
<<<<<
Lalu kemudian pandangan Archo beralih ke arah suara tersebut.
"Hmmmmm...."
Archo lalu memicingkan matanya ke arah pintu.
"Siapa?" tanya Archo, nampak pandangannya tidak begitu jelas, karena ia tidak memakai kacamatanya.
"Apa kamu tidak mengenaliku, Archo?" seru seorang wanita.
"Sebentar! Aku cari kacamata ku dulu," lontar Archo sambil melepaskan cengkeramannya.
Kemudian Archo membungkukkan badannya untuk mencari kacamata miliknya yang terlepas tadi.
"Di mana kacamata ku itu? Sialan!" umpat Archo.
Lalu wanita itu menyodorkan kacamata milik Archo. "Ini kacamata milikmu, Archo."
Archo pun langsung menyambar kacamatanya dan memakainya. Kemudian di arahkan pandangannya ke orang yang memberikan kacamatanya itu.
"Hah! Adriene!" lontar Archo yang terkejut sosok wanita yang di kenalnya tengah berdiri di hadapannya sambil menyunggingkan senyumnya pada Archo.
"Salut Arc, comment vas-tu? (Hai Archo, apa kabar?)" wanita yang bernama Adriene itu melambaikan menyapa Archo sembari melambaikan tangannya.
"Adriene, kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Archo.
"Tentu saja karena aku merindukanmu, Archo! Makanya aku datang ke Amerika untuk bertemu denganmu. Dan bukan hanya itu saja, aku kesini juga untuk mengantar seseorang." jelas Adriene.
"Mengantar seseorang? Siapa?"
Adriene pun menunjuk ke arah seorang Pria paruh baya berusia sekitar 60 tahun bahkan lebih sedang berdiri sambil memegang tongkat. Seketika membuat Archo tercengang dan membelalakkan matanya.
"D-Dad!"
Archo melangkah mendekat ke arah pria paruh baya tersebut yang ternyata adalah Daddy-nya yaitu MARIO FUCA.
(Ya sebenarnya Mario masih ada dan tinggal di Paris bersama keluarga dan selir lainnya, hanya saja Author gak ngebahas tentang Mario, soalnya hanya pemain belakang layar, hehehe....)
Ketika saling berhadapan Archo pun mendekap tubuh Mario seraya memeluknya.
"Dad! Kenapa tidak bilang kalau mau kesini? Dan lagi bukannya Daddy di larang sama Dokter untuk tidak bepergian jauh?" ucap Archo. Lalu tiba-tiba....
Bugh!
Daddy Mario melayangkan tinjunya ke perut Archo, membuat Archo tersentak kaget.
"Dad!" Archo meringis sambil memegangi perutnya.
"Anggap saja itu hukuman untuk mu, Archo. Karena kamu tidak memberitahu ku tentang apa yang terjadi pada adikmu itu," sungut Daddy Mario dengan tatapan mata elangnya.
"Apa! Jadi Daddy sudah tahu tentang apa yang terjadi pada Kimberly?" tanya Archo.
"Ya, Daddy tahu bahwa Kimberly sedang menjalani hukumannya, karena ia telah membuat masalah dengan model lainnya. Bukan hanya Kimberly saja, Daddy juga mendengar bahwa Maria terkena Stroke dan sekarang berada di Indonesia berkumpul bersama keluarganya. Benarkan Archo?" cetus Daddy Mario.
Lagi-lagi Archo di buat terkejut oleh Daddy Mario dan lalu ia pun mengepalkan tangannya dengan kuat.
"Lalu siapa yang memberitahu Daddy tentang ini? Apa Aunty Liora?" Archo kembali melontarkan pertanyaan pada Daddy-nya itu.
"Bukan, tapi anak buah mu yang memberitahu Daddy tentang ini," ujar Daddy Mario.
"Anak buah ku?"
Daddy Mario mengalihkan pandangannya ke arah para pengawalnya yang berdiri di belakangnya itu.
"Kalian bawa dia kesini!" titahnya.
Mereka pun mengangguk patuh dan melangkah keluar. Sesaat kemudian, mereka kembali membawa anak buah Archo ke hadapan Daddy Mario.
"Cole!!"
Cole lalu mengangkat kepalanya dan menatap Archo. "Maafkan saya Mr Archo, karena saya sudah mengkhianati anda," ucapnya.
