
<<<<<
Zuy yang sedang terbaring pun perlahan menolehkan kepalanya ke arah suara Papah dari anak-anaknya itu.
"Ray!!"
"Iya sayangku, ini aku." ucap Ray.
Senyum Zuy pun langsung mengembang, ia perlahan membangunkan tubuhnya dan saat ia hendak beranjak dari ranjangnya, Ray dengan sigap langsung menahannya.
"Sayangku, kamu mau kemana?" tanya Ray.
Zuy mendongakkan kepalanya dan menatap lekat wajah pria tampan yang berada di hadapannya itu.
"Ini benar-benar kamu kan Ray?"
"Tentu saja sayangku, siapa lagi laki-laki tampan selain diriku ini," lontar Ray.
Mendengar itu, Zuy langsung memeluk erat tubuh kekar Ray dan tangisnya pun pecah di pelukan Ray, begitu pula dengan Ray.
"Syukurlah akhirnya kamu datang juga. Seandainya hari ini kamu tidak datang, maka aku akan membenci mu dan tidak akan pernah memaafkan mu, Rayyan." cetus Zuy.
"Sayangku, jangan berkata seperti itu! Aku tidak sanggup kalau kamu sampai membenciku." ucap Ray tersedu-sedu sambil memasang raut wajah sedihnya.
Zuy kembali mendongakkan kepalanya menatap lekat Ray, seketika ia menyemburkan tawa kecilnya karena melihat ekspresi wajah Ray.
Pffft....
"Hihihi.... Aku hanya bercanda Ray, mana mungkin aku membenci Papahnya anak-anak," ujar Zuy membuat Ray merengut.
"Sayangku becanda mu benar-benar keterlaluan dan membuatku ketakutan," pekik Ray.
"Maaf Ray, soalnya dari tadi tidak ada yang bisa aku becandain, dan kebetulan kamu datang, jadi ya aku .... hummpt."
Zuy menghentikan perkataannya karena secara tiba-tiba Ray menyambar bibir Zuy sehingga membuat Zuy terpaku dan menitihkan air matanya kembali. Sesaat mereka berdua melepaskan tautannya, Ray kembali memeluk pujaan hatinya itu.
"Sayangku, terimakasih karena sudah memberikan tempat terbaik untuk kedua anakku, terimakasih karena sudah berjuang melahirkan kedua anakku bahkan kamu sampai rela mempertaruhkan nyawa mu demi mereka. Maafkan aku sayangku! Di saat kamu berjuang keras untuk melahirkan kedua anakku, aku malah tidak ada di samping mu dan menemani mu. Aku benar-benar minta maaf sayangku, aku ...." ucap Ray menangis.
Ia pun perlahan menjatuhkan dirinya dengan posisi berlutut sehingga membuat Zuy ternanap.
"Ray, apa yang kamu lakukan? Tolong jangan seperti ini! Ayo bangun!"
"Maafkan aku sayangku! Aku sangat bersalah karena tidak berada di sampingmu dan mendampingi mu di saat kamu sedang berjuang mempertaruhkan nyawa mu. Aku benar-benar tidak tahu kalau kamu akan melahirkan sekarang. Dan aku benar-benar sangat menyesal, sayangku." rutuk Ray menundukkan kepalanya sambil menangis.
Mendengar itu, Zuy langsung menangkup kedua pipi Ray dan mendongakkannya sehingga pandangan mereka berdua saling bertemu.
"Rayyan dengarkan aku! Bukan hanya kamu saja yang tidak tahu kalau aku akan melahirkan sekarang, yang lainnya juga tidak ada yang tahu, begitu pula dengan ku, Ray. Jadi jangan menyalahkan diri kamu seperti ini! Dan lagi yang terpenting si kembar udah lahir dengan selamat, sehat dan sempurna. Kita sekarang sudah menjadi orang tua Ray," ucap Zuy sambil mengusap air mata Ray.
"Iya kamu benar sayangku," lirih Ray.
