Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Awal Pertemuan Ibu dan Anak


__ADS_3

<<<<


Lalu Zuy langsung menghampiri Airin.


"Rin, apa kamu baik-baik saja, tolong maafkan teman saya, dia tidak sengaja menabrak anda.." ucap Zuy membungkukkan badan ke hadapan orang itu.


"Siapa namamu?!!" tanya orang itu


"Saya Zuy dan ini teman saya Airin.." jawab Zuy


Lalu Zuy pun mengangkat kepalanya dan pandangan mereka saling bertemu, sontak membuat Zuy terkejut sama seperti Airin.


"Hah.. Mrs Maria..!!"


Maria pun langsung menghampiri Zuy, ia menatap Zuy sambil memegang pipi Zuy, membuat Zuy terkejut dan jantung Zuy pun berdegup kencang.


Deeeg..


"Anak ini, setelah aku melihatnya lebih dekat, dia memang sangat mirip dengan ku, apa benar dia Zoya anak yang aku tinggalkan dulu," batin Maria.


"M-Mrs Maria.." lirih Zuy,


Maria tanpa sadar langsung memeluk Zuy, membuat Airin dan Zuy terkejut terhadap Maria.


"Apakah ini benar-benar kamu Zoya?" tanya Maria


"Ma-maaf Mrs Maria, sa-saya Zuy bukan Zoya" ucap Zuy dengan gugupnya.


Maria pun langsung melepaskan pelukannya, "Aah maafkan saya, saya tidak sengaja peluk kamu, saya pikir kamu orang yang sangat saya kenal.." kata Maria


"Tidak apa-apa Mrs, senang bisa bertemu dengan anda, ternyata setelah di lihat dari dekat anda benar-benar cantik, aku sangat mengidolakan anda," ungkap Zuy sambil tersenyum


"Ah, terimakasih banyak," ucap Maria


"Sama-sama Mrs Maria," kata Zuy


"Ngomong-ngomong wajah kamu kenapa memar gini?!!" tanya Maria


"Tadi dia di tampar or ..., " belum selesai Airin bicara, Zuy tiba-tiba menutup mulut Airin


"Hah di tampar, di tampar siapa?!!" tanya Mrs Maria


"Hahaha, maksudnya mungkin di tampar lantai Mrs, ini hanya jatuh saya, karena saya kurang hati-hati," Zuy pun berbohong


"Zuy.." lirih Airin melepaskan tangan Zuy,


Namun Zuy menatap Airin dan menggelengkan kepalanya, seakan memberi isyarat kepada Airin untuk tidak memberi tahu orang lain, Airin pun langsung menunduk,


"Oh, lain kali hati-hati ya! Jadi memar gini kan," tutur Maria memegang pipi Zuy,


"Baiklah, lain kali Zuy akan hati-hati," jawab Zuy sambil tersenyum, Maria pun membalas senyuman Zuy


Airin yang melihatnya pun merasa tertegun dan berkata di dalam hati, "Mereka bener-bener sangat mirip, seperti ibu dan anak,"


"Maaf kalau boleh tahu, umur kamu berapa?!!" tanya Maria karena penasaran dengan Zuy


"Aah, umur saya sudah 28 tahun Mrs, bulan depan pas genap 29 tahun.." jawab Zuy


Deeegg...


Maria terkejut dengan jawaban Zuy, dalam hati Maria pun berkata, "Usianya sama dengan Zoya, bulan depan Zoya juga berumur 29 tahun, apa dia benar-benar Zoya, tapi aku harus memastikannya dulu.."


"Ada apa Mrs Maria?!!" tanya Zuy


"Saya ingin tanya lagi, kamu jawab jujur, kamu tinggal dengan siapa?!!" Maria bertanya kembali


"Sa-saya tinggal dengan Bi Na ...,"


"Maaaaam..." seru Kimberly


"Kimberly..." lirih Maria,


Kimberly pun menghampiri mereka..


