Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Jangan Salah Paham..!!


__ADS_3

<<<<<


"Tuan Muda, ada apa anda menyuruh Zuy dat ... ...," belum sempat bertanya ia terkejut melihat Ray yang sedang memegangi Erlin.


"Tu-Tuan Muda.."


Mendengar suara Zuy, Ray dan Erlin pun langsung menoleh ke arah suaranya. Sontak Ray terkejut melihat Zuy yang sudah berada di ruangannya sedang berdiri sambil melihat ke arahnya.


"Kak Zuy..!!"


"Ahahaha, sepertinya aku mengganggu kalian, kalau gitu Zuy permisi dulu ya," kata Zuy sambil berbalik dan hendak melangkahkan kakinya.


Ray lalu menyadari apa maksud perkataan Zuy, ia langsung melepaskan tangannya dari tubuh Erlin, otomatis membuat Erlin terjatuh di lantai.


"Awww..." rintih Erlin.


Akan tetapi Ray gak peduli, ia justru malah langsung menghampiri Zuy yang hendak keluar dari ruangannya.


"Kakak tunggu..!!" seru Ray sambil memegang lengan Zuy agar tidak pergi dari ruangannya.


Zuy lalu menoleh ke arah Ray. "Hmmmm, ada apa Tuan Muda?" tanya Zuy


"Ka-Kakak jangan salah paham dulu, Ray hanya menolong Nona ini saja, karena dia mau terjatuh, Ray mohon Kakak jangan mar ...," jelas Ray, akan tetapi..


Pffffft


Zuy malah terkekeh. "hihihi... aduh Tuan Muda, anda bicara apa sih, siapa yang marah dan salah paham," ujar Zuy.


"Tapi kenapa Kakak mau pergi dari sini?" tanya Ray


"Ya karena Zuy gak mau ganggu kalian, dan lagi Zuy gak tau kalau ada tamu di sini, jadi ya Zuy mau balik ke Pantry buatkan minuman untuk tamu anda Tuan," ujar Zuy


"Kakak beneran gak marah kan sama Ray?" Ray bertanya kembali sambil menundukkan kepalanya.


Zuy lalu melepaskan pegangan Ray, Zuy mengangkat tangannya dan mendaratkannya ke pundak Ray.


"Tuan Muda, Zuy gak marah kok, udah jangan merasa bersalah gitu," ujar Zuy menepuk-nepuk pundak Ray.


Ray lalu mengangkat kepalanya, wajahnya pun langsung sumringah mendengar perkataan Zuy.


"Terimakasih Kakak," ucap Ray


"Iya, yaudah kalau gitu Zuy ke Pantry dulu ya, mau buatin minuman," papar Zuy.


Namun Ray malah memegang lengan Zuy kembali.


"Kakak jangan pergi! Ray nyuruh Kakak kesini bukan untuk buatkan minuman, tapi Ray nyuruh Kakak kesini buat nemenin Ray di sini!" jelas Ray


"Tuan Muda tapi ...," lirih Zuy


Sementara itu, Erlin yang masih duduk di lantai karena terjatuh pun merasa kesal melihat Ray lebih peduli dengan Zuy dari pada dirinya.


"Tsk, Si OB ini benar-benar mengganggu saja, dasar duri penghalang..!!" gumam Erlin di dalam hati.


Lalu Erlin mencoba berdiri, akan tetapi ia kembali terjatuh karena sepatunya.


"Aduuh.." rintih Erlin dengan suara keras, agar terdengar oleh Ray.


Mendengar suara rintihan dari Erlin, Zuy dan Ray langsung menoleh ke arah Erlin.


"Tu-Tuan, Nona itu terjatuh.." kata Zuy, ia pun langsung melepaskan pegangan Ray dan menghampiri Erlin.


"Nona apa anda baik-baik saja? sini Zuy bantu..!!" tawar Zuy sambil mengulurkan tangannya.


PAAAK..


Erlin langsung menepis keras tangan Zuy.


"Jangan pegang-pegang...!!" cetus Erlin


Lalu Erlin melihat ke arah Ray, ia berharap Ray yang menolongnya, akan tetapi justru Ray malah menatap Erlin dengan tatapan tajam.


"Waduh, sepertinya Tuan Ray marah, aku harus bagaimana ini," batin Erlin.


"Aah maaf aku tidak sengaja, aku tadi cuma ... ...," lirih Erlin sambil menundukkan kepalanya.


"Tidak apa-apa, mari Zuy bantu anda bangun.." Zuy lalu mengulurkan tangannya kembali.


