Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
My Beloved Darling..


__ADS_3

<<<<<


"Hahaha, iya maaf sayangku, sebenarnya itu bukan limbah sabun sayangku, tapi itu gumpalan Salju.." jelas Ray


"Hah..!! apa..?!"


Zuy pun tercengang mendengar penjelasan dari Ray, mulutnya terbuka sambil matanya berkedip-kedip. Melihat ekspresi Zuy seperti itu membuat Ray terpukau dan gemas, ia pun langsung mendekatkan wajahnya, dan..


Cup..!!


Satu kecupan mesra mendarat di pipi Zuy, membuat Zuy tersadar dan mendorong pelan tubuh Ray.


"Tuan Muda.. kenapa tiba-tiba mencium sih..!" pekik Zuy sembari memegang pipinya yang bekas di cium Ray.


"Hahaha.. habisnya ekspresi wajah sayangku itu, bikin Ray gemas dan ingin melahap sayangku ini.." goda Ray.


"Tuan Muda, berhenti menggodaku terus, Zuy tadi hanya terkejut karena benda putih itu, Zuy pikir itu limbah sabun, tapi ternyata gumpalan salju," ujar Zuy sambil menunjuk ke arah kaca jendela mobil.


Ray pun menyunggingkan senyumannya, kemudian ia memeluk tubuh Zuy dengan erat.


"Wajar sih sayangku menyangka kalau itu limbah sabun, ini pertama kalinya sayangku melihat salju kan?"


Zuy lalu mengangkat kepalanya menatap Ray, kemudian ia pun menganggukkan kepalanya,


"Iya Tuan, ini pertama kalinya Zuy melihat salju yang nyata dan banyak seperti itu," jelas Zuy.


"Ya makanya Ray ajak sayangku liburan ke sini, supaya sayangku bisa melihat sesuatu yang belum pernah sayangku lihat sebelumnya," ujar Ray, "Apa sayangku menyukainya?" sambung tanya Ray.


Zuy mengangguk cepat, "Iya Tuan Muda, Zuy sangat menyukainya, terimakasih Tuan Muda.." ucap Zuy memeluk Ray.


"Sama-sama sayangku, Ray akan lakukan apapun untuk membuatmu bahagia, sayang.." lirih Ray


"Euum Tuan Muda.."


"Iya sayangku, ada apa?" tanya Ray menatap Zuy.


Zuy menggelengkan kepalanya, "Tidak ada apa-apa Tuan, Zuy hanya ingin memanggil saja, dan lagi Zuy tiba-tiba mengantuk," ujar Zuy.


"Sayangku mengantuk? Yaudah sini tidur di pelukanku..!!" pinta Ray


"Baiklah Tuan Muda," balas Zuy.


Lalu Zuy menyandarkan kepalanya di dada Ray yang bidang itu.


"Hmmmm, apa di tempat ini aku bisa bertemu Mamah," batin Zuy sambil perlahan memejamkan matanya, sesaat kemudian ia pun tertidur.


Ray tersenyum melihat pujaan hatinya tertidur lelap di pelukannya.


"Kasihan sayangku, pasti sayangku kelelahan, apalagi tadi ia mabuk udara, hmmm.." lirih Ray sambil mengelus pipinya Zuy.


°°°°°°°°°°°


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 40 menit, mereka akhirnya sampai di Hotel berbintang, dan Hotel tersebut dekat dengan tempat wisata GRÖNA LUND yang terletak di sisi laut pulau DJURGÅRDEN, Stockholm, Swedia. Alasan Ray memilih Hotel dekat dengan Gröna Lund, karena pujaan hatinya sangat menyukai taman hiburan dan laut.


Setelah turun dari mobil, mereka pun langsung masuk ke dalam. Ray menyuruh Zuy duduk dan menunggu di Lobby, sedangkan ia langsung menuju ke Resepsionis untuk memesan kamar. Tak lama setelah selesai urusan memesan kamar, mereka pun di antar oleh Staff hotel menuju kamar yang Ray pesan. Ray memesan beberapa kamar, yaitu kamar untuk dirinya dan kamar untuk pengawal yang ia bawa.


Sesampainya di kamar yang ia pesan, Staff hotel pun melenggang pergi setelah di kasih tip oleh Ray. Kemudian Ray membuka pintu kamar tersebut. Setelah itu Ray dan Zuy masuk ke dalamnya. Zuy pun langsung terpesona melihat apa yang di dalam kamar hotelnya.


"Waah Tuan Muda, kamarnya besar sekali," puji Zuy mengedarkan pandangannya.


