Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Seorang Teman?


__ADS_3

<<<<<


Noel mencondongkan tubuhnya ke arah Maria.


"Mrs Maria, katakan dengan jujur! Siapa wanita yang sangat mirip dengan anda dan Kimberly itu?" tanya Noel.


"Hah! Wanita yang sangat mirip denganku dan Kimberly!"


Maria nampak terkejut dengan apa yang di tanyakan oleh Noel tentang wanita yang mirip dengan dirinya itu, seketika ia mengerenyitkan keningnya.


"Hmmmm, jangan-jangan wanita yang di tanyakan Noel adalah si anak durhaka itu? Tapi kenapa bisa? Apa Noel sudah bertemu dengannya?" batin Maria yang menduga-duga.


"Kenapa anda berkerut kening seperti itu, Mrs Maria? Cepat katakan padaku siapa wanita yang mirip dengan anda itu!" sentak Noel.


Maria menghela nafasnya. "Noel, sebenarnya ada apa? Kenapa tiba-tiba kamu menanyakan wanita yang mirip dengan ku itu? Apa kamu habis bertemu dengannya?" cecarnya.


Namun Noel menggelengkan kepalanya.


"Tidak, aku tidak bertemu dengan wanita yang mirip dengan mu itu. Akan tetapi ...."


Noel menegakkan tubuhnya kembali, kemudian ia merogoh saku celananya untuk mengambil hpnya, lalu Noel menekan salah satu foto yang ada di galeri hpnya dan mengarahkannya ke Maria.


Sontak Maria langsung membelalakkan matanya karena terkejut melihat foto yang di tunjukkan oleh Noel yang ternyata adalah Zuy yang sedang duduk di sebuah Kedai.


"I-ini! Dari mana kamu dapat foto ini Noel?" tanya Maria.


"Tentu saja aku dapat ini dari seorang teman," jawab Noel.


"Seorang teman?"


......................


Beberapa saat sebelumnya....


Di sebuah tempat club malam atau diskotik terlihat tiga orang pria tengah berbincang di sana. Mereka tak lain adalah Noel Gallagher, Andrew Vincen dan satu lagi teman Andrew yang bernama Ferry.


Dan ternyata hubungan antara mereka bertiga adalah sahabat dekat.


"Noel, aku tidak menyangka kalau ini benar-benar kamu." lontar Andrew sembari menuangkan Wine ke dalam gelasnya dan meneguknya.


"Hmmmm, tentu saja ini aku. Memangnya siapa lagi sahabat mu yang bernama Noel selain aku," cetus Noel.


Mendengar itu, Andrew pun memutar bola matanya sembari mendesah.


"Ya memang sahabat ku yang bernama Noel Gallagher cuma kamu seorang," gumam Andrew membuat Noel terkekeh.


"Noel, ngomong-ngomong sudah berapa lama kamu berada di Indonesia?" tanya Ferry.


"Emmm, kira-kira sekitar tiga mingguan aku berada di sini," jawab Noel. Lalu....


Braaaak....


Tiba-tiba Andrew menggebrak meja di depannya, sehingga membuat pandangan semua pengunjung mengarah ke Andrew.


"Barusan kamu bilang apa? Kamu sudah tiga minggu berada di sini? Kenapa kamu baru menghubungi kami, Noel?" pekik Andrew menajamkan tatapannya.


"Sorry bro! Selama di sini aku terlalu sibuk dengan urusanku, makanya aku baru sempat menghubungi kalian berdua," ucap Noel.


Andrew mengerenyit. "Memangnya urusan apa Noel? Sampai-sampai kamu bilang sibuk dan tidak sempat menghubungi kami?"


"Ada deh, kalian tidak perlu tahu tentang urusan ku itu!" lontar Noel.


"Haaaa.... Terserah kamu aja Noel." gumam Ferry.


Mereka pun meneguk masing-masing minumannya.


Lalu....


