
<<<<<
Sesaat setelahnya, Pak Randy langsung melajukan mobilnya menuju rumah Pak Willy.
"My love, aku datang...."
Ucap Aries dengan nada lirih, jantungnya pun berdegup sangat kencang, rasa gugup dan takut mulai menyerangnya. Pak Randy yang sedang fokus menyetir sesekali melirik kan matanya ke arah Aries.
"Aries...." tegur Pak Randy.
Aries pun menoleh. "Iya Om."
"Apa kau merasa gugup?" tanya Pak Randy
"Sebenarnya sih iya, Aries merasa sangat gugup, bahkan takut, Om." jawab Aries.
"Takut? Memangnya apa yang kamu takutkan Ries? Bukannya Nona Yiou udah menerima mu?" tanya Pak Randy kebingungan.
Aries lagu menyandarkan kepalanya sambil menghela nafas panjangnya.
"Ya, dia memang menerimaku, tapi bagaimana dengan Pak Willy? Aries takut kalau Pak Willy tidak menerima Aries," ujar Aries dengan wajah sendunya.
Mendengar itu, Pak Randy lalu mendaratkan tangannya ke kepala Aries.
"Oh, jadi itu yang kamu takutkan Ries? Ya kalau menurut Om, pasti Pak Willy akan menerima mu Ries. Asal kamu benar-benar serius dan bisa membahagiakan Nona Yiou," tutur Pak Randy.
"Kalau masalah serius, Aries benar-benar serius dengannya, Om. Dan Aries pasti akan membuatnya bahagia," ucap Aries yang bersungguh-sungguh.
Sehingga membuat Pak Randy dan Bi Nana tersenyum bahagia.
"Syukurlah kalau begitu," lirih Pak Randy.
Lalu....
"Kak Aries.... Kak Aries semangat dong! Kan Kak Aries mau ketemu sama My lope," ucap Nara.
Sontak membuat mereka terkejut, lalu pandangan Bi Nana, Aries dan Pak Randy langsung mengarah ke Nara.
"Nara.... Kamu tahu darimana kata-kata seperti itu?" tanya Bi Nana menyidik.
"Kak Aries yang bilang begitu Mih. Kemaren kan waktu Nara main ke rumah besar Om ganteng, Kak Aries ngomong sama pacarnya sambil bilang My lope," jawab Nara dengan polosnya sambil menunjuk ke arah Aries.
"Aries.....!!!!" sungut Bi Nana dan Pak Randy serempak.
"Ahahaha.... Maaf Om, Tante. Waktu itu Aries lupa kalau di sana ada Nara," ucap Aries sambil menggaruk belakang kepalanya.
Bi Nana dan Pak Randy menggelengkan kepalanya, sedangkan Nara tertawa geli seraya meledek Aries, lalu mereka pun melanjutkan perjalanannya.
*******************
Rumah Pak Willy
Sementara itu, Yiou sedang berada di kamarnya tengah berdandan, karena ia ingin terlihat cantik di mata lelaki pujaannya itu. Lalu seseorang mengetuk pintu kamarnya.
Tok... Tok... Tok....
"Masuk aja! Pintunya gak di kunci kok," seru Yiou.
Kemudian pintu pun terbuka dan seseorang masuk.
"Mrs Yiou...."
Yiou lalu menoleh ke arah suara tersebut yang tak lain adalah Zuy.
"Baby, ayo sini!" ajak Yiou.
Zuy mengangguk dan melangkah menghampiri Yiou. Zuy lalu mendudukkan dirinya di tepi ranjang samping Yiou.
"Mrs Yiou, anda benar-benar sangat cantik," puji Zuy.
"Terimakasih Baby," ucap Yiou. "Oh iya, apa mereka sudah datang?" sambung tanya Yiou.
Zuy menggeleng. "Belum Mrs Yiou, mereka masih di jalan."
"Oh...." lirih Yiou.
Lalu tanpa sengaja pandangannya mengarah ke foto yang terpampang di dinding, raut wajahnya seketika berubah menjadi sedih. Dan ternyata foto itu adalah foto dirinya bersama dengan mendiang Kakaknya yaitu Candika Putri Vallery.
