Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Seorang Yang Berharga Milik Tuan Ray


__ADS_3

<<<<<


Byuuur..


Ia pun menyiramkan cairan merah dan lengket seperti sirup ke arah Zuy, "Rasain kau pelakor.." serunya, ia pun lalu pergi.


Sedangkan temannya Anne yang menanyakan Alamat pun juga pergi meninggalkan Zuy.


Zuy sangat terkejut, ia melihat ke belakang namun orang yang menyiramnya sudah tidak terlihat, ia pun menoleh ke orang yang menanyakan alamat, tapi malah gak ada juga.


"Haaa... Lagi-lagi seperti ini ya! Sepertinya banyak banget orang yang membenciku," batinnya sambil memegang kepalanya yang terkena cairan itu.


Semua orang yang di situ hanya melihatnya saja, lalu...


"Eh.. dia itu kenapa?" tanya salah satu orang yang ada di situ


"Sepertinya tadi ada orang yang menyiram dia dari belakang, dan orangnya langsung pergi," jawab satu orang lainnya.


Lalu Anne tiba-tiba menghampiri orang-orang yang ada disitu, "Seorang jal*ng mah pantas di gituin kali," celetuknya.


"Apa! Jal*ng?"


"Iya jal*ng, suka merebut suami orang dan jadi simpanan Om-Om hidung belang, mungkin tadi yang menyiram dia juga istri dari orang yang dia rebut," kata Anne bermaksud memfitnah Zuy,


"Udah ah malas lihat jal*ng lebih baik aku pergi saja, takutnya kena sial" imbuhnya. Lalu ia pun pergi..


"Oh ternyata seperti itu, dia pantas mendapatkannya," cecar Orang yang berada di sana.


"Dasar jal*ng, kau pantas mendapatkannya," sambung seseorang yang di belakang.


Semua yang di situ mulai berbisik buruk tentang Zuy, namun Zuy tidak memperdulikannya, ia terus membersihkan sisa cairan yang menempel di rambutnya.


Sementara itu, Davin baru keluar dari parkiran, melihat banyak orang di depan Mall, ia langsung memarkirkan mobilnya di sisi jalan, lalu ia langsung turun dari mobilnya dan menghampiri.


"Ada apa?" tanya Davin.


"Itu ada orang yang kena siram, dengar-dengar sih katanya dia wanita gak bener, yang nyiram dia mungkin seseorang yang dendam dengannya," jawab seseorang.


Saking penasarannya, Davin pun langsung melewati beberapa orang untuk melihatnya, dan betapa terkejutnya Davin ternyata yang di maksud mereka adalah Zuy, sontak Davin langsung menghampiri Zuy.


"Zuy apa yang terjadi? Kenapa bisa seperti ini?" tanya Davin


Zuy pun menoleh ke arah Davin. "Pak Davin.." lirihnya, matanya pun berkaca-kaca seakan-akan ingin menangis.


Davin lalu melepaskan jaketnya untuk menutupi kepala Zuy, semua orang yang di situ mulai kembali berbisik lagi.


"Ah apa mungkin dia salah satu laki-laki yang di kencani si jal*ng itu?"


"Mungkin aja, namanya juga jal*ng, pasti banyak simpanannya."


Davin yang mendengarnya merasa kesal, ia pun hendak menghampiri orang yang berkata buruk tersebut, namun Zuy langsung menarik baju Davin, seolah-olah menghentikan Davin agar tidak membuat keributan di situ. Davin mengerti apa yang di maksud Zuy, lalu tanpa pikir panjang ia langsung membawa Zuy menuju ke arah di mana mobilnya di parkir. Setelah sampai, mereka langsung masuk ke dalam mobil, Davin pun langsung melajukan mobilnya dengan cepat.


Di perjalanan Zuy hanya terdiam dan pandangannya hanya di tertuju pada pemandangan di sampingnya, Davin yang sedang mengemudikan mobilnya sesekali menoleh ke arah Zuy.


"Zuy, kalau mau nangis silahkan! Jangan pedulikan saya, anggap aja saya gak ada, ada yang bilang kalau menahan tangis itu gak baik lho," papar Davin


Mendengar perkataan Davin, Zuy langsung menitihkan air matanya, ia pun menangis sejadi-jadinya.


