Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Aurora..!!


__ADS_3

WARNING...!!


Cerita ini mengandung unsur... Bocil di larang membacanya...!! terimakasih.. 🙏🙏🙏


<<<<<


Mendengar penjelasan dari Kimberly sontak membuat Archo terkejut, "Apa yang kamu bilang barusan..!!"


"Ya, seperti yang kau dengar barusan Archo, Mam menyuruh seseorang untuk mencelakai Pengasuhnya Ray," ujar Kimberly


"Kenapa Mam bisa melakukan hal seperti itu?"


"Ya karena Mam sayang padaku, Mam selalu mendukung ku, bukan sepertimu Archo, padahal Kakak tapi malah tidak mendukung ku sama sekali," pekik Kimberly


"Bukan tidak mendukungmu Kimberly, tapi memang pria dingin itu tidak pantas untukmu,"


"Aaah, sudah aku tidak mau mendengarnya lagi, kau memang tidak kasihan padaku Archo," sergah Kimberly


Tutt.. Tutt ..Tutt...


Karena kesalnya, Kimberly pun memutuskan telponnya.


"Halo Kimberly," seru Archo, ia pun melihat ke layar hpnya, "Haaa.. ternyata di matiin," lirih Archo


Lalu ia pun meletakkan hpnya di atas nakas, kemudian ia merebahkan dirinya di atas kasur.


"Mam terlalu memanjakan Kimberly, sehingga ia rela berbuat apa saja demi Kimberly. Tapi siapa pengasuh Ray itu? Kenapa Kimberly menyangka kalau pengasuhnya Ray itu yang membuatnya di campakan oleh Ray? bukan kah waktu itu Mam pernah bilang kalau yang menjadi pengganggu hubungan antara Kimberly dan Ray adalah Zuy, apa jangan-jangan yang di maksud Kimberly ..., Aaargh kenapa aku harus berfikir yang bukan-bukan sih," cetus Archo sembari memijat kepalanya. Lalu kemudian...


Krunyuuuuuk...


Mendengar suara perutnya yang menggema, Archo pun segera bangkit dan beranjak dari tempat tidurnya, kemudian ia berjalan menuju keluar dari kamarnya.


**************


Amerika


°Rumah Maria


Saat itu Kimberly sedang berada di ruang tengah, setelah selesai menelpon Archo, ia pun melempar hpnya di atas sofa, karena saking kesalnya ia terhadap Archo yang tidak mendukungnya.


"Dasar Archo Laiiiiid..." teriak Kimberly


Mendengar teriakan anak kesayangannya, Maria pun bergegas menghampiri Kimberly.


"Kim, ada apa?"


Kimberly pun menoleh, "Ini Mam, Bro Archo."


"Kenapa dengan Archo Kim?" tanya Maria mengelus kepala Kimberly.


"Tadi Kimberly curhat sama Archo soal Ay tidak peduli sama Kim, eh malah dia bilang masih banyak Pria dingin lagi," pekik Kimberly


"Apa..! dasar Archo, biar nanti Mam yang akan marahi dia, udah kamu jangan pedulikan omongan Archo, yang terpenting kan Mam dan Liora selalu mendukungmu Kim, pokoknya kamu tenang saja Ray akan selalu menjadi milikmu," tutur Maria.


Mendengar tuturan Maria, Kimberly pun memeluk erat Maria.


"Mam, terimakasih, memang hanya Mam yang paling mengerti, Kimberly sayang Mam," ucap Kimberly, lalu ia mencium pipi Maria.


"Sama-sama Kim," balas Maria.


Drrrrt.. Drrrrt...


Tiba-tiba hp Kimberly berdering, ia pun melepaskan pelukannya dan langsung mengambil hpnya, kemudian ia menjawab panggilan tersebut. Sesaat setelahnya.


"Telpon dari siapa?" tanya Maria


"Dari YanYan Mam," jawab Kimberly


"YanYan? memang ada apa?


Sesaat Kimberly menghela nafasnya dan berkata, "YanYan bilang, kalau keberangkatan Kimberly ke Swedia di percepat Mam."


"Oh iya, lalu kapan kamu berangkatnya?"


"Besok Mam,"


"Besok? hmmm yaudah kalau gitu Mam bantu kamu siap-siap sekarang, supaya besok tinggal langsung berangkat," kata Maria.