"Mrs Yiou, ada apa?" tanya Zuy.
"Aku tidak apa-apa Baby, hanya saja aku merindukannya," jawab Yiou sambil menunjuk foto tersebut.
Zuy lalu mengarahkan pandangannya ke arah yang di tunjukkan oleh Yiou. Ia pun terpaku saat melihat foto itu.
"Anda merindukan Mrs Candika?" tanya Zuy.
Yiou menundukkan kepalanya. "Iya, aku sangat merindukan Kak Candika. Andai aja Kak Candika masih ada, mungkin dia akan menyaksikan dimana aku di lamar dan menikah," jelasnya.
"Mrs Yiou...."
"Ah, maaf Baby. Aku jadi nangis seperti ini," ucap Yiou mengusap air matanya.
Zuy tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa, Mrs Yiou. Wajar aja kalau kita menangisi orang yang kita rindukan, Zuy juga sering menangis kalau udah ingat sama Papah."
Yiou pun tertegun mendengar perkataan Zuy, ia segera mengangkat kepalanya dan menatap wajah Zuy.
"Baby maafkan aku, bukan maksudku...." ucap Yiou.
"Mrs Yiou, jangan merasa bersalah seperti itu! Zuy gak apa-apa kok. Udah Mrs Yiou jangan bersedih lagi ya! Kan hari ini, hari bahagia anda. Dan lagi anda harus siap-siap, karena sebentar lagi Kak Aries akan sampai di sini," tutur Zuy.
"Iya kamu benar, yaudah kalau begitu kamu bantu aku ya, Baby!" pinta Yiou.
Zuy menganggukkan kepalanya, ia pun langsung membantu Yiou.
Beberapa saat kemudian, Aries dan lainnya pun tiba di rumah Pak Willy. Setelah turun dari mobil, mereka segera melangkahkan kakinya ke arah rumah Pak Willy, tentu saja di sana sudah ada Pak Willy, Ray dan Davin yang siap menyambut mereka.
"Selamat datang di rumah kami," sambut Pak Willy
"Terimakasih Pak Willy," ucap Pak Randy.
Mereka pun berjabatan tangan. Sesaat setelah selesai, Pak Willy mengajak mereka masuk ke dalam rumah.
"Silahkan duduk!" Pak Willy mempersilakan Pak Randy dan lainnya untuk duduk.
Mereka segera mendudukkan diri mereka masing-masing di atas sofa.
"Pak Willy, bagaimana kabar anda? Udah lama kita gak bertemu dan anda nampak makin muda saja," ucap Pak Randy.
"Kamu bisa aja memuji orang, tapi memang benar sih, hahaha.... Kabar ku baik-baik saja, bagaimana dengan kalian?" seloroh Pak Willy.
"Kabar kami juga baik-baik saja," jawab Pak Randy.
Lalu kemudian, Yiou dan Zuy datang menghampiri.
"Om, Tante...." sapa Yiou pada Pak Randy dan Bi Nana, sambil menjabat tangan mereka secara bergiliran.
Setelah itu, Yiou langsung duduk di samping Pak Willy, sedangkan Zuy duduk bersama Bi Nana dan juga Nara. Aries nampak terpesona dengan kecantikan Yiou, sampai-sampai pandangannya terus tertuju pada wanita yang di cintainya itu.
Lalu....
"Ehemm.... Terpesona sih boleh aja, tapi jangan sampai lupa berkedip lho," ledek Pak Randy.
Seketika Aries pun tersadar dan menoleh ke arah Pak Randy.
"Apa sih Om," gumam Aries.
Membuat yang berada di sana langsung menyemburkan tawanya.
"Hmmmm.... Dasar anak muda. Oh iya sampai lupa tujuan kita datang ke sini," ujar Pak Randy. "Pak Willy...."
"Iya, ada apa Ran?" sahut Pak Willy.
Pak Randy pun menarik nafas dalam-dalam dan menghembusnya.
"Begini, mumpung Nona Yiou juga ada disini. Pak Willy, sebenarnya kedatangan saya dan keluarga kesini, mewakili kedua orang tua Aries, karena mereka berada di luar negeri dan tidak bisa hadir kesini, dan anda tentunya sudah tahu kan maksud kedatangan kami ini," jelas Pak Randy.