"Oh iya mumpung lagi di sini, bagaimana kalau aku booking beberapa woman untuk menemani kita? Tuh masih banyak yang nganggur di sini." lontar Noel menunjuk ke beberapa wanita yang berada di tempat tersebut.


Ferry manggut-manggut. "Hmmm, boleh juga tuh Noel. Carikan yang lebih cantik untuk ku ya! Hehehe...."


"Oke siap," Noel mengacungkan ibu jarinya, kemudian ia beralih ke Andrew. "Lalu bagaimana dengan mu, Ndrew?"


"Emmm, untuk saat ini aku nggak dulu deh, Noel." ujar Andrew menolak.


"Tumben kamu menolak? Biasanya juga kamu yang paling semangat. Hmmmm, apa karena di sini tidak seperti yang di Amerika, jadi kamu menolaknya secara langsung?" cecar Noel keheranan.


Akan tetapi Andrew malah menggelengkan kepalanya. "Bukan seperti itu Noel, hanya saja ...."


"Hanya saja si playboy Andrew ini sedang kasmaran dengan seorang wanita yang baru ia temui beberapa hari yang lalu," sela Ferry sehingga Andrew memukul lengan Ferry.


Noel tercengang. "Apa! Jadi hanya karena kasmaran dengan seorang wanita, sampai-sampai orang macam Andrew ini menolak bookingan ku? Hahaha...."


"Ya begitulah Noel," balas Ferry.


"Lalu wanita mana yang sudah membuat Andrew kasmaran sampai berubah alim seperti ini?" tanya Noel penasaran.


"Bukan siapa-siapa, hanya seorang yang bernama Kimberly Fuca dan aku bertemu dengannya saat di rumah sakit sama di tempat makan yang berada di Kota tak jauh dari sini," jawab Andrew menggoyangkan gelas wine-nya.


Lalu tiba-tiba...


Buuur....


"Uhuk-uhuk...." Noel terbatuk-batuk karena terkejut mendengar jawaban Andrew.


"Noel, apa kamu baik-baik saja?" tanya Ferry menepuk punggung Noel.


Noel menggelengkan kepalanya seraya mengibaskan tangannya.


"Aku tidak apa-apa, hanya terkejut saja. Ndrew, barusan kamu bilang Kimberly Fuca? Maksud mu Kimberly Fuca si model itu? Dan dia ada di Indonesia?" lontar beberapa pertanyaan dari Noel.


Andrew mengangguk. "Iya Kimberly Fuca si model Amerika itu, memangnya siapa lagi model yang bernama Kimberly Fuca selain dia?"


"Tapi bukankah sekarang ini dia sedang ada di ...."


"Ada di Paris maksudmu, Noel?" sela Ferry dan di balas anggukan oleh Noel.


Ferry lalu mengambil hpnya yang berada di atas meja.


"Sebenarnya dia tidak di Paris melainkan di Indonesia, dan ini buktinya, Noel." ujar Ferry sembari menunjukkan sebuah foto di hpnya ke arah Noel.


Sehingga Noel dan Andrew tercengang melihatnya foto yang di tunjukkan oleh Ferry yang tak lain adalah foto Zuy.


"Tunggu! Kenapa kamu bisa punya foto dia waktu di tempat makan ini? Terus kapan kamu mengambil fotonya dan kenapa aku sampai gak tahu?" cecar Andrew.


"Tentu saja aku punya dan aku memotretnya saat kamu sedang berjalan menghampirinya," jawab Ferry.


Lalu tiba-tiba Noel menyambar hp yang berada di tangan Ferry dan memandanginya.


"Ini memang Kimberly, tapi bukannya dia sedang tergolek lemah di Rumah sakit? Kenapa bisa ada di sini?" batin Noel sembari mengirimkan foto tersebut ke hpnya.


Setelah itu, ia pun mengembalikan hp Ferry dan perbincangan mereka bertiga masih berlanjut.


Flashback end.

__ADS_1


......................


Setelah selesai mendengar cerita dari Noel tentang foto Zuy yang ia dapat dari temannya, seketika Maria kembali mengerenyitkan keningnya.


