Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Mengawasinya...


__ADS_3

<<<<<


"Baik Tuan Ray, nanti saya kirim pengawal untuk mengawasi Zuy," kata Davin


"Bagus, karena Ray gak ingin Zuy kenapa-napa lagi, dan sekarang sudah jadi tanggung jawabku untuk melindunginya."


Kata yang di lontarkan Ray, membuat Davin merasa senang, walau bukan pertama kalinya Davin mendengar ucapan seperti itu dari Ray.


"Mrs Candika, lihatlah anak anda sudah dewasa dan sudah menjadi laki-laki yang bertanggung jawab untuk orang yang di sayangnya," batin Davin, ia pun menyunggingkan senyum bahagianya.


Ray yang melihat Davin tersenyum seperti itu pun merasa heran, lalu ia bertanya, "Kenapa Kak Davin tersenyum seperti itu, apa ada yang aneh?"


"Tidak ada yang aneh Tuan," jawab Davin, "Oh iya, ngomong-ngomong Zuy pergi dengan siapa?"


"Hmmm, dia pergi dengan Airin," ujar Ray


"Oh, aku pikir dia pergi sendirian, makanya anda menyuruh pengawal untuk mengawasinya," papar Davin


Lalu Ray memalingkan pandangannya, "Iya walaupun pergi dengan Airin juga, Ray tetap khawatir, Kak Davin tahu kan dari kemaren banyak kejadian yang menimpa Zuy, dari mulai di kejar Preman, terus masalah tetangganya, lagi semalam di beri sup udang, dan masih banyak kejadian lainnya. Itu benar-benar membuat Ray sangat takut dan khawatir, takut kalau masih ada banyak lagi kejadian lainnya yang menimpanya, makanya sebisa mungkin Ray melindunginya," jelas Ray


"Oh, aku paham Tuan Ray, yaudah kalau gitu saya permisi dulu," ucap Davin sambil membungkukkan badannya.


"Iya silahkan..!!"


Davin pun berjalan keluar dari ruangan Ray, sedangkan Ray kembali duduk di kursi kebesarannya sambil memeriksa Proposal yang di berikan oleh Davin.


••••••••


Setelah keluar dari ruangan Ray, Davin berjalan ke arah pintu Lift, sesampainya Davin memijit tombol yang berada di depannya, tak lama pintu lift pun terbuka dan Davin segera masuk ke dalamnya.


Tiing..


Berapa saat pintu lift terbuka, dan Davin pun langsung keluar dari dalam lift. Ia berjalan dengan sangat gagahnya, membuat orang yang melihatnya langsung terpesona, terutama seseorang yang mengincarnya yaitu Citra.


"Pak Davin..." lirih Citra sambil memandangi Davin.


Setelah berada di Lobby, Davin pun langsung duduk di sofa, lalu ia mengeluarkan Hpnya dari saku celana. Davin langsung mencari nomor yang akan di hubungi, setelah dapat ia langsung menelponnya.


"Halo, bisakah kalian datang ke Perusahaan, ini perintah dari Tuan Ray..!!" titah Davin


"Baik Pak, kami segera kesana," ucap orang tersebut


"Iya saya tunggu," kata Davin.


Davin pun langsung memutuskan telponnya.


"Hah selesai juga, tinggal tunggu mereka datang," Davin pun menyandarkan kepalanya. Lalu seseorang datang menghampirinya.


"P-pak Davin.." sapa seseorang itu.


Davin melirikkan matanya ke arah seseorang itu


"Citra.."


Ternyata dia adalah Citra, lalu Davin mengangkat kepalanya, ia melihat ke arah Citra dan bertanya, "Ada apa Cit?"


"Maaf Pak Davin kalau saya mengganggu anda," ucap Citra


"Tidak mengganggu kok, memang ada apa?" Davin pun bertanya kembali


"Ini, saya mau memberikan ini pada Pak Davin," kata Citra sambil memberikan kotak makan pada Davin.


Davin lalu menerimanya, "Apa ini Cit?"


"Oh itu kue yang saya buat tadi pagi, sepertinya saya bawa kebanyakan, jadi saya ingin berbagi pada Pak Davin," jelas Citra.


"Oh benarkah, terimakasih banyak kalau begitu, aku buka ya..," Davin lalu membuka kotak makan tersebut, dan ternyata benar, isinya kue Coklat berbentuk hati.


"Waah sangat cantik bentuknya," puji Davin sambil mengambil kue tersebut.