"Ya aku memang selalu benar, jadi sekarang bangunlah!" titah Zuy.
Ray menganggukkan kepalanya dan bangkit dari posisinya menjadi berdiri.
"Lalu di mana kedua anakku?" tanya Ray mengedarkan pandangannya.
"Mereka masih di ruangan khusus bayi, mungkin sebentar lagi mereka akan di bawa ke sini," ujar Zuy.
"Oh...." Ray mendudukkan dirinya di samping Zuy. "Haaa.... Aku jadi penasaran wajah kedua anakku, pasti semuanya mirip dengan ku," imbuhnya.
"Ya nanti kamu juga akan mengetahuinya, euuum lebih baik kamu bebersih dulu sana! Sebelum mereka di bawa ke sini," kata Zuy.
Ray mengangguk sambil kembali bangkit dari posisinya.
"Baiklah sayangku, kalau begitu aku ke kamar mandi dulu ya."
"Iya Ray...."
Sebelum ke kamar mandi, Ray terlebih dahulu mencium kening dan kedua pipi Zuy. Sesudah itu, ia segera melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi yang berada di ruangan tersebut.
Di luar ruangan, nampak seorang Suster tengah berjalan sambil mendorong infant incubator milik si kembar menuju ke ruang di mana Zuy berada.
"Sepertinya yang di bawa Suster itu anak-anak Tuan Ray," lontar Davin.
"Oh iya, dimana Vin?" tanya Yiou.
"Itu Mrs Yiou," Davin menunjuk ke arah Suster tersebut.
Sehingga membuat pandangan Yiou dan lainnya mengarah ke arah di mana Davin menunjuk.
"Kamu benar Vin, ayo kita lihat!" ajak Yiou.
Mereka pun segera bangkit dari posisinya dan menghampiri Suster tersebut, sedangkan Mamahnya dan Dimas tetap berada di posisinya, lalu ....
"Tunggu Suster!" seru Yiou.
Suster itu pun langsung menghentikan langkahnya.
"Jangan di bawa masuk dulu, Sus! Soalnya kami juga ingin melihatnya," ujar Davin.
"Oh, silahkan Tuan dan Nona," Suster pun mempersilahkannya.
"Terimakasih Suster," ucap Yiou.
Davin dan lainnya langsung melihat ke arah inkubator tersebut.
"Waaah, kedua ponakan ku lucu-lucu, jadi pengen cium mereka berdua," seru Airin dengan senangnya.
"Mereka benar-benar fotocopy-annya si Tuan dingin saat masih bayi, apalagi yang laki-lakinya ini," ujar Yiou.
Lalu tiba-tiba terdengar suara isak tangis dari Davin sehingga membuat Airin dan lainnya memalingkan pandangannya ke arah Davin.
"Lho Pak Davin, kenapa anda menangis?" tanya Airin keheranan.
"Kamu kenapa Vin?" sambung Yiou.
"Aku hanya ingat Mom Candika, coba kalau Mom masih ada, pasti beliau akan sangat bahagia melihat kedua cucunya ini," ujar Davin.
"Iya kamu benar juga Vin," lirih Yiou.
Sesaat setelah puas melihat si kembar dan mengambil fotonya, Davin dan lainnya kembali ke posisinya semula, sedangkan Suster segera membawa si kembar masuk.
"Permisi Nona Zuy," seru Suster menghampiri Zuy.
Zuy pun langsung menolehkan kepalanya ke arah Suster tersebut.
"Iya Suster, ada apa?"
"Saya datang membawa kedua bayi anda, Nona." jawabnya.
"Waaah, memangnya sudah boleh di pindahkan?"
Suster pun mengangguk. "Iya Nona, mereka sudah boleh di pindahkan."
Lalu Suster mengeluarkan si kembar dari infant incubator dan meletakkannya di box bayi yang berada di samping ranjang Zuy. Setelah selesai ....
"Kalau begitu saya permisi dulu, Nona."