"Teruslah menangis Zuy, kalau itu membuatmu tenang," ucap Davin sambil fokus menyetir, "Tuan Ray, maafkan saya tidak bisa menjaga seseorang yang berharga buat anda," batin Davin.


Ciiiit...


Lalu Davin tiba-tiba menghentikan mobilnya.


Zuy melihat ke arah Davin dan bertanya, "Kenapa kita berhenti di sini Pak?"


"Ayo turun..!!" kata Davin, mereka pun turun dari mobil.


"Beauty salon? kenapa kita kesini Pak?" tanya Zuy


Tanpa menjawab, Davin langsung menarik tangan Zuy, dan membawanya masuk ke salon tersebut. Setelah sampai di dalam..

__ADS_1


"Selamat datang, ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu pegawai salon


"Tolong bersihkan rambut wanita ini ya!!" titah Davin


Lalu si pegawai salon mengecek rambutnya Zuy, ia pun langsung bertanya, "Ya ampun ini kenapa?"


"Tadi cuma kecelakan dikit," jawab Zuy


"Oh, untung cuma cairan sirup ya, ini mah gampang di bersihkan, mari ikut saya..!!" kata si pegawai salon.


Zuy hanya menganggukan kepalanya, ia lalu mengikuti Pegawai Salon tersebut, sedangkan Davin duduk menunggu Zuy.


"Hmmm aku harus menyelidikinya, siapa orang yang berbuat seperti itu terhadap Zuy, satu-satunya bukti aku harus melihat Cctv yang berada di Mall tersebut, tapi aku harus bilang dulu ke Tuan Ray," lontar Davin, ia pun mengambil majalah yang di depannya dan membacanya.


*****


^Sementara itu di tempat lain...


Anne dan teman-temannya sedang berada di Cafe, mereka pun tertawa terbahak-bahak karena bahagia telah mengerjai Zuy.


"An, sebenarnya ada apa sih, kenapa kamu sangat membenci perempuan itu, sampai-sampai tega berbuat seperti itu?" tanya salah satu temannya sebut saja Key.


"Hmmmm itu rahasia, bagiku dia adalah orang yang paling aku benci, dan sampai kapan pun aku gak akan melepaskannya sampai ia benar-benar menderita," jelas Anne.


"Woaaa, Anne kita benar-benar hebat, tapi tadi liat mukanya pas di siram itu lucu banget, aku yang di situ pun jadi pengin tertawa," ujar Lea (temannya yang lain)


"Hahaha benarkah, sayangnya aku yang dapat tugas menyiram, Eh Btw nanti malam apa kita bakal dapat tangkapan yang lebih hebat lagi?" tanya Key


"Hah aku bosan kalau hanya dapat yang seperti itu terus, sekali-kali kek dapat Om yang tajirnya melintir," keluh Lea.


Braaaaak...


Anne tiba-tiba memukul meja di situ, sontak membuat Key dan Lea terkejut.


"Apa sih An, bikin kaget saja.." gumam Lea.


"Kalian jangan mengeluh dong, semangat.." tutur Anne


Lalu mereka pun melanjutkan ngobrolnya.


*****


^Beauty Salon


Setelah beberapa saat kemudian, Zuy akhirnya selesai membersihkan rambutnya, ia pun langsung menghampiri Davin, namun ternyata Davin tertidur, Zuy pun langsung membangunkan Davin..


"Pak Davin..."


Davin pun akhirnya terbangun, "Eh Zuy, apa udah selesai?" tanya Davin sambil mengucek matanya.


"Sudah Pak, maaf kalau menunggu lama," ucap Zuy


Davin lalu tercengang melihat Zuy, "Lho Zuy, ini kamu?"


"Iya ini saya Pak, emang kenapa Pak?" tanya Zuy


"Maaf Pak, kami hanya menipiskan saja, karena ada cairan yang menempel di rambutnya dan susah di bersihkan," sela si pegawai salon.


"Oh, yaudah aku kesana dulu, untuk bayar," ujar Davin


"Eh gak usah Pak, tadi Zuy udah bayar, ayo kita pulang! Tuan Muda pati sudah menunggu," kata Zuy.