"Iya sayangku, Ray sengaja memesan kamar tipe Presidential Suite," jelas Ray.


"Oh, lalu ini kamar siapa Tuan? untuk Zuy apa untuk Tuan Muda?" tanya Zuy


"Euuum, sebenarnya ini kamar untuk kita berdua sayangku.." jawab Ray


"Apa..!! ki-kita satu kamar?" Zuy pun terkejut mendengar jawaban dari Ray,


Ray menganggukkan kepalanya, "Iya sayangku kita satu kamar.."


"Ta-tapi Tuan Muda, apa tidak ada kamar lain lagi? Haaa.. Sebentar Tuan Muda, Zuy ke Resepsionis dulu.."


Saat hendak melangkahkan kakinya, Ray menahan Zuy.


"Untuk apa sayangku pergi ke Resepsionis?" tanya Ray


"Zuy ingin bertanya pada petugasnya, siapa tahu ada kamar lain lagi," pekik Zuy.


"Sayangku, tadi petugasnya bilang, kamarnya hanya ada ini yang tersisa," ujar Ray


"Kenapa hanya kamar ini saja?" tanya Zuy.


"Itu karena musim dingin sayang, jadi hotel ramai, kamar penuh semua.." jelas Ray.


Tetapi sebenarnya Ray berbohong pada Zuy, padahal di hotel tersebut masih banyak kamar kosong, cuma Ray tidak mau berpisah kamar dengan Zuy, makanya ia memesan kamar tersebut supaya bisa bersama dengan Zuy.

__ADS_1


Lalu kemudian Ray memegang tangan Zuy dan berkata, "Sayangku, jangan takut begitu, walaupun kita satu kamar, Ray janji gak akan berbuat sesuatu pada sayangku, toh Ray bisa tidur di sofa, sayangku bisa tidur di tempat tidur."


"Ta-tapi ...,"


"Apa sayangku meragukan ku?"


Zuy menundukkan kepalanya, "Ma-maaf Tuan Muda, Zuy gak bermaksud...,"


"Tidak apa-apa sayangku, yaudah kita duduk dulu yuk sayang, Ray benar-benar kelelahan," ajak Ray


Zuy pun menganggukkan kepalanya, lalu mereka langsung mendudukan diri mereka di atas sofa.


"Tuan Muda, lebih baik Tuan Muda istirahat dulu, pakai saja dulu tempat tidurnya ya..!!" titah Zuy


"Lalu sayangku bagaimana?"


"Tuan Muda, ya untuk sementara Zuy di sofa dulu, dan lagi Zuy di jalan sudah banyak Istirahatnya, sekarang giliran Tuan Muda yang harus istirahat..!!"


Seketika Ray menghela nafasnya, lalu ia memegang pipi Zuy, "Haa... baiklah sayangku, kalau begitu Ray istirahat sebentar."


Lalu Ray bangkit dari posisinya dan berjalan menuju ke tempat tidur, akan tetapi sebelum itu ia tidak lupa memberikan kecupan mesra di pipi Zuy. Setelah berada di tempat tidur Ray segera membaringkan badannya dan sesaat kemudian ia pun tertidur.


"Hmmm, kasihan Tuan Muda, pasti sangat kelelahan, mumpung Tuan Muda tidur, lebih baik aku ke kamar mandi dulu untuk bebersih.." lirih Zuy.


Ia pun beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke arah kamar mandi.


******************


Rumah Bi Nana


Sementara itu di rumah Bi Nana, Bi Nana sedang duduk di tepi ranjang kamarnya sembari memegang sebuah foto laki-laki yang sedang tersenyum. Ia terus memandangi foto tersebut dan ternyata foto itu adalah foto Papahnya Zuy.


"Kakak.. Seandainya Kakak masih ada, mungkin Kakak akan merasa bahagia seperti apa yang Nana rasakan saat ini, melihat putri Kakak yang sekarang. Putri yang Kakak tinggalkan selama hampir 28 tahun, Putri yang Nana rawat hingga menjadi gadis cantik. Kini dia telah bersama Laki-laki yang sangat tulus mencintainya dan menerima kekurangannya. Laki-laki itu adalah Tuan Muda Rayyan, anak dari majikan Nana yang dulu," ujar Bi Nana


