
Selamat Tahun Baru 2022 Kakak-kakak kesayangan aku.... 🎉🎉🎇
<<<<<
Sebelum menjawab pertanyaan Bi Nana, ia menarik nafasnya dan membuangnya. Setelah itu ia menatap wajah Bi Nana dengan tatapan matanya yang sendu.
"Nyonya Nana, sebenarnya anda ...."
Dokter kembali terdiam seraya mengalihkan pandangannya ke arah foto Rontgen dada yang di berikan oleh Bi Nana pada saat ia sedang di periksa Dokter tadi.
Foto rontgen dada tersebut merupakan foto rontgen hasil pemeriksaan sebelumnya pada saat Bi Nana di rawat di rumah sakit pasca kecelakaan yang di alaminya beberapa waktu lalu.
"Sebenarnya saya kenapa Dok?" tanya Bi Nana yang penasaran. Sebab sedari tadi Bi Nana sudah pasang telinga dan tak sabar untuk mendengarkan penjelasan dari Dokter tersebut.
Lalu sesaat Dokter kembali menengadah.
"Sebenarnya anda masih mengalami patah tulang rusuk serta masih adanya cedera atau strain pada otot dada anda dan itulah yang membuat anda sering mengalami sesak nafas Nyonya." ujar Dokter membuat Bi Nana sedikit terkejut.
Untuk sejenak Bi Nana membuang nafasnya pelan.
"Oh, jadi cedera yang saya alami pasca kecelakaan beberapa waktu lalu masih belum sembuh juga ya Dok?"
Dokter mengangguk. "Iya Nyonya Nana."
"Lalu apa kondisi yang saya alami ini bisa segera sembuh dengan sendirinya atau butuh perawatan intensif?" cecar Bi Nana.
"Di sini saya melihat bahwa patah tulang yang anda alami ini adalah Nondisplaced fracture yaitu kondisi ketika tulang tidak bergeser atau keluar dari tempatnya. Jadi kondisi ini bisa sembuh dengan sendirinya, kecuali jika patah tulang yang di alami anda itu adalah displaced fracture yaitu tulang yang patah bergeser atau keluar dari tempat asalnya, maka dalam kondisi tersebut kemungkinan besar membutuhkan perawatan intensif." jelas Dokter.
Bi Nana manggut-manggut.
"Oh begitu ya Dok. Emm, kira-kira butuh berapa lama untuk sembuhnya Dok?"
"Ya perkiraan antara satu sampai dua bulan, Nyonya."
"Ternyata lama juga ya Dok?"
"Ya rata-rata memang seperti itu, Nyonya. Akan tetapi, jika dalam masa pemulihan atau lewat dari dua bulan anda masih merasakan hal yang sama bahkan lebih parah dari sebelumnya, maka anda harus secepatnya datang ke rumah sakit dan kita akan lakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi. " tutur Dokter.
"Baiklah Dok." Bi Nana menganggukkan kepalanya dengan pelan.
Dokter tersenyum lalu beralih ke arah laptopnya. Sesaat kemudian, Dokter memasukkan kembali foto rontgen tersebut ke dalam tempatnya semula dan menyerahkannya pada Bi Nana beserta kertas resep obat.
"Selama masa pemulihan, anda jangan banyak melakukan aktivitas berat dulu, istirahat yang cukup. Dan jika anda ingin batuk, maka pegang bantal letakkan di atas dada untuk mengurangi rasa sakit di dada, dan sering-seringlah anda mengompres dada anda terutama di area tulang rusuk yang mengalami fraktur secara teratur dengan menggunakan es atau air hangat!" pesan Dokter untuk Bi Nana.
"Iya, saya akan selalu ingat pesan anda, Dokter." balas Bi Nana sembari mengambil foto rontgen miliknya itu.
"Satu lagi, berusahalah untuk tidur lebih nyenyak pada malam hari, sebab saya bisa melihat dengan jelas dari mata anda, kalau setiap malam anda tidak pernah tidur nyenyak, sering bangun dan bahkan setelah bangun anda tidak bisa tidur lagi, Iya kan Nyonya?"