Archo lalu mencengkeram kuat kerah baju yang di kenakan Cole.
"Kenapa berani sekali kamu mengkhianati ku, Cole? Padahal kamu adalah tangan kanan ku, kepercayaan ku." sentak Archo yang kecewa terhadap Cole.
Cole menunduk. "Maafkan saya Mr Archo, saya ...."
Saking marahnya, Archo pun mengangkat tangannya dan melayangkannya ke wajah Cole, akan tetapi dengan sigap Daddy Mario menahan tangan Archo.
"Dad, lepaskan! Biarkan Archo menghajar si pengkhianat ini!" pekik Archo.
"Atas hak apa kamu ingin menghajarnya, Archo! Asal kamu tahu saja, Cole tidak pernah mengkhianati mu, justru dia yang malah mengkhianati ku," ujar Daddy Mario dengan nada tinggi.
"Cole mengkhianati mu? Apa maksudnya itu, Dad?"
Daddy Mario menghela nafasnya terlebih dahulu sebelum membuka suaranya sembari melepaskan tangannya dari tangan Archo, dan pandangannya pun kini beralih ke Cole
"Cole, lebih baik kamu yang menjelaskannya pada Archo siapa kamu sebenarnya!" titah Daddy Mario pada Cole.
Perlahan Cole mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Archo.
"Sebenarnya saya adalah seorang yang di utus oleh Mr Mario untuk menjaga, melindungi dan memberikan informasi tentang kalian pada Mr Mario, selama Mr Mario berada di Paris." jelas Cole.
"Apa! Jadi kamu orangnya Daddy? Lantas kenapa waktu aku menolong mu dari amukan para preman itu, kamu bilangnya hanya seorang pria jalanan yang selalu menjadi sasaran amukan mereka?" cecar Archo.
"Maaf Mr Archo, waktu itu saya membohongi anda supaya anda mau menerima saya menjadi anak buah anda dan orang kepercayaan anda. Lalu untuk preman-preman itu, sebenarnya mereka adalah orang-orang suruhan saya, Mr Archo." ungkap Cole.
Seketika amarah Archo langsung memuncak saat mendengar ungkapan dari Cole dan ....
Praaaaaang....
Di pukulnya dengan kuat guci antik besar kesayangan Maria oleh Archo, sehingga guci itu pecah dan membuat tangan Archo mengeluarkan darah.
"Archo!" seru Adriene sembari mendekat ke arah Archo, setelah itu ia meraih tangan Archo. "Arc, tu vas bien? (Archo, kamu baik-baik saja?)" sambung tanyanya yang khawatir terhadap Archo.
__ADS_1
Akan tetapi Archo tidak menjawabnya, hanya terdengar suara nafasnya yang tersengal-sengal. Kemudian Adriene membawa Archo ke arah sofa dan mendudukkannya.
"Gae, tolong ambilkan kotak P3K di mobil!" titah Adriene pada salah satu pengawal Daddy Mario.
Pengawal yang bernama Gae pun menuruti apa yang di perintahkan oleh Adriene. Lalu Daddy Mario mendudukkan dirinya di atas sofa berhadapan dengan Archo sambil bersedekap.
"Qu'est-ce que ça fait d'être menti par ton propre confident, fils? (Bagaimana rasanya di bohongi oleh orang kepercayaan mu sendiri, Nak?) pasti sakit kan? Begitu juga dengan Daddy, Archo. Kamu sudah berani membohongi Daddy, kamu menyembunyikan hal ini dari Daddy," cetus Daddy Mario.
"Sudah Uncle! Jangan menekannya terus, kasihan Archo." ucap Adriene yang terus membersihkan tangan Archo.
"Kenapa kamu membelanya? Padahal Archo tidak pernah memperhatikan mu, Adriene." papar Daddy Mario.
"Maaf bukan maksud Adriene membelanya ataupun ikut campur dalam masalah keluarga Uncle. Tapi kalau menurut Adriene, mungkin Archo mempunyai alasan, kenapa ia sampai menyembunyikan hal ini dari Uncle." lontar Adriene.
"Alasan?" lirih Daddy Mario sembari melirik kan matanya ke Archo. "Apa benar yang di katakan oleh Adriene itu, Archo?" sambungnya.
Archo yang tengah menunduk pun hanya membalasnya dengan anggukan kepalanya saja.