"Mam kemana aja? Kim dan Ay udah nungguin Mam, katanya ke toilet, ternyata malah disini. Sebenarnya Mam sedang apa disini?!!" tanya Kimberly


"Ah Mam disini karena Mam bingung cari ruangan kerja Ray dimana, lalu mereka gak sengaja menabrak Mam," jawab Maria


"Apa?!! terus apa Mam baik-baik saja?!!" tanya Kimberly, "Zuy, Airin, kalian berdua kenapa My Mam sampai di tabrak, kalau dia kenapa-napa bagaimana."


"Udah Mam gak apa-apa Kim.." ujar Maria


"Tapi Mam," lirih Kimberly


"Maaf Mrs Kimberly, saya yang salah, tidak hati-hati jalannya," ujar Airin


"Udah gak apa-apa Kim, Mam juga gak kenapa-napa, kalian pergilah...!!" kata Maria


"Kalau gitu kami permisi dulu Mrs Maria, Mrs Kimberly, " ucap Zuy


Lalu mereka pun Pergi..


"Mam, beneran gak apa-apa?!!" tanya Kimberly


"Mam gak apa-apa, udah Ayo kita ke Ray, dia pasti udah nungguin kita.." tutur Maria


"Hah, baiklah ayo Mam..!!" ajak Kimberly,


Mereka pun bergegas menuju ke Ruangan Ceo,


Ruangan Ceo


Ray pun nampak sibuk di meja kerjanya, sambil menunggu Kimberly dan Maria datang, ia pun menandatangani berkas-berkas yang sudah menumpuk di meja kerjanya, lalu..


"Ay, aku kembali.." seru Kimberly


"Oh Kimberly, Mrs Maria Selamat datang," sambut Ray, "Silahkan duduk!!"


"Terimakasih Ray, wah kamu hebat sekarang udah punya Perusahaan sendiri, aku kagum padamu Ray.." Puji Maria.


"Terimakasih Mrs Maria," ucap Ray

__ADS_1


"Ray, jangan panggil aku Mrs Maria, panggil saja Mam sama seperti Kimberly.." tutur Maria


"Tidak Mrs, aku lebih suka memanggil anda dengan sebutan Mrs, hehehe" kata Ray


"Hah, padahal kamu kan calon menantuku, Ray ngomong-ngomong kapan kamu kembali ke Amerika?!!" tanya Maria.


"Ray gak tau Mrs, soalnya saya juga sibuk. Mungkin kalau Ray kesana juga cuma menjenguk Daddy dan Lesya, habis itu langsung pergi lagi," jawab Ray.


"Ray kalau kamu tidak pulang, bagaimana dengan acara pertunangan kalian? Aku berharap pertunangan kalian di percepat. sebab aku, Daddy mu dan Liora sudah sepakat untuk melaksanakan acara pertunangan kalian 2 bulan lagi," kata Maria.


"Apa..!" Ray tersentak. "Kenapa tidak ada yang memberitahuku, kalau acara pertunangannya 2 bulan lagi? Hrusnya kalian diskusikan dulu denganku!"


"Mungkin mereka tidak ingin mengganggumu Ray, kan kamu sekarang sangat sibuk, jadi mumpung aku disini, jadi aku yang mewakilkan mereka untuk membicarakan soal ini," ujar Maria.


Seketika Ray menggertakan giginya seraya tangannya mengepal kuat.


"Tsk!"


Lalu tiba-tiba.....


Tok Tok Tok


"Tuan Muda, ini saya datang untuk mengantarkan Minuman.." ucap Zuy


"Masuk..!!"


Zuy pun masuk sambil membawa minuman,


"Ini minumannya Tuan Muda, Mrs Maria, Mrs Kimberly," kata Zuy sambil meletakkan minuman di meja.


"Terimakasih Zuy," ucap Ray tersenyum.


"Iya. Em, kalau gitu saya permisi dulu!" kata Zuy, ia pun pergi.


"Zoya.." lirih Maria yang terus memandangi Zuy.


"Zoya siapa Mam?!!" tanya Kimberly.


Maria menggelengkan kepalanya.


"Tidak, bukan siapa-siapa.." jawab Maria.


Lalu mereka pun melanjutkan pembicaraan tentang pertunangan Ray dan Kimberly,


"Ray, aku tau ini terlalu mendadak dan membuatmu terkejut, tapi kan kalian sudah lama bersama, dan lagi kita juga sudah setuju tentang ini, usia kalian juga udah matang, apalagi coba?" tutur Maria


"Itu karena aku tidak mencintai Kimberly, aku hanya menganggapnya sebagai adik! Dan orang yang aku cintai adalah Kakak." batin Ray.