"Iya anda benar Dok, semenjak suami saya meninggal, memang saya tidak bisa tidur nyenyak setiap malamnya, itu karena anak saya yang paling kecil selalu menangis, dan selain itu juga ada sesuatu yang sering saya rasakan sehingga membuat saya sulit untuk tidur nyenyak di malam hari."
"Oh..." Dokter manggut-manggut. "Ya kalau itu saya paham Nyonya sebab saya juga pernah merasakan hal yang sama seperti apa yang Nyonya rasakan saat ini." Dokter kembali menghela nafasnya sejenak.
"Yaudah setelah dari sini, Nyonya bisa langsung ke bagian Instalasi farmasi untuk menebus obatnya!" lanjut kata Dokter.
Bi Nana kembali menganggukkan kepalanya, lalu ia pun bangkit dari posisinya.
"Iya Dok, terimakasih banyak." ucap Bi Nana. "Kalau begitu saya pamit dulu, permisi Dok!" sambung pamitnya.
"Iya Nyonya." balas Dokter.
Bi Nana berjalan keluar dari ruangan tersebut, saat sudah berada di luar ia langsung menghampiri Beyza yang tengah di luar sembari menopang dagunya.
"Bey...." tegur Bi Nana seraya menepuk pundaknya.
Seketika membuat Beyza menengadah ke arah Bi Nana.
"Eh Hala, sudah selesai ya?"
"Iya, sudah Bey."
Beyza lalu bangkit dari posisinya dan berhadapan dengan Bi Nana.
"Terus apa kata Dokternya, Hala?" karena penasaran Beyza pun bertanya kembali.
"Tadi Dokter cuma bilang, kalau ini hal yang biasa terjadi pasca kecelakaan, karena patah tulang rusuk serta cedera atau strain di otot dada Tante belum sepenuhnya pulih." jawab Bi Nana
"Hmmm, tapi beneran Dokter hanya mengatakan itu saja dan tidak mengatakan hal serius atau komplikasi lainnya kan, seperti Pneumonia, Pneumothorax atau semacamnya?!" cecar Beyza menyidik.
Bi Nana menggelengkan kepalanya. "Dokter tidak mengatakan apa-apa lagi Bey, dan hanya itu saja yang beliau sampaikan pada Tante."
"Syukurlah kalau begitu." ucap Beyza di selingi helaan nafas leganya.
"Yaudah, kita ke bagian farmasi yuk! Setelah itu, kita langsung pulang ke rumah! Soalnya kasihan anak-anak pasti mereka sudah menunggu." kata Bi Nana.
"Iya Hala."
Mereka berdua pun melangkahkan kakinya menuju ke bagian Instalasi farmasi yang berada di rumah sakit tersebut.
"Oh iya Bey, soal ini kamu jangan bilang ke Zuy ya!" pinta Bi Nana.
"Lho, memangnya kenapa Hala?"
"Gak kenapa-napa sih. Hanya saja Tante gak mau bikin Zuy khawatir." kata Bi Nana.
Beyza mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Baiklah Hala, Bey akan merahasiakannya dari adik Zuy."
__ADS_1
Seketika membuat Bi Nana menyunggingkan senyumannya.
"Terimakasih Bey...."
"Sama-sama Hala."
...°°°°°°°°°°°...
Sementara itu Rumah sakit lainnya.....
Dimas nampak berada di dalam ruang ICU dengan memakai pakaian khusus dan tengah duduk di kursi samping bed istrinya yang masih terbaring seraya menggenggam erat tangannya.
