
<<<<
Mendengar itu Bi Nana pun langsung terkejut, "Bagaimana kamu tahu kalau Maria itu Mamah kandungnya Zuy?" tanya Bi Nana
"Ah maaf Tan, soal itu Aries tahu dari ... ...,"
"Dari siapa Ries?" tanya kembali Bi Nana karena saking penasarannya Bi Nana, ia terus melihat Aries yang sedang menyetir, sontak membuat Aries sedikit gemetaran.
"Se-sebenarnya Aries tidak sengaja mendengarnya, ketika Tante Nana lagi ngobrol sama Om Randy di meja makan, tapi sebelum itu Aries juga sudah menduganya, saat Aries bertemu dengan Kimberly dan Mrs Maria. Apalagi pas Zuy sedang duduk berjajar dengan Kimberly, mereka benar-benar sangat mirip Tan," jelas Aries, "Maaf ya Tante kalau Aries lancang mendengar obrolan Tante dengan Om Randy," ucapnya.
Mendengar penjelasan dari Aries, ia pun sedikit lega, "Oh jadi begitu, ya mau bagaimana lagi kamu udah terlanjur mengetahuinya, tapi Tante minta jangan bilang apa-apa ke Zuy tentang ini ya.!" pinta Bi Nana
"Baiklah Tante," ucap Aries sambil menganggukkan kepalanya.
"Hah, ngomong-ngomong apa dia masih di sini apa tidak ya," lirih Bi Nana
"Siapa Tan?" tanya Aries
"Kak Maria, seumpama dia masih di sini, Tante berharap mereka tidak saling bertemu satu sama lain," papar Bi Nana.
"Hmmm, tapi Tante kalau menurut Aries, Aries sangat yakin mereka pasti sudah bertemu, tapi mereka tidak mengenali satu sama lain, ibarat kaya Kimberly dan Zuy, kan mereka sudah sering bertemu, tapi mereka tidak saling kenal walau mereka adalah adik dan Kakak," ujar Aries.
Bi Nana pun kembali terkejut, "Kenapa kamu bisa seyakin itu Ries, kalau mereka sudah saling bertemu?" tanya Bi Nana
"Ya karena Aries percaya pada keyakinan Aries," jawab Aries
"Terus..." Bi Nana semakin bingung
Aries pun tersenyum dan berkata, "Begini Tan, maksud Aries itu Kimberly kan kerabatnya Tuan Ray, pas Tuan Ray sakit kemaren pasti Kimberly dan Mrs Maria menjenguknya kan, nah sementara posisi Zuy saat itu juga berada di rumah Tuan Ray, otomatis pasti mereka saling bertemu."
"Ah iya Tante ingat sekarang, waktu itu kata Zuy juga Kimberly datang ke rumah Tuan Muda untuk menjenguk, tapi Zuy gak bilang kalau Kimberly datang dengan Maria, apa mungkin dia berbohong pada Tante, soalnya Tante gak pernah suka kalau dia menyebut nama Maria," ujar Bi Nana
"Ya Tante coba aja tanya pada Zuy, siapa tau dia akan jawab jujur," tutur Aries.
"Iya Tante akan coba bertanya pada Zuy," papar Bi Nana. lalu..
Tiiiiin...
Suara Klakson mobil yang tepat berada di samping mobil yang sedang Aries kemudikan, Aries pun menoleh ke arah mobil tersebut, seseorang melambaikan tangan ke arah Aries, lalu Aries pun membuka kaca mobilnya, ternyata itu mobilnya Ray.
"Ada apa Zuy?" tanya Aries dengan keras
"Itu nanti kita di depan belok kiri, sepertinya di sana ada rumah makan," kata Zuy.
"Baiklah Zuy," ucap Aries
"Oke, kalau gitu kita duluan ya Kak," kata Zuy,
Lalu mobil Ray pun langsung melaju di depan mobilnya Bi Nana.
