************


Villa Z&R


Sementara itu di kamar, Zuy nampak sedang mengompres punggung tangan Ray dengan es batu yang di tempatkan ke dalam ice bag.


"Sebenarnya tangan kamu kenapa Ray, kok bisa sampai memerah begini?" tanya Zuy


"Tadi Ray tidak sengaja membentur pintu, sayangku." jawab Ray


"Hmmmm.... Dasar kamu ya!" pekik Zuy.


Ray menunduk. "Maaf sayangku, terpaksa aku bohong. Padahal tanganku memerah karena menghajar tikus-tikus berandal itu." batinnya.


"Sudah selesai...."


"Terimakasih sayangku," ucap Ray.


Cup....


Satu kecupan dari Ray mendarat ke pipi Zuy, lalu ia menyandarkan kepalanya di dada Zuy, tangannya pun sudah mulai aktif memegang Squishi milik pujaan hatinya.


"Ray ngapain sih?" tanya Zuy.


"Sayangku, mumpung cuaca panas, ayo kita olahraga sebentar!" ajak Ray.


"Hei, masih siang Ray, udah mesum aja pikirannya," pekik Zuy.


"Habisnya aku kangen sama anak-anak kita yang berada di sana," Ray menunjuk-nunjuk perut Zuy.

__ADS_1


"Anak jangan di jadikan alasan Ray!"


Tanpa aba-aba, Ray langsung membaringkan tubuh Zuy di sofa dan mengunci tangan Zuy dengan satu tangannya dan memulai kan aksinya.


...----------------...


—Pukul 03.27pm


Mereka semua nampak asik bermain di pantai depan Villa mereka. Ray, Aries tengah berenang di laut, Davin dan Airin sibuk bermain pasir dengan Nara. Sedangkan yang Yiou dan Zuy tengah duduk di kursi panjang.


"Aaah.... senang rasanya bisa ngumpul seperti ini," ucap Yiou.


"Iya anda benar Mrs Yiou. Jarang-jarang kita seperti ini," balas Zuy.


"Ngomong-ngomong itu Davin sama Airin padahal udah cocok tapi belum ada ikatan apa-apa. Aku sangat berharap Airin jodohnya Davin, supaya Davin bisa secepatnya melupakan Gracia," kata Yiou.


"Ya Mrs Yiou, aku juga berharap seperti itu, kalau mereka itu berjodoh."


Lalu Yiou bangkit dari posisinya. "Baby, ayo kita kesana!" ajak Yiou.


Zuy mengangguk, ia pun perlahan bangkit dari posisinya. Setelah itu Zuy dan Yiou berjalan menghampiri Airin dan Davin. Sesampainya Yiou langsung memukul keras pundak Davin sehingga membuat Davin tersentak.


"Mrs Yiou! Kebiasaan bikin orang kaget saja," pekik Davin.


Yiou pun terkekeh. "Hihihi.... Habisnya kalian anteng main pasirnya. Ngomong-ngomong kalian sudah seperti satu keluarga lho, jadi kapan nih jadiannya," goda Yiou.


"Besok kalau gak kesiangan!" jawab Airin dan Davin serempak.


"Waaah.... Kakak cerewet sama Paman putih barengan," ledek Nara.


"Anak kecil aja tau."


"Kalian ini bener-bener deh," pekik Davin.


Sedangkan Airin langsung tersipu, Zuy yang melihatnya pun tersenyum bahagia. Lalu tiba-tiba....


Aaaaarrgh....


Davin berteriak kencang membuat pandangan mereka mengarah ke Davin.


"Kamu kenapa Vin?" tanya Yiou.


Seketika Davin langsung mengangkat tangannya dan ternyata jari telunjuknya di capit oleh kepiting, sontak membuat Yiou dan lainnya terkejut. Namun berbeda dengan hati mereka yang ingin tertawa. Airin dengan sigap langsung memegang kepiting itu, bukannya lepas kepiting itu malah semakin merekatkan capitannya. Davin lalu bangkit dari posisinya, ia pun lari terbirit-birit ke arah Ray dan Aries yang kala itu sedang berenang.


"Bwahahaha..... Dasar kamu Vin," tawa Yiou menggema begitu pula dengan Zuy dan Airin.


Setelah berada di laut, Davin langsung menggoyangkan tangannya di atas air supaya bisa terlepas dari capitan kepiting. Ray yang melihatnya pun segera menghampiri Davin.


"Kak Davin kenapa?" tanya Ray.


"Kena kepiting," jawab Davin


"Kepiting!!" Ray kebingungan.


Tak lama kemudian, kepiting itu pun lepas dari jari Davin.


