
<<<<
"Iya Kimberly Fuca, dia ternyata baik Tan, Tante kan tau Zuy sangat mengidolakan Mrs Maria, tadi Kimberly menyuruh Zuy untuk mengobrol dengan Mrs Maria lewat Video call..." ujar Aries.
"Apa kamu bilang?!!" Bi Nana semakin terkejut, lalu...
Kraaaaak
Saking terkejutnya Bi Nana, gelas yang di pegangnya pecah oleh genggaman Bi Nana, Aries yang sedang minum pun terkejut dan langsung menghampiri Bi Nana.
"Tante ada apa? Gelasnya sampai pecah gitu, Terus apa tangan Tante terluka?!!" cecar Aries dengan paniknya.
"Aah maaf saking terkejutnya malah gini. Jangan pikirkan tangan Tante soalnya ini gelas punya Nara, dan lagi tangan Tante juga baik-baik aja kok." ujar Bi Nana.
"Tante, tapi ...," lirih Aries
"Tante bilang gak apa-apa Ries!" pekik Bi Nana membuat Aries tertunduk, sesaat Bi Nana menghela nafasnya.
"Ries, apa benar yang kamu katakan tadi kalau Zuy bertatapan langsung dengannya?!!" tanya Bi Nana seraya membersihkan pecahan gelas.
"Dengannya? siapa Tan?!!" tanya Aries keheranan.
"Hah, maksud Tante si Maria itu. Apa Zuy bertatapan dengannya?!!" tanya Bi Nana menatap lekat Aries.
Seketika Aries menganggukkan kepalanya.
"I-iya Tan, tapi cuma lewat VidCall aja." jawab Aries gemetaran.
Bi Nana langsung terdiam, tubuhnya seketika terasa lemas, matanya pun berkaca-kaca seakan ingin menangis.
"Tante, Tante beneran tidak apa-apa?!!" tanya Aries sambil mengambil pecahan gelas yang berserakan di meja.
Bi Nana hanya terdiam saja. Melihat itu Aries bergegas ke dapur untuk membuang pecahan gelas itu, kemudian ia pun mengambil kotak P3k dan air minum untuk Bi Nana.
Lalu....
"Ini minum dulu Tan!!" kata Aries memberikan minuman kepada Bi Nana.
"Terimakasih Ries.." ucap Bi Nana.
Lalu Aries meraih tangan Bi Nana dan mengobati luka goresan kecil di tangan Tantenya itu. Setelah selesai, Aries pun beranjak dari tempat duduk, lalu....
"Apa yang terjadi saat mereka bertatapan?!!" tanya Bi Nana
"Oh, Mrs Maria sepertinya terkejut ketika melihat wajah Zuy saat itu, terus mereka hanya bicara seperlunya saja," jawab Aries
"Wajar kalau Maria terkejut melihat Zuy, wajah Zuy bener-bener hampir mirip dengannya, aku harus bagaimana kalau Zuy tau sebenarnya, Kakak tolong bantu aku.." batin Bi Nana sambil menyebut Papahnya Zuy
Melihat Bi Nana terdiam, Aries pun memegang pundak Bi Nana, "Tante kenapa?"
"Aries.."
"Iya Tante.." sahut Aries
"Maaf Ries, Tante harusnya gak seperti ini, harusnya Tante senang kalau Zuy bisa melihat idolanya yaitu Maria, tapi Tante malah gini.." lirih Bi Nana
"Tante, Tante boleh cerita kok ke Aries, kan Tante janji mau cerita tentang Zuy ke Aries.." tutur Aries
"Nanti Tante ceritakan, terimakasih banyak sudah ngobatin tangan Tante," ucap Bi Nana, "Padahal tangan Tante kan gak apa-apa," imbuhnya.
"Sama-sama Tante, Aries ke kamar dulu ya,"
Bi Nana hanya mengangguk saja, lalu Aries berjalan menuju ke kamarnya.
*****
^Beberapa saat sebelumnya...
Setelah dari rumah Zuy, Ray dan Kimberly menuju hotel tempat di mana Kimberly menginap.
Hotel..
Setelah beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di Hotel, Ray dan Kimberly pun langsung turun dari mobil.