Lalu....


"Ay, kenapa tiba-tiba diam?!!" tanya Kimberly


"Tidak apa-apa, nanti untuk masalah ini aku akan bicara dengan Daddy." ujar Ray.


Maria menghela nafasnya sejenak.


"Baiklah, memang sebaiknya kamu bicara sama Daddy mu," ujar Maria. "Kimberly...."


"Ayo pergi! Mam ingin sekali jalan-jalan. Ya mumpung kita ada disini," ajak Maria.


Kimberly mengangguk lalu beralih ke Ray.


"Ay, apa kau mau mengantar kami?!!" tanya Kimberly.


"Hei, Ray sepertinya sedang sibuk, kita pergi berdua saja," kata Maria.


"Baiklah, kalau gitu kita pergi dulu ya Ay.." ucap Kimberly mendekat ke arah Ray dan ingin menciumnya.


Namun sayangnya Ray menahannya membuat Kimberly merengut.


"Ay!"


"Em, iya kalian berdua hati-hati!" kata Ray.


Mereka berdua pun pergi. Lalu Ray menjatuhkan tubuhnya di sofa sambil menunduk dan memijat pelipisnya.


"Aaaaaaargh.."


*Braaak!


Pyaaaa*!


Ia memukul meja kaca yang di depannya dengan kuat, hingga kacanya pecah melukai tangannya. Mendengar kegaduhan davin pun segera datang ke Ruangan Ray dan seketika Davin terkejut melihat tangan Ray yang berlumuran darah.


"Tuan Ray ada apa? Apa yang terjadi,?!!" tanya Davin.


Namun Ray hanya terdiam, tatapannya sangat kosong. Melihat itu, Davin langsung mengambil kotak P3k, lalu mulai membersihkan darah di tangan Ray.


Akan tetapi Ray malah menepis tangan Davin, seakan-akan ia tidak ingin di obat membuat Davin panik dan cemas. Lalu ia mendekat ke interkom yang berada di atas meja kerjanya dan menghubungi Rere.


"Bu Rere, tolong panggilkan Zuy suruh dia ke atas, ke Ruangan Ceo..!!" perintah Davin


"Baik Pak.." ucap Rere,


"Oke terimakasih.." kata Davin,


Davin menutup telponnya.


"Tuan lRay sebenarnya apa yang terjadi.." lirih Davin.


Tak berapa lama kemudian Zuy pun datang.


"Ada apa Pak Davin memanggil saya kemari?!!" tanya Zuy


"Zuy, lihatlah Tuan Ray.." tutur Davin menunjuk ke arah Ray,


Zuy pun terkejut melihat tangan Ray yang penuh darah, Zuy langsung menghampiri Ray


"Tuan Muda kenapa, apa yang terjadi dengan tangan Tuan?!!" tanya Zuy memegang tangan Ray


Ray pun langsung menoleh ke arah Zuy.

__ADS_1


"Kakak Zuy.." lirih Ray


"Iya Tuan Muda ini Zuy, kenapa bisa seperti ini Tuan? Em, aku obatin lukanya ya Tuan Muda!" tutur Zuy.


Tiba-tiba Ray memeluk erat Zuy.


"Tu-Tuan Muda, apa yang anda lakukan?!!" tanya Zuy


"Kakak, aku ingin seperti ini sebentar saja.." lirih Ray.


Zuy menghela nafasnya sejenak dan menganggukkan.


"Ba-baiklah Tuan Muda."


Davin yang berada di dekat mereka pun langsung menyunggingkan senyumnya.


"Hah, Syukurlah," ucap Davin.


Setelah beberapa saat kemudian, Ray pun melepaskan pelukannya ke Zuy.


"Tuan Muda, apa perasaan anda sudah enak kan, mana tangannya sini Zuy bersihkan, habis itu kita ke Dokter," tutur Zuy sambil memegang tangan Ray


Ray hanya menganggukkan kepalanya, Zuy mulai membersihkan darah yang ada di tangan Ray. Setelah itu mereka pun pergi ke rumah sakit yang berada di dekat Perusahaan.


