Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Rencana Yang Gagal...


__ADS_3

<<<<<


"Mam, ada apa? kenapa marah-marah?" tanyanya


Sontak membuatnya terkejut dan menoleh ke arah pintu.


"Ki-Kimberly...!!"


Lontar Maria, lalu ia menghela nafas panjangnya, "Haaa, ternyata kamu sayang, Mam pikir siapa, kenapa sayang?"


"Hmmmm, kenapa malah Mam yang bertanya? harusnya Kim yang bertanya sama Mam, soalnya tadi Kim dengar Mam marah-marah, makanya Kim langsung masuk ke kamar Mam, memangnya ada apa Mam? apa yang terjadi?" tanya Kimberly sembari menghampiri Maria.


"Bagaimana Mam gak marah coba, orang-orang yang Mam suruh untuk menangkap Zuy, malah gagal semua.." pekik Maria


"Menangkap Zuy? gagal? maksudnya apa Mam?" tanya Kimberly yang kebingungan.


Lalu Maria memegang pipi Kimberly sambil menatap lekat wajah anak kesayangannya.


"Begini sayang, tadi kamu bilang kalau Ray tidak memperdulikan mu lagi dan bahkan memblokir nomor mu kan? dan kamu menganggap pasti karena wanita yang bernama Zuy itu kan?


Kimberly langsung menganggukkan kepalanya, "Iya Mam."


"Nah, maka dari itu Mam menyuruh seseorang untuk menculiknya, kemudian mereka harus melecehkannya dan merekam adegan tersebut, Kimberly," ujar Maria


"Lalu..."


"Iya setelah itu video-nya di kirim ke Ray sayang, pada saat Ray melihat video itu, pasti Ray akan jijik padanya, lalu membuangnya seperti sampah dan kamu akan jadi satu-satunya wanita untuk Ray," jelas Maria.


Kimberly pun tertegun mendengar penjelasan Maria, "Mam, Love you," ucap Kimberly.


Kemudian ia memeluk erat Maria, Maria pun membalas pelukan anak kesayangannya itu.


"Mam lakukan ini demi kamu sayang, tapi maafin Mam ya, ternyata rencana Mam ini gagal total Kim," ucap Maria tersedu-sedu.


Kimberly mengangkat kepalanya dan menggelengkan kepalanya.


"Tidak apa Mam, lagian masih banyak cara lain untuk menjauhkan wanita itu dari Ay," tutur Kimberly


Maria pun tersenyum dan mendaratkan ciuman ke kening Kimberly, sesaat setelahnya...


"Eummm Mam."


"Iya sayang..."


"Kenapa Mam bisa menyuruh seseorang dari sana untuk memberi pelajaran pada Wanita itu? apa Mam punya kenalan di sana?" tanya Kimberly


Maria menggelengkan kepalanya, "Mam tidak punya kenalan siapa-siapa di sana, namun teman Mam yang punya, kamu tau Madam Evelyn kan?"


Kimberly pun mengangguk, "Iya Mam, dia sahabat paling dekat sama Mam."


"Nah Evelyn punya sodara kepala Preman di sana, maka dari itu Mam minta bantuannya untuk menolong Mam," ungkap Maria.


"Lantas kenapa bisa gagal?" tanya Kimberly penasaran.


"Mereka bilang kalau wanita itu bisa bela diri dan lagi ada seseorang yang menolongnya sayang," jawab Maria.


Mendengar jawaban Maria, Kimberly pun mengerutkan dahinya.


"Mam, setahuku wanita itu tidak bisa bela diri, apa jangan-jangan mereka salah orang, Mam?" dugaan Kimberly


"Apa katamu? salah orang?!" tanya Maria terkejut.


"Iya mereka pasti salah orang Mam, apa Mam menunjukan foto wanita itu pada orang suruhan Mam?"


Maria menggelengkan kepalanya, "Tidak sayang, Mam hanya bilang bahwa dia bekerja sebagai OB di Perusahaan CV."


(Saat Airin pulang kerja, ia masih mengenakan seragam OB-nya.)