"Sepertinya dia sudah sangat kelaparan, makanya langsung buru-buru di depan," celetuk Bi Nana
"Hahaha, kan tadi perutnya bunyi kencang Tan, sampai Nara kira suara kentutnya Zuy, hehehe.." ledek Aries
Bi Nana lalu menoleh ke arah kursi belakang, "Nara lagi tidur ternyata, pantesan sepi biasanya kalau kita lagi ngomong tentang Zuy, pasti langsung marah," kata Bi Nana
"Hehehe.."
Tak berapa lama kemudian, mereka pun sampai di tempat makan, lalu mereka memarkirkan mobilnya di depan tempat tersebut, mereka Lanjut turun dari mobilnya masing-masing.
__ADS_1
"Waah tempat makan ini ternyata sudah berubah ya," papar Bi Nana sambil melihat ke arah tempat makan itu.
"Eh memang Bi Nana pernah kesini?" tanya Zuy
"Dulu waktu kamu masih kecil Zuy," jawab Bi Nana sambil tersenyum.
Lalu mereka pun langsung masuk ke tempat makan tersebut. Setelah berada di dalam tempat makan tersebut..
"Wah benar-benar sudah berubah," kata Bi Nana
"Bi, Kita duduk di sana aja yuk..!" ajak Zuy
Lalu mereka pun langsung berjalan menuju ke tempat duduknya, setelah sampai Aries dan Ray tiba-tiba menarik kursinya masing-masing, namun...
"Zuy silahkan duduk di sini..!!" ucap bersama, Ray dan Aries saling menatap.
Sedangkan Bi Nana dan Zuy pun kebingungan dengan tingkah laku Ray dan Aries.
"Terimakasih, tapi Zuy duduk di sini aja dekat dengan Bi Nana dan Nara," ujar Zuy sambil menarik tempat duduknya, Aries dan Ray pun merasa kecewa, lalu kursi itu pun mereka duduki sendiri.
Bi Nana mulai curiga dengan sikap mereka berdua, dalam hatinya pun berkata, "Hmmm, sebenarnya ada apa dengan mereka berdua, perasaan dari tadi seperti itu terus, apa jangan-jangan mereka punya rasa pada Zuy? aku harus mengetesnya terlebih dahulu."
Lalu Pelayan pun datang, "Ini menunya.." katanya
Mereka pun mulai memesan makanan, setelah selesai memesan, si pelayan Itu pun pergi....
"Zuy..." panggil Bi Nana
Zuy menoleh ke arah Bi Nana dan bertanya, "Ada apa Bi?"
"Euuummm.. Bi Nana lupa mau ngomong sama kamu," jawab Bi Nana sambil menggaruk pipinya.
"Fyuuuh, begini kemaren malam Pamanmu menelpon Bi Nana, Pamanmu bilang kalau dia punya teman, lalu temannya itu lagi cari perempuan untuk di jadikan menantunya," jelas Bi Nana. (padahal dia berbohong karena ingin mengetahui perasaan Aries dan Ray terhadap Zuy)
"Lalu..."
"Ya begini Zuy maksud Bi Nana, bagaimana kalau Bi Nana ngenalin kamu dengan anaknya teman Paman mu itu, siapa tahu kalian cocok dan berjodoh.." ujar Bi Nana, lalu...
"Jangan...!!" seru Ray dan Aries barengan.
Bi Nana dan Zuy langsung menoleh ke arah mereka, Bi Nana pun langsung tersenyum dan bertanya, "Ada apa Aries, Tuan Muda?"
"Ti-tidak ada apa-apa Bi," jawab Ray sambil mengalihkan pandangannya, begitu pula dengan Aries hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Bagaimana Zuy?" tanya Bi Nana.
Zuy lalu menghela nafasnya dan menjawab pertanyaan Bi Nana, "Fyuuuh, Zuy gak ingin menikah dulu Bi, sebelum impian Zuy tercapai."
Mendengar jawaban Zuy Aries dan Ray pun terkejut dan langsung melihat ke arah Zuy.