"Iya Sus, terimakasih banyak," ucap Zuy.
__ADS_1
Suster itu hanya membalas dengan senyuman dan anggukan kepala saja, ia pun melangkah keluar dari ruangan tersebut.
"Siapa yang datang sayangku?" tanya Ray yang baru keluar dari kamar mandi.
"Suster dan dia mengantar si kembar," jawab Zuy menunjuk ke arah Box bayi.
Seketika Ray langsung mendekat ke arah Box bayi tersebut dan lagi-lagi air matanya mengalir membasahi pipinya saat melihat kedua anaknya itu.
"Me-mereka anak-anakku?" lirih Ray dan di balas anggukan oleh Zuy.
"Tentu saja mereka anak-anak mu, Ray. Lihatlah wajah dingin mereka mirip sekali seperti Papahnya ini. Bahkan aku sampai tidak percaya saat mereka baru lahir, ekspresi wajah mereka sangat dingin dan pemarah sama persis dengan mu, Ray." cetus Zuy dengan maksud mencandainya.
Sehingga membuat wajah Ray kembali merengut.
"Sayangku, teganya kamu berkata seperti itu," rengek Ray membuat Zuy terkekeh geli mendengarnya.
"Hihihi.... Aku hanya becanda tampan-ku. Lagian lihat kamu menangis seperti itu membuat ku tidak tahan ingin menggoda mu, Ray." ujar Zuy.
"Huumpt... Dasar sayangku," gumam Ray membuang wajahnya.
"Benar-benar lucu kamu, Ray." batin Zuy.
Sesaat Ray mengangkat salah satu bayinya yang berjenis kelamin laki-laki dan memberikannya pada Zuy, ia pun kembali mengangkat bayi perempuannya, kemudian ia duduk di samping Zuy.
"Mereka berdua sangat menggemaskan ya Ray? Aku benar-benar tidak menyangka bahwa sekarang aku sudah menjadi seorang Ibu," Zuy memandangi wajah bayinya.
"Iya sayangku, aku juga tidak menyangka bahwa sekarang aku sudah menjadi Daddy dari kedua anakku ini. Terimakasih sayangku karena selama ini kamu sudah memberikan kebahagiaan untukku dan di tambah lagi dengan hadirnya si kembar di tengah-tengah kita, membuat hidupku semakin bahagia dan sempurna. Aku benar-benar sangat mencintaimu, sayangku." ucap Ray.
"Aku juga mencintaimu, Rayyan."
Mereka pun mendekatkan wajah mereka hingga bibir mereka saling bersentuhan, lalu tiba-tiba ....
Oeeek.... Oeeek....
Bayi kembar mereka menangis dengan keras, membuat Ray dan Zuy menghentikan aksinya.
"Kenapa kalian tiba-tiba menangis?" Ray mengelus pipi bayi perempuannya.
"Sepertinya mereka sudah lapar, yaudah kalau begitu kalian minum susu dulu ya anak-anak Mamah." ucap Zuy. "Ray, tolong bantu aku!" imbuhnya.
Ray mengangguk. "Baiklah sayangku."
Ray meletakkan bantal di atas paha Zuy, lalu ia menempatkan bayi perempuannya tepat di sebelah bayi laki-lakinya, kemudian ia membantu Zuy membuka baju Zuy. Setelah itu Zuy langsung memberikan ASI-nya untuk kedua anaknya itu.
Keduanya pun meminumnya dengan lahap sehingga membuat Ray terpaku melihatnya, senyumnya langsung mengembang, kemudian ia mengelus rambut Zuy dan menciumnya.
"Terimakasih sayangku."
*******************
Rumah Dimas
Sementara itu di dalam kamarnya, Maria nampak tengah memandangi sebuah foto yang berada di dalam hpnya dan ternyata foto tersebut adalah foto anak kesayangannya yaitu Kimberly.
"Kenapa dari tadi perasaan ku jadi aneh seperti ini saat mendengar bahwa anak durhaka itu sudah melahirkan anaknya? Harusnya kan aku membencinya, karena ia berbahagia di atas penderitaan Kimberly," ucap Maria.