"Ay, Why Can't I stay at your place?!!" tanya Kimberly memegang tangan Ray
"Kim, kan kamu udah beberapa hari nginap di sini, lagian kan lebih baik tinggal di sini.." tutur Ray
Kimberly merasa kecewa, "Tapi Ay ...," lirih Kimberly
"Kimberly!"
"Iya Ay," sahut Kimberly.
Ray pun memegang pundak Kimberly dan berkata, "Kim, untuk hari ini terimakasih banyak ya!"
"Terimakasih untuk apa?!!" tanya Kimberly
"Untuk semua yang kamu lakukan waktu di rumah Zuy." jawab Ray
"Iya sama-sama Ay."
"Aku jadi menyukaimu sama seperti aku menyukai Lesya, apalagi dengan sikapmu yang seperti ini." ungkap Ray
"Ay, ucapan itu ..., aku sangat bahagia.." Kimberly memeluk Ray.
"Kim, jangan seperti ini! Udah aku pulang dulu ya.."
Ray pun melepaskan pelukan Kimberly.
"Baiklah, hati-hati Ay, besok aku akan ke kantormu.." seru Kimberly.
Ray pergi begitu saja, lalu senyum Kimberly mengembang saat mengingat perkataan Ray.
"Ay bilang suka padaku, udah lama Ay tidak mengatakan itu, apa mukaku merah, aku bahagia, aku harus telpon Mam.." kata Kimberly kegirangan, Kimberly pun masuk ke Hotel.
Sementara itu.....
"Kim, sepertinya kamu salah paham, maksudku aku menyukaimu sebagai adik, hanya dia seorang yang aku sukai, dan akan aku jadikan pendamping hidupku di masa depan," ucap Ray, ia pun mengemudikan mobilnya sedikit cepat.
*****
__ADS_1
Rumah Zuy
Airin akhirnya menginap di rumah Zuy karena perintah dari Ray, Zuy lalu keluar dari kamarnya membawa pakaian.
"Rin.."
Airin menoleh. "Iya Zuy."
Zuy memberikan Piyama untuk Airin. "Ini pakai..!!"
"Waah terimakasih Zuy," ucap Airin
"Justru aku yang harus berterimakasih, kamu sudah nyempetin menginap di sini.." lontar Zuy.
"Iya Zuy, aku senang bisa menginap di rumahmu, hah rumahmu memang sangat nyaman di bandingkan Kosan ku," papar Airin.
"Hahaha biasa aja Rin.."
"Tapi bener lho, pantesan kamu betah di sini, di bandingkan ikut sama Bi Nana," ujar Airin
"Ya aku ingin tinggal di sini karena ini rumah yang di berikan oleh Mrs Candika ibunya Tuan Muda, aku gak mungkin ninggalin rumah ini, terus aku juga gak mau ngerepotin Bi Nana terus, jadi aku pilih tinggal di sini sendirian, hehehe.." ungkap Zuy
"Oh baru tahu aku, hmmm pantesan... ternyata ini Rumah dari ibunya pangeranmu ya," Airin mulai menggoda Zuy.
"Airiiiin, udah sana ganti bajumu..!!" titah Zuy.
"Baiklah Tuan Putri, hihihi.." balas Airin.
Airin pun ke kamar untuk ganti baju, Zuy yang sedang duduk sambil tersenyum, karena ia membayangkan saat lagi bertatapan dan ngobrol dengan Maria.
"Mrs Maria, gak sangka aku bisa mengobrol dengannya, ternyata dia lebih cantik. Tapi kenapa saat aku mengobrol dengannya perasaanku sangat tenang dan damai, walaupun hanya sebentar, hmmm.. hmmmm.. hmmm.." ucap Zuy sambil tersenyum sendiri.
Tak lama, Airin pun keluar dari kamar setelah selesai mengganti baju, lalu ia melihat Zuy tersenyum sendiri, ia langsung menghampiri Zuy.
"Hayooo lagi mikirin apa sampai senyum-senyum gitu," Airin menoel pipi Zuy.
"Aiiih, Airin ngagetin aja.." pekik Zuy.
"Lagian senyum-senyum sendiri, hayo mikirin siapa? jangan-jangan mikirin pangeran ya.." ledek Airin.