"Jadi...."
"Ya, jadi maksud kedatangan kami adalah ingin melamar Nona Yiou untuk keponakan kami, yaitu Aries Gilfan. Apa anda menerima lamaran kami dan menerima keponakan kami sebagai keluarga anda?" tanya Pak Randy pada Pak Willy.
Sekilas Pak Willy melihat ke arah Yiou yang tengah duduk di sampingnya, kemudian pandangannya beralih ke Pak Randy.
"Begini Ran, sebenarnya yang wajib menjawab itu adalah Yi, cuma saya juga mengajukan pertanyaan pada Nak Aries ini," kata Pak Willy.
"Oh, silahkan kalau anda ingin mengajukan pertanyaan pada keponakan kami, di pukul atau mau di apain juga gak apa-apa kok, saya ikhlas." balas Pak Randy sembari menggoda Aries biar gak terlalu tegang.
__ADS_1
"Om Randy...." pekik Aries.
"Hahaha.... iya maaf. Lagian kamu nampak tegang gitu, jadi ya Om isengin aja sekalian," seloroh Pak Randy.
Sehingga membuat Aries menundukkan kepalanya karena malu dan wajahnya pun nampak memerah. Sedangkan yang lainnya terkekeh geli, lalu ....
"Aries...." tegur Pak Willy.
Aries langsung mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Pak Willy.
"I-iya Pak Willy," sahut Aries yang gugup.
"Bolehkah saya bertanya sesuatu," ujar Pak Willy.
"Tentu boleh, Pak Willy." singkat Aries.
Sesaat Pak Willy menghela nafas panjangnya itu.
"Apa kamu serius dengan lamaran mu ini? Dan menjadikan adikku ini sebagai satu-satunya pendamping hidupmu? Lalu apa kamu bisa membahagiannya?" lontar beberapa pertanyaan dari Pak Willy.
Aries pun langsung mengambil nafas dan perlahan menghembuskanya, sekilas ia menatap Yiou dan di balas anggukan oleh Yiou. Kemudian tatapan Aries kembali ke Pak Willy.
"Saya akan menjawab semua pertanyaan dari anda, Pak Willy. Saya benar-benar serius dengan lamaran saya ini, saya akan menjadikan adik anda sebagai satu-satunya pendamping hidup saya dan saya juga berjanji akan berusaha memberikan kebahagiaan untuknya," kata Aries dengan bersungguh-sungguh.
Seketika senyum Pak Willy dan lainnya mengembang saat mendengar perkataan Aries yang bersungguh-sungguh.
"Nah Yi, kamu sudah mendengarnya kan? Sekarang giliran kamu untuk menjawab lamarannya," lontar Pak Willy.
Yiou mengangguk pelan. "Iya Kak, Yi akan menjawabnya," balasnya.
"Nona Yiou, apa anda untuk kami?" tanya Pak Randy.
Yiou pun menyunggingkan senyumnya dan kembali menganggukkan kepalanya.
"Ya, saya menerima lamaran anda, Tuan Aries Gilfan." jawab Yiou
Seketika yang awalnya tegang dan takut, kini berubah menjadi kebahagiaan. Pak Randy dan Pak Willy saling berpelukan. Sedangkan yang lainnya mengucapkan selamat pada pasangan tersebut. Sesaat kemudian....
"Ehemm, lalu kapan pernikahan kalian berdua di laksanakan?" tanya Pak Willy.
"Seminggu lagi Pak, dan besok kita akan langsung mendaftarkan pernikahan kami," jawab Aries
"Syukurlah kalau begitu," ucap Pak Willy
Mereka pun melanjutkan ngobrolnya.
*************************
Rumah Ray
Setelah selesai dengan acara lamaran, Ray, Zuy dan Davin langsung pulang ke rumah.
Kamar Ray
Zuy nampak tengah duduk di atas ranjang sambil memijat-mijat kakinya itu.
"Makin kesini, kakiku makin kram saja," lirih Zuy.
"Sayangku...." tegur Ray sambil menghampiri pujaan hatinya itu.