"Sekarang jelaskan padaku yang sejujurnya! Apa alasanmu melakukannya?" Daddy Mario meminta penjelasan dari Archo.
Perlahan Archo mengangkat kepalanya sembari membuang nafasnya, kemudian di tatapnya wajah Daddy-nya itu oleh Archo.
"Tentu saja alasan ku itu adalah kamu, Dad." ujar Archo.
"Aku!" Daddy Mario menunjuk ke arahnya sendiri.
"Ya, Archo menyembunyikannya dari Daddy karena Archo tidak ingin Daddy shock dan akhirnya penyakit Daddy kambuh lagi. Archo tidak ingin Daddy sakit lagi gara-gara mendengar berita tentang Kimberly ataupun Mam, Archo gak mau kehilangan Daddy, cukup waktu itu aja Archo hampir kehilangan Daddy, Archo sangat menyayangimu, Dad. Dan lagi Archo melakukan ini juga demi keluarga Fuca. Archo tidak ingin nama keluarga Fuca tercemar gara-gara kelakuan Kimberly," jelas Archo di barengi dengan aliran air matanya.
Mendengar penjelasan dari Archo, seketika membuat hati Daddy Mario terenyuh, begitu pula dengan Adriene yang berada di samping Archo, bahkan sampai menitihkan air matanya.
Daddy Mario langsung bangkit dari posisinya dan beralih duduk di samping Archo. Setelah itu, ia pun memeluk tubuh anak lelakinya itu.
"Maafin Daddy, fils! Karena sudah berburuk sangka padamu." ucap Daddy Mario.
Sehingga membuat Archo tertegun dan langsung membalas pelukan Daddy-nya itu.
"Ya Dad, Archo juga minta maaf karena tidak berterus terang padamu, Dad." lontar Archo.
Sesaat kemudian mereka melepaskan pelukannya.
"Ayo kita jenguk adik mu di tahanan! Pasti ia akan bahagia melihat ku," ajak Daddy Mario.
"Tapi Dad...."
"Tapi kenapa lagi Archo? Oh, apa jangan-jangan kamu menyembunyikan sesuatu lagi dari Daddy?" Daddy Mario mulai mencurigai Archo.
Archo mengangguk. "Iya Dad."
Dahi Mario pun langsung mengerenyit. "Apa yang kamu sembunyikan dari ku lagi, Archo?"
"Dad, sebenarnya Kimberly sekarang berada di rumah sakit."
Daddy Mario terkejut mendengarnya. "Apa kamu bilang! Rumah sakit? Apa yang terjadi pada anak kesayangan ku itu?" sentaknya.
Archo langsung menceritakan kejadian yang menimpa Kimberly, sontak membuat Daddy Mario benar-benar sangat terpukul mendengarnya, bahkan asma yang di deritanya pun kini kambuh lagi.
"Dad...." seru Archo memegangi tubuh Daddy Mario.
Adriene pun langsung mengambil inhaler asma milik Daddy Mario yang berada di saku jas milik Daddy Mario. Setelah itu, Adriene menempatkan inhaler itu di mulut Daddy Mario sampai asmanya mereda.
Sebenarnya sosok wanita yang bernama Adriene ini adalah Dokter pribadi Daddy Mario sekaligus kandidat calon tunangan dari Archo.
*****************************
INDONESIA
Di pagi hari yang cerah dan damai di iringi suara kicauan burung yang beterbangan dan sama seperti sebelumnya, semua orang pun melakukan aktivitasnya paginya masing-masing.
Rumah Ray
Sementara itu di dalam kamarnya, Ray nampak masih tertidur pulas, sedangkan Zuy sudah terbangun dari tadi, bahkan ia sempat membantu Bu Ima dan pelayan lainnya.
Setelah selesai, Zuy bergegas menuju ke arah kamar si kembar. Setelah berada di samping box si kembar, ia pun tercengang karena melihat Baby R dan Baby Z yang sudah terbangun dari tidurnya.
Bukan hanya tercengang saja, Zuy bahkan tertawa geli melihat tingkah lucu kedua yang saling mengoceh layaknya orang dewasa yang tengah mengobrol.
"Kalian berdua benar-benar menggemaskan," lirih Zuy. "Baby R, Baby Z." sambung panggilnya.
Keduanya pun menoleh ke arah Zuy dan seketika senyum khas si kembar mengembang saat melihat Mamahnya itu. Zuy menempelkan tangannya ke arah dahi Baby R dan Baby Z untuk mengecek suhu tubuh mereka.