"Terimakasih banyak Pak Davin," ucap Citra, pipinya pun langsung merona.


Davin langsung memakan kue buatan Citra itu, "Hmmm, ini sangat enak Citra, gak di sangka kamu bisa bikin kue juga ya," ujar Davin sambil tersenyum ke arah Citra.


Deeeg...


Melihatnya tersenyum membuat jantung Citra terasa di tabuh, perasaannya pun berbunga-bunga, wajahnya kini memerah seperti kepiting rebus.


"Hmmm, kamu kenapa Cit, wajahmu terlihat memerah, apa kamu sedang sakit?" tanya Davin sembari menyantap kue pemberian Citra.


"Ah tidak Pak, saya sedang tidak sakit, kalau gitu saya permisi dulu Pak," Citra langsung bergegas pergi.


Davin pun terus menyantap kue tersebut, lalu kemudian..


"Lho Pak Davin sedang apa di sini?" tanya Airin yang baru kembali dari luar


"Airin, lagi nunggu orang sambil makan kue," jawab Davin, "Terus kamu dari mana?"


"Oh, saya dari depan Pak, beli air mineral," jawab Airin sambil menunjukan barang bawaannya.


"Oh, uhuk.. uhuk.." tiba-tiba Davin tersedak,


Airin yang melihat Davin batuk-batuk pun langsung panik, "Pak anda tidak apa-apa?"


Lalu tanpa sengaja, Davin mengambil air minum yang sedang di pegang Airin, ia pun segera meminumnya hingga habis, karena memang tinggal setengah lagi, melihat itu mata Airin langsung terbelalak dan membatu, sebab air minum yang di ambil Davin itu bekas ia minum tadi.


"Huu, akhirnya lega juga, terimakasih Rin air minumnya, aku tertolong," ucap Davin, lalu ia melihat ke arah Airin yang sedang terdiam sambil sedikit membuka mulutnya.


"Rin, hoe Rin kamu kenapa?" tanya Davin yang kebingungan melihat Airin seperti itu.


Ia pun segera bangkit dari duduknya, dan mendekat ke Airin.

__ADS_1


"Rin, Airin.. ada apa, kenapa kamu tiba-tiba diam?" tanya Davin sambil mengguncangkan tubuh Airin.


Seketika Airin pun langsung tersadar, "Pak Davin berhenti menggucangku, aku sudah sadar," papar Airin.


Lalu Davin langsung melepaskan tangannya, "Oh Syukurlah, aku pikir kamu kesambet setan."


"Dasar, siang bolong mana ada setan, aduh Pak Davin ada-ada saja," pekik Airin.


"Huft, lagian tiba-tiba diam begitu, aku pikir kenapa," ujar Davin sembari mendudukan dirinya kembali ke atas sofa, ia pun memakan kembali kue itu.


Airin pun langsung memicingkan matanya ke arah Davin, "Dasar, aku tadi terdiam gara-gara anda Pak Davin, dengan enaknya mengambil minuman orang, untung ganteng," batin Airin.


"Ada apa Rin, kamu mau?" Davin lalu menyodorkan kotak berisi kue tersebut ke arah Airin.


Mata Airin pun berbinar melihat kue yang di tawarkan Davin, "Sepertinya enak, bentuknya Love lucu, aku ambil satu ya.."


"Iya silahkan, satu atau dua juga," kata Davin, lalu Airin pun langsung mengambil kue tersebut dan menyantapnya.


"Ini sangat enak Pak, terimakasih ya.." ucap Airin, ia pun menggigit kue itu kembali.


Sementara itu, di tempat yang sama, nampak Citra sedang melihat ke arah Davin dan Airin, perasaan yang tadinya senang seketika berubah, pikirannya langsung kemana-mana.


"Sejak kapan mereka sangat dekat seperti itu, apa mereka punya hubungan khusus?" dugaan Citra.


°°°°°°°°°°°°°°°°°


Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa sore pun tiba, waktunya pulang kerja, semua para Karyawan langsung bergegas pulang, dan tak lama kemudian di susul para Pekerja OB termasuk Zuy dan Airin.


Setelah sampai di parkiran, mereka pun langsung mendekat ke motornya masing-masing.


"Rin, kita langsung berangkat ya, kamu tidak sibuk kan hari ini?" tanya Zuy


"Gak kok Zuy, justru aku senang, setelah sekian lama akhirnya bisa jalan-jalan lagi bareng kamu," papar Airin sambil membuka jok motornya dan mengambil hoodie yang berada di bagasi motor.


