
<<<<<
"Tidak, Mam tidak iri, Archo. hanya saja Mam ingin mereka juga berlaku adil pada Kimberly dan lagi Zuy juga sudah memiliki kasih sayang dari orang yang sangat mencintainya, meskipun Zuy mendapatkannya dengan cara menghancurkan perasaannya Kimberly."
Ujar wanita yang menuju setengah abad itu, terlihat sangat jelas bahwa Maria masih menganggap Zuy adalah wanita yang sudah mengambil kebahagiaan Kimberly dan menghancurkan perasaan anak perempuan kesayangannya itu.
"Kenapa Mam bicara seperti itu? Seakan-akan Mam menyalahkan Zuy dan lagi sepertinya Mam masih tidak terima jika Zuy mendapatkan kebahagiaannya sendiri," cicit Archo.
"Bukannya Mam menyalahkannya ataupun tidak terima, Archo. Hanya saja ...."
"Hanya saja apa Mam?"
"Ah bukan apa-apa, Archo."
Lalu terdengar suara helaan nafas Archo dari seberang telponnya.
"Mam, maaf kalau Archo lagi-lagi menggurui Mam. Tapi alangkah baiknya jika Mam juga bersikap adil pada Zuy juga! Walau bagaimanapun dia juga putri Mam, anak yang Mam telantarkan selama 29 tahun lebih. Dan lagi asal Mam tahu kenapa Bunda dan Dokter Dimas sangat menyayangi Zuy, sebab mereka juga merasa bersalah pada Zuy, mereka ingin sekali memperbaiki kesalahan mereka itu, terutama Bunda Artiana. Beliau setiap harinya selalu dirundung rasa bersalahnya terhadap Zuy. Mam kan tentunya tahu bahwa selama 29 tahun juga, Zuy tidak mengetahui bahwa ia masih mempunyai Nenek dan Pamannya, lagi juga Zuy tidak pernah merasakan kasih sayang dari mereka." Archo menasihati Maria dengan panjangnya.
"Begitu juga dengan Kimberly, Archo. Selama 25 tahun lebih, Kimberly juga tidak tahu tentang Nenek dan Pamannya itu, dia bahkan tidak merasakan kasih sayang dari Bunda dan Dimas. Jadi wajar saja jika mereka juga harus adil untuk berbagi kasih sayang terhadap Kimberly," cetus Maria.
"Iya Mam, Archo tahu itu. Tapi kan di bandingkan dengan Zuy, justru Kimberly yang lebih beruntung mendapatkan kasih sayang dari Ibunya, bahkan sejak kecil Kimberly sudah hidup di limpahi kemewahan dari Mam. Sedangkan Zuy, kehidupannya berbalik dari Kimberly. Jadi wajar jika sekarang ini Zuy mendapatkan kebahagiaannya itu. Harusnya Mam juga ikut bahagia melihat anak yang Mam telantarkan itu bahagia, bukan malah seperti ini!" tutur Archo.
Seketika membuat Maria tertunduk diam. Lalu ....
"Mam, apa Mam masih di sana?" tanya Archo.
"Iya Mam masih di sini, Archo." jawab Maria.
"Oh, yaudah kalau begitu Archo tutup telponnya dulu. Soalnya bentar lagi Archo harus ke rumah sakit untuk menjenguk Kimberly," ujar Archo.
"Iya Archo, tapi Mam minta tolong padamu, Archo."
"Minta tolong apa Mam?"
"Saat kamu sampai di rumah sakit, bisakah kamu menghubungi Mam lewat Video call? Sebab Mam ingin melihat keadaan anak Mam itu!" pinta Maria.
"Baiklah Mam, nanti setelah sampai di rumah sakit, Archo akan menghubungi Mam, yaudah kalau begitu Archo tutup telponnya."
"Iya Archo."
Mereka pun mengakhiri percakapan lewat telponnya.
"Berlaku adil ya? Hmmm, apa aku harus bilang padanya untuk membujuk Ray, supaya Ray mau menghubungi Kimberly," lirih Maria sambil meletakkan telponnya di atas nakas.
Setelah itu, Maria kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur.
**********************
Kembali ke beberapa saat sebelumnya...
Rumah Ray
"Kalian....!!"
Lontar Zuy sambil membulatkan matanya dengan sempurna, lalu salah satu dari mereka mendekat ke arah Zuy dan memeluknya.
"Baby, aku sangat merindukan mu," ucapnya.