"Waktu cepat berlalu ya Kak, perasaan baru kemaren Nana menggendongnya, menyuapinya, menemaninya tidur dan bermain dengannya, dan tak terasa sekarang dia sudah menjadi gadis berstatus, jujur selain merasa bahagia, tapi juga ada rasa sedih di hati Nana, seperti kehilangan separuh nyawa Nana, akan tetapi demi kebahagiaannya, Nana ikhlas melepaskan Putri Kakak menjadi milik orang lain. Kak maaf jika Nana masih banyak kekurangan selama membesarkan Zuy, maaf jika selama merawat Zuy, Nana tidak memberikan kehidupan yang layak untuknya, maaf Kak.. Nana benar-benar minta maaf Kak dan sekarang Nana mohon pada Kakak, izinkan Zuy bahagia bersama orang yang ia cintai Kak, Nana mohon restui mereka Kak, biarkan Zuy mendapatkan kebahagiaannya..." sambung kata Bi Nana, tak terasa air matanya pun mengalir membasahi pipinya.


Lalu kemudian seseorang yang datang menghampiri Nana dan ternyata itu Nara.


"Mami kenapa nangis?" tanya Nara


Bi Nana pun menoleh ke arah Nara, "Eh Nara sayang, Mami gak apa-apa Nara, Mami hanya kelilipan debu," jawab Bi Nana yang berbohong.


"Debu? mana debunya yang udah bikin Mami nangis, biar Nara lawan debu itu.." oceh Nara sambil berkacak pinggang.


Melihat kelakuan Nara, Bi Nana pun terkekeh, kemudian ia memeluk Nara.


"Iya dong Mi, kan kalau Nara udah besar nanti mau lindungi Mami, Papi dan Kakak Zuy," ujar Nara.


"Oh iya.. hebatnya anak Mami ini, bikin Mami makin sayang sama Nara.."


"Nara juga sayang Mami, Mi bikinin Nara Su-su..!!" pinta Nara


"Oh Nara mau Su-su, yaudah ayo kita ke dapur.."


Nara pun mengangguk senang, lalu Bi Nana bangkit dari posisinya, kemudian mereka berjalan keluar dari kamarnya menuju ke dapur.


************


Rumah Ray


Sore menjelang malam..


Yiou nampak sedang duduk di sofa sembari memainkan game di hpnya, dan menunggu Davin pulang kerja. Setelah beberapa saat kemudian, ia pun mulai bosan memainkan game tersebut, lalu ia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke kamar Davin.


°Kamar Davin


Setelah berada di kamarnya Davin, Yiou pun mendudukan dirinya di kursi yang berada di kamar Davin, Yiou pun membuka laci meja yang di kamar Davin, Yiou pun terkejut melihat isi laci meja itu, ada beberapa masker yang menumpuk di dalam laci itu.


"Hmmm, dasar Davin.." umpat Yiou.


Lalu ia mengambil satu masker milik Davin, setelah itu Yiou pun langsung keluar dari kamarnya Davin.


Beberapa saat kemudian...


Ting Tong..


Mendengar suara bel pintu berbunyi, Bu Ima langsung berjalan menuju ke arah pintu, sesampainya ia pun membukakan pintunya.


Cekleeek


"Tuan Davin.."


Davin pun tersenyum pada Bu Ima, lalu ia masuk ke dalam rumah dan mendudukan dirinya di atas sofa sambil melepaskan dasinya.


"Tuan Davin mau minum apa?" tanya Bu Ima

__ADS_1


"Buatin teh hangat aja Bu Ima," jawab Davin.


Bu Ima pun menganggukkan kepalanya, lalu ia berjalan menuju ke arah dapur.


"Baru pulang kamu Vin?" tanya Yiou.


"Iya, tadi ada meeting di luar, selama Tuan Ray pergi, aku yang bertanggung jawab, tadi banyak klien yang menanyakan Tuan Ray juga," ujar Davin.


"Terus kamu jawab apa?"


"Ya aku jawab aja, beliau lagi di Swedia karena ada acara di sana, dan lagi ...,"


Lalu Davin menoleh ke arah Yiou, betapa terkejutnya dia melihat Yiou memakai masker di wajahnya.


"Ada apa Vin?" tanya Yiou


Davin pun menggelengkan kepalanya, "Tidak ada apa-apa, aku ke kamar sebentar, bilang ke Bu Ima, minumannya taroh di meja saja..!!"


Davin pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan bergegas menuju ke kamarnya.


Setelah berada di dalam kamar, Davin langsung membuka laci meja miliknya, kemudian ia mengambil masker miliknya itu, lalu ia pun menghitungnya, ternyata jumlahnya kurang. Dan...


"Mrs Yiooooou.. kembalikan maskerku....!!" teriak Davin dari dalam kamarnya.