Zuy pun mendongakkan kepalanya ke arah Ray.
"Iya Ray," sahut Zuy.
"Ini aku udah buatkan susu untuk sayangku," ujar Ray sembari menyodorkan gelas susu ke arah Zuy.
Zuy tersenyum dan mengambil gelas tersebut dari tangan Ray.
"Terimakasih Ray...." ucap Zuy
"Sama-sama sayangku."
Ray lalu duduk di samping Zuy, ia pun menempatkan kaki Zuy di atas pahanya.
"Ray, apa yang kamu lakukan?" tanya Zuy.
"Tentu saja memijat kaki sayangku ini," jawab Ray sembari memijat kaki Zuy.
"Tapi Ray, biar Zuy aja yang .... ummpt," ucap Zuy yang terhenti karena tiba-tiba Ray menyambar bibir Zuy dan mengecupnya.
Sesaat setelah puas menikmatinya, Ray langsung melepaskannya.
"Habisnya aku gemas banget dengan sayangku yang sangat cantik ini," ucap Ray mengelus pipi Zuy.
Mendengar ucapan Ray, Zuy langsung memutar bola matanya dengan malas.
"Mulai deh penyakit godanya," gumam Zuy namun berbeda dengan hatinya.
Ray lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Zuy.
"Tapi sayangku suka kan? Buktinya pipi sayangku merona gitu," bisik Ray.
Uhuuk....
"Ray, berhenti menggodaku! Zuy mau minum susu ini, tar tersedak bagaimana?" pekik Zuy.
"Kalau tersedak ya tinggal aku kasih cium lagi, gampang kan," ujar Ray.
"Buuuu.... Yang ada aku kehabisan oksigen gara-gara ulah kamu Ray."
"Eiitz, kata siapa sayangku akan kehabisan oksigen. Justru kalau aku mencium mu, aku malah mentransfer oksigen untuk sayangku dan si kembar," goda Ray.
Blush....
Wajah Zuy semakin memerah akibat godaan Ray, lalu ia meletakkan gelasnya di atas nakas dan mendekatkan tubuhnya sedekat mungkin dengan Ray.
"Kamu semakin kesini semakin pintar ngegombal ya Ray. Tapi entah kenapa aku sangat menyukainya," ucap Zuy sambil mengalungkan tangannya ke leher Ray.
Sehingga membuat senyuman Ray mengembang.
"Sayangku...."
"Hmmmm...."
"Aku sangat mencintaimu sayangku," ucap Ray.
"Aku juga mencintaimu, tampanku." balas Zuy.
Ray kembali menghujani ciuman di wajah dan leher Zuy sampai meninggalkan beberapa jejak merah. Setelah puas, Ray perlahan membaringkan tubuh Zuy dan .... (Skip).
Saatnya pikiran traveling lagi... Wkwkwk.. (Author)
...----------------...
Seminggu kemudian....
Villa
Hari yang di tunggu-tunggu pun akhirnya tiba, yaitu hari dimana Yiou dan Aries mengucapkan janji pernikahannya. Sesuai keinginannya, Yiou mengadakan pesta pernikahannya di pantai.
Semua orang nampak hadir di acara tersebut, dari para keluarga, sahabat, karyawan, dan lain sebagainya. Begitu pula dengan orang tua Aries yang sudah datang dari Instanbul dan kerabat Yiou yang dari Inggris. Kecuali Daddy Michael yang tidak hadir karena kesibukannya.
Yiou nampak terlihat sangat anggun, memakai gaun berwarna creamnya sehingga membuat semua orang terpanah melihatnya. Beberapa saat setelah mengucapkan janji sucinya, mereka langsung menyematkan cincin pernikahan di jari manis mereka.
Ada rasa bahagia campur haru saat menyaksikan keduanya saling bahagia. Dan kini saatnya pelemparan bunga dari si pengantin wanitanya.
"Zuy, ayo ikut aku menangkap bunga itu!" ajak Airin.
Akan tetapi Zuy malah menggelengkan kepalanya.
"Tidak ah Rin, kamu aja sana. Supaya bisa nyusul mereka, hihihi...." goda Zuy.