......................
Beberapa Jam Sebelumnya....
Kala itu menjelang senja, Bunda Artiana dan Dimas baru saja sampai di rumah dan di sambut oleh Mira sang asisten rumah tangga.
"Tuan, Nyonya besar, selamat datang...." sambut Mira.
"Terimakasih Mir," ucap Dimas melangkah masuk kedalam rumah bersamaan dengan Bunda Artiana.
Setelah berada di dalam, mereka berdua langsung mendudukkan dirinya di atas sofa.
"Iya Tuan, tadi Nona Muda datang ke sini mencari Nyonya besar," jawab Mira.
"Apa! Cucuku datang ke sini?" Bunda Artiana terkejut mendengar jawaban Mira.
Mira mengangguk. "Iya Nyonya."
"Jadi sebelum cucuku melahirkan dia sempat mampir ke sini," ujar Bunda Artiana.
"Nyonya besar bilang apa? Nona muda sudah melahirkan?" lontar Mira yang terkejut. Lalu ....
"Siapa yang melahirkan?" seru Maria yang keluar dari kamarnya.
Sehingga Bunda Artiana dan Dimas pun langsung mengarahkan pandangannya ke arah Maria, lalu kemudian Maria menghampiri mereka.
"Bunda kenapa baru pulang? Bukannya kalau check up itu cepat? Dan lagi barusan Maria dengar kata melahirkan, memangnya siapa yang melahirkan?" cecar Maria yang penasaran.
"Maria, Bunda pulang terlambat sebab Bunda menemani cucu Bunda yang baru saja melahirkan," jawab Bunda Artiana.
"Cucu Bunda? Maksud Bunda Zuy?"
Bunda Artiana mengangguk. "Iya Maria, Zuy anak kamu, dia sudah melahirkan kedua anaknya dengan selamat dan lucu-lucu. Selamat ya Maria, sekarang kamu sudah mempunyai cucu," ucapnya.
Lalu tiba-tiba....
Deeeg
Jantung Maria berdegup kencang dan tak terasa air matanya lolos mengalir membasahi pipinya saat mendengar ucapan Bunda Artiana.
"Ja-jadi setelah dari sini, dia langsung melahirkan?" lirih Maria.
"Iya Kak Maria, karena air ketubannya sudah pecah duluan, jadi mau tidak mau Zuy harus melahirkan lebih awal dari perkiraannya," balas Dimas.
"Oh begitu rupanya." Maria lalu memutar kursi rodanya.
"Maria kamu mau kemana?" tanya Bunda Artiana.
"Maria mau ke kamar Bunda, tiba-tiba kepala Maria sakit," jawab Maria.
"Maria, besok kamu harus ikut Bunda ke rumah sakit untuk menjenguk anak dan kedua cucu mu itu!"
"Ya gimana nanti aja Bunda, yaudah Maria masuk dulu ke kamar."
Maria lalu menjalankan kursi rodanya menuju ke kamarnya.
"Maria kenapa Dim?" tanya Bunda Artiana
"Mungkin sakit kepala Kak Maria kumat, Bun. Jadi dia memerlukan obatnya," jawab Dimas. "Oh iya Bunda, sebentar lagi Dimas balik lagi ke rumah sakit, jadi Bunda jangan lupa minum obatnya ya!" sambung tuturnya.
"Baik Dokter Dimas," balas Bunda Artiana.
Dimas pun terkekeh mendengarnya, lalu ia menyandarkan kepalanya di dinding sofa.
"Aku sangat berharap, semoga dengan hadirnya kedua anak Zuy bisa memperbaiki hubungan antara Kak Maria dan Zuy," batin Dimas.
Flashback end.
......................
"Benar-benar anak durhaka, anak yang tidak punya hati dan perasaan, dia lebih memilih untuk kebahagiaannya sendiri ketimbang kebahagiaan Kimberly." sungut Maria.
