Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Takut..


__ADS_3

<<<<<


"Apa kau bisa menyimpan dan memakai gelang ini, Baby?!!" tanya Yiou pada Zuy.


Zuy lalu menundukkan kepalanya, "Euum.. soal itu Zuy ...."


Lirih Zuy, namun sesaat ia langsung terdiam, tanpa menyelesaikan ucapannya, melihat Zuy terdiam menunduk, Yiou pun memegang bahu Zuy.


"Kenapa diam Baby?" tanya Yiou


"Eum.. Mrs Yiou,"


"Iya Baby.."


Lalu Zuy mengangkat kepalanya dan menatap Yiou, "Mrs Yiou, apa ini tidak terlalu berlebihan? dan lagi kenapa harus Zuy yang menerima gelang ini?"


Mrs Yiou pun tersenyum, lalu ia merapihkan rambut Zuy yang berantakan.


"Hei, bukankah tadi aku sudah mengatakannya padamu, kalau ini adalah amanat dari Kakakku Candika, dan lagi Rayyan sudah memilihmu sebagai pendamping hidupnya," jelas Yiou.


"Tapi apa anda benar-benar yakin, kalau Zuy pantas menjadi pendamping Tuan Muda, Mrs Yiou?" tanya Zuy.


"Baby, aku sangat yakin kalau kamu pantas untuk Rayyan," ujar Yiou, "Baby, apa kamu sedang memikirkan sesuatu?" sambung tanyanya.


Zuy pun menganggukkan kepalanya, "Iya Mrs, Zuy memang sedang memikirkan sesuatu."


"Tentang hubunganmu dengan Rayyan?"


Zuy kembali menganggukkan kepalanya.


Yiou pun menghela nafasnya dan bertanya, "Apa yang kamu pikirkan Baby, apa kamu takut kalau hubungan kalian akan putus di tengah jalan?"


"Iya itu salah satunya, Zuy benar-benar takut, kalau ada hal yang tidak di inginkan terjadi pada hubungan kami, Zuy takut kalau Zuy tidak bisa membuat Tuan Muda bahagia, lalu Tuan Muda akan bosan dan meninggalkan Zuy," ujar Zuy.


"Hei Baby, apa kau tahu, dulu aku sempat berfikir kalau Rayyan itu manusia belok, maksudku dia hanya suka sesama jenis, karena dia selalu dingin dan acuh terhadap wanita, sehingga para wanita yang mengincarnya pun menyerah. Hanya satu wanita yang selalu menempel pada Rayyan yaitu Kimberly. Sikap Ray pada Kimberly sedikit berbeda dari yang lainnya, jadi aku sempat berfikir juga kalau Ray tertarik dengan Kimberly," ungkap Yiou


"Oh jadi seperti itu ya.."


"Iya, aku bahkan sering bertanya padanya, namun ia malah menjawab tidak ada hubungan apa-apa dengan Kimberly, dan bilang kalau perhatiannya pada Kimberly, hanya perhatian seorang Kakak terhadap adiknya saja. Awalnya aku tidak percaya dengan perkataannya yang menganggap Kimberly hanya adiknya," ujar Yiou


"Lalu kemudian Davin menceritakan semuanya padaku, tentang alasan kenapa Rayyan memberi perhatian pada Kimberly dan sampai dia bersikap dingin terhadap semua wanita, itu karena dia menjaga hatinya untuk seseorang yang di cintainya, seseorang yang selalu dia rindukan setiap harinya. Dari situ aku menyadari bahwa Rayyan orangnya sangat setia pada perasaannya terhadap seseorang itu, dan seseorang itu ternyata kamu Baby," sambung kata Yiou


Mendengar ungkapan Yiou, Zuy pun meneteskan air matanya hingga membasahi pipinya, Yiou seketika langsung memeluk Zuy. Sesaat kemudian Yiou melepaskan pelukannya.