Sedangkan Yiou yang berada di ruang utama, tidak mendengarkan teriakan Davin karena asik main hpnya lagi, akan tetapi..


Hatchuuuuu..


"Cih siapa yang mengutukku sih.." pekik Yiou.


Ia pun kembali fokus pada game di hpnya.


*************


HOTEL


Sepulang dari rumah Dimas, Archo pun kembali ke hotel, ia nampak tengah sibuk dengan laptopnya, akan tetapi bukan untuk pekerjaan, melainkan untuk mencari informasi tentang Zuy. Namun ia tidak menemukan apa-apa, karena Zuy tidak mempunyai akun Fatbook, Cisgram, atau yukyube.(Maaf aku jiplakin semua).


"Aah kalau begini aku susah nyari keluarga yang membesarkannya, kalau urusan mencari informasi cuma bawahanku yang bisa, sekarang aku akan hubungi dia untuk di mintai bantuan," ucap Archo,


Archo pun mengambil hpnya dan langsung mencari kontak yang akan ia hubungi, kemudian setelah menemukan kontak yang ia cari, Archo segera menghubunginya..


***********


Stockholm, Swedia


°HOTEL


Setelah selesai melakukan aktivitasnya di kamar mandi dan berganti pakaian, Zuy pun kembali mendudukan dirinya di atas sofa, sambil melihat pemandangan yang nampak di jendela kamarnya, ia pun langsung terpesona melihat ke indahan dari kota tersebut.


"Baru kali ini aku melihat pemandangan seindah ini, di tambah lagi turunnya salju," lirih Zuy.


Zuy lalu membuka ranselnya dan kemudian ia mengambil buku gambarnya, setelah itu ia pun langsung menggambar pemandangan itu. Beberapa menit kemudian ia pun selesai menggambar.


"Huh, ini akan menjadi kenang-kenangan seumur hidupku," ujar Zuy sambil melihat ke arah buku gambarnya.


Kemudian pandangan Zuy beralih ke arah Ray yang tengah tertidur lelap, senyuman manis terukir di wajahnya, lalu ia kembali membuka lembar buku gambarnya dan kemudian ia menggambar Ray yang tengah tertidur.


"Tuan Muda, Zuy berharap bisa selamanya dengan Tuan Muda, karena Tuan Muda, Zuy bisa merasakan kebahagiaan seperti ini, terimakasih banyak Tuan Muda, dan untuk Mamah, dimana pun Mamah berada, semoga Zuy secepatnya bertemu dengan Mamah, karena Zuy ingin secepatnya menepati janji Zuy pada makam Papah," ucap Zuy sambil memainkan pensilnya.


Setelah menggambar, rasa kantuknya kembali datang, mungkin karena cuaca dingin juga sehingga membuatnya selalu mengantuk. Lalu ia pun menyandarkan kepalanya di sofa.


Beberapa saat kemudian, Ray terbangun dari tidurnya, perlahan ia membuka matanya dan mengedarkan pandangannya sambil mengusap matanya. Setelah semua nyawa terkumpul, Ray mengganti posisinya menjadi duduk, ia pun melihat ke arah sofa.


"Sayang..." panggil Ray


Akan tetapi tidak ada jawaban apa-apa dari Zuy, Ray segera beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah sofa yang berada di kamar hotel tersebut. Sesampainya ia terkejut melihat Zuy yang tertidur lelap di sofa sembari memegang buku gambarnya.


"Ternyata sayangku lagi tidur," lirih Ray sambil mendudukan dirinya di samping Zuy.


Lalu Ray melirik ke arah buku gambar yang di tangan Zuy, ia pun mengambil buku gambar tersebut, pandangannya pun tertuju pada sebuah gambar dirinya yang tengah tertidur dan di bawah gambarnya itu terdapat tulisan yang membuat Ray tersenyum bahagia.


Si tampan yang lagi tidur ini adalah calon suami dan calon ayah dari anak-anak ku nanti. I LOVE YOU RAYYAN


^^^Zoey Lestari^^^


Seperti itulah isi tulisannya.


Ray lalu meletakkan buku gambarnya Zuy di atas meja, kemudian ia menggeserkan badannya sedekat mungkin dengan Zuy. Ia pun mengelus lembut pipi Zuy dan menciumnya. Sesaat setelahnya Ray mendekatkan wajahnya ke telinga Zuy...


"I Love You too My Wife.."


***Bersambung..


Author: "Maaf telat Updet..!!" 🙏🙏🙏

__ADS_1


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏


Salam Author... 😉✌😉✌


__ADS_2