Lalu tiba-tiba saja jantungnya kembali berdegup kencang dan air matanya pun lolos membasahi pipinya.
__ADS_1
"Kenapa seperti ini lagi, sebenarnya apa yang terjadi dengan ku ini? Aku seperti merasakan sesuatu yang tak biasa, tapi apa ya? Semoga saja ini bukan berita buruk tentang anak tersayang ku. Kimberly anak Mam sayang, Mam selalu berdoa untuk mu, semoga hidup mu selalu bahagia dan maafkan Mam karena belum bisa menemui mu, Kimberly." ucap Maria memegangi dadanya.
****************************
Amerika
Perusahaan RGM
Di Perusahaan RGM (Perusahaan milik Daddy Michael) Nampak Daddy Michael tengah berada di ruangannya bersama dengan Pak Willy yang kala itu tengah berada di Amerika.
"Michael...." panggil Pak Willy.
Daddy Michael menoleh. "Hmmmm, kenapa Will?"
"Aku perhatikan dari tadi, nampaknya kamu sedang bahagia ya? Sampai tersenyum seperti itu. Hmmm, bisa aku tebak, ini pasti gara-gara kemaren kamu sudah berhasil memenangkan saham yang tak ternilai harganya itu, iya kan? Makanya sampai sekarang kamu tersenyum-senyum seperti itu," lontar Pak Willy menggoda Daddy Michael.
"Hahaha.... Kalau itu jangan di tanya Will. Tapi untuk saat ini entah kenapa aku merasakan perasaan bahagia yang sulit untuk di tebak, dari tadi aku merasakan jantungku berdegup kencang dan rasanya seakan ingin menangis, Will." ujar Daddy Michael.
"Oh begitu ya. Ya sebenarnya aku juga sama seperti apa yang kamu rasakan saat ini Chael." balas Pak Willy.
Lalu tiba-tiba....
Kliiing....
Bunyi suara chat masuk dari hpnya Daddy Michael, membuat Daddy Michael langsung menyambar hpnya yang berada di atas meja dan melihat ke arah layar hpnya itu.
"Davin! Tumben dia mengirim foto," lirih Daddy Michael dan ternyata chat tersebut berasal dari Davin.
Daddy Michael pun segera membuka Icon Chat dan melihat foto yang di kirimkan oleh Davin.
"Bayi kembar siapa ini?" ucap Daddy Michael yang terpaku melihat foto bayi kembar yang di kirim oleh Davin.
"Kenapa Chael?" tanya Pak Willy.
"Ini si Davin mengirim foto bayi kembar, tapi wajah keduanya nampak tidak asing bagiku, seperti saat Rayyan masih bayi dulu," ujar Daddy Michael memandangi foto tersebut.
"Chael apa jangan-jangan mereka ...."
"Anaknya Rayyan? Tunggu sebentar Will aku akan menghubungi Davin untuk menanyakan siapa bayi kembar ini," kata Daddy Michael dan di balas anggukan Pak Willy.
Lalu Daddy Michael langsung menghubungi Davin.
Tuut....
"Halo Dav," sapa Daddy Michael.
"Iya Dad," sahut Davin dari sebrang telponnya.
"Kamu barusan mengirim foto bayi kembar, memangnya itu bayi kembar siapa Dav?" tanya Daddy Michael penasaran.
"Tentu saja mereka berdua adalah cucu-cucu Daddy," jawab Davin, sehingga membuat Daddy Michael tersentak.
"Apa kamu bilang! cucu-cucu ku? Berarti anak Rayyan."
"Iya Dad, mereka berdua anak Tuan Ray, cucu Daddy. Selamat ya Dad, sekarang Daddy sudah menjadi seorang Kakek."
"Terimakasih Dav, yaudah Daddy tutup dulu telponnya."
"Oke Dad."
Daddy Michael langsung memutuskan telponnya.
Lalu secara tiba-tiba Daddy Michael memeluk Pak Willy, membuat Pak Willy keheranan.