"Pokoknya kamu tenang saja Baby, aku yakin kamu bisa membuatnya bahagia," tutur Yiou memegang pundak Zuy.


"Tapi Mrs Yiou, kalau gelang ini milik Mrs Candika, kenapa malah memberikannya pada orang lain? maksudku kan Tuan Muda punya adik perempuan, kenapa bukan dia saja yang menerimanya?" tanya Zuy


"Baby, kalau untuk Lesya, dia sudah punya sendiri gelang keluarga Vallery, akan tetapi gelang itu masih di simpan oleh ku," jawab Yiou


Zuy pun kebingungan dengan jawaban Yiou, dan ia kembali bertanya, "Kenapa Mrs Yiou?"


"Itu karena Liora, ibu tirinya Rayyan dan Lesya. Jika gelang milik Lesya di berikan sekarang, aku takut Liora akan mengambil gelang tersebut dari Lesya dan tidak mengembalikannya," ujar Yiou


"Jadi begitu ya.."


"Iya seperti itulah Liora," balas Yiou, lalu ia menggenggam tangan Zuy.


"Baby, aku yakin kalau kamu ragu untuk menerima gelang ini, tapi gelang ini sudah jadi milikmu Baby," kata Yiou


"Ta-tapi ...,"


"Hmmm.. bagaimana kalau begini saja, kamu simpan dulu gelang ini, nanti kalau kamu tidak bersama dengan Rayyan lagi, kamu bisa mengembalikannya padaku," tutur Yiou.


Mendengar itu, Zuy langsung menganggukkan kepalanya dan berkata, "Baiklah Mrs, Zuy akan menyimpannya."


Yiou pun menyunggingkan senyumannya, dan mengusap rambut Zuy, "Thanks Baby," ucapnya,


"Aah akhirnya aku bisa menepati janjiku pada Candika, lega rasanya," sambung kata Yiou. Lalu tiba-tiba...


Krunyuuuuuk...


Bunyi suara perut Yiou bergema sehingga membuat Zuy terkejut.


"Mrs Yiou, apa anda lapar?" tanya Zuy


"Hehehe, sepertinya begitu, tadi pas kesini aku belum sempat sarapan."


"Yaudah, kebetulan Zuy juga belum sarapan, kita sarapan bareng yuk..!!" ajak Zuy


Yiou langsung mengangguk, "Oke, asik sarapan bareng Baby,"


"Sebentar Mrs, Zuy taroh ini dulu ya," Zuy langsung bangkit dari posisinya, dan berjalan beberapa langkah ke lemarinya, dan meletakkan kotak perhiasan tersebut.


••••••


Beberapa saat sebelumnya.


Sementara itu di luar kamar Zuy, ternyata Ray dan Davin sedang berdiri di pintu sambil menempelkan telinganya.


"Tuan Ray, kenapa aku harus ikut-ikutan begini sih.." gerutu Davin


"Sssht, bisa diam sebentar Kak..!!" pekik Ray


Lalu Davin mengganti posisinya, ia menyandarkan tubuhnya di pintu sambil menghela nafasnya.


"Hah, dasar bayi gede.." gerutu Davin menyilangkan kedua tangannya di dadanya.


Mendengar gerutu-nya Davin, Ray pun mendengus kesal, ia pun mengganti posisinya dan berdiri berhadapan dengan Davin.


"Siapa yang kau sebut bayi gede, Kak Davin?" tanya Ray


"Tentu saja anda, masa iya Zuy," celetuk Davin membuang mukanya.


Ray lalu menyunggingkan senyuman jahilnya, "Oh begitu, ya padahal tadinya Ray mau nambahin masker Kak Davin pas nanti pulang dari Swedia, tapi gak jadi ah, soalnya orangnya mengataiku bayi gede."


"Aah... Tuan Ray yang baik hati dan ganteng, maafkan atas perkataan ku ini ya, tapi jangan batalin penambahan oleh-oleh maskernya ya..!!" pinta Davin


"Hummpt.. tidak akan," cetus Ray, akan tetapi hatinya ingin tertawa karena sudah mengerjai Davin.