Kimberly pun menganggukkan kepalanya, "Okey Mam..."


Mereka melangkahkan kakinya menuju ke kamar Kimberly.


************


Åre Ski Resort, Swedia


Sementara itu, Zuy nampak sedang berada di balkon sembari melihat pemandangan malam di sekitarnya. Setelah beberapa saat sebelumnya mereka sampai di Resort dan mereka di antar oleh utusan Bryllian.


"Hmmmm, selalu indah walaupun sudah malam juga, dan lagi di tambah penampakan cahaya hijau yang melintas di langit walau hanya sekilas, tapi sebenarnya cahaya hijau itu apa ya? apa itu lampu senter yang di sorot ke atas langit oleh orang-orang di sana?" lirih Zuy yang keheranan. Lalu...


Greb..!


Tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang, sontak membuat Zuy terkejut dan langsung menoleh ke belakang.


"Oh ternyata kamu Ray, bikin kaget saja," lontar Zuy


"Hmmmm, habisnya sayangku di panggil tidak menjawab, yaudah aku langsung peluk saja," ujar Ray, "Dan lagi ngapain sayangku malam-malam berdiri di sini?"


"Zuy ingin melihat pemandangan saja, lagian Zuy belum mengantuk, dari pada bosan di kamar, mending Zuy kesini deh," jelas Zuy.


"Oh begitu ya sayangku."


"Iya.. oh iya Ray, apa kamu tahu cahaya hijau yang sering melintas di langit itu? apakah itu lampu senter?" tanya Zuy sambil menunjuk ke arah langit.


Pffft...


Ray terkekeh saat mendengar pertanyaan dari pujaan hatinya, sehingga membuat Zuy kebingungan.


"Kenapa kamu malah terkekeh seperti itu?" tanya Zuy


"Maaf sayangku, habisnya kamu lucu sih, hahaha.." papar Ray


"...." Zuy melirik tajam ke arah Ray.


"Sayangku, sebenarnya cahaya hijau itu namanya Aurora, cahaya indah yang selalu menyinari langit Swedia," jelas Ray.


"A-aurora?"


Ray mengangguk pelan, "Iya sayangku, Aurora atau bisa di sebut juga cahaya kutub, fenomena alam yang menghasilkan pancaran cahaya yang menyala-nyala dan menari-nari di langit malam. Dan fenomena ini hanya bisa dinikmati di negara yang jauh dari garis khatulistiwa, salah satu negara yang fenomena alamnya bagus untuk dilihat adalah Selandia Baru."


"Oh begitu ya, Zuy baru tahu kalau ada fenomena seperti ini, tapi indah dan cantik ya, walau hanya sekilas saja," kata Zuy


"Ya memang cantik sama seperti yang ada di depan ku ini," ucap Ray


"Hmmmm, kebiasaan mulai deh menggodaku lagi," gerutu Zuy.

__ADS_1


Ray pun menyunggingkan senyumannya, lalu ia memutar badan Zuy sehingga posisinya menghadap ke arah Ray, kemudian ia menangkup pipi Zuy.


"Siapa yang sedang menggodamu, orang Ray berkata jujur kalau sayangku memang cantik bahkan lebih cantik," ucap Ray


Blush


Seketika pipinya Zuy merona seperti kepiting rebus, ia pun menurunkan pandangannya ke bawah karena malu. Lalu Ray menurunkan tangannya dari pipi Zuy kemudian ia mengangkat tubuh Zuy dan menggendongnya dengan gaya bridal style, membuat Zuy kembali terkejut.


"Ray, apa yang kamu lakukan? Kenapa tiba-tiba menggendongku?"


"Tentu saja aku ingin membawamu ke kamar sayangku, bukankah ada sesuatu yang harus kita lakukan di kamar," ujar Ray


"Hah..!! apa maksudmu Ray?" tanya Zuy kebingungan


Bukannya menjawab Ray malah tersenyum, kemudian ia membawa Zuy menuju ke kamarnya.


••••••••••••


Tak terasa pagi datang menyapa, dan seperti hari kemaren, matahari tetap masih bersembunyi dan hanya hujan salju yang menyambut pagi hari.


"Hmmmm," erang Ray sambil perlahan membuka matanya, tangannya pun meraba-raba mencari hpnya, setelah dapat Ray langsung melihat ke arah layar hpnya.


