Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Sama Seperti Dulu...


__ADS_3

<<<<<


"Kak Zuy, Ray janji akan secepatnya menyelesaikan sandiwara ini, setelah itu Ray akan ungkapin perasaan Ray yang sebenarnya ke Kakak, jadi Ray mohon bersabarlah Kakak," kata Ray sambil memandangi kalung itu.


Setelah beberapa saat kemudian, Ray pun langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur sambil memegang kalung dari Zuy, ia pun langsung memejamkan matanya dan tertidur lelap.


`Di Dapur


Sementara itu, setelah beberapa saat Zuy menangis, ia pun langsung pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya, setelah selesai ia pun keluar dari kamar mandi dan melanjutkan masaknya, Zuy mulai memotong-motong sayuran untuk ia masak. Lalu...


Trrrrrrt... Trrrrrrt


Suara bunyi Hp Zuy, ia pun langsung menjawab telponnya.


"Iya halo Bi," sapa Zuy


"Zuy, kata Bu Ima kamu semalam gak pulang ke rumah, memang kamu nginap dimana?!!" tanya Bi Nana


"Anu Bi, Zuy nginap di rumah Tuan Muda, ka-karena Tuan Muda yang meminta Zuy, jadi ...," kata Zuy.


"Apa, kenapa kamu menginap di rumah Tuan Muda Zuy?!!" Bi Nana kembali bertanya


"Kemaren Tuan Muda sakit Bi, lalu ia meminta Zuy untuk merawatnya," ujar Zuy.


"Hah, lalu dimana Tuan Muda tinggal?!!" tanya Bi Nana, "Bibi juga akan kesana menjenguknya," imbuhnya.


"Rumah Tuan Muda masih yang dulu Bi, pasti Bi Nana masih ingat kan," jelas Zuy


"Oh Yaudah kalau gitu, Bibi akan kesana kamu tunggu ya," kata Bi Nana


"Iya Bi.."


Lalu telpon pun terputus.


"Hah Bi Nana pun masih sepertiku, masih peduli sama Tuan Muda," kata Zuy.


Lalu ia meletakkan Hpnya di atas meja dan ia pun kembali memotong sayuran untuk ia masak.


*****


Perusahaan CV


Setelah selesai Meeting di luar, Davin pun kembali ke Perusahaan dan ia pun langsung ke ruang kerjanya.


`Di ruang kerja


Setelah sampai di ruang kerjanya, Davin pun mulai mengecek semua berkas-berkas yang di mejanya, karena ia menggantikan Ray yang gak masuk ke kantor karena sakit. lalu tiba-tiba...


Trrrrrrrrrrrt....


Hp Davin berbunyi, ia pun langsung mengambil Hpnya dari saku celana, lalu ia pun melihat layar Hp, 'Lesya Calling."


Davin pun langsung menjawab telponnya.


"Iya Non Lesya ada apa?" tanya Davin


"Kak Davin, apakah Ray ada di samping Kak Davin?!!" tanya Lesya dengan nada lantang.


"Kalau aku bilang Tuan sakit, pasti Tuan Ray akan marah, hmmm.." batin Davin


"Halo Kak,"


"Ah sorry, itu anu.. Tu-Tuan Ray lagi ada Rapat penting di luar, jadi dia tidak ada di sini," ujar Davin berbohong.


"Oh, apa dia baik-baik saja, Lesya dari semalam menelpon Ray tapi hpnya gak aktif sampai sekarang pun tetap sama, Daddy sangat mengkhawatirkan Ray," kata Lesya


"Ah mungkin hpnya sengaja di matiin, nanti kalau Tuan sudah datang, saya kasih tau ke Tuan suruh menghubungi anda," ujar Davin


"Oke kalau gitu.." katanya.


Lalu telpon pun terputus.


"Hah, bagaimana bisa di hubungi, orang Hpnya hancur gara-gara ia banting, mungkin untuk sementara Tuan Ray jangan di ganggu dulu sampai ia benar-benar pulih," kata Davin, ia pun melanjutkan pekerjaannya.


`Pantry


Airin terlihat sangat sedang tidak semangat bekerja karena tidak ada Zuy, ia pun sering ngedumel gak jelas, Brian yang melihat gelagat Airin seperti itu, ia pun menghampiri Airin..

__ADS_1


"Hoe, dari tadi aku perhatikan kamu seperti gak semangat kerja, ngemanyun gak jelas gitu, ada apa?!!" tanya Brian


"Ah, si jelek Brian ternyata, iya aku lagi gak semangat karena gak ada Zuy, dia harus mengurusi Pangerannya," jawab Airin.


Lalu Brian pun mendekat ke telinga Airin, "Tenang aja kan ada aku," bisiknya. Lalu..


Plaaak..


Airin langsung refleks menampar pelan Brian, "Aaah dasar Brian jelek, ngomong apa sih.." gumam Airin.