Sesaat Kimberly menghela nafasnya, "Haaa, kan pasti salah orang kayaknya, Mam yang bekerja jadi OB di sana banyak, bukan hanya wanita itu saja," papar Kimberly.


Lalu Maria menundukkan kepalanya, "Iya kamu benar Kim, kayaknya mereka salah orang, habisnya Mam tidak punya foto dia, maafin Mam ya sayang," ucapnya


"Tidak apa-apa Mam, Kimberly paham kok Mam, mungkin untuk sekarang dia lolos, tapi tidak untuk nanti," pekik Kimberly


Maria mengangkat kepalanya dan kembali memeluk Kimberly, "Kamu benar sayang, untuk sekarang kita biarkan dia bebas dulu."


Kimberly pun mengangguk, dalam hatinya berkata, "Zuy, kamu tidak akan bisa mengambil Ay dariku, karena selamanya Ay akan tetap menjadi milik Kimberly Fuca."


Kemudian ia membenamkan wajahnya di dada Maria.


***********


Γ…re Ski Resort, Swedia


Kembali pada saat Ray tengah berbicara dengan Davin melalui telpon.


(Call)


"Tuan Ray, bisakah anda keluar sebentar, ada yang harus aku sampaikan dan ini soal keselamatan Zuy, Tuan Ray.."


Mendengar perkataan Davin, Ray langsung tersentak kaget.


"Apa kamu bilang...!!"


"Iya Tuan, maka dari itu kita bicaranya menjauh dari Zuy," pinta Davin.


"Baiklah, tunggu sebentar..!"


Lalu Ray beralih ke arah Zuy yang tengah duduk sambil melihat Ray.


"Ada apa Tuan Muda, kenapa anda nampak terkejut begitu, apa terjadi sesuatu?" tanya Zuy penasaran


"Euum, iya terjadi sesuatu, Kak Davin kemalingan sayangku, makanya Ray terkejut," lontar Ray berbohong


"Apa! Pak Davin kemalingan? memangnya apa yang di ambil dari Pak Davin, Tuan Muda?" Zuy pun terkejut.

__ADS_1


"Maskernya, yaudah Ray ke depan dulu ya, sayangku," pamit Ray, lalu ia mendekatkan wajahnya ke arah telinga Zuy, "Sayangku, jangan tidur ya! nanti kita lanjutkan apa yang tertunda barusan," bisiknya.


Seketika mata Zuy membulat sempurna, lalu Ray mendaratkan bibirnya ke pipi Zuy, sesaat kemudian ia memakai bajunya dan berjalan menuju keluar kamar.


"Apanya yang di lanjutin barusan? Tuan Muda benar-benar ya, lama-lama aku punya penyakit jantung ini," lirih Zuy, ia pun merebahkan dirinya di atas sofa.


Sementara itu, sesaat setelah berada di lantai bawah, Ray kembali menempelkan hpnya di telinganya.


"Kak Davin, Ray sudah tidak bersama Zuy, sekarang ceritakan padaku apa maksud Kak Davin tadi, tentang keselamatan Zuy?" tanya Ray penasaran.


"Begini Tuan Ray, tadi ada kejadian di mana Airin dan aku berkelahi dengan para preman, lalu ...,"


Davin pun langsung menceritakannya pada Ray, sontak membuat Ray sangat terkejut.


"Apa..!! Kak Davin apa kau serius dengan perkataanmu ini?" tanya Ray


"Aku serius Tuan Ray, kalau tidak percaya tanya saja pada Airin," jelas Davin


"Kak Davin, cepat hubungi Airin sekarang, dan sambungkan padaku..!!" pinta Ray


"Baik Tuan Ray.."


Davin segera menghubungi Airin, sesaat kemudian...


"Halo Pak Davin, ada apa?" tanya Airin


"Airin, Tuan Ray ingin berbicara padamu," jawab Davin


Airin terkejut mendengar jawaban dari Davin, "Apa..!! Tuan Bos ingin bicara dengan ku?"


Davin langsung menyambungkannya pada Ray.


"Halo Airin, ini aku Ray, bagaimana kabarmu?" tanya Ray


"Tuan Bos, kabarku baik-baik saja, lalu bagaimana dengan Tuan Bos?"