"Sudah pagi ya, kenapa dingin banget," lirih Ray.


Ia pun meletakkan hpnya kembali di samping bantalnya, saat ia melihat ke samping, Ray terkejut melihat Zuy tertidur lelap hanya mengenakan penutup Squshy-nya saja, lalu pandangannya beralih ke arah badannya sendiri dan semakin terkejutnya Ray karena ia juga tidak memakai baju alias telanjang dada.


"A-apa yang terjadi sebenarnya? Apakah aku sudah melakukan itu pada sayangku?"


Kemudian Ray membangunkan Zuy, "Sayangku.. Sayangku.."


Mendengar suara Ray, Zuy pun terbangun dari tidurnya dan perlahan Zuy membuka matanya.


"Ray, kamu sudah bangun ya," sapa Zuy sambil tersenyum.


"Sayangku, sebenarnya apa yang terjadi semalam? apa Ray sudah melakukan itu denganmu, sayangku?" tanya Ray yang panik.


"Melakukan itu?" Zuy pun kebingungan dengan pertanyaan Ray,


Dan pada saat Zuy melihat ke arah badannya sendiri, ia pun tersentak dan langsung menutupi badannya dengan selimut.


"Sayangku..."


"Euuum se-sebenarnya semalam itu ...,"


Zuy lalu menceritakannya pada Ray tentang kejadian semalam ...,


......................


Flashback


Setelah sampai di kamar, Ray membaringkan tubuh Zuy di atas kasur, setelah itu ia pun merebahkan tubuhnya di samping Zuy.


"Ray kamu mau apa?" tanya Zuy kebingungan


"Mau tidur sayangku, Ray sudah mengantuk dan Ray ingin tidur sambil di puk-puk sayangku," pinta Ray dengan manja.


"Hmmm dasar manja," gumam Zuy.


"Manjaku hanya pada sayangku seorang," kata Ray


Zuy pun memutar bola matanya, "Dasar Tuan Muda."


Lalu Zuy mengelus kepala Ray dengan lembut dan membuat Ray merasa nyaman sehingga ia langsung tertidur lelap, sesaat kemudian Zuy ikut tertidur di samping Ray.


"Sssshhhh, dingin..."


Mendengar suara itu, Zuy pun langsung membuka matanya dan betapa terkejutnya Zuy melihat Ray yang tengah menggigil serta wajahnya memucat. Sontak ia langsung bangkit dari posisinya menjadi duduk.


"Ray, apa yang terjadi?" tanya Zuy sembari memegang dahi Ray, "Ya ampun kenapa dingin banget," sambungnya.


Zuy lalu menaikan suhu panas di kamarnya, akan tetapi Ray tetap saja menggigil kedinginan, Zuy pun segera beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas keluar menuju Pantry yang di Resort. Sesampainya Zuy langsung menyalakan kompornya untuk merebus air. Tak lama setelah air mendidih, Zuy segera menempatkannya ke dalam gelas. Ia pun segera kembali ke kamarnya lagi.


Setelah sampai di kamarnya, Zuy meletakkannya di atas nakas.


"Ray, ayo bangun! minum air hangat dulu."


Namun Ray tidak merespon, ia terus saja menggigil dan wajahnya semakin memucat, membuat Zuy semakin khawatir.


"Aku harus bagaimana ini?"


Lalu tanpa pikir panjang, Zuy langsung melepaskan baju yang menempel di badannya sehingga tersisa penutup berbentuk kacamata kuda-nya saja. Setelah itu Zuy naik ke atas ranjang dan mendekat ke arah Ray, ia pun melepaskan baju yang di kenakan Ray.


"Ma-maaf Tuan Muda, Zuy harus melakukan ini, sampai tubuhmu kembali normal," ucap Zuy.


Zuy segera membaringkan badannya sedekat mungkin dengan Ray, kemudian ia menarik selimutnya hingga menutupi tubuh mereka, ia pun langsung memeluk Ray dengan erat sehingga tubuh mereka saling bersentuhan ( Skin to Skin).


"lima belas menit mungkin cukup menormalkan kembali suhu badannya."


Lima belas menit berlalu, namun tubuh Ray tetap saja dingin, Zuy mengeratkan pelukannya kembali. Dan pada akhirnya tertidur dalam keadaan memeluk Ray.