"Willy, sekarang aku sudah menjadi seorang Kakek," sorak Daddy Michael dengan girangnya.
"Apa! Kakek? Jadi maksud mu foto bayi kembar itu adalah foto anaknya Rayyan dan Zuy?"
"Iya, mereka berdua adalah cucu-cucu pertama ku."
Mendengar itu, seketika membuat wajah Pak Willy sumringah dan langsung membalas pelukan Daddy Michael.
"Selamat ya Chael kamu sudah menjadi seorang Kakek, begitu pula dengan ku. Ini benar-benar kabar yang sangat menggembirakan bagi keluarga kita," ucap Pak Willy.
"Iya kamu benar Will, aku jadi tidak sabar ingin melihat dan menggendong kedua cucu-cucu ku itu."
"Ya nanti kita akan pulang untuk melihat si kembar."
***************************
Setelah melewati malam yang panjang di selimuti dengan kebahagiaan dan kini saatnya matahari mulai menyapa seluruh dunia.
Rumah Sakit
—Pukul 07.30Am
Sementara itu di ruang Zuy, nampak Davin dan Yiou sudah berada di sana, mereka berdua masing-masing menggendong salah satu dari bayi kembar Ray. Sedangkan Ray tengah sibuk menyuapi pujaan hatinya itu. Lalu ....
"Tuan dingin...."
"..........." Ray menoleh ke arah Yiou.
"Aku dari semalam penasaran lho, sampai-sampai kebawa mimpi malah," papar Yiou.
"Hmmmm, penasaran? Memangnya Kak Yiou penasaran dengan siapa?" tanya Ray.
"Tentu saja aku penasaran dengan nama anak-anak kalian, Tuan dingin. Soalnya kamu belum memberi tahu ku siapa nama mereka," pekik Yiou.
"Iya bener banget tuh Mrs Yiou, aku juga sangat penasaran dengan nama mereka," sambung Davin.
Ray memanggut. "Oh, jadi kalian berdua benar-benar penasaran dengan nama si kembar."
"Tentu saja!" ucap Yiou dan Davin barengan.
Lalu Ray melihat ke arah Zuy dan di balas senyuman dari Zuy, kemudian pandangannya beralih ke arah si kembar yang sedang berada di gendongan Yiou dan Davin.
"Untuk nama anakku yang laki-laki adalah RAYNER G MICHAEL kalian bisa memanggilnya Baby R atau Rayn Sedangkan untuk anakku yang perempuan namanya adalah ZEANRA CANDIKA VALLERY kalian juga bisa memanggilnya Baby Z atau Zea." jelas Ray memperkenalkan nama kedua anaknya.
"Nama yang bagus Tuan Ray," puji Davin.
"Iya Vin, tapi kenapa kalian memberi nama Kak Candika pada salah satu anak kalian ini Ray, Baby?" tanya Yiou penasaran.
"Iya Kak Yiou, karena aku sangat menyukai nama Mrs Candika, dan kebetulan salah satu si kembar adalah perempuan, jadi kami cantumkan nama Mrs Candika di bayi perempuan kami," jawab Zuy.
Yiou pun tersenyum dan berkata, "Terimakasih banyak Baby, Ray. Karena kalian sudah mencantumkan nama Candika dan Vallery pada salah satu anak kalian."
"Sama-sama Kak," balas Zuy. Lalu ....
"Oh iya, ngomong-ngomong soal Mom, sebenarnya semalam Ray bermimpi tentang Mom, dia mendatangi ku dan bahkan mengucapkan selamat untuk ku," ungkap Ray.
Sontak membuat Yiou dan lainnya tersentak kaget.
"Apa! Kak Candika mendatangi mu, Ray?"
***Bersambung....
Author: "Maaf telat Updet..!!" 🙏🙏🙏
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga tinggalkan jejak Like Rate Vote and Love.. maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
__ADS_1
Salam Author... 😉✌😉✌