Lalu Davin menarik baju Ray, "Tuan Ray ganteng, baik hati, tidak sombong, Please..." lontar Davin manja sambil mengedipkan-ngedipkan matanya.

__ADS_1


"Lepaskan bajuku..!!"


"Tidak mau, sebelum Tuan Ray bilang kalau Tuan akan menambahkan oleh-oleh maskernya."


"Kak Daviiiin..!!" pekik Ray.


Lalu tiba-tiba pintu kamar Zuy terbuka, dan seketika ...


Bruuugh..


Davin pun terjungkal bersamaan dengan Ray, dengan posisi Ray menindih badan Davin, sontak membuat Zuy dan Yiou terkejut.


"Kalian berdua, apa yang kalian lakukan?" tanya Yiou


"Tuan Muda, Pak Davin, kalian ...," sambung Zuy.


Lalu Davin dan Ray melihat ke arah Yiou dan Zuy bersamaan, sesaat mereka beralih saling bertatapan satu sama lain dan ...,


Aaaaaaah..


Mereka berdua terkejut, Ray segera bangkit dan berdiri dari posisinya, sedangkan Davin hanya duduk sambil memegangi pinggangnya.


"Aah badan ku remuk ini, gara-gara di timpa bayi gede," gumam Davin


"Tuan dingin, Davin, aku gak menyangka kalau kalian berdua seperti itu," celetuk Yiou.


"Tuan Muda.." lirih Zuy


"Sayangku, jangan salah paham dong, kita tidak seperti apa yang kalian pikirkan," ucap Ray memegang tangan Zuy


Yio pun berkacak pinggang, "Lagian kalian ngapain sih sampai terjatuh begitu, jangan-jangan kalian menguping ya?" tanyanya yang curiga.


"Ahahaha, si-siapa yang menguping, kita gak nguping, iya kan Kak Davin?" Ray melihat ke arah Davin yang masih terduduk di lantai.


Davin pun mendongakkan kepalanya ke arah Ray, "Entahlah, jangan tanya padaku, aku hanya sebuah bantal," rutuk Davin.


"Kak Davin...!!"


"Aduuh, pusing aku sama kelakuan kalian berdua, ayo Baby kita ke meja makan, perutku sudah gak nyaman karena minta di isi," ajak Yiou.


Zuy langsung mengangguk, "Baiklah Mrs Yiou," balas Zuy


Yiou dan Zuy pun keluar dari kamarnya Zuy.


"Ray juga mau nyarap bareng sama sayangku," lontar Ray,


Saat hendak melangkahkan kakinya, Davin pun memegang kaki Ray.


"Tuan Ray, jangan pergi dulu, bantuin aku bangun kek, sakit nih gara-gara di timpa sama badan anda," pekik Davin


Ray lalu memutar badannya, dan mengulurkan tangannya ke arah Davin, Davin pun memegang tangan Ray, lalu Ray menarik Davin hingga bangkit dari posisinya. Setelah itu mereka pun keluar dari kamarnya Zuy menuju ke meja makan.


Beberapa saat kemudian, setelah selesai menyantap sarapan, Ray dan yang lainnya duduk di Gazebo yang berada di taman belakang rumah Ray.


"Rayyan.." panggil Yiou


"Hmmm..."


"Sesuai jadwal jam 11.30Am," jawab Ray.


Lalu Yiou merogoh saku celananya, kemudian ia memberikan sesuatu pada Ray.


"Ini untukmu Tuan dingin," ujar Yiou sambil tersenyum smirk.


Ray pun menerima pemberian dari Yiou, akan tetapi saat ia tau apa yang Yiou berikan untuknya, Ray seketika langsung mengerutkan dahinya.


"A-apa ini..?!!" tanya Ray sambil menunjukkan pemberian dari Yiou itu.