"Oh yaudah kalau gitu, terimakasih banyak sudah membantunya, Nona." ucap Davin


"Iya sama-sama," kata si Pegawai salon, lalu mereka pun pergi...


"Wanita itu sangat mirip dengan model Kimberly Fuca ya, atau aku yang salah liat," kata si Pegawai salon.


Setelah keluar dari salon mereka pun langsung menuju ke mobil, namun..


"Pak Davin, terimakasih banyak sudah membantu saya,," ucap Zuy

__ADS_1


"Iya ini udah tugas saya menjaga seseorang yang berharga milik Tuan Ray," jelas Davin


"Apa maksudnya Pak Davin?" tanya Zuy


Davin menggelengkan kepalanya, "Tidak, bukan apa-apa.. ayo masuk..!!" ajak Davin


Lalu mereka pun masuk ke dalam mobil dan pergi menuju ke rumah Ray.


*****


Rumah Ray


Ray nampak sedang sibuk di ruang kerja yang ada di rumahnya, ia sedang mengecek semua berkas yang di bawa Davin, lalu tiba-tiba Kimberly datang..


"Ay, kamu sangat sibuk ya, ini Kim bawa teh buat Ay," kata Kimberly sambil membawa minuman buat Ray.


"Taroh di situ aja," cetus Ray.


Kimberly lalu menaroh minuman ke atas meja, ia langsung memeluk Ray dari belakang, sontak Ray terkejut dan mencoba melepaskan pelukan Kimberly.


"Kim lepas..! aku sedang sibuk ini," gerutu Ray


"Gak mau, Kim mau memeluk Ay dengan lama, karena sebentar lagi kita akan pisah, Kim akan pulang ke Amerika," kata Kimberly yang enggan melepaskan pelukannya.


"Kimberly, tolong dong kamu dewasa sedikit!" celetuk Ray sambil melepaskan pelukan Kimberly, Kimberly pun langsung menunduk dengan kata Ray.


Lalu Ray mengajak Kimberly keluar dari ruang kerjanya.


"Lho ada apa ini?" tanya Maria yang sedang duduk.


"Gak ada apa-apa Mrs Maria," jawab Ray.


Maria langsung beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Ray dan Kimberly.


"Ray, kamu jangan begitu dong sama Kimberly, walau bagaimanapun Kimberly kan calon tunanganmu, Ray." tutur Maria.


Ray hanya terdiam tanpa bicara apa-apa, namun hatinya berkecamuk, lalu YanYan pun datang..


"Mrs, sepertinya kita harus siap-siap berangkat!" kata YanYan


"Baiklah, ayo Kim kita harus siap-siap!" titah Maria


Raut wajah Kimberly pun berubah, dia lalu melihat ke arah Ray dan memeluknya, bahkan ia langsung menangis di pelukan Ray.


Hiks...


"Ay, sebenarnya Kim gak mau pergi, Kim ingin di sini bersama Ay," tangis Kimberly


"Kim, kamu harus dewasa! Kamu jaga diri baik-baik ya!" pinta Ray tanpa membalas pelukan Kimberly.


"Ay, kamu janji ya pulang ke Amerika nemuin Kim," kata Kimberly


"Iya, iya aku nanti akan pulang ke Amerika," ujar Ray


Kimberly pun melepaskan pelukannya, lalu mereka berjalan menuju ke depan rumah, setelah sampai di depan..


"Maaf ya, Ray gak bisa mengantar kalian sampai Airport, soalnya Ray masih butuh istirahat," papar Ray


"Iya Ray kami mengerti, kamu jaga diri baik-baik ya, kami tunggu kamu di sana," kata Maria


Lalu Kimberly kembali memeluk Ray dan mencium Ray, di tempat yang sama Davin dan Zuy baru sampai dan mereka pun turun dari mobil, ketika hendak berjalan menuju ke rumah, Zuy terkejut melihat Kimberly mencium Ray.


Deeeg..


"Tuan Muda..!!"


**Bersambung...


^Hai Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada kesalahan, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏


Salam Author... ✌😉😉✌

__ADS_1


__ADS_2