"Iya aku juga sama, Airin tolong ceritakan padaku apa yang terjadi sebenarnya, kenapa kamu dan Kak Davin terlibat perkelahian dengan para preman?"


Airin lalu menghela nafasnya dan berkata, "Haaa, begini Tuan Bos, saat aku pulang kerja tadi, di tengah perjalanan menuju ke kosan-ku, tiba-tiba aku di ikuti oleh para preman itu, lalu aku di hadang oleh mereka, setelah itu mereka menghampiri ku dan bertanya padaku apa aku ini Zuy."


"Hah..!! lalu setelah itu apa yang terjadi Rin? dan lagi untuk apa mereka menanyakan Zuy?"


"Tuan Bos, setelah itu aku mengaku ke mereka bahwa aku adalah Zuy, supaya aku tahu tujuan mereka, dan ternyata mereka adalah suruhan seseorang untuk membawa Zuy pergi ke tempat sepi, aku menduga bahwa mereka akan melecehkan Zuy, Tuan Bos," jelas Airin.


Mendengar penjelasan dari Airin, Ray langsung mengepalkan tangannya, rahangnya pun mengeras dan urat marahnya terlihat di wajah tampannya.


"Lalu apa kau baik-baik saja Rin?" tanya Ray


"Tuan Bos tenang saja, aku baik-baik saja, dan lagi untung ada Pak Davin yang menolong ku, sampai relain wajah mulusnya di pukul preman itu."


"Airin...!!" pekik Davin


"Ahahaha, maaf Pak Davin, oh iya Tuan Bos, aku mohon pada anda, tolong jaga Zuy dengan baik, jangan sampai dia di jahati orang lagi, aku gak mau kalau Zuy sampai kenapa-napa Tuan Bos," pinta Airin sembari menangis.


Ray pun tertegun mendengar permintaan dari Airin.


"Ini tidak seberapa Tuan Bos, di bandingkan apa yang telah Zuy lakukan padaku dan nyawa ibuku, aku akan selalu menjadi sahabat dan pelindungnya juga," ungkap Airin.


"Rin, terimakasih, terimakasih sudah menjadi sahabat terbaiknya Zuy."


"Sama-sama Tuan Bos, yaudah kalau gitu aku tutup telponnya ya Tuan, Pak Davin, Airin mau istirahat dulu,"


"Iya Rin, selamat istrihat ...,"


"Mimpi indah Riiin...," teriak Davin.


Airin pun langsung memutuskan telponnya, sedangkan Ray dan Davin masih terhubung.


"Jadi wajah mulus Kak Davin lebam ya, gara-gara di pukul preman?"


"Iya Tuan Ray, maka dari itu, tolong tambahin oleh-oleh maskernya ya Tuan Ray," pinta Davin manja.


Ray menghela nafasnya, "Baiklah, nanti Ray akan belikan masker yang banyak untuk Kak Davin," ujarnya.


"Asiiik, terimakasih Tuan Ray tampan dan bijaksana," ucap Davin dengan senangnya.


"Hmmm, kalau ada maunya baru di puji, oh iya sekalian beritahu pada staff manajemen keuangan, untuk menambahkan bonus pada Airin..!" titah Ray.


"Baiklah Tuan, yaudah kalau gitu aku tutup telponnya, oh iya ingat Tuan Ray, kalau main jangan sadis-sadis ya, kasihan Zuy kesakitan," goda Davin.


"Kak Daviiiiin...!!" pekik Ray


Davin pun langsung memutuskan telponnya.


"Tsk, dasar adonan moci, gak beda jauh dari si Tante tua. Dari pada itu, siapa sebenarnya yang ingin mencelakai sayangku. Kurang ajar, kalau sampai sayangku kenapa-napa, jangan harap kalian bisa lolos dari cengkeramanku..!" umpat Ray.


Lalu Ray kembali ke atas menuju ke kamar Zuy, sesampainya ia langsung membuka pintu kamarnya.