"Oh jadi salah satu dari teman kamu menyukai wanita ini dan menganggap bahwa wanita ini adalah Kimberly, begitu?" lontar Maria. "Cih, berani-beraninya mereka menganggap si anak durhaka ini adalah anak kesayangan ku." sambung batinnya yang mengumpat.


"Ya begitulah mereka." balas Noel manggut-manggut.


"Lantas kenapa kamu tidak seperti mereka yang menganggap si anak durhaka ini adalah Kimberly?" tanya Maria.


Noel lalu melipat kedua tangannya di dada sembari mencondongkan tubuhnya kembali.


"Heh, tentu saja aku tidak seperti mereka. Sebab aku tahu keadaan Kimberly masih tergolek lemah di Rumah sakit," papar Noel. "Dan lagi anda barusan menyebut wanita ini 'Si anak durhaka' apa jangan-jangan memang benar kalau wanita ini ada hubungannya dengan anda, Mrs Maria?" sambung cecarnya.


"Apa aku beritahu saja siapa si anak durhaka ini sebenarnya. Supaya aku cepat di bebaskan oleh si Noel kepar*t ini," kata hati Maria.


Maria pun menghela nafas panjangnya.


"Sebenarnya wanita ini adalah orang yang saat itu ingin aku celakai, makanya waktu itu aku meminta bantuan pada Evelyn." ujar Maria.


"Oh jadi dia orangnya. Lantas apa yang telah dilakukan wanita itu sampai-sampai anda ingin mencelakainya?" Noel pun bertanya karena penasaran.


Maria lalu menceritakan tentang Zuy yang telah mengambil Ray dari Kimberly, membuat Noel tercengang.


"Apa! Jadi Rayyan mencampakkan Kimberly demi wanita ini. Waaah benar-benar luar biasa si Rayyan ini," Noel menepuk tangannya.


"Ya seperti itulah, makanya aku membencinya dan ingin sekali melenyapkannya. Noel kalau menurutku lebih baik kamu culik dia saja! Lalu kamu minta tebusan ke Ray, aku pastikan Ray akan mengabulkan semua keinginan mu sebab dia sangat mencintai wanita itu. Tapi kalau kamu tidak bisa menculiknya, cukup beritahu dia kalau aku sedang di sekap oleh mu. Aku yakin pasti dia akan menolong ku dan akan menuruti apa yang kamu ingin itu!" kata Maria.


"Tunggu! Kenapa anda bisa begitu sangat yakin kalau dia akan menolong anda. Bukankah dia seharusnya senang jika dia tahu kalau anda di sekap oleh saya?" cetus Noel.


"Kamu tidak perlu tahu itu! Yang terpenting adalah kamu lakukan apa yang aku katakan tadi jika kamu ingin Mommy dan saudara kamu terbebas dari hukumannya."


Noel mendesah. "Aku akan memikirkannya dulu." ucapnya, kemudian ia melangkah keluar dari kamar tersebut.


"Yes, sebentar lagi aku akan keluar dari tempat terkutuk ini! Gak di sangka aku akhirnya memanfaatkan si anak durhaka untuk menolong ku. Tapi tak apalah, yang penting aku terbebas dan secepatnya bertemu dengan Kimberly-ku tersayang." kata Maria di susul dengan senyumannya.


*****************************


Villa Z&R


β€”Pukul 05.00Am


Bzzzzzt.... Bzzzzzt.... Bzzzzzt....


Suara alarm menggema di kamar Z&R. Sehingga membuat Zuy terbangun dari mimpi indahnya, tangannya pun meraba-raba atas nakasnya untuk mengambil hpnya. Setelah dapat Zuy memicingkan matanya ke layar hpnya itu.


"Heeung, ternyata udah jam lima pagi," lirih Zuy sembari mematikan alarmnya dan meletakkan hpnya kembali di atas nakas.