"Buuu.... Kebiasaan suka ngeledek terus. Yaudah aku kesana dulu ya, paling bentar lagi Tuan Bos datang," ujar Airin.
"Yaudah sana, ke buru di ambil orang lho," desak Zuy.
Airin pun melenggang pergi meninggalkan Zuy, sesaat kemudian, Ray datang bersama Davin.
"Sayangku, kok kamu sendirian? Di mana Airin?" tanya Ray sambil mendudukkan dirinya di sebelah Zuy.
"Tuh, dia sedang berdiri di antara para penangkap bunga," jawab Zuy
"Ehemm, sepertinya ada yang minta kode ini," celetuk Ray.
"Apa sih Tuan Ray," seloroh Davin.
__ADS_1
Yiou pun sudah mulai siap-siap melempar bunga yang berada di tangannya itu, semua gadis sudah berkumpul di belakang Yiou.
"Ayo buruan lempar!" seru mereka.
"Oke baiklah...." Yiou lalu menghadap ke belakang.
Dalam hitungan sampai tiga Yiou melempar bunga tersebut, akan tetapi bunga yang ia lempar malah mendarat tepat di atas paha Davin, sontak membuat Davin terkejut dan langsung mengambil bunga tersebut.
"Wah, aku yang nungguin malah Pak Davin yang dapat," cetus Airin.
"Kamu mau Rin, nih buat kamu!" Davin memberikan bunga yang ia dapat untuk Airin.
"Terimakasih Pak Davin," ucap Airin kegirangan.
Lalu....
"Ehemm.... Ehemm...." deham Zuy dan Ray serempak seraya memberikan kode pada Airin dan Davin.
Sehingga membuat Davin dan Airin menoleh ke arah mereka.
"Zuy sama Tuan Bos kenapa Pak?" tanya Airin.
"Mungkin mereka keselek bakso Rin," jawab Davin.
Sedangkan Zuy dan Ray langsung menggelengkan kepalanya.
Acara pun masih berlanjut hingga selesai....
...----------------...
Dua hari setelah mengadakan resepsi pernikahannya, Aries dan Yiou berangkat ke Instanbul untuk honeymoon, ya sekalian mengantar orang tua Aries pulang. Sedangkan yang lainnya menjalankan aktivitas masing-masing seperti biasanya.
*******************
Rumah Dimas
Bunda Artiana tengah duduk bersama Archo di teras depan rumahnya. Lalu....
"Bunda, Archo ke belakang dulu ya," ucap Archo.
"Iya Nak," singkat Bunda.
Archo langsung melangkah masuk ke dalam rumah.
"Cucuku, kapan kamu datang?" lirih Bunda Artiana.
Lalu tiba-tiba, sebuah taxi berhenti di depannya pagar rumahnya dan seseorang turun dari taksi tersebut, setelah itu ia bergegas masuk menghampiri Bunda Artiana. Saat mengetahui siapa yang datang, senyum Bunda Artiana langsung mengembang.
"Cucuku!" lirih Bunda Artiana, yang datang ternyata Zuy.
Zuy langsung meraih tangan Bunda Artiana dan menciumnya.
"Nyonya apa kabar? Maaf Zuy baru bisa datang, soalnya sibuk di rumah," ujar Zuy.
"Iya gak apa-apa cucuku, ayo masuk!" ajak Bunda
Mereka pun melangkah masuk ke dalam rumah, setelah itu, mereka langsung duduk di atas sofa.
"Nak, apa kamu baik-baik saja?" tanya Bunda Artiana.
"Zuy baik-baik saja, bahkan sangat baik Nyonya," jawab Zuy.
"Syukurlah kalau begitu," ucap Bunda Artiana.
Di sisi lain, Maria tengah berada di ruang tengah sambil menonton televisi.
"Sepertinya ada yang datang," ucap Maria sambil mematikan tv-nya.
"Ada apa Mam?" tanya Archo yang baru datang dari arah dapur.
"Itu, Bunda kayaknya lagi ngobrol sama seseorang," ujar Maria.
Archo lalu melangkahkan kakinya dan saat hendak sampai di ruang depan, ia terkejut melihat Zuy ada di sana, sontak ia pun kembali ke arah Maria.