"Zuy juga merindukan kalian berdua, Mrs Yiou sama Kak Aries," balas Zuy.
Dan ternyata yang datang adalah Yiou dan Aries yang baru saja pulang dari honeymoon.
Sesaat mereka melepaskan pelukannya, kemudian Yiou mengelus rambut Zuy.
"Bagaimana kabarmu, Baby?" tanya Yiou.
"Zuy baik-baik saja, Mrs Yiou. Lalu bagaimana dengan Mrs Yiou dan Kak Aries?"
"Kami juga baik-baik saja, Zuy." jawab Aries.
"Oh Syukurlah kalau begitu. Ayo masuk Mrs Yiou, Kak Aries!" ajak Zuy.
Mereka berdua menganggukkan kepalanya dan melangkah masuk. Setelah itu, mereka langsung mendudukkan diri mereka masing-masing di atas sofa.
"Euuum, sebentar ya! Zuy ke belakang dulu." kata Zuy.
"Iya Baby."
Zuy segera melangkahkan kakinya menuju ke dapur. Setibanya di dapur, ia melihat Bu Ima tengah mencuci peralatan dapurnya.
"Bu Ima...." sapa Zuy menghampiri Bu Ima.
Bu Ima menoleh. "Nak Zuy, selamat pagi. Tumben udah bangun, apa Nak Zuy memerlukan sesuatu?"
Zuy mengangguk. "Iya Bu, Zuy mau bikin minuman untuk tamu."
"Hmmmm, memangnya siapa yang datang?" tanya Bu Ima penasaran.
"Mrs Yiou dan Kak Aries, Bu." jawab Zuy.
"Oh mereka sudah pulang ya? Yaudah kalau begitu biar Ibu saja yang membuatkan minumannya. Nak Zuy lebih baik temani mereka saja!" tutur Bu Ima.
"Baiklah Bu, maaf kalau merepotkan." ucap Zuy.
"Tidak apa-apa Nak, lagian ini sudah menjadi tugas Ibu."
Zuy tersenyum, kemudian ia melangkah kembali menuju ke ruang utama.
"Sebentar ya Mrs Yiou, Kak Aries. Minumannya sedang di buat," ujar Zuy sembari mendudukkan dirinya di sofa.
"Iya Baby. Tapi harusnya kamu panggil aja Bu Ima-nya jadi tidak perlu bolak-balik seperti ini," tutur Yiou.
"Tidak apa-apa Mrs Yiou, lagian juga Zuy harus banyak jalan, supaya nantinya kaki Zuy gak bengkak," ujar Zuy.
"Begitu ya."
Zuy mengangguk. "Iya Mrs Yiou. Ngomong-ngomong, kalian berdua, jam berapa sampai di Airport?"
"Sejak satu jam yang lalu, Zuy. Terus kita langsung kesini, soalnya Ayi yang memintanya. Katanya kangen sekaligus khawatir sama kamu," jawab Aries.
Zuy pun tertegun mendengar jawaban Aries, lalu pandangannya beralih ke Yiou.
"Terimakasih Mrs Yiou, karena sudah kangen sama Zuy dan bahkan khawatir dengan Zuy," ucap Zuy.
Yiou lalu mendekat ke arah Zuy dan memeluknya.
"Baby, maafkan aku! Di saat kamu sedang kesusahan aku malah tidak ada di samping mu." ujar Yiou
"Tidak apa-apa, Mrs Yiou. Zuy mengerti kok," balas Zuy.
Kemudian Yiou melepaskan pelukannya dan beralih memegang kedua pundak Zuy.
"Baby, aku benar-benar terkejut saat mendengar kamu pergi ke Kota kelahiran mu, dan bahkan pingsan di makam Papahmu itu. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan mu saat mengetahui kenyataan yang sebenarnya, pasti benar-benar sangat menyakitkan. Iya kan Baby?" lontar Yiou.
__ADS_1
Sebelum berkata, Zuy terlebih dahulu menghela nafas panjangnya.
"Iya anda benar, Mrs Yiou. Memang sangat menyakitkan, bahkan sampai sekarang pun Zuy masih merasakan rasa sakit itu. Akan tetapi Zuy mencoba melawan rasa sakit itu, meskipun sangat sulit, tapi Zuy akan terus berusaha melawannya, tentunya dengan dukungan kalian semua, orang-orang yang sangat menyayangi ku," kata Zuy.
Mendengar perkataan Zuy, seketika senyum Yiou dan Aries langsung mengembang, kemudian Yiou mengelus rambut Zuy.