Dengan sangat terpaksa Erlin pun menerima bantuan dari Zuy. Lalu Zuy menarik tangan Erlin sehingga Erlin bisa berdiri.


"Te-terimakasih banyak," ucap Erlin. "Kalau bukan karena di depan Tuan Ray, aku gak akan sudi menerima bantuanmu," batin Erlin.


"Iya sama-sama," kata Zuy, lalu Zuy menuntun Erlin ke sofa dan mendudukan Erlin di sofa.


"Terimakasih.." ucap Erlin


Zuy hanya tersenyum, lalu ia berjalan menjauh, akan tetapi..


"Kakak mau kemana, Kakak duduk aja di sini..!!" suruh Ray


"Ta-tapi Tuan Muda, Zuy mau buatin minuman untuk anda dan Nona ini," ujar Zuy.


Tanpa berkata apa-apa, Ray langsung mendudukan Zuy di sofa lainnya, setelah itu ia pun langsung duduk di samping Zuy.


"Nona Erlin, ada keperluan apa anda datang kemari?" tanya Ray tanpa basa-basi.

__ADS_1


Erlin pun langsung merogoh tasnya untuk mengambil undangan acara ulang tahunnya untuk Ray.


"Saya datang kesini mau menyerahkan undangan acara pesta ulang tahun saya untuk anda," ujar Erlin sambil menyerahkan undangannya.


Ray lalu mengambil undangan tersebut, "Terimakasih Nona Erlin, memangnya acaranya kapan?" tanya Ray


"Lusa Tuan Ray, saya sangat berharap kehadiran anda di hari pesta ulang tahun saya," pinta Erlin.


"Oh iya saya akan usahakan untuk datang, tapi saya tidak bisa menjanjikannya," jelas Ray.


"Iya gak apa-apa Tuan, tapi saya benar-benar berharap," lirih Erlin, "Oh iya Tuan Ray, apa anda ada waktu luang, saya ingin mengajak anda makan siang," imbuhnya.


"Euuum waktu luang ya, saya mohon maaf Nona, tapi sebentar lagi saya akan pergi keluar untuk Meeting," ujar Ray.


Lalu tiba-tiba Davin pun datang..


"Tuan Ray apa anda sudah siap, ayo kita berang ..., lho lagi ada tamu rupanya," papar Davin.


"Pak Davin..."


"Tuan Davin apa kabar?" sapa Elin


"Kabarku baik-baik saja Nona, anda sendiri?" Davin pun bertanya kembali.


"Saya juga baik-baik saja," jawab Erlin.


Davin pun langsung tersenyum, lalu kemudian ia mendekat ke telinganya Ray.


"Tuan Ray, maaf bukan saya mengganggu acara anda dengan wanita-wanita anda, tetapi kita harus berangkat Tuan," bisik Davin.


"Kak Davin ngomong apaan sih, lebih baik Kakak ambil Proposal yang ada di meja itu, setelah itu kita berangkat sekarang..!!" perintah Ray.


"Baiklah Tuan Ray," kata Davin, lalu ia berjalan menuju ke meja kerjanya Ray.


"Maaf Nona Erlin, bukan saya tidak sopan, tapi saya harus segera pergi, terimakasih atas undangan anda.." kata Ray sambil berdiri dari tempat duduknya.


Erlin juga langsung berdiri, "Hmmm sayang sekali ya Tuan Ray, padahal saya ingin makan siang dengan anda, tapi gak apa-apa Tuan Ray," papar Erlin yang sedikit kecewa.


"Yaudah kalau gitu, mari saya antar keluar, sekalian saya juga mau keluar, ayo Kak Zuy.." kata Ray


Lalu mereka pun keluar dari ruangan Ray dan berjalan ke arah pintu lift menuju ke lantai bawah. Setelah sampai di lantai bawah Ray dan Davin pun langsung bergegas pergi, sedangkan Erlin masih berada di Perusahaan CV.


"Nona Erlin, saya kembali ke Pantry dulu ya," ucap Zuy


"Tunggu, aku ingin bicara padamu, ayo kita pergi ke tempat makan..!!" ajak Erlin.


"Tapi Nona, saya harus kembali bekerja.." ujar Zuy.


"Ini udah waktunya istirahat, ayo kita pergi sekarang..!!" titah Erlin, ia pun menarik tangan Zuy menuju keluar dari Kantor.


"Jalan Pak..!!" suruh Erlin kepada supirnya.


"Baik Nona.."