"Kamu kenapa Nak?" tanya Maria
"Zuy yang datang Mam," jawab Archo.
"Apa! Zuy datang?"
Kembali ke Zuy dan Bunda Artiana....
"Nak, Sebentar lagi kamu lahiran ya?" tanya Bunda Artiana mengelus perut Zuy.
Zuy mengangguk. "Iya Nyonya, kata Dokter Eqi sekitar kurang lebih tiga bulan lagi."
"Nanti Nenek temenin kamu ya," tawar Bunda Artiana.
"Tidak usah Nyonya, sebenarnya ada Mamah yang mau nemenin Zuy," ujar Zuy.
"Mamah? Mamah siapa Nak?" Bunda Artiana pun penasaran.
"Mamah angkat Zuy, beliau bilang ingin menemani Zuy saat lahiran nanti. Padahal dia bukan Mamah Zuy, tapi dia ingin sekali menemani Zuy lahiran, sedangkan Mamah Zuy sampai sekarang ...." kata Zuy menundukkan kepalanya.
Nyuuut....
Seketika dada Bunda Artiana terasa nyeri saat mendengar perkataan dari Zuy.
"Nak...." lirih Bunda Artiana.
Lalu tiba-tiba....
"Zuy...."
Mendengar namanya di panggil, Zuy lalu mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah suara tersebut.
"Mrs Maria!"
Zuy terkejut, bahwa yang memanggilnya itu Maria, raut wajah Zuy pun langsung berubah. Tiba-tiba ia bangkit dari duduknya.
"Nyonya, maaf sepertinya Zuy harus pulang," pamit Zuy. "Permisi...."
"Nak, kenapa buru-buru?" tanya Bunda Artiana.
Lalu Zuy melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu, akan tetapi....
"Zuy.... Mamah minta maaf karena selalu berbuat salah padamu," ucap Maria dengan nada keras.
Sontak membuat Zuy menghentikan langkahnya dan memutar badannya ke arah Maria.
"Apa yang anda katakan barusan, Mrs Maria?" tanya Zuy.
"Zuy, dengarkan perkataan ku! Aku adalah Mamah kandungmu, orang yang sudah melahirkan mu," jawab Maria.
"Mrs Maria, anda jangan membuat lelucon yang tidak masuk akal, apa anda ingin mendapatkan maaf dariku, sampai-sampai anda harus membual seperti ini? Maaf tapi saya sudah terlalu benci pada anda," ungkap Zuy.
Maria lalu menggelengkan kepalanya. "Mamah tidak sedang membuat lelucon Nak, tapi ini kenyataan yang sebenarnya."
"Mrs Maria yang terhormat, berhenti membohongiku!" pekik Zuy.
"Dia tidak bohong Nak, dia memang Ibu kandung kamu dan aku adalah Nenekmu!" sela Bunda Artiana.
Pandangan Zuy beralih ke Bunda Artiana. "Nyonya, apa maksud anda berbicara seperti itu?"
"Tunggu sebentar, cucuku!" Bunda Artiana melangkah menuju ke kamarnya.
Sesaat kemudian, Bunda Artiana kembali, lalu ia menyodorkan sebuah amplop putih ke arah Zuy.
"Bacalah Nak, semua jawabannya ada di sana!" pinta Bunda Artiana.
Tanpa pikir panjang, Zuy lalu mengambil amplop tersebut, ia pun mulai membuka dan mengambil isinya, kemudian ia membacanya.
Betapa terkejutnya Zuy saat membacanya, tangannya nampak gemetaran, sampai-sampai kertas yang berada di tangannya terjatuh.
"Ja-jadi, Mrs Maria benar-benar Ibu kandungku?"
***Bersambung.
Author: Apa yang terjadi setelah Zuy mengetahui bahwa Maria Ibu kandungnya? Apa dia mengakui dan memaafkan Maria? Atau sebaliknya?
See you next time....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Author: "Maaf telat Updet..!!" 🙏🙏🙏
__ADS_1
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga tinggalkan jejak Like Rate Vote and Love.. maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
Salam Author... 😉✌😉✌