"Benar yang dikatakan oleh Ray dan juga Kakak mu ini, bahwa kamu adalah wanita yang tangguh, aku sangat bangga padamu, Baby." Yiou memuji Zuy.
"Terimakasih Mrs Yiou."
Sesaat Bu Ima datang sambil membawa minuman dan meletakkannya di atas meja.
"Bu Ima, apa kabar?" tanya Yiou.
"Kabar Ibu baik-baik saja, Mrs Yiou. Lalu bagaimana dengan kalian?"
"Kami berdua juga sama, baik-baik saja."
"Syukurlah, yaudah kalau begitu Ibu ke belakang dulu," pamit Bu Ima dan di balas anggukan oleh Yiou dan lainnya.
Bu Ima pun langsung melangkahkan kakinya kembali menuju ke dapur.
"Oh iya Baby, Ray dan Davin?"
"Pak Davin baik-baik saja, tapi kalau Ray. Dia sedang sakit, badannya juga panas banget, Mrs Yiou." jelas Zuy.
Sontak membuat Yiou dan Aries terkejut mendengarnya.
"Apa! Rayyan sakit?"
Zuy mengangguk. "Iya Mrs Yiou, mungkin Ray kelelahan. Sebab akhir-akhir ini Ray sering lembur karena pekerjaannya."
"Oh begitu ya," lirih Yiou.
Lalu kemudian Davin datang menghampiri mereka.
"Zuy...."
Mendengar suara Davin, Zuy pun menoleh ke arahnya.
"Eh Pak Davin, sudah bangun?"
"Ya sebenarnya masih mengantuk, cuma karena haus jadi terpaksa aku bangun untuk mengambil air minum. Lalu pas mau ke dapur aku dengar kamu sedang mengobrol dengan seseorang, makanya aku langsung ke sini karena penasaran," ujar Davin sambil mengusap matanya.
"Memangnya kamu sedang mengobrol dengan siapa, Zuy?" sambung tanya Davin.
Nampaknya ia masih belum sadar bahwa Zuy tengah mengobrol dengan Yiou.
"Oh, Zuy lagi ngobrol sama ...."
Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Yiou langsung menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya sendiri, memberi isyarat pada Zuy. Zuy pun langsung membalas dengan anggukan kecil. Lalu ....
"Vin, mau masker tidak?" seru Yiou.
Mendengar kata masker, Davin langsung membuka matanya lebar-lebar, ia lalu mengarahkan pandangannya ke arah Yiou.
"Hah! Mrs Yiou."
Yiou melambaikan tangannya. "Hai Vin, gimana kabar mu?" tanyanya.
Bukannya menjawab pertanyaan Yiou, Davin malah mendekat ke arah Yiou dan memeluknya.
"Mrs Yiou, akhirnya anda pulang juga, aku benar-benar sangat merindukan anda. Ya meskipun anda orangnya cerewet, galak, tidak mau mengalah dan wanita tua," celetuk Davin.
"Aduh-aduh, sakit Mrs Yiou." rintih Davin
"Kamu benar-benar ya! Baru juga bertemu udah buat orang kesal sama seperti si Tuan dingin itu," pekik Yiou.
"Awww, iya-iya ampun gak akan di ulang lagi," ucap Davin.
Zuy dan Aries hanya terkekeh geli, kemudian Yiou melepaskan tangannya dari telinga Davin.
"Bener-bener si Tante tua ini," umpat Davin sambil mengusap telinganya.
"Pak Davin...."
Davin menoleh. "Iya Zuy, kenapa?"
"Pak Davin, bisakah anda menghubungi Dokter pribadinya Ray? Soalnya Ray sakit Pak."
"Apa! Tuan Ray sakit?" tanya Davin terkejut.
Zuy mengangguk. "Iya Pak, badannya panas banget."
"Oh baiklah, nanti aku akan menghubungi Dokternya," kata Davin.
"Terimakasih Pak Davin, yaudah kalau begitu Zuy ke kamar dulu ya, takutnya Ray bangun." pamit Zuy.
Mereka pun menganggukkan kepalanya, kemudian Zuy beranjak dari tempat duduknya dan melenggang pergi meninggalkan Davin dan lainnya.
Kamar
Sesaat setelah berada di kamarnya, Zuy langsung duduk di tepi ranjang sambil memegang wajah Ray untuk mengecek suhu tubuh Ray.
"Syukurlah, panasnya sedikit menurun," ucap Zuy.