"Sayangku, ayo kita ..., eeh ternyata sayangku tidur, hmmm dasar sayangku tidak penurut," gumam Ray menghampiri Zuy yang tengah tertidur di sofa.


Kemudian Ray mendudukan dirinya di atas sofa, lalu ia menempatkan kepala Zuy di atas pahanya, dan mengelus kepala Zuy.


"Sayangku, tidak ada yang akan menyakitimu, Ray akan selalu melindungimu sayangku, walau nyawa ku taruhannya," ucap Ray,


Cup..!!


Ray mendaratkan bibirnya ke pipi Zuy dan beralih ke bibirnya Zuy dengan lembut. Lalu kemudian....


'Dalam Mimpi Zuy'


Sementara itu, Zuy bermimpi sedang berada di pantai bersama Ray dan seorang anak kecil berusia tiga tahunan, saat mereka sedang berjalan menelusuri pantai, tiba-tiba si anak kecil itu meminta Ray untuk menemaninya ke suatu tempat.


"Sayangku, tunggu di sini sebentar ya, sepertinya dia ingin pergi kesana,"


Zuy menganggukkan kepalanya, "Iya, kalian berdua hati-hati ya, Zuy akan menunggu di sini," ujar Zuy.

__ADS_1


Lalu mereka pun pergi meninggalkan Zuy, kemudian Zuy membungkukkan badannya dan mengambil bintang laut yang berada di bawahnya.


"Cantik, ini bisa aku pelihara atau di jadikan liontin kalung," lirih Zuy, lalu kemudian...


"Zuy..." seseorang memanggilnya.


Mendengar namanya di panggil, Zuy pun menoleh ke belakang dan betapa terkejutnya Zuy melihat seorang pria berparas tampan dengan wajah bercahaya, berpakaian putih, dan Pria itu tersenyum pada Zuy.


"Ma-maaf anda siapa ya? kenapa tahu namaku?" tanya Zuy.


"Nak, apa kau tidak mengenaliku, ini aku Papah mu.."


"Papah...!!"


Pria itu menganggukkan kepalanya, lalu Zuy langsung menghampiri dan memeluk pria itu.


"Papah, maaf Zuy tidak mengenali Papah, Zuy baru kali ini melihat Papah, Zuy kangen Papah, kenapa Papah baru datang menemui Zuy?" ucap Zuy menangis.


"Papah juga merindukanmu Nak, Papah datang karena Papah mengkhawatirkan mu Nak, Papah khawatir kamu kenapa-napa. Tapi sepertinya kamu baik-baik saja dan lagi kamu sangat bahagia sekarang," ujar Papahnya Zuy, "Apa dia baik padamu, apa dia menyayangimu?"


Zuy mengangkat kepalanya dan menatap wajah Papahnya, kemudian ia menganggukkan kepalanya.


"Iya Pah, dia sangat baik pada Zuy, dia selalu membuat Zuy bahagia, Zuy sayang padanya."


"Syukurlah nak, Papah tenang sekarang, karena ada yang menjaga mu, yaudah kalau gitu Papah pergi ya Nak."


"Papah mau kemana? Papah jangan tinggalin Zuy lagi!!"


Lalu Papahnya Zuy melepaskan pelukan Zuy dan memegang pundak Zuy.


"Nak, Papah tidak pernah ninggalin kamu, Papah selalu berada dalam hatimu, jaga dirimu baik-baik nak, nanti kita bertemu kembali, Papah sayang kamu Zuy," ucapnya, "Selamat tinggal Nak."


Seketika cahaya mengelilinginya, membuat Zuy mengalihkan pandangannya, sesaat kemudian Pria itu menghilang dari pandangan Zuy.


"Papah, Papah..!!" teriak Zuy


'Dalam Kesadaran Zuy'


"Papaaaaaaah....!!" teriak Zuy membangunkan dirinya.


Sontak membuat Ray terkejut mendengarnya dan melihat ke arah Zuy.


"Sayangku, ada apa? apa sayangku mimpi buruk lagi?" tanya Ray.


Zuy pun menoleh ke arah Ray, "Tuan Muda, Zuy boleh minta tolong."