Supirnya pun langsung menginjakkan gas mobilnya dan pergi dari Perusahaan CV menuju ke tempat makan.


^Di Tempat Makan (Restoran Seafood)


Tak lama kemudian, mereka pun sampai di tempat makan yang tidak begitu jauh dari Perusahaan CV, mobilnya Erlin langsung berhenti di depan tempat makan tersebut. Erlin dan Zuy pun turun dari mobil.


"I-ini..." lirih Zuy sambil melihat ke tempat makan tersebut.


"Ada apa, gak sanggup bayar ya, tenang aja saya yang bayarin kok," kata Erlin dengan sombongnya.


"Bu-bukan begitu tapi ... ...,"


Erlin pun langsung menarik tangan Zuy dan membawanya masuk ke dalam rumah makan tersebut. Setelah berada di dalam mereka pun langsung duduk di tempat yang sudah di sediakan. Tak berapa lama kemudian pelayan pun datang menghampiri mereka.


"Permisi Nona, ini menunya.." kata pelayan itu


"Tidak usah, saya mau pesan menu komplit yang paling mahal di sini untuk 2 orang, dan minumannya Orange jus," papar Erlin.


"Baik Nona, tunggu sebentar.." Pelayan itu pun pergi...


"Nona sebenarnya anda mau bicara apa?" tanya Zuy


"Hmmm, ternyata kamu orangnya gak suka basa-basi ya, yaudah kalau gitu aku juga akan langsung jawab tanpa basa-basi juga," ujar Erlin


Lalu salah satu pelayan datang mengantar minuman untuk Erlin dan Zuy.


"Ini Nona minumannya.." kata si pelayan sambil meletakkan minumannya di atas meja.


"Terimakasih banyak," ucap Erlin


Lalu Pelayan itu pun pergi..


"Ayo di minum, kalau cuma Orange jus gak akan buat kamu sakit perut kan," papar Erlin.


"Iya terimakasih banyak," ucap Zuy, ia pun langsung meminum Orange jusnya.


"Langsung aja ya, begini Zuy, aku merasa risih melihatmu yang selalu aja menempel pada Tuan Ray, dan lagi kenapa Tuan Ray selalu perhatian sekali denganmu, apa kamu menggunakan sesuatu pada Tuan Ray, sehingga Tuan Ray begitu peduli sama kamu," cetus Erlin.


Mendengar perkataan Erlin, ia pun langsung melihat ke arah Erlin,


"Apa maksud Nona barusan?" tanya Zuy dengan nada sedikit kesal.

__ADS_1


"Wow santai Zuy, maksudku di sini adalah kamu itu lebih baik segera menjauh dari Tuan Ray, jangan terus-terusan mendekati Tuan Ray, ingat posisimu itu hanya OB, beda level dengan Tuan Ray, Tuan Ray itu cocoknya sama orang yang selevel dengannya, dan lagi kalau dia perhatian denganmu karena kamu itu bawahannya, jadi jangan bermimpi untuk menjadi putri, kamu paham kan maksudku," papar Erlin.


"Iya saya sangat paham Nona, apa yang di maksudkan Nona, saya juga sadar kalau saya hanya seorang OB. Tapi asal Nona tahu saja, saya juga tidak bisa melarang atau memaksakan Tuan Muda untuk dekat dengan saya, karena itu adalah hak dari perasaan Tuan Muda mau dengan siapa saja juga, Nona mengerti kan omongan saya," ujar Zuy


Braaaak...


"Kamu..!!" sergah Erlin menunjuk ke arah Zuy


"Maaf Nona, saya harus kembali bekerja, dan lagi asal Nona tahu saja, saya bukannya tidak sanggup untuk bayar makanan di sini, tetapi saya Alergi dengan Seafood apalagi udang, dan terimakasih banyak sudah membawa saya kesini, dan ini uang untuk minuman saya," ujar Zuy sambil menaroh uang di meja, lalu ia pun langsung pergi meninggalkan Erlin.


"Tsk, dasar wanita miskin, berani-beraninya berkata seperti itu, lihat saja nanti Tuan Ray akan jatuh ke pelukanku dan kamu akan menangis darah," murka Erlin.


°°°°°°


Setelah keluar dari tempat makan tersebut, ia pun terus berjalan menuju ke Perusahaan, perasaannya saat ini sudah tercampur aduk.


"Kenapa terus saja seperti ini," lirih Zuy sambil terus berjalan, tanpa sadar air matanya pun kembali mengalir membasahi pipinya.