"Itu Obat untukmu Tuan dingin," jelas Yiou


"Iya tahu Kak, tapi ini obat untuk ...," papar Ray.


Saking penasaran, Davin langsung mengambil bungkus obat itu dari tangan Ray, lalu ia membaca merk obat tersebut. Dan seketika...


Pffft..


"Bwahahaha.. hahaha.. hahaha.." tawa Davin pun langsung menggema, membuat Zuy heran dan penasaran.


"Pak Davin kenapa?" tanya Zuy.


"Tidak apa-apa Zuy, cuma lucu aja merek obat ini.." ujar Davin sambil terkekeh.


"Memangnya obat apa?"


Davin pun melihat ke arah Zuy, "Ini tuh obat ku...," belum sempat menjelaskan, tiba-tiba Ray mengambil obat tersebut dari tangan Davin.


"Ini cuma Vitamin kak," jelas Ray yang berbohong.


"Itu bukan Vitamin Zuy, tapi obat kuat.." ceplos Davin


"Apa..!! O-obat kuat?"


Zuy terkejut mendengar perkataan Davin, sedangkan Yiou hanya terkekeh, lalu Ray langsung menepuk jidat sambil menggelengkan kepalanya.


"Obat kuat untuk apa?" tanya Zuy penasaran.


"Sayangku kenapa malah bertanya, aduuuh.." batin Ray.


Yiou pun tersenyum, dan berkata, "Baby, kan kalian mau Honeymoon ke Swedia, jadi apa salahnya aku bekelin Ray obat ini biar kuat," ujarnya.


"Honeymoon..?!!" tanya Zuy kebingungan


"Tante.. jangan bicara yang aneh-aneh.." pekik Ray menahan rasa malu akibat ulah Yiou.


"Hihihi, iya Honeymoon Baby, ingat pokoknya kalian berdua harus kasih cucu untukku..!!" pinta Yiou, membuat Zuy dan Ray mengerutkan dahinya. Sedangkan Davin terus tertawa.


"Kak Yiou, kita ini mau liburan bukannya Honeymoon," pekik Ray, urat marah di wajahnya pun nampak keluar.


Melihat ekspresi wajah Ray yang menampakan urat marah, Yiou pun langsung memalingkan pandangannya.


"Duh, Tante bener-bener ya," lirih Ray.

__ADS_1


"Bu-bukan begitu Tuan dingin, tapi bukankah kau dan Baby sudah ...," belum sempat menjelaskan, Ray langsung melototkan matanya ke Yiou


"Sudah apa Mrs Yiou?" tanya Zuy


"Ahahaha, bukan apa-apa Baby," kata Yiou berbohong.


"Oh aku pikir apa," lirih Zuy. Lalu..


Kling....


Suara pesan dari hpnya Ray terdengar di telinga, lalu Ray pun mengambil hpnya di saku celananya. ia pun membuka isi pesan tersebut dan membacanya.


[Pesan..]


Bryllian Hyeong


📲 Hai ColdMan.. ✉


"Bryllian Hyeong," lirih Ray, lalu langsung membalas pesan dari Bryllian.


✉ Iya Bryllian Hyeong, ada apa? lalu bagaimana kabarmu?📲 (Ray)


📲 Kabarku baik-baik saja, oh iya kapan kalian berangkat ke Swedia?" ✉ (Bryllian)


✉ Rencana besok Hyeong..📲 (Ray)


📲 Oh, oke kalau begitu, nanti kalau sudah sampai di sana kabarin ya..!! biar nanti pas acara, anak buahku menjemput kalian.. ✉ (Bryllian)


✉ Baiklah Hyeong, nanti aku kabarin..📲 (Ray)


📲 Siip.. salam buat calon istrimu ya..!!✉ (Bryllian)


✉ Okey Hyeong 📲 (Ray)


Pesan pun berakhir, setelah itu Ray meletakkan hpnya di meja.