Zuy lalu membalikkan badannya menghadap ke arah Ray yang masih tertidur pulas dengan posisi tangannya yang masih melingkar di pinggang Zuy. Sesaat Zuy memandangi wajah tampan pria di depannya itu seraya menyentuh mata, hidung dan bibirnya.


Setelah puas ia pun melepaskan tangan Ray yang melingkar di pinggangnya, namun bukannya terlepas Ray malah semakin mengeratkan tangannya memeluk pujaan hatinya itu.


"Sayangku, kamu mau kemana?" lirih Ray menangkup kan wajahnya di dada Zuy.


"Aku mau ke kamar mandi Ray, setelah itu ke kamarnya si kembar. Jadi lepaskan pelukannya ya tampan-ku!" jawab Zuy sekaligus memohon.


Ray mendongakkan kepalanya dan tersenyum.


"Hujani aku dengan morning kiss dulu, sayangku! Setelah itu baru aku akan melepaskan mu, hehehe...." pinta Ray mengedipkan sebelah matanya.


Zuy mendengus. "Baiklah tampan-ku."


Ia pun mendekatkan wajahnya dan menghujani ciumannya ke wajah Ray, begitu pula dengan Ray yang membalas ciuman pujaan hatinya itu.


Beberapa saat kemudian....


Setelah semuanya selesai bergulat dengan aktivitas paginya, kini mereka sedang berada di meja makan untuk menikmati sarapannya. Namun ada pemandangan yang sedikit menyita perhatian Ray dan Zuy, yaitu melihat Airin sedang menyuapi Davin.


"Nah gitu dong akur, jadi enak di lihatnya." ucap Zuy.


"Apanya yang akur sih Zuy?"


"Lha itu buktinya kamu nyuapi Pak Davin, hihihi...." Zuy terkekeh sambil menutup mulutnya.


Airin pun menghela nafasnya. "Oh ini? Ini karena aku sedang dapat hukuman dari atasan satu ini," gerutunya.


"Hah! Hukuman!!" ucap Ray dan Zuy serempak.


"Rin-Rin! Jangan mengobrol terus, ayo suapi aku lagi!" titah Davin layaknya seorang Tuan.


"Haiis.... Iya-iya Pak Davin yang tampan dan glowing." balas Airin memutar bola matanya sembari menyuapi Davin kembali.


"Memangnya apa yang sudah kamu lakukan Rin, sampai-sampai adonan moci ini menghukum mu?" tanya Ray.


"Begini Tuan bos kemaren...."


Airin lalu menceritakan apa yang sudah ia lakukan, sehingga membuat Davin memberikan hukuman pada Airin.


Pffft....


"Hahahaha...." Zuy dan Ray menyemburkan tawanya bersama.


"Ya ampun Rin, dasar kamu ini benar-benar jahil ya." lontar Zuy di selingi tawanya.


"Habisnya Pak Davin juga selalu iseng, jadi ya sekali-kali aku balas ke isengannya." kata Airin memicingkan matanya ke Davin.


Davin yang melihatnya pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah lainnya seraya menghindari tatapan Airin.


"Hmmm, bener-bener kalian berdua ini!" lirih Zuy menggeleng-gelengkan kepalanya.


Lalu....


"Sayangku...."


"..........." Zuy menoleh ke arah Ray.


"Aku juga mau di suapi sama kamu!" pinta Ray manja.


Sehingga membuat Airin dan Davin terbatuk-batuk.


"Kalian berdua kenapa?" tanya Ray menajamkan pandangannya ke arah mereka berdua.


"Ahahaha.... Kami tidak apa-apa Tuan bos," ucap Airin terbata-bata.


"Iya Tuan Ray, kami tidak mendengar anda minta di suapi oleh Zuy kok," sambung Davin.


Seketika Airin menepuk jidatnya. "Hadeeeuh.... Bener-bener atasan satu ini." batinnya.


Lalu mereka pun melanjutkan aktivitas sarapannya.