"Eqi, sudah hampir tiga hari kamu terlelap seperti ini. Apa kamu lelah sayang, sehingga kamu tidak ingin bangun dari tidur nyenyak mu ini?" Dimas mengusap matanya. "Sayang, aku sangat merindukanmu dan bukan hanya aku saja Nayla, Bunda, Ayah, Ibu dan lainnya juga sangat merindukanmu. Rumah benar-benar terasa sepi tanpa adanya kamu, Qi. Dan lagi apa kamu tidak ingin melihat Jio? Anak kedua kita, jagoan kita yang saat ini berada di ruang NICU karena masih membutuhkan perawatan khusus. Ya meskipun Jio hanya bayi mungil yang gak tau apa-apa, tapi aku sangat yakin dan percaya bahwa ia pasti sangat ingin bertemu dengan Mamahnya dan ingin mendapatkan pelukan hangat dari Mamahnya yaitu kamu, Eqitna. Maka dari itu buka mata kamu dan bangunlah! Setelah kamu bangun, ayo kita jenguk Jio dan kita berikan pelukan hangat untuknya." ungkap Dimas.
Air matanya pun tak bisa di bendungnya lagi sehingga kembali mengalir membasahi pipinya.
"Eqi, maafkan aku! Karena aku tidak bisa menjaga mu dengan baik sehingga kamu bisa sampai seperti ini. Aku memang tidak berguna dan aku benar-benar sangat menyesal. Kalau kamu mau marah padaku silahkan Qi! Kalau mau memukul ku juga aku akan menerimanya dengan ikhlas. Tapi aku mohon jangan tinggalkan aku sayang! Aku ...."
Dimas menangkupkan wajahnya di bed istrinya sembari terisak-isak.
Lalu tiba-tiba....
"Ka-mu seperti o-rang bo-doh, ka-lau ka-mu me-nangis se-perti i-tu Dimas!"
Mendengar suara tersebut sontak membuat Dimas tercengang, ia pun langsung mengangkat kepalanya dan menatap ke arah istri tercintanya itu.
"Eqitna!"
Dengan matanya yang masih sayu, Eqitna melirik ke arah Dimas seraya menganggukkan kepalanya dengan pelan.
"Di-mas." lirih Eqitna dan nampak di balik masker oksigennya ia menyunggingkan senyum tipisnya pada Dimas.
Air matanya kembali mengalir namun untuk kali ini di barengi dengan senyuman bahagia yang terpampang di wajah Dimas.
"Terimakasih Tuhan...." ucap Dimas seraya mencium telapak tangan istrinya.
...----------------...
Langit sore nampak begitu cerah dengan hiasan awan-awan tipis serta semburat kuning matahari dari arah barat.
Villa Z&R
Sesuai ucapannya tadi pagi, Kini Ray, Zuy dan Baby kembar sudah bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan ke suatu tempat.
"Airin, beneran kalian berdua gak mau ikut kita jalan-jalan?" tanya Zuy.
"Iya beneran Zuy. Soalnya hari ini mode malas ku sedang aktif," jawab Airin.
"Kalau Kak Davin sendiri, kenapa gak mau ikut juga?" tanya Ray pada Davin.
"Sebenarnya sih aku pengen ikut, tapi sayangnya hari ini waktunya perawatan wajah, jadi ya terpaksa aku menolak ajakan kalian berdua. Maaf ya Tuan Ray, Zuy!" ujar Davin.
"Maaf ya Zuy!" ucap Airin menangkupkan kedua tangannya.
"Yaudah kalau gitu kita berangkat dulu ya Kak Davin, Airin, takut kesorean." pamit Ray.
Airin dan Davin menganggukkan kepalanya secara bersamaan.
"Iya Tuan Ray."
"Kalian hati-hati ya!" ucap Airin.
"Oke Rin." balas Zuy.
Mereka pun pergi meninggalkan Airin dan Davin di Villa.
********************************
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, mereka akhirnya sampai di tempat yang tuju oleh Ray dan tempat tersebut tak lain adalah sebuah tempat perbelanjaan (Bukan Mall CCV) yang berada lumayan jauh dari tempat Villanya. Seketika membuat Zuy mengernyit heran.
"Ray, kenapa kamu membawa ku dan si kembar ke tempat ini?" tanya Zuy.