"Tolong apa sayangku?" tanya Ray


"Tolong ambilkan ransel Zuy," pinta Zuy.


Ray beranjak dari tempat duduknya, lalu ia berjalan beberapa langkah untuk mengambil ransel Zuy, setelah itu Ray kembali mendudukan dirinya di sofa dan memberikan ransel itu pada Zuy.


"Ini sayangku... "


"Terimakasih Tuan Muda," ucap Zuy, ia pun membuka ranselnya dan mengambil buku gambar dan pensilnya.


Lalu Zuy memulai menggambar, sesaat kemudian ia pun selesai menggambar, dan ternyata Zuy menggambar seorang pria yang berada dalam mimpinya, yaitu Papahnya. Ray yang melihat gambar Zuy, langsung mengerutkan dahinya.


"Sayangku, siapa Pria yang sayangku gambar itu?"


"Oh ini, dia Pria tampan yang Zuy rindukan sejak lama," jawab Zuy dengan santainya.


Mendengar jawaban Zuy, Ray langsung memegang pundak Zuy.


"Sayangku, kamu tega sekali padaku, siapa dia? kenapa sayangku merindukannya dan sampai bilang kalau dia tampan," pekik Ray yang sedang cemburu


"Apa sih Tuan Muda, kenapa anda kelihatan marah? apa anda cemburu?" tanya Zuy


"Iya Ray cemburu dan Ray tidak suka dengan Pria yang di gambar sayangku," cetus Ray.


Mendengar itu Zuy menghela nafasnya, "Haaa, ternyata Tuan Muda tidak menyukai Papah ya?"


"Iya Ray gak su ..., hah tadi sayangku bilang apa? Papah?"


Zuy mengangguk, "Iya Papah, Zuy mimpi bertemu dengan Papah, dan mumpung Zuy masih mengingat wajahnya, makanya Zuy langsung menggambar wajahnya, tapi Tuan Muda malah tidak menyukainya," ungkap Zuy dengan kesal.


"Sa-sayangku maaf, bukan maksud Ray tidak menyukainya, Ray tidak tahu kalau dia itu Papah mertua," ucap Ray, namun Zuy malah memalingkan wajahnya sambil memanyunkan bibirnya.


"Sayangku.."


Lalu Ray beranjak dari tempat duduknya dan berlutut di hadapan Zuy, kemudian ia mengambil buku gambar dari tangan Zuy dan meletakkannya di depannya. Ray menangkupkan kedua tangannya.


"Papah mertua, maaf atas kesalahan menantumu ini, Ray benar-benar tidak tahu kalau anda Papah mertua, Papah mertua tolong bilang pada sayangku untuk memaafkanku," ucap Ray pada buku gambarnya Zuy.


Zuy yang mendengarnya hanya terkekeh, kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arah Ray dan menangkup pipi Ray.


"Hihihi, Tuan Muda benar-benar lucu, Zuy hanya menggoda anda saja, dan lagi Zuy memaafkanmu Ray," ujar Zuy.


Seketika wajah Ray pun sumringah dan memeluk tubuh Zuy.


"Sayangku, terimakasih banyak, aku mencintai sayangku..." ucap Ray, lalu ia mendaratkan bibirnya ke pipi Zuy.


"Iya, iya, Zuy juga mencintaimu Rayyan. Yaudah kalau gitu sekarang anda istirahat dulu dan kembalilah ke kamar anda..!" pinta Zuy mendorong pelan Ray.


Namun Ray malah menggelengkan kepalanya, " Tidak sayangku, Ray tidak akan pergi dari kamar mu ini, dan lagi bukankah kita harus melanjutkan aktivitas kita yang tadi tertunda, gara-gara telpon dari Kak Davin."


"A-aktivitas? aktivitas apa maksudnya?" tanya Zuy


Ray lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Zuy, "Aktivitas membuat telinga anak kita, sayangku.."


"Hah..! A-anak ki-kita?!!"


***Bersambung....


Author: "Maaf telat Updet..!!" πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. πŸ™πŸ™πŸ™


Salam Author... πŸ˜‰βœŒπŸ˜‰βœŒ


__ADS_2