*****


^Perusahaan CV


Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, Zuy pun akhirnya sampai di tempat kerjanya, ia langsung bergegas masuk ke dalam dan beraktivitas kembali.


°°°°°°


Waktu berlalu begitu cepat, jam pulang kerja pun tiba, mereka satu-persatu meninggalkan tempat kerjanya, dan tak berapa lama kemudian Zuy dan yang lainnya pun sudah menyelesaikan pekerjaannya dan langsung ke Parkiran. Setelah sampai di parkiran..


"Zuy, aku duluan ya.." kata Airin


"Iya hati-hati ya Rin," ucap Zuy, lalu Airin pun pergi.


"Hah, rasanya aku tidak ingin pulang ke rumah, lebih baik aku ke Resto saja," katanya.


Zuy lalu mengambil motornya, setelah itu ia pun langsung bergegas pergi menuju ke Resto.


*****


Resto


Tak berapa lama kemudian, Zuy akhirnya sampai di Resto, akan tetapi Resto malah tutup.


"Hah, tumben banget Resto udah tutup, aku langsung ke rumah Bi Nana aja deh," Zuy langsung mengendarai motornya menuju rumah Bi Nana.


******


Rumah Bi Nana


Setelah sampai di rumah Bi Nana, ternyata pintu pagar rumah Bi Nana tertutup, Zuy langsung turun dari motornya dan berjalan mendekat ke pagar untuk membukanya, akan tetapi pagarnya di kunci.


"Bi Nana sepertinya sedang pergi, aku harus hubungi Bi Nana."


Zuy lalu mengambil hpny dan menghubungi Bi Nana, akan tetapi hp Bi Nana tidak bisa di hubungi.


"Bi Nana kemana ya, kenapa hpnya gak bisa di hubungi, yaudah aku tunggu aja, siapa tahu sebentar lagi dia datang," ujar Zuy, ia pun duduk di motornya menunggu Bi Nana.


Tak terasa waktu menunjukan pukul 08.45 Pm, Zuy ternyata terus menunggu Bi Nana datang, sampai pukul 09.35 Pm, Bi Nana belum juga datang.


"Bi Nana kenapa belum datang, di hubungi juga gak aktif," papar Zuy. Ia pun akhirnya menyerah dan pergi meninggalkan rumah Bi Nana.


Zuy terus mengendarai motornya menuju ke arah rumahnya, akan tetapi di tengah perjalanan tiba-tiba terdengar suara desisan keras yang membuat Zuy kehilangan keseimbangan dalam mengendarai, lalu ia segera menepi dan turun dari motornya. ternyata suara desisan itu berasal dari Ban motornya.


"Aaah kenapa mesti bocor sih, mana ada bengkel yang buka jam segini," umpat Zuy.


Lalu ia pun mendorong motornya, sambil melihat ke kanan-kiri siapa tahu ada bengkel yang buka, baru beberapa meter ia mendorong motornya, tidak ada angin atau gemuruh tiba-tiba hujan turun dengan derasnya membasahi tubuhnya. Tanpa peduli dengan hujan, ia pun terus mendorong motornya.


Sementara itu, Ray dan Davin baru kembali dari luar, Davin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena kondisi jalannya yang licin akibat hujan.


"Tumben hujan turun deras sekali Tuan, untung kita sudah hampir sampai," papar Davin.


"Iya, hari ini lelah sekali, aku ingin langsung tidur," kata Ray


"Tuan Ray, seperti biasa anda sangat hebat," puji Davin.


"Hmmm biasa aja Kak, lagian juga Kak Davin bantuin Ray," ujar Ray sambil melihat ke arah kaca mobilnya, seketika matanya pun terpejam, Lalu tiba-tiba..


Ciiit..


Davin lagi-lagi berhenti secara mendadak, membuat Ray terkejut dan terbentur.


"Ada apa sih Kak, suka kebiasaan berhenti mendadak," gerutu Ray


"Maaf Tuan, tapi Tuan Ray, coba anda buka kaca mobilnya dan lihat sebrang jalan," pinta Davin


"Emang ada apa sih, kan lagi hujan nanti basah," gerutu Ray, akan tetapi dia langsung menurunkan kaca mobilnya.


Setelah di turunkannya kaca mobilnya, Ray langsung melihat ke arah sebrang jalan, sontak betapa terkejutnya Ray melihat Zuy sedang mendorong motornya.


"Kakak...!!"


***Bersambung...


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏


Salam Author... ✌😉😉✌

__ADS_1


__ADS_2