"Apa sih Rin, pangeran apa? Pangerang kodok.." papar Zuy
"Hmmm.. Pangeran berwajah dingin pada semua orang, tapi berwajah hangat hanya dengan satu orang yaitu sang Tuan Putri, sang permaisurinya, hehehe..." celetuk Airin
"Kebanyakan baca dongeng kamu ya Rin, lalu Pangeranmu hari ini gak masuk kenapa?!!" tanya Zuy
"Pangeranku?!! siapa Zuy?!!" tanya balik Airin kebingungan
"Ya pangeran mana lagi selain Babang Brian, hehehe" Zuy mencoba membalas Airin.
"Dia bukan pangeranku, huumpt.." Airin mulai sedikit ngambek.
"Ututtututtu.. maaf, maaf.. bener lho tadi Brian kenapa gak masuk ya?!!" tanya Zuy
"Katanya sih ada urusan keluarga, jadi dia izin gak masuk," jawab Airin.
"Eeh cieee, sampai tau alasan Brian gak masuk, ehem, ehem..." Zuy kembali menggoda Airin..
"Hahaha..."
"Kemaren sebenarnya Brian ngajak aku pulang bareng, terus dia bilang ada yang ingin dia sampaikan Zuy, tapi keburu Salsa datang, otomatis tidak jadi bicara," jelas Airin
"Waah, jangan-jangan mau nyatain cinta tuh, hihihi.." ledek Zuy.
"Zuuuuy....!!"
"Hahaha, aduh, aduh kakikku.." rintih Zuy
"Tuh kan karma, makanya jangan ngeledekin aku terus, hehehe" celetuk Airin.
"Maaf, maaf.. hihihi.." ucap Zuy.
Lalu mereka pun tertawa bersama...
*****
Rumah Ray
Setelah beberapa saat kemudian, Ray pun sampai di rumah, ia pun langsung bergegas masuk ke rumah.
"Aku pulang..," seru Ray "Hmmm, sepertinya Kak Davin sudah tidur.."
Ray bergegas ke kamarnya untuk bebersih, setelah selesai ia berjalan menuju ke dapur.
Saat berada di dapur, Ray pun langsung mencari makanan di kulkas, yang ada hanya ada Ramyun Cup, ia langsung membuatnya, ketika sedang mengambil sumpit, ia melihat sendok sayur tergeletak di pinggir Kulkas, ia pun langsung membayangkan waktu ketika Zuy memukulnya pake sendok sayur sampai patah.
"Kak Zuy, hihihi." ucap Ray tersenyum sendiri sambil memegang sendok sayur itu. Lalu...
"Tuan Ray, anda baru pulang?!!" tanya Davin dari belakang Ray.
"Kak Davin, aku pikir kakak sudah ti ...," ujar Ray, lalu Ray menoleh ke belakang. "Aaaaaaarrgh...!!!" teriaknya seraya mengayunkan sendok sayur.
Bletaaaaak...
Beberapa saat kemudian..
"Aduuuuh Tuan Ray kira-kira dong! Sendok sayur sampai bengkok gitu, anda persis seperti Zuy.." rintih Davin memegang kepala.
"Siapa suruh ngagetin aku, lagian ngapain malam-malam mukanya pake masker gitu, siapa pun juga pasti kaget Kak!" gerutu Ray mengoles obat ke jidat Davin
"Namanya juga perawatan muka, biar wajah ku tambah tampan dan semua gadis di sini mengejarku," ujar Davin dengan gaya imutnya.
Ray langsung menatap tajam, "Kak Davin!"
Ray lalu mengusap keras jidat davin.
"Aduh, aduh Tuan Ray sakit," rintih Davin.
"Haaa, maaf deh udah mukul.." ucap Ray
Mendengar itu, Davin langsung memicingkan matanya.
__ADS_1
"Ada angin apa Tuan Ray bilang maaf," batin Davin. "Euuum, di mana Mrs Kimberly?!!" lanjut tanyanya pada Ray.
Ray menjawab, "Dia di hotel."
"Kenapa gak di bawa ke sini?!!" Davin bertanya kembali.
"Lebih baik dia menginap di hotel, kan peraturan di daerah sini gak boleh perempuan nginap di rumah laki-laki."
"Haa, tapi kemaren anda menyuruh Zuy nginap di sini.." pekik Davin.
"Kalau dia berbeda, bagiku Zuy itu sangat istimewa," ungkap Ray dengan tersenyum.