Selang satu jam setelah selesai menikmati sarapannya. Kini Ray dan Davin tengah bersiap-siap untuk berangkat, sedangkan Airin sudah berangkat sedari tadi.


"Sayangku, apa nanti kamu jadi ke Rumah sakit?" tanya Ray.


Zuy mengangguk. "Iya jadi Ray."

__ADS_1


"Oh, yaudah kalau gitu kamu hati-hati sayangku, ingat kalau ada yang jahati kamu lagi langsung bilang ke aku, ya sayangku!" tutur Ray.


"Siap tampan-ku."


Ray menyunggingkan senyumnya dan mendaratkan ciuman di kening dan kedua pipi Zuy, setelah itu ia pun beralih ke arah Baby R dan Baby Z yang di stroller-nya.


"Anak-anak Daddy sayang, Daddy berangkat dulu ya. Ingat pesan Daddy, kalian jangan rewel atau nyusahin Mamah kalian ya ganteng dan cantiknya Daddy!" ucap Ray di balas dengan senyuman dan celotehan mereka.


"Iya Daddy, yang semangat ya kerjanya!" Zuy ikut membalas ucapan Ray mewakili si kembar.


"Aah, gemesin banget sih anak-anak Daddy ini apalagi Mamahnya. Bikin Daddy makin tambah sayang sama kalian semua," Ray mencium kedua pipi Baby R dan Baby Z.


Setelah selesai berpamitan dengan tiga orang kesayangannya, Ray dan Davin pun langsung berangkat ke Perusahaannya.


"Ayo kita siap-siap! Karena sebentar lagi kita akan ke rumah sakit untuk menjenguk Nenek," ucap Zuy pada si kembar.


Lalu Zuy mendorong stroller si kembar dan melangkah masuk ke dalam Villanya.


...----------------...


Menjelang siang hari....


Siang itu awan mendung menyulam langit dan menutupi matahari hingga hari yang cerah kini berubah gelap seakan langit ingin menumpahkan mata airnya.


Rumah Sakit....


Di kamar rawat Bi Nana, Zuy berada di sana dan tengah menyuapi Bi Nana. Bukan hanya Zuy saja yang ada di sana, Beyza pun juga ada di sana.


"Sudah cukup Zuy! Bibi sudah kenyang." kata Bi Nana.


"Oh, yaudah kalau begitu Bi," ucap Zuy sembari memberikan air minum pada Bi Nana.


Lalu....


"Zuy...."


"Iya Bi Nana, apa Bi Nana mau makan buah?" sahut Zuy.


Bi Nana menggeleng. "Tidak sayang, Bibi beneran sudah kenyang. Bi Nana cuma ingin minta tolong ke kamu, Zuy!"


"Minta tolong? Minta tolong apa Bi?" tanya Zuy.


"Tolong kamu bawa Bibi ke kamar rawatnya Paman kamu, Zuy. Bibi benar-benar ingin bertemu dengannya!" pinta Bi Nana.


Zuy pun tersentak mendengar permintaan Bi Nana, begitu pula dengan Beyza. Sesaat Zuy dan Beyza saling menatap satu sama lain, lalu kemudian....


"Bi, nanti aja ya ketemu Pamannya, kalau Bi Nana udah benar-benar sembuh!" tutur Zuy.


Bi Nana mengerenyit. "Sebenarnya ada apa ini? Setiap Bibi ingin melihat Papihnya Nara pasti kalian menghalanginya dengan alasan bahwa kondisi Bibi yang masih belum sembuh. Zuy, Pamanmu itu adalah suami Bibi, jadi Bi Nana mohon biarkan Bibi melihat Pamanmu itu!" pintanya.


Zuy menundukkan kepalanya. "Tapi Bi...."


"Tapi apa Zuy?" pekik Bi Nana.


Lalu Beyza menepuk pundak Zuy dan mendekat ke arah Bi Nana.


"Hala, kalau Hala (Bibi) ingin bertemu dengan Amca, baiklah hari ini kita akan membawa Hala ke Amca. Namun sebelum itu, Bey izin dulu ke Dokter ya Hala!" kata Beyza.