"Aku bawa kalian kesini, tentu saja karena kita akan membeli sesuatu untuk di berikan pada adik-adik kamu, sayangku." jawab Ray.
"Hmmm, adik-adikku?" lirih Zuy seraya memiringkan kepalanya.
Ray manggut-manggut.
"Iya sayangku, adik-adik kamu yang berada di Panti asuhan Kota M. Besok pagi kan kita akan pergi kesana, jadi ya sekalian kita bawa oleh-oleh untuk mereka semua. Makanya sore ini aku mengajak kamu dan si kembar ke tempat ini sayangku." ujar Ray mengelus lembut pipi pujaan hatinya.
Mendengarnya pun seketika membuat Zuy memampang senyum manis di wajahnya.
"Ray, terim—" ucapnya langsung terhenti karena si pria tampannya itu tiba-tiba menyambar bibirnya tanpa peduli dengan si kembar dan Henri yang masih berada di mobil tersebut.
Karena posisi mereka masih berada di dalam mobil.
"Duh kenapa hawa di mobil ini terasa sangat panas ya? Padahal ac-nya nyala," batin Henri seraya menundukkan kepalanya.
Sesaat Ray melepaskan tautan bibirnya.
"Ray, kenapa tiba-tiba menciumku sih!" pekik Zuy seraya memicingkan matanya.
"Maaf aku refleks mencium kamu, sayangku! Tadinya aku ingin cium si cantik eh malah yang kena Mamahnya anak-anak," ucap Ray di susul senyum yang menampilkan baris giginya.
Zuy memutar bola matanya dengan malas di sertai helaan nafasnya.
"Dasar kamu ya pintar banget menggunakan anak sebagai alasan." Zuy bergumam membuat Ray terkekeh mendengarnya.
__ADS_1
Sesaat Ray kembali mendekatkan wajahnya.
"Sayangku, anggap aja kiss yang barusan sebagai pengganti kiss mesra yang tadi pagi sempat tertunda gara-gara si cantik kita ini." Ray menoel caping hidung pujaan hatinya itu.
Zuy pun mendengus. "Humph, bener-bener deh orang satu ini dan untungnya anak-anak masih pada tidur." batinnya.
Lalu....
"Yaudah, kita turun yuk!" ajak Ray dan di balas anggukan oleh Zuy.
"Iya Ray."
Ray beralih ke arah Henri yang tengah memainkan benda pintarnya.
"Henri...." tegur Ray sembari menepuk pundak Henri.
Henri tersentak dan langsung menolehkan kepalanya ke arah Tuannya.
"Iya Tuan Ray." sahut Henri.
Ray memberikan isyarat pada Henri dengan satu anggukkan kepalanya. Seketika membuat Henri langsung mengerti apa maksud dari Tuannya itu.
"Baik Tuan Ray." balas Henri seraya mengangguk patuh.
Ia pun terlebih dahulu keluar dari mobil, lalu kemudian Henri membukakan pintu mobil di mana Tuannya berada.
Sesaat setelah semua turun dari mobilnya, Ray dan Zuy melangkah masuk ke dalam Mall dengan mendorong stroller si kembar. Sedangkan Henri bergegas menghampiri para pengawal yang sejak tadi sudah berdiri di sisi lainnya.
Saat sudah berada di dalam, mereka langsung memilih dan mengambil berbagai macam jenis barang seperti mainan anak-anak, pakaian beserta lainnya. Dan semua barang-barang tersebut akan mereka bawa ke Kota M untuk di sumbangkan ke Panti asuhan yang pernah menjadi tempat tinggal Zuy saat berusia satu tahun.
(Kisahnya udah ada di Bab-bab sebelumnya.)
Beberapa saat kemudian, akhirnya mereka selesai berbelanja dan menyerahkan semua barang-barang tersebut pada petugas kasir. Sembari menunggu barangnya selesai di hitung, Ray terlebih dahulu membawa Zuy beserta anak-anak ke area permainan.
Si kembar yang berada di stroller pun nampak kegirangan melihat semua permainan serta anak-anak lainnya yang tengah bermain di sana.