"Siapa Ray?" tanya Yiou


"Oh ini Bryllian Hyeong," ujar Ray


"Bryllian? nampaknya nama itu tidak asing di telinga," papar Yiou


"Iya, memang tidak asing, dia kan pemilik BR Group, dan juga waktu di Inggris dia pernah datang ke rumah sekali," ujar Ray


Lalu Ray menatap lekat ke arah Zuy dan menyentuh pipi Zuy, "Dia juga nitip salam buat sayangku yang cantik ini," ucapnya.


"Tuan Muda.."


Mendengar ucapan Ray terhadap Zuy, Yiou pun langsung memutar bola matanya, sedangkan Davin langsung memalingkan pandangannya.


"Dasar Tuan dingin," gerutu Yiou


"Duh bucinnya bayi gede, bener-bener deh, gak bisa melihat situasi dan kondisi," batin Davin.


Sedangkan Ray masih menatap ke arah Zuy, sambil merapihkan rambut Zuy yang berantakan tertiup angin. Lalu..


"Ehemmm, kalian berdua kalau mau bermesraan, nanti pas di Swedia saja ya, jangan di sini, kasihan tuh sama jomblo satu itu," lontar Yiou menunjuk ke Davin.


Davin pun langsung menoleh ke arah Yiou, "Siapa yang anda maksud Mrs Yiou?"


"Tentu saja kamu, Davino Roveis, memangnya siapa lagi yang jomblo di sini, selain kamu.." cetus Yiou.


"Termasuk juga Tante Yiou," sela Ray.


"Erh, aku bukannya jomblo, cuma lagi nyari yang cocok saja," pekik Yiou.


"Hah, iya terserah Tante Yiou aja deh."


Lalu mereka melanjutkan ngobrolnya.


*************


Airport


Sementara itu, seseorang Pria keluar dari Bandara, lalu ia berdiri di pintu luar Bandara.


"Apa ini kota yang Mam maksud, Indah sekali, dan ini pertama kalinya aku datang kesini," ujarnya.. Lalu tiba-tiba..


Drrrrrt.. Drrrrt..


Mendengar suara hpnya berbunyi, ia langsung mengambil hp tersebut dari saku jas, lalu kemudian ia menggeser icon hijau untuk menjawab panggilan tersebut.


"Halo.."


"Halo, Mr Archo.." sapa seseorang dari telpon dan ternyata Pria itu adalah Archo.


"Iya ada apa? apa ada kabar baik?" tanya Archo


"Iya Mr. saya sudah menemukan alamat orang yang anda maksud, ternyata beliau sekarang tinggal dengan anaknya yang bernama Dokter Dimas Setya Wirawan," ujar si penelpon


"Kerja yang bagus, kamu kirim alamatnya lewat Chat..!!" titahnya.


"Baiklah Mr."


Panggilan pun berakhir..


"Hmmm, dengan cara ini aku bisa menebus semua kesalahan yang di lakukan Daddy, tapi pertama-tama aku harus cari hotel terlebih dahulu untuk beberapa hari kedepan, perjalanan dari Amerika ke sini, butuh waktu seharian," lontar Archo meregangkan otot-otot tangannya.


Archo langsung mengedarkan pandangannya untuk mencari Taxi, dan tak lama kemudian, ia menghentikan salah satu Taxi yang melintas di depannya, setelah itu Archo langsung menaiki taxi tersebut.


"Mau kemana Mr?" tanya supir Taxi


"Kita ke hotel yang berada di daerah sini," pinta Archo


"Baiklah Mr, saya akan mengantarkan anda menuju ke hotel," lontar supir Taxi tersebut.


Archo hanya menganggukkan kepalanya saja, lalu supir Taxi tersebut menancapkan gas mobilnya, Archo pun meninggalkan Bandara dan menuju ke hotel.


***Bersambung


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏

__ADS_1


Salam Author... ✌😉😉✌


__ADS_2