Flashback End


......................


"Jadi seperti itu kejadiannya, maaf Ray bukan Zuy gak sopan ataupun tidak punya rasa malu, hanya saja semalam Zuy benar-benar khawatir, takutnya kamu terkena hipotermia, makanya Zuy menggunakan cara itu supaya suhu badanmu normal kembali," jelas Zuy sambil menundukkan kepalanya karena menahan rasa malu.


Ray pun tertegun mendengar penjelasan dari Zuy, "Sayangku, ternyata kamu sangat mengkhawatirkanku, sampai-sampai kamu melakukan hal itu, aku benar-benar bahagia sayangku," ucap Ray.


"Ya, tentu saja aku mengkhawatirkan mu Ray, karena kamu orang yang Zuy sayangi."


Lalu Ray memeluk tubuh Zuy dengan erat, tanpa peduli dengan keadaannya yang masih sama-sama belum mengenakan pakaiannya.


"Ray..."


"Sayangku, kalau sudah seperti ini, apa tidak sebaiknya kita ...,"


"Apa maksudmu Ray?" tanya Zuy.


Ray melepaskan pelukannya, ia lalu memegang dagu Zuy dan menatap lekat wajahnya, kemudian Ray mendaratkan bibirnya ke bibir Zuy dan mengecupnya dengan mesra, sesaat setelah puas dengan aksinya, ia pun beralih menghujani ciuman ke leher Zuy dan meninggalkan beberapa bekas merah.


"Sayangku, jangan pernah tinggalkan aku, tetaplah berada di sampingku, menemaniku selamanya dan kita bangun keluarga kita sendiri dengan hadirnya anak-anak kita nanti," ucap Ray sambil kembali memeluk Zuy.


"Ray, berapa kali kamu memintaku untuk tidak meninggalkan mu, dan di situ juga Zuy akan berkata bahwa sampai kapan pun Zuy tidak akan meninggalkanmu Ray, Zuy akan terus berada di samping mu, mendukung dan mendoakanmu Ray," ujar Zuy,


"Justru sebaliknya Ray, Zuy yang takut jika suatu saat nanti kau akan meninggalkanku lagi, dengan alasan bosan dan menyesal telah memilih Zuy," sambungnya.


Mendengar ucapan Zuy, Ray kembali melepaskan pelukannya dan memegang kedua pundak Zuy.


"Sayangku percayalah..! Ray tidak akan meninggalkanmu, sampai kapanpun Ray tidak akan menyesal dengan keputusan Ray yang telah memilih sayangku sebagai pendamping ku, karena hanya sayangku seorang yang Ray inginkan dari dulu sampai sekarang," ungkap Ray.


Tes..!!


Air mata Zuy lolos membasahi pipinya saat mendengar ungkapan dari Ray.


"Terimakasih Ray, terimakasih..."

__ADS_1


"Sama-sama sayangku," balas Ray sambil menghapus air mata Zuy, ia pun mendaratkan bibirnya ke kening Zuy, lalu kemudian...


Krunyuuuuuk...


Suara bunyi perut dari Ray menggema, itu pertanda bahwa si cacing di perutnya sedang berdemo dan minta di beri makanan, otomatis membuat wajah Ray memerah.


"Ray kamu sudah lapar ya?"


Ray mengangguk pelan, "Iya sayangku, hehehe.."


"Ini cacing, gak bisa lihat situasi dan kondisi apa, gagal lagi deh, huuft.." batin Ray kesal.


"Yaudah kalau gitu, kamu mandi dulu ya, setelah itu baru kita cari makanan," tutur Zuy.


Ray segera bangkit dan beranjak dari tempat tidurnya, "Sayangku mau sekalian mandi bareng?" goda Ray


"Sudah jangan menggodaku, buruan mandi sana, sebelum tuh cacing melakukan aksi demonya lagi," papar Zuy.


"Iya sayangku, aku menuruti perkataan mu," Ray segera melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.


Sedangkan Zuy langsung mengenakan pakaiannya kembali dan berjalan keluar dari kamar tersebut.


Ya adegan panas beserta Misteri ranjang bergoyang gak berlanjut.. hehehe.. ( Author nimbrung )


************


Perusahaan CV


Airin nampak tengah duduk di Pantry, karena tidak ada pekerjaan yang harus ia kerjakan dan di tambah sebentar lagi adalah waktunya pulang kerja.