"Syukurlah panas kalian sudah menurun, untuk pagi ini kalian di lap aja ya sayang!" ucap Zuy. "Ah, mumpung kalian berdua sudah bangun, bagaimana kalau kita bangunin Daddy kalian!" sambungnya.
Zuy lalu mengangkat tubuh Baby R terlebih dahulu dan membawanya ke kamarnya, kemudian Zuy meletakkannya di atas kasur dekat Ray dengan posisi tengkurap, begitu pula dengan Baby Z.
Si kembar pun mengarahkan pandangannya ke arah Daddy-nya itu.
"Mmm." oceh Baby Z.
Sedangkan Baby R mengepalkan tangan mungilnya sambil memukul-mukul Daddy-nya itu. Zuy yang sedang duduk di tepi ranjang samping Ray pun kembali menyemburkan tawanya saat melihat kelakuan kedua anaknya.
"Hihihi.... Kalian asik banget ya bangunin Daddy kalian, Mamah juga mau ikutan ah," lontar Zuy.
Lalu Zuy mengarahkan tangannya ke wajah Ray dan di toel-nya pipi Ray menggunakan jari telunjuknya. Karena merasakan sentuhan tangan dari Zuy, perlahan Ray membuka matanya dan mengarahkan pandangannya ke Zuy.
"Sayangku, kamu udah bangun?" lirih Ray mengusap matanya.
"Aku udah bangun dari tadi Ray. Bukan hanya aku saja sih yang udah bangun, tapi mereka berdua juga udah bangun," Zuy melirik kan matanya sembari menggerakkan wajahnya ke arah si kembar.
Ray langsung menangkap lirikan mata Zuy, dan ia pun ikut mengarahkan pandangannya di mana Zuy tuju. Seketika raut wajah Ray langsung sumringah melihat si kembar yang tengah di sampingnya sembari tersenyum ke arah Ray.
"Aduh, si ganteng dan cantiknya Daddy udah pada bangun ya?" Ray memiringkan tubuhnya menghadap ke arah keduanya.
"Udah dong Daddy, kita juga udah sembuh gak demam lagi," ucap Zuy mewakili keduanya.
"Benarkah itu? Coba Daddy pegang dahi kalian!" Ray memegang dahi keduanya. "Iya kamu benar, sayangku. Suhu badan mereka udah normal kembali gak kaya semalam. Syukurlah...." sambungnya.
Perlahan Ray bangkit dari posisinya menjadi duduk, Zuy pun menyambar gelas minum yang berada di atas nakas dan memberikannya pada Ray.
__ADS_1
"Minum dulu Ray!"
"Terimakasih sayangku," ucap Ray mengambil gelas itu dari tangan Zuy dan meneguk airnya hingga habis.
Setelah selesai, Ray meletakkannya di atas nakas, ia mendekat ke arah wajah pujaan hatinya dan saat hendak menciumnya, tiba-tiba Baby R menangis keras, sedangkan Baby Z menarik-narik celana kolor yang sedang di kenakan Ray, sontak membuat Ray mengurungkan niatnya dan beralih ke arah anak-anaknya itu.
"Gantengnya Daddy kenapa kamu tiba-tiba menangis? Dan ini lagi cantiknya Daddy kenapa narik-narik celana Daddy?"
"Hihihi.... Mungkin mereka udah lapar, Ray." ujar Zuy sambil naik ke atas kasurnya.
Setelah itu, Zuy pun menyusui kedua anaknya itu secara bergantian. Sedangkan Ray langsung bergegas menuju ke arah kamar mandi.
Beberapa saat kemudian....
Setelah selesai bergulat dengan aktivitasnya, kini saatnya Ray dan Davin bersiap-siap untuk pergi ke Perusahaan. Sebelum masuk ke mobilnya, Ray terlebih dahulu menghampiri Zuy dan si kembar yang tengah berjemur.
"Sayangku, aku berangkat dulu ya!" pamit Ray.
"Iya Ray, Hati-hati ya! Semangat kerjanya tampan-ku!" ucap Zuy.
"Pasti aku akan selalu semangat, sayangku. Karena ada kamu dan si kembar yang selalu memberikan semangat untukku." balas Ray mencium mesra kening dan pipi Zuy.
Sesaat kemudian, ia beralih ke arah anak-anaknya itu.