Dan saat Zuy hendak menurunkan tangannya, tiba-tiba Ray memegang tangan Zuy dan menariknya sehingga membuat Zuy jatuh di atas tubuh kekarnya itu.
"Ray...."
"Sayangku, aku kedinginan dan aku butuh kehangatan," ucap Ray mendekap tubuh Zuy.
"Butuh kehangatan? Yaudah aku ambil selimut yang tebal lagi ya, supaya kamu merasa hangat," ujar Zuy.
Akan tetapi Ray malah mengerenyitkan keningnya.
"Sayangku, aku tidak butuh selimut tebal, yang aku butuhkan hanyalah pelukan erat dari mu," rengek Ray menggembungkan pipinya.
Membuat Zuy terperangah sekaligus terkekeh geli.
"Hihihi.... Dasar manja kamu Ray."
"Biarin, manja juga sama sayangku yang cantik ini," gumam Ray.
"Hmmmm, yaudah aku kasih pelukan hangat untuk mu," Zuy pun memeluk tubuh kekar Ray.
Senyum Ray langsung mengembang saat mendapatkan pelukan hangat dari pujaan hatinya itu.
"Oh iya Ray, di bawah ada Mrs Yiou dan Kak Aries," ujar Zuy.
"Apa! Jadi mereka sudah datang?"
"Iya Ray," singkat Zuy. "Oh iya Ray, nanti kamu siap-siap ya!" imbuhnya.
__ADS_1
"Hmmmm, siap-siap untuk apa sayangku?" tanya Ray kebingungan.
"Siap-siap di periksa Dokter, soalnya tadi aku minta ke Pak Davin untuk menghubungi Dokter dan mungkin sebentar lagi datang," ujar Zuy.
"Baiklah sayangku, aku akan siap-siap. Tapi sebelum Dokternya datang, bolehkah aku ...."
Ray lalu mengelus perut Zuy seraya memberikan isyarat tentang apa yang Ray inginkan itu, sehingga membuat Zuy berkerut kening.
"Ray, kamu kan lagi sakit. Dan lagi kalau Dokternya datang bagaimana? Zuy menolak ajakan mu, Ray." tegas Zuy.
Seketika membuat Ray cemberut dan menundukkan kepalanya. Melihat itu, Zuy pun memegang pipi Ray dan mendekatkan wajahnya ke arah Ray, kemudian ....
Cup...
Zuy mendaratkan bibirnya ke bibir Ray sambil menyesapnya dengan lembut, sontak membuat Ray terpaku dan membelalakkan matanya. Setelah selesai, Zuy melepaskan tautannya dan beralih ke telinga Ray.
"Kalau kamu ingin menjenguk mereka, nanti ya setelah kamu di periksa dan sembuh. Kamu boleh melakukannya berapa kali dan sepuas yang kamu mau," bisik Zuy menggoda.
Raut wajah Ray yang tadinya cemberut, kini berubah menjadi sumringah saat mendengar bisikan dari Zuy.
"Sayangku, sekarang kamu sudah pandai menggodaku, tapi entah kenapa aku sangat menyukainya. Baiklah kalau keinginan sayangku seperti itu, tapi ...."
"Tapi apa lagi Ray?"
Ray hanya tersenyum sambil mendekatkan wajahnya ke Zuy, dan sekarang giliran ia mendaratkan bibirnya ke bibir Zuy sambil menyesapnya dengan puas.
Beberapa saat kemudian....
Dokter akhirnya sampai di rumah Ray dan langsung menuju ke kamar Ray untuk memeriksanya. Sesaat setelah selesai memeriksa Ray ....
"Bagaimana Dok?" tanya Zuy khawatir.
Dokter tersenyum dan berkata, "Anda tenang saja, Nyonya. Tuan Muda hanya kelelahan dan butuh istirahat saja."
"Tapi dia tidak terkena tipus ataupun demam berdarah kan, Dok?"
"Tidak Nyonya," singkat Dokter.
Mendengar itu, Zuy langsung menghela nafas leganya. "Huuft.... Syukurlah kalau begitu."
Dokter lalu memberikan resep obat pada Zuy.
"Nih resep obatnya, Nyonya. Jangan lupa untuk di tebus! Untuk sementara Tuan Ray hanya boleh makan-makanan yang halus, seperti Bubur atau nasi berkuah!" pesan Dokter.
Zuy mengangguk sambil menerima resep obat tersebut.
"Yaudah kalau begitu saya permisi dulu, Tuan Muda, Nyonya." pamit Dokter.