"Impianmu? maksudmu impianmu yang menjadi Desainer itu, kan Bi Nana pernah bilang waktu itu saat kamu dapat kerjaan, kamu harus kerja sambil Kuliah, pasti kamu bisa kan ngatur waktunya, tapi sampai sekarang kamu gak ngejalaninya malah kamu asik dengan kerjamu sebagai OB, lalu sekarang Bi Nana suruh nikah malah jawabannya seperti itu, apa biaya nya gak cukup buat kuliah, kan ada Bi Nana, Bi Nana pasti bisa bantu kamu Zuy," kata Bi Nana
"Kalau Kak Zuy benar-benar ingin jadi Desainer, Ray juga bisa bantu Kak Zuy, agar Kak Zuy bisa menggapai impian Kakak tersebut," sambung Ray.
"Bi Nana, Tuan Muda, terimakasih banyak atas bantuan kalian, memang impian Zuy ingin menjadi Desainer, namun itu bukanlah impian Zuy yang sebenarnya, ada impian Zuy yang lain, Bi Nana dan yang lainnya belum tahu, dan Zuy sudah berjanji sama Papah, sebelum impian Zuy itu tercapai maka Zuy tidak mau menikah dulu," jelas Zuy.
"Apa..!! lalu apa impianmu yang sebenarnya Zuy?" tanya Bi Nana.
"Hmmm itu, Zuy sebenarnya ingin berkeliling ke Luar Negri untuk mencari keberadaan Mamah, karena Zuy percaya kalau Mamah pasti ada di sana, lalu setelah bertemu dengannya, Zuy ingin mendapat pengakuan dari Mamah," ungkap Zuy.
__ADS_1
Deeeg
Bi Nana pun terkejut mendengar impian Zuy tersebut matanya mulai berkaca-kaca, "Zuy ternyata impianmu yang sebenarnya seperti itu, maaf kalau Bi Nana belum bisa memberi tahu siapa Mamah mu Zuy, karena Bibi gak mau kehilangan kamu Zuy," batin Bi Nana
Ray pun tertegun mendengarnya, ia terus melihat ke arah Zuy dan dalam hatinya berkata, "Aku baru tahu kalau Kak Zuy hidupnya seperti ini, Ray janji akan buat Kakak bahagia."
"Lalu bagaimana impianmu yang ingin menjadi Desainer itu?" tanya Aries
"Oh itu, kalau itu Zuy belum memikirkan lagi, mungkin nanti saat Zuy udah ketemu Mamah," jawab Zuy.
Mereka pun langsung kembali terdiam, lalu pelayan itu pun datang membawa makanannya.
"Ini Nyonya, Tuan pesanannya.."
"Iya terimakasih.." ucap Bi Nana, lalu Pelayan itu pun pergi..
"Hmmm, yaudah ayo kita makan, perut Zuy udah lapar ini," kata Zuy dengan semangat
Melihat Zuy semangat seperti itu, mereka pun tersenyum kembali.
"Selamat makan...!!" ucap bersama..
Mereka pun langsung menyantap makanannya.
*****
^Di Tempat Kosan Airin
Sementara itu, nampak Airin sedang berbaring di sofa sambil nonton tv dengan memakan cemilan dan penampilannya yang acak-acakan, hanya memakai celana pendek dan baju dengan lengan pendek.
"Hah, bosaaaan.." Seru Airin.
Lalu tiba-tiba seseorang datang..
Tok.. Tok.. Tok...
"Iya sebentar, duh siapa sih yang datang, jangan-jangan Zuy," Airin pun langsung beranjak dari sofa dan berjalan menuju ke pintu.
Setelah sampai di pintu, Airin pun langsung membukakan Pintunya.
Cekleeek...
"Zuy, akhirnya kamu da ..., Eeeh... "
"Hai Rin, apa kabar?" sapa seseorang itu.
Airin pun tercengang melihat siapa yang datang, ia lalu terdiam dengan mulut sedikit terbuka.
Bletaaaaak
"Hoi kenapa kamu diam begitu Rin," kata orang tersebut sambil menyentil jidat Airin.
Airin pun langsung tersadar, "Hwaaaaa Briaaaan jeleeeek.!!"
**Bersambung...
^Hai Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada kesalahan, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
Salam Author... ✌😉😉✌
__ADS_1