"Sayangku, tunggu di sini dulu ya! Soalnya aku mau ke toilet bentar." kata Ray.
Tanpa bertanya, Zuy pun langsung menganggukkan kepalanya.
"Oke."
Sebelum pergi Ray mengelus kedua anaknya, kemudian beralih mencium pipi pujaan hatinya terlebih dahulu, sehingga membuat pandangan orang yang di sana beralih ke arah mereka berdua.
"Rayyan, kebiasaan deh! Malu tau di lihat banyak orang." pekik Zuy memegang pipinya.
"Ya justru bagus dong kalau mereka melihatnya, biar mereka tahu kalau sayangku sudah ada pemiliknya yaitu aku." ujar Ray. "Yaudah aku kesana dulu ya sayangku!"
Zuy membalas dengan anggukan kepala saja. Ray melangkah pergi meninggalkan Zuy dan kedua anaknya itu.
"Dasar tampan-ku." lirih Zuy sembari mendudukkan dirinya di tempat duduk yang berada di sana dan beralih pada si kembar yang tengah fokus melihat anak-anak yang sedang bermain di sana.
Sesaat kemudian, Ray kembali ke area permainan di mana ketiga kesayangannya berada, nampak di tangannya membawa ice cream roll yang di tempatkan dalam wadah besar.
Lalu....
"Sayangku...."
Zuy yang tengah fokus pada si kembar pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah pria tampannya dengan senyumnya yang terukir di wajahnya.
"Udah selesai tampan-ku?" tanya Zuy
"Iya udah sayangku,* ujar Ray sembari mendudukkan dirinya di samping Zuy.
Kemudian ia menyodorkan ice cream roll yang ia bawa ke arah Zuy.
"Ini buat kamu, sayangku."
"Wah, terimakasih Ray." ucap Zuy dengan senangnya seraya mengambil ice cream yang berada di tangan Ray. "Emm, tapi kita makannya berdua ya Ray! Soalnya ini terlalu banyak dan aku gak sanggup kalau harus menghabiskannya sendiri."
Ray merangkul pundak pujaan hatinya.
"Memang itu yang aku inginkan sayangku, makanya aku sengaja beli ice creamnya satu cup dengan ukuran besar biar bisa di makan bersama-sama."
Lalu keduanya pun menyantap Ice cream roll tersebut.
Di sisi lainnya, nampak seorang wanita yang tengah duduk tak jauh dari posisi Ray dan Zuy berada dan saat pandangannya mengarah ke arah kedua sejoli itu, tiba-tiba pupil matanya membesar seakan terkejut melihat pasangan mesra itu.
"Lho, bukannya itu Zuy? Tapi kenapa dia bersama dengan CEO dari CV, apa jangan-jangan mereka berdua?" wanita itu lalu menggeleng-gelengkan kepalanya. "Ah mana mungkin mereka punya hubungan serius, Zuy kan wanita idiot, sekolah aja cuma mengandalkan beasiswa. Hmmm, tapi dari pada menduga lebih baik aku cari tahu sendiri apa hubungan mereka berdua." pikirnya seraya mengernyitkan wajahnya.
**************************
Sementara itu di tempat lainnya, lebih tepatnya di Apartemen.
Terlihat seorang pria dan wanita yang baru saja melangkah keluar dari lift Apartemen.
Setelah berjalan beberapa jarak dari pintu lift, si pria pun langsung menghentikan langkahnya dan memalingkan wajahnya ke arah wanita yang berada di sampingnya itu.
"Kita sudah sampai di Apartemen milikku! Mulai sekarang dan seterusnya kita akan tinggal bersama-sama dengan status kita sebagai pasangan suami istri!"
***Bersambung....
•Kira-kira siapa ya mereka? 🤔
See You Next Time... 😉
Author: "Maaf telat Updet..!!" 🙏🙏🙏
__ADS_1
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga tinggalkan jejak Like Rate Vote and Love.. maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
Salam Author... 😉✌😉✌