"Dasar bucinnya Zuy.." gumam Davin.
°°°°°
`Keesokan harinya...
Airin dan Zuy pun sedang sarapan, setelah selesai sarapan, mereka pun siap-siap untuk berangkat kerja.
"Zuy apa kamu yakin mau kerja?!!" tanya Airin
"Yakin dong.." balas Zuy
"Tapi kakimu kan masih sakit." tutur Airin
"Aah, cuma sakit dikit doank, aku kuat kok," ucap Zuy. "ayo kita berangkat..!!"
"Haaa..., Baiklah," Lirih Airin.
Lalu mereka pun pergi menuju Perusahaan CV tempat mereka bekerja.
*****
Perusahaan CV
Setelah beberapa saat kemudian, Zuy dan Airin pun sampai di Perusahaan, mereka pun memarkirkan motornya.
"Zuy, Airin, Baru sampai?!!" tanya Brian
"Brian, kamu masuk kerja?!!" tanya Airin terkejut
"Ya masuk dong, kenapa kangen ya?!!" tanya Brian
Seketika Pipi Airin merona, "Diih ngarep, ayo Zuy masuk..!!" pekik Airin sedikit malu.
"Iya, ayo Bri bareng!!" ajak Zuy
"Iya ayo, " kata Brian.
Sesaat setalah beradadi dalam Kantor, mereka pun mulai bekerja, setelah selesai menyiapkan minuman, lalu Zuy pun ke lift menuju ke lantai atas, setelah sampai di lantai atas, Zuy bergegas ke Ruangan Ceo.
Setelah Ray yang memimpin, Ray meminta Rere, untuk menyuruh Zuy membersihkan Ruangannya.
*Di Ruangan Ceo
Zuy pun mulai membersihkan dan merapihkan semuanya yang ada di Ruangan Ray, setelah selesai membersihkan semuanya, Zuy kembali ke Pantry.
Beberapa saat kemudian, semua pegawai pun masuk dan mulai beraktivitas, Ray dan Davin pun datang, mereka langsung menuju Ke Ruangan kerjanya.
Sementara itu d Pantry....
Zuy kalah itu tengah membuat minuman, lalu Rere datang menghampirinya.
"Zuy..."
"Iya ada apa Bu Rere?!!" tanya Zuy.
"Apa kaki kamu masih sakit?!!" Bu Rere kembali bertanya
"Udah mendingan kok Bu.." balas Zuy.
"Syukurlah kalau gitu, kamu antar minuman ke atas ya!!" suruh Rere
"Baik Bu Rere.." ucap Zuy.
Lalu Zuy pun mengantar minuman ke Ruangan Ceo. setelah sampai..
Ruang Ceo
Tok Tok Tok
"Iya masuk..!" suruh Ray
Zuy membuka pintunya dan berjalan masuk.
"Permisi Tuan, maaf ini minuman anda," ujar Zuy
Lalu Zuy pun masuk dan meletakkan minuman itu di atas meja.
"Lho kamu masuk Zuy, lalu bagimana kakimu?!!" tanya Ray menghampiri Zuy.
"Aku baik-baik saja Tuan Muda," jawab Zuy
"Pagi Zuy," sapa Davin
"Pagi Pak Davin," sahut Zuy, "Lho jidat Pak Davin kenapa?!!" tanyanya.
"Oh ini gara-gara sendok sayur.." jawab Davin melirik Ray
"Sendok sayur? pffft..," Zuy pun menahan tawanya,
Lalu ia menatap ke arah Ray, "hah ini pasti Tuan Muda yang ngelakuin?"
"Hahaha, dia mengagetkanku Zuy, jadi tanganku Refleks.." ujar Ray
"Hah.. ada-ada saja, yaudah kalau begitu aku permisi dulu Tuan.." pamit Zuy.
Ketika Zuy hendak melangkahkan kakinya, tiba-tiba kakinya tergelincir dan refleks tangannya menarik baju Ray, mereka pun sama-sama terjatuh dengan posisi Zuy di bawah dan Ray di atas dengan tangannya menyanggah di lantai, Davin yang melihatnya pun sontak terkejut dan menutup matanya. Lalu seseorang pun datang...
"Kalian berdua sedang apa?!!"
__ADS_1
***Bersambung....