"Iya Dok, terimakasih banyak," ucap Zuy.
Dokter melangkah keluar dari kamar Ray, di temani Zuy. Saat sudah berada di luar kamar, Davin dan lainnya segera menghampiri Dokter.
"Bagaimana Dok keadaan si bayi gede?" tanya Davin.
"Bayi gede?" Dokter nampak kebingungan.
"Ah maksud saya Tuan Ray," Davin meralat perkataannya.
"Beliau hanya kelelahan dan butuh istirahat saja, Pak Davin." balas Dokter dengan perkataan yang sama, seperti saat Zuy bertanya tentang Ray.
"Oh, Syukurlah kalau begitu Dok, aku sangat lega mendengarnya." ucap Davin. "Yaudah kalau begitu saya antar anda keluar," imbuhnya.
"Terimakasih Pak Davin."
Kemudian Davin mengantar Dokter keluar, sedangkan Yiou, Zuy dan Aries langsung masuk ke dalam kamar.
"Ehemm, kamu bisa sakit juga ya Tuan dingin." celetuk Yiou sambil mendudukkan dirinya di tepi ranjang.
"Apa sih Tante Tua, bukannya perhatian malah ngomong seperti itu," gerutu Ray
Yiou pun terkekeh, lalu ia pun menempatkan tangannya ke kepala Ray.
"Iya cepat sembuh ya keponakanku tersayang, supaya akhir pekan kita bisa mengadakan pesta barbeque lagi di Villa," ucap Yiou.
"Tante tenang saja, besok juga sembuh dan lagi ...." Ray melihat ke arah Zuy.
"Ada seseorang yang harus menepati janjinya itu," sambung Ray sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Zuy, membuat Zuy tersipu malu.
"Dasar kamu Ray, bikin malu saja," batin Zuy.
Yiou menangkap jelas apa yang di maksud Ray ke Zuy, sehingga membuatnya memutar bola matanya dengan malas.
"Dasar Tuan dingin, lagi sakit aja masih berfikir begituan," sungut Yiou.
"Biarin aja, bleeeh..." Ray menjulurkan lidahnya ke arah Yiou, membuat Yiou mendengus kesal.
Sedangkan Zuy dan Aries menggelengkan kepalanya sambil berdecak.
"Mulai lagi deh mereka...." ucap Zuy dan Aries serempak.
Dan drama mereka pun masih berlanjut....
...----------------...
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, dan sekarang sudah pukul 10.30Am.
Rumah Sakit
Maria nampak tengah berada di ruang ICCU, ia duduk di samping Bunda Artiana sambil memegang tangannya.
"Bunda, cepat bangun! Karena Maria benar-benar merindukan Bunda dan lagi kalau Bunda sembuh, Maria akan memperkenalkan cucu Bunda yang bernama Kimberly, jadi Bunda tidak selalu beranggapan bahwa Zuy adalah cucu kesayangan Bunda. Kimberly juga butuh kasih sayang dari Neneknya ini, Bunda. Jadi Maria mohon berlaku adil-lah pada Kimberly!" ucap Maria.
Lalu tiba-tiba tangan Bunda Artiana bergerak kembali, bukan hanya karena itu saja, bahkan mata Bunda Artiana yang tadinya terpejam perlahan terbuka.
"Zuy cucu...ku ter...sayang," ucapan pertama Bunda Artiana.
Mendengar suara Bunda Artiana, membuat Maria tersentak dan langsung mengarahkan pandangannya ke wajah Bunda Artiana.
"Bunda...!!"
***Bersambung....
Author: "Hai Kakak2 kesayangan ku, maaf nih kalau updetnya agak lama, sebenarnya dari kemaren udah lolos Review akan tetapi belum muncul tanda UP. Entah kenapa aku pun tak tahu. Jadi aku paksakan untuk mengundur jadwalnya. 😣😣😣 Dan maaf jika episode ini kurang greget, soalnya kesehatan Author menurun lagi. 🙏🙏🙏
Terimakasih banyak sudah setia mendukung cerita CUP. Terimakasih juga atas hadiah Vote, poin dan koin yang Kakak2 berikan untuk cerita ini. ♥️♥️♥️
Tetap jaga kesehatan dan terus semangat... semangat... semangat, sukses selalu buat Kakak kesayangan aku.. 😘
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Author: "Maaf telat Updet..!!" 🙏🙏🙏
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga tinggalkan jejak Like Rate Vote and Love.. maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
__ADS_1
Salam Author... 😉✌😉✌