Brian pun memegang pipinya, "Aww, kira-kira dong kalau nampar, pedas banget tau," gerutu Brian.


"Ahahahaha.. ya maaf, lagian kamu ngapain sih.." ujar Airin memalingkan pandangannya ke Brian.


Lalu Rere pun datang, "Kalian ngapain sih, ribut terus perasaan ya," celetuk Rere


"Eh Bu Rere, ada apa?!!" tanya Airin


Lalu Rere pun memberikan bingkisan ke Airin, "Ini tolong titip ya, soalnya nanti sore kita akan menjenguk Tuan Ray di rumahnya," kata Rere


"Apa..!! Bu Rere boleh aku ikut boleh ya? walau aku hanya OB tapi Tuan Bos itu Atasan kami, boleh ya..!!" pinta Airin


"Hah, yaudah kau boleh ikut Rin, taroh itu di tempat yang benar, aku mau kembali ke tempatku," tutur Rere.


Airin langsung senang, ia pun membungkukkan badannya, "Iya baiklah, terimakasih banyak Bu Rere," ucapnya.


*****


Rumah Ray


Setelah beberapa saat kemudian, Zuy akhirnya selesai memasak, ia pun menyimpan makanannya di meja makan, setelah selesai Zuy berjalan menaiki tangga menuju ke kamar Ray.


`Kamar Ray


Setelah sampai di kamar Ray, ia pun mengetuk pintu kamar Ray, namun tidak ada jawaban, Zuy lalu membuka pintunya, ia masuk ke kamar Ray dan menghampiri Ray yang sedang tertidur pulas.


Lalu tiba-tiba Ray mengigau, "Kakak Zuy jangan pergi, tetaplah tinggal disini, jangan pergi..."


Zuy pun langsung menoleh ke arah Ray, ia memegang kepala Ray dan berkata, "Hmmm, ternyata Tuan Muda sedang mengigau, hihihi lucu.., tenang aja Tuan, Zuy akan disini sampai Tuan bangun."


Lalu ia mengambil baskom bekas kompres Ray semalam dan pakaian kotor yang di kamar Ray, " Hah, Ini sama seperti dulu, waktu aku masih menjadi pengasuhnya, apa sekarang aku akan menjadi Pengasuhmu lagi Tuan," gumamnya.


Ting tong... (Suara bel pintu rumah Ray)


Zuy segera bergegas menuju ke ruang depan untuk membukakan pintu, setelah berada di baik pintu ia pun langsung membukanya..


Cekleeek..


"Kakak.." seru Nara sambil memeluk Zuy.


"Lho Nara, mana Mami?" tanya Zuy, ia pun menggendong Nara.


"Mami ...."


"Bibi disini Zuy, tadi bayar taxi dulu," kata Bi Nana


"Oh, Ayo masuk Bi..!!" Zuy mempersilahkan masuk.


Bi Nana pun masuk ke dalam rumah Ray, Bi Nana tertegun melihat rumah yang dulu pernah ia tinggali saat masih bekerja di rumah Ray, tanpa sadar Bi Nana menitihkan air matanya.


Zuy langsung mendekati Bi Nana dan bertanya, "Ada apa Bi, kenapa Bi Nana tiba-tiba menangis?!!"


"I-ini sama seperti dulu, tidak ada yang berubah sama sekali, Bibi jadi ingat masa-masa dulu saat masih bekerja di sini dan Mrs Candika masih ada di sini," ujar Bi Nana


Zuy pun langsung menurunkan Nara, lalu ia menyuruh Bi Nana untuk duduk, ia lalu pergi ke dapur dan membuatkan teh untuk Bi Nana, setelah selesai ia pun kembali ke ruang tamu.


"Ini Bi Nana minum dulu," kata Zuy sambil meletakkan cangkir minuman di meja.


"Terimakasih Zuy," ucap Bi Nana, "Lalu dimana Tuan Muda?!!" sambung tanya Bi Nana


"Tuan Muda sedang tidur Bi, mungkin efek dari obatnya," ujar Zuy.


Lalu Bi Nana melirik ke arah tangan Zuy, "Hmmm, itu tanganmu kenapa?!!" tanya Bi Nana


"Oh ini tadi Zuy ceroboh, waktu lagi masak di tinggal, lalu masakan Zuy jadi gosong, karena gugup Zuy lupa pake lap buat ngangkat pancinya jadi ya ...," ujar Zuy.


Bi Nana pun langsung menepuk jidadnya, "Ya ampun Zuy, ada-ada aja kamu tuh ya, pipi juga masih memar gitu, eh sekarang tangan, tsk" gerutu Bi Nana.

__ADS_1


Zuy pun menggaruk belakang kepalanya, "Hehehe maaf Bi," ucap Zuy.