"Baiklah Bey." balas Bi Nana.


Beyza tersenyum, kemudian ia melangkahkan kakinya keluar dari kamar rawat tersebut.


Sesaat setelah meminta izin, akhirnya Dokter mengizinkannya. Zuy dan Beyza pun langsung membawa Bi Nana dengan menggunakan kursi roda untuk menemui Pak Randy.


"Lho Bey, Zuy. Kenapa kita ke arah ruang ICU? Bukankah kamar Paman kalian berada tak jauh dari kamar rawat Bibi?" tanya Bi Nana keheranan.


Zuy dan Beyza hanya kembali saling menatap. Sesampainya di depan ruang ICU.


"Lho kenapa kita berhenti di sini?" Bi Nana semakin keheranan.


Zuy mendekat Ke Bi Nana dan duduk berjongkok di hadapan Bi Nana sambil memegang tangan Bibinya itu.


"Bi, sebenarnya sejak kecelakaan itu, keadaan Paman sangat kritis sehingga harus di rawat di ICU, bahkan sampai sekarang Paman masih koma dan belum sadarkan diri. Makanya Dokter melarang kami untuk tidak memberitahu ke Bibi tentang keadaan Paman." jelas Zuy.


Deeg....


Seketika jantung Bi Nana berdegup kencang, dadanya pun terasa sesak bahkan air matanya tak dapat di bendungnya lagi saat mendengar penjelasan dari Zuy tentang kondisi Pak Randy.


"Kamu pasti bohong kan Zuy? Di dalam sana pasti bukan Pamanmu kan?" cecar Bi Nana mengguncang tubuh Zuy.


"Hala, apa yang di katakan Zuy itu benar bahwa Amca saat ini masih terbaring di sana. Kalau Hala tidak percaya mari Bey antar Hala ke dalam!" kata Beyza. "Zuy, lebih baik kamu di sini aja ya!" sambungnya titahnya pada Zuy.


Zuy mengangguk patuh, lalu kemudian Beyza mendorong kursi roda Bi Nana dan melangkah menuju ke ruang ICU tersebut.


Seketika suara tangis Bi Nana pecah saat melihat kondisi suaminya itu. Zuy yang berada di luar pun ikut menangis karena mendengar Bibinya meraung keras.


"Maafin Zuy Bi! Maafin Zuy...." lirih Zuy sambil menutup wajahnya.


...----------------...


Menjelang malam hari....


Nampaknya langit masih enggan menghentikan tangisnya sejak sore tadi hingga sampai saat ini, bahkan angin pun masih ikut mengiringinya.


Villa Z&R


Kala itu, Ray dan lainnya sudah berkumpul di meja makan untuk menikmati makan malamnya. Dan di saat sedang asik menyantap makan malamnya tiba-tiba Zuy merasakan sesuatu yang menyerangnya, sehingga ia menghentikan aktivitas makannya dan bangkit dari posisinya.


"Sayangku kamu mau kemana? Makanan kamu belum habis lho." tanya Ray.


"Aku udah kenyang Ray, dan aku mau ke kamar melihat si kembar dulu," jawab Zuy.


"Oh yaudah kalau begitu," lirih Ray manggut-manggut.


Zuy pun melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar anak-anaknya berada. Akan tetapi tiba-tiba....


Bruuugh....


"Nak Zuy!!!"


***Bersambung....


~Nah lho, Zuy kenapa tuh? πŸ€”~


β€’Penasaran? Sama aku juga... πŸ˜βœŒοΈβ€’


See You Next Time.... πŸ˜‰


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author: "Maaf telat Updet..!!" πŸ™πŸ™πŸ™


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga tinggalkan jejak Like Rate Vote and Love.. maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. πŸ™πŸ™πŸ™


Salam Author... πŸ˜‰βœŒπŸ˜‰βœŒ

__ADS_1


__ADS_2