Drrrrt.. Drrrrt...


Mendengar hpnya berbunyi, Airin segera mengambil hpnya yang berada di saku celananya.


"Mamah!!"


Ia langsung menjawab telponnya.


"Halo Mah.."


"Airin, ari kamu teh sekarang di mana?" tanya Mamahnya Airin.


"Airin masih di kerjaan Mah,"


"Oh masih di kerjaan, lalu konci kosan kamu di taroh di mana Rin?" tanyanya


"Airin bawa Mah, memangnya ada apa Mamah nanyain kunci kosan?"


"Ya Mamah mau masuk Rin, pantesan dari tadi Mamah nyariin gak ketemu kuncinya," ujar Mamahnya Airin.


"Memangnya Mamah lagi di mana?"


"Mamah lagi di depan kosan kamu Airin," jawabnya.


Mendengar jawaban dari Mamahnya sontak membuat Airin tersentak kaget.


"Apa..! Mamah di Kosan Airin, kapan Mamah datang?"


"Sekitar setengah jam yang lalu,"


"Kenapa baru nelpon sekarang, yaudah tunggu sebentar, Airin minta izin pulang dulu," kata Airin.


"Iya Mamah tunggu, jangan lupa ajak Kakakmu juga, soalnya Mamah ingin bertemu dengannya, Mamah juga sudah buatkan makanan kesukaannya," pinta Mamahnya Airin.


"Iya Mah, yaudah Airin tutup telponnya ya..!"


Airin langsung memutuskan telponnya.


"Eh tunggu, tadi Mamah suruh aku ajak Zuy kan, aah aku lupa kalau Zuy belum pulang, yaudah nanti aku jelasin ke Mamah, yang penting aku ke ruangan Bu Rere dulu."


Airin pun beranjak dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya ke ruang ganti khusus OB untuk mengambil tasnya, setelah itu ia keluar dari Pantry dan bergegas menuju ruang Rere. Sesampainya....


Tok Tok Tok


"Masuk...!!"


Airin lalu membuka pintunya, "Bu Rere.."


"Oh kamu Rin, ada apa?" tanya Airin.


Airin berjalan menghampiri Rere, "Bu Rere, Airin izin pulang ya, soalnya Mamah Airin datang dan dia sedang menunggu di luar kosan Airin, soalnya kunci kosan Airin bawa jadi mereka gak bisa masuk," kata Airin


"Oh, yaudah kalau mau pulang duluan gak apa-apa Rin, toh kasihan Mamah kamu pasti sudah nungguin," ujar Rere


"Serius Bu Rere? terimakasih banyak, yaudah Airin langsung pulang Bu," ucap Airin, senyuman bahagia terukir di bibirnya.


"Iya hati-hati, salam untuk Mamah-mu."


Airin pun menganggukkan kepalanya, lalu ia bergegas keluar dari ruangan Rere. Setelah berada di luar ia langsung berjalan menuju ke Parkiran. Akan tetapi...


Bruuugh...


Airin menabrak seseorang hingga ia terjatuh.


"Aah sakit.." pekik Airin


"Maaf Nona, apa anda baik-baik saja?" tanya seseorang itu.


Airin mendongakkan kepalanya, "Iya aku baik-baik saja, hanya sakit bagian belakang saja."


"Oh, yaudah kalau begitu aku bantu kamu berdiri ya!" tawarnya sambil mengulurkan tangannya.


Airin pun mengangguk cepat dan membalas uluran tangannya, setelah itu seorang itu menarik tangan Airin sehingga membuat Airin bangkit dari posisinya.


"Terimakasih.."


"Sama-sama, sekali lagi maafkan saya ya..!"


"Iya saya maafkan," balas Airin,


Orang itu pun tersenyum pada Airin, namun Airin hanya membalasnya dengan senyuman tipis saja. Lalu tiba-tiba..


"Mata empat, Airin, apa yang kalian lakukan?"


Airin dan orang tersebut langsung menoleh..


"Pak Davin...!!"


***Bersambung...


Author: "Maaf telat Updet..!!" 🙏🙏🙏


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏


Salam Author... 😉✌😉✌

__ADS_1


__ADS_2