"Anak-anak yang paling Daddy sayangi, Daddy berangkat dulu ya! Ingat kalian jangan rewel, jangan nyusahin Mamah kalian ya!" ucap Ray. Kemudian ia menciumi pipi gembul Baby R dan Baby Z secara bergantian.
"Tuan Ray udahan misteri cup-cupannya, ayo kita berangkat!" seru Davin yang sudah berada di dalam mobilnya.
"Ck, dasar adonan moci!"
Ray langsung berjalan ke arah mobilnya dan masuk ke dalam mobil, Ray menurunkan kaca mobilnya dan memberikan kiss bye untuk pujaan hatinya itu, seketika langsung di balas oleh Zuy. Tak lama kemudian, Davin melajukan mobilnya menuju ke Perusahaan.
Selang beberapa saat mereka pergi, Zuy pun mendorong stroller si kembar menuju ke dalam rumah, sebab waktu sunbathing mereka sudah selesai. Lalu ....
"Zuy...." seru seseorang berjalan menghampiri.
Seketika membuat Zuy menghentikan langkahnya dan memalingkan wajahnya ke arah suara tersebut dan ternyata ia adalah ....
"Airin!" lirih Zuy.
Airin tersenyum dan saat sudah berada di dekat Zuy, ia pun langsung memeluk Zuy.
"Zuy, aku merindukanmu." ucap Airin.
"Aku juga Rin, tadinya aku pikir kamu gak jadi kesini, soalnya semalam Pak Davin bilang padaku kalau motor kamu mogok," papar Zuy.
"Ya memang motor ku mogok dan di bawa ke bengkel, tapi bukan berarti aku tidak jadi kesini, Zuy." kata Airin melepaskan pelukannya. "Oh iya mana si kembar?"
"Nih, baru beres sunbathing," balas Zuy menunjuk ke stroller si kembar.
Seketika Airin langsung beralih ke arah stroller si kembar sembari mencondongkan tubuhnya.
"Hai para gembul-nya Tante, apa kalian merindukan Tante?" ucap Airin menoel pipi keduanya dan hanya di balas tatapan si kembar saja.
Lalu....
"Ayo masuk Rin! Kita ngobrol di dalam." ajak Zuy.
Airin pun menegakkan tubuhnya kembali sambil menganggukkan kepalanya. Lalu mereka berdua pun melangkah masuk ke dalam rumah.
...----------------...
—Pukul 12.37Pm.
Siang itu, Zuy dan Airin sedang berada di ruang keluarga menikmati makan siangnya sambil menonton televisi, sekalian menjaga si kembar yang saat ini sedang tertidur pulas di box yang berada di ruang tersebut. Lalu ....
Trrrrrrrt.... Trrrrrrrt.... Trrrrrrrt....
Tiba-tiba hp Zuy berbunyi, membuat Zuy menghentikan aktivitas makannya, lalu ia pun langsung menyambar hpnya yang berada di dekatnya itu.
"Kak Aries! Tumben," lirih Zuy.
"Siapa Zuy?" tanya Airin.
"Kak Aries, Rin. Sebentar ya!"
"Oke!" Airin mengangguk sembari melanjutkan makannya.
Sedangkan Zuy segera menjawab panggilan dari Aries.
"Iya Kak Aries."
"Zuy, sekarang kamu lagi di mana?" tanya Aries.
"Zuy di rumah Kak. Tunggu! Kenapa suara Kak Aries seperti orang yang habis nangis gitu? Ada apa Kak?"
Sesaat terdengar suara helaan nafas Aries dari arah sebrang telponnya.
"Zuy, Kakak mendapat kabar kalau ...."
Seketika membuat Zuy membulatkan matanya dengan sempurna.
"Apa Kakak bilang!"
Taakk....
***Bersambung....
Kira-kira ada apa ya? 🤔 Penasaran? Sama aku juga.. 🤭🤭
See You Next Time... 😘
Auhor: "Maafkan aku yang mengundur hari Updetnya. Soalnya semangat ku sedikit menghilang. 😌😌😌 Sepertinya Aku membutuhkan semangat dan dukungan dari Kakak semua... 😁"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Author: "Maaf telat Updet..!!" 🙏🙏🙏
__ADS_1
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga tinggalkan jejak Like Rate Vote and Love.. maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
Salam Author... 😉✌😉✌