"Lalu apa kamu sudah memasak lagi?" tanya Bi Nana


"Sudah Bi, sudah selesai dan gak gosong lagi," jawab Zuy, "apa Bi Nana mau makan?" imbuh tanya Zuy


"Nanti aja sekalian nunggu Tuan Muda bangun," kata Bi Nana.


Zuy melirik ke arah Nara dan bertanya, "Nara sayang kenapa diam saja, apa kamu gak betah di sini?"


"Nara ngantuk, mau gendong Kakak," ujar Nara,


Lalu Zuy pun menggendong Nara.


"Zuy berarti kamu hari gak kerja dong?!!" tanya Bi Nana.


"Iya soalnya Pak Davin menyuruh Zuy untuk menjaga Tuan Muda Bi," jawab Zuy


Suuuurrrp


"Oh jadi begitu, berarti kalian hanya di sini hanya berdua saja?!!" Bi Nana pun tanya kembali sambil meminum tehnya.


Zuy menganggukan kepalanya dan berkata, " Iya sekarang Bi, ta-tapi tadi ada Mrs Kimberly datang kok Bi, dan sekarang sudah pergi."


"Oh, jadi kamu bertemu lagi dengan Kimberly itu, apa dia berbicara sesuatu tentangmu?" tanya Bi Nana


"Tidak Bi, dia gak bilang apa-apa kok," jawab Zuy


"Oh baguslah kalau gitu," lirih Bi Nana sambil meminum tehnya.


Zuy lalu memalingkan pandangannya, di hatinya pun Zuy berkata, "Padahal tadi juga ada Mrs Maria, tapi kalau aku bilang ke Bi Nana kalau tadi ada Mrs Maria, nanti Bi Nana bakalan marah dan gak mau bicara, aku gak mau kalau sampai Bi Nana marah, walau aku gak tau apa yang terjadi, tapi mungkin suatu saat nanti aku akan mencari tahu apa yang terjadi di antara mereka, dan tentang hubungan Bi Nana dengan Mrs Maria."


Bi Nana pun melihat Zuy melamun, ia pun bertanya, "Ada apa Zuy?"


"Ah gak ada apa-apa Bi," jawab Zuy sambil tersenyum.


*******


AMERIKA


^Di Rumah Keluarga Michael


Beberapa saat sebelumnya, setelah menelpon Davin, Lesya pun langsung keluar dari kamarnya dan menghampiri Michael yang sedang duduk melamun di sofa.


"Daddy..." seru Lesya


Michael pun langsung menoleh, "Ah Lesya, bagaimana apa kamu sudah bisa menghubungi Ray?!!" tanya Michael.


Lesya pun langsung duduk di sebelah Michael dan berkata, "Tadi kak Davin bilang kalau Ray lagi ada Meeting di luar, katanya hp Ray mungkin di nonaktifkan," ujar Lesya


Michael mengerutkan dahinya,"Oh jadi gitu, apa dia baik-baik saja?" tanya Michael


"Kak Davin bilang kalau Ray baik-baik saja Dad," jawab Lesya, "Sebenarnya apa yang terjadi Dad?!!" tanyanya.


"Ah itu ...."


Lalu Liora menghampiri mereka, "Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Liora


"Tidak, kami tidak bicara apa-apa, Lesya bisakah kamu kembali ke kamarmu, Daddy ingin bicara dengan Momy," suruh Michael


"Okay Dad, Momy Lesya ke kamar dulu ya.." ujarnya sambil mencium pipi Michael dan Liora, ia pun berjalan menuju ke kamarnya.


Liora pun langsung duduk di sebelah Michael dan bertanya, "Ada apa Dad, sepertinya penting sampai menyuruh Lesya ke kamarnya?"


Michael pun menatap Liora, "Apa yang telah kau rencanakan dengan Maria soal pertunangannya dengan Kimberly?" tanya Michael dengan nada sedikit kesal.


"A-aku tidak merencanakan apa-apa, aku hanya ingin Ray dan Kimberly secepatnya bertunangan," jelas Liora.


"Tapi kenapa Maria memberitahu ke Ray bahwa mereka akan bertunangan 2 bulan lagi, padahal waktu itu aku sudah bilang untuk menunggu keputusan Ray, karena dia yang akan bertunangan, bukan kamu ataupun Maria." Pekik Michael.


Melihat Michael seperti itu, Liora pun sedikit ketakutan, "Tunggu-tunggu kenapa kamu marah padaku, lagian kan ini demi kebaikannya, kan satu sisi kita juga mendambakan cucu," jelas Liora.


Michael pun memegang kepalanya dan berkata"Gara-gara kamu dan Maria yang gak sabaran, Ray jadi marah padaku, dan sekarang dia tidak bisa di hubungi."


"Apa..!!"


**Bersambung...

__ADS_1


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada kesalahan, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏


Salam Author 😉✌😉✌


__ADS_2