°°°°°°


Rumah Sakit


Setelah sampai di rumah sakit, tangan Ray langsung di obati oleh Dokter.


"Beruntung pecahan yang mengenai tangannya tidak terlalu dalam, jadi ini hanya di oles salep dan di perban saja!" ujar Dokter sambil membalut tangan Ray dengan perban


"Apa tidak di suntik Dok?!!" tanya Zuy.


Dokter menggelengkan kepalanya.


"Tidak perlu, 2 hari juga sembuh, nah selesai, kalian boleh pergi, kalau dalam 3 hari tidak sembuh, datanglah lagi!" kata Dokter


"Baiklah Dok, Terimakasih banyak,


"Sama-sama.." balas Dokter


"kalau gitu kami pamit, permisi Dok." ucap Zuy menunduk sopan.


Sesaat mereka berdua pun pergi dan kembali ke Perusahaan.


••••••••••••••••••••


Sementara itu...


Anne nampak sedang berkunjung ke Rumah seseorang, ia pun langsung mengetuk pintu, dan pemilik Rumah membukakan pintu..


"Erlin..." sapa Anne


"Ternyata kamu An, Ayo masuk..!!" kata Erlin (ternyata Anne mengunjungi Erlin)


"Terimakasih.." ucap Anne,


Lalu Anne melangkah masuk ke dalam rumah Erlin.


"Ayo duduk An..!! mau minum apa?!!" tanya Erlin


"Apa aja deh Lin, asal enak, hehehe.." balas Anne


"Baiklah, Bi...." teriak Erlin pada pelayannya.


Pelayannya pun menghampiri.


"Ada apa Nona?!"


"Buatkan minuman spesial untuk sahabat ku ini!" titahnya dan di balas anggukan.


"Baik Nona Erlin.." balas si Pelayan kemudian ia kembali ke dapur.


"Hmm, enak ya jadi anak bos, apa-apa tinggal teriak aja," celetuk Anne.


"Ya iya donk hehehe, ngomong-ngomong tumben kamu datang kemari ada apa?!!" tanya Erlin.


"Aku hanya ingin main saja, habis bosen banget di rumah, kamu juga jarang ngajak aku keluar." ujar Anne


"Hahaha maaf, maaf. Habisnya aku lagi malas Ann," ucap Erlin.


Lalu...."


"Oh iya Lin. Tadi saat aku di tempat makan, aku lihat kejadian heboh lho dan juga merekamnya." kata Anne. "Apa kamu mau liat Videonya?!!"


Erlin menganggukkan kepalanya. Lalu Anne langsung memperlihatkan Video dimana Zuy di tampar oleh Zetta..


"Waah, bukankah ini OB ****** itu?"


"Iya, memang dia OB ****** itu."


"Heh, itu benar-benar hukuman yang setimpal untuknya karena telah menggoda suami orang.." cebik Erlin.


"Lin, tonton aja dulu sampai selesai, pasti kamu bakalan kaget.." kata Anne.


Erlin pun melanjutkan nonton Video itu, dan benar saja kata Anne bahwa Erlin sangat terkejut melihat akhir Video itu. Sontak hp yang di pegannya pun terjatuh dan untungnya Anne langsung menangkap hp miliknya itu.


"Huh hampir aja!" ia melirik ke Erlin. "Hei Lin, terkejut sih terkejut, tapi jangan menjatuhkan hp orang donk!"


"An, itu Video asli apa sudah kamu edit?!!" tanya Erlin.


"Iya Asli, aku salut lho sama Zuy, sampai bisa seperti itu, Ceo dari Perusahaan CV apa udah buta kali ya, ah mungkin udah di guna-guna Zuy. Zuy salah aja di bela sampai bilang ke semua kalau Zuy itu Wanitanya.." ujar Anne dengan niat memanas-manasin Erlin.


Dan tiba-tiba.....


Braaaaak...


"Tsk, kurang ajar si OB itu, dasar wanita j*laaaang... berani-beraninya dia melangkahiku, aku gak akan tinggal diam, awas saja kau Zuy.."


**Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2