"Fyuuu.... Akhirnya terlepas juga," ucap Davin.


Lalu Ray tiba-tiba merangkul pundak Davin dan menyeretnya.


"Tuan Ray...."


"Mumpung udah di sini, ayo Kita berenang!" ajak Ray.


"Tapi aku mau nemenin para cewek-cewek dan lagi nanti wajah mulus ku," pekik Davin.


"Mereka bisa jaga diri," papar Ray.


Drama pantai berlangsung...


Sampai pada akhirnya waktu yang di nanti pun tiba yaitu pesta Barbeque. Semua bahan-bahan sudah di siapkan dan sudah di letakkan di atas pemanggang, Ayra asisten Yiou pun datang meskipun telat.


Lalu....


"Hai semua maaf aku terlambat," ucap seseorang.


Membuat mereka menolehkan kepalanya ke suara tersebut yang tak lain adalah....


"Henri!!"


Henri tersenyum sembari melangkah kakinya menghampiri mereka.


"Henri bagaimana kabarmu?" tanya Zuy.


"Lumayan baik Nyonya, hanya saja saya harus memakai kacamata ini," jawab Henri.


"Syukurlah Hen, maaf aku gak bisa jenguk kamu," ucap Zuy.


"Tidak apa-apa Nyonya."


Zuy tersenyum, lalu Henri ikut membantu menyiapkan segala sesuatunya bersama Ayra dan lainnya. Setelah semua selesai dan bahan yang di panggang pun matang, mereka segera menyantapnya.


—Pukul 09.40pm


Setelah beberapa saat yang lalu selesai dengan pesta barbeque, Aries dan Nara langsung pulang, begitu pula dengan Henri dan Ayra. Sedangkan Davin dan Airin memutuskan untuk menginap di Villa.


Kamar


Zuy nampak tengah berdiri di balkon sambil memandangi langit malam dan menikmati angin laut yang begitu menusuk. Lalu Ray datang menghampiri Zuy sambil melingkarkan tangannya dan memeluk erat tubuh Zuy.


"Sayangku...."


"Iya Ray, ada apa?"


"Ayo masuk! Cuacanya dingin lho, kasihan anak-anak kita," ajak Ray.


"Iya sebentar lagi ya! Euuum Ray, terimakasih untuk segalanya, Zuy benar-benar bahagia, maaf ya kalau Zuy belum bisa membalasnya," ucap Zuy.


"Jangan berkata begitu sayangku! Karena ini sudah menjadi kewajibanku membahagiakan sayangku dan anak-anak ku ini, kalau kamu ingin membalasnya, cukup setia padaku dan jangan pernah tinggalkan aku!" kata Ray.


Zuy mengangguk. "Iya, Zuy gak akan meninggalkan mu Ray, karena kamu orang yang sangat Zuy sayangi dari dulu sampai sekarang ini."


Ray tertegun mendengar ucapan Zuy, kemudian ia mendaratkan bibirnya ke bibir Zuy, Zuy pun langsung membalasnya.


**************


Amerika


Kediaman Maria


Sementara itu, Archo dan Maria sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Airport, ada rasa sedih dalam hati Maria karena harus meninggalkan Kimberly. Setelah selesai memasukkan barang-barang ke Taxi, mereka pun segera berangkat ke Airport.


Selang setengah jam kemudian, Kimberly pun datang dan bergegas masuk ke rumah, lalu ia menelusuri rumahnya untuk mencari keberadaan Maria, akan tetapi Maria sudah tidak ada di sana.


"Shit! Ternyata Mam benar-benar sudah berangkat," umpat Kimberly.


Ia pun segera keluar dari rumahnya dan langsung masuk ke mobil, sesaat kemudian Kimberly melajukan mobilnya menyusul Archo dan Maria ke Airport.


**************


Airport


Sesampainya di sana, Kimberly bergegas masuk dan mengedarkan pandangannya untuk mencari Maria, akan tetapi ia tidak menemukannya, sehingga ia menghampiri petugas di sana.


"Excuse me...."


"Iya ada apa Madam?" tanya petugas tersebut.


"Untuk jadwal penerbangan ke Indonesia kira-kira jam berapa ya?"


"Oh, kalau itu sudah berangkat lima belas menit yang lalu," ujarnya.


Sontak Kimberly tersentak dan langsung menjatuhkan tubuhnya.


"Ti-tidak mungkin!"


***Bersambung....


Author: "Maaf telat Updet..!!" 🙏🙏🙏


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga tinggalkan jejak Like Rate Vote and Love.. maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏

__ADS_1


Salam Author... 😉✌😉✌


__ADS_2