"Sip, aku juga senang Rin," ungkap Zuy sambil menaikan standar motornya.


Lalu Airin dan Zuy menaiki motornya masing-masing dan saat hendak menyalakan motornya. tiba-tiba..


"Kak Zuy, Airin tunggu..!!" teriak seseorang dari arah belakang mereka


Mendengar ada suara memanggil namanya, Zuy dan Airin pun langsung menengok ke belakang.


"Tuan Muda > Tuan Bos, " ucap Zuy dan Airin bersama


Ternyata yang memanggil mereka adalah Ray, ia pun menghampiri Zuy dan Airin.


"Kak, apa Kakak mau berangkat sekarang?" tanya Ray


"Iya Tuan Muda, kita mau berangkat sekarang," jawab Zuy.


Lalu Ray mengambil sesuatu di dalam tas yang ia bawa, ternyata sebuah hoodie miliknya, setelah itu Ray pun langsung memakaikannya pada Zuy.


"Nah selesai.." ucap Ray yang telah berhasil memakaikan Hoodienya pada Zuy.


"Ray gak mau Kakak masuk angin dan sakit lagi," tutur Ray sambil merapihkan rambut Zuy yang berantakan.


"Iya Tuan Muda, terimakasih banyak.." ucap Zuy


Ray pun langsung mendekat ke arah Airin..


"Rin, tolong ya...!!" pinta Ray


Airin pun langsung menganggukkan kepalanya, "Iya Tuan Bos, serahkan padaku.." kata Airin.


"Yaudah kalau gitu Tuan Muda, kami berangkat ya," kata Zuy sambil menyalakan motornya begitu juga dengan Airin.


"Iya kalian berdua hati-hati ya," ucap Ray


Zuy pun menganggukkan kepalanya, lalu mereka melajukan motornya dan pergi meninggalkan Ray.


Ctaakkk...


Ray menjentikkan jari tangannya, dan seketika dua orang pengawal datang dan berdiri tepat di belakang Ray.


"Tuan Muda..." sapanya.


"Mereka sudah berangkat, kalian juga harus segera menyusul mereka, kalian awasi mereka dari kejauhan, jangan sampai lengah dan jika terjadi sesuatu pada mereka segera kabari saya, pokoknya kalian harus lindungi mereka," perintah Ray.


Lalu pengawal itu langsung membungkukkan badannya, "Baiklah Tuan Muda, kalau gitu kami pergi dulu."


Ray pun menganggukkan kepalanya, lalu mereka pergi meninggalkan Ray.


"Pokoknya dengan cara apapun Ray akan melindungi Kakak, Ray gak mau Kakak kenapa-napa lagi," ucap Ray, lalu kemudian...


Tiiiiin....


"Tuan Ray, ayo kita pulang...!!" seru Davin dari dalam mobil.


"Iya Kak Davin," Ray pun langsung mendekat ke arah mobil, setelah itu ia membuka pintu mobilnya dan segera masuk.


"Apa Zuy sudah berangkat?!!" tanya Davin


"Sudah Kak, ayo kita juga harus pulang, soalnya Ray gak sabar nanti malam ingin melihat Kak Davin memakai gaun itu, Hihihi.." papar Ray.


"Tu-Tuan Ray, anda benar-benar ya.." seru Davin.


"Udah gak usah malu gitu, ayo kemudikan mobilnya..!!" perintah Ray.


"Iya.. iya.." Davin pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


*************

__ADS_1


Tak lama kemudian, Zuy dan Airin pun sampai di tempat tujuannya yaitu GVCell. Lalu Zuy dan Airin memarkirkan motornya, setelah itu mereka pun langsung masuk. Saat berada di dalam, mereka pun melihat-lihat berbagai jenis Handphone yang terpampang di sana.


"Zuy, kamu mau beli hp lagi?" tanya Airin


"Iya Rin, soalnya hpku gak bisa nyala sama sekali, gara-gara ke hujanan malam itu," ujar Zuy.


"Oh pantas saja kamu di hubungi gak bisa," papar Airin


"Hehehe sorry ya Rin," ucap Zuy, lalu ia melambaikan tangannya ke arah karyawan yang sedang berada di situ.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya karyawan tersebut.


"Kak, tolong yang ini ya.." pinta Zuy.


Lalu karyawan itu langsung mengambilkan hp yang sudah Zuy pilih, dan tak lama kemudian, setelah selesai mencoba dan membayarnya, mereka pun langsung keluar dari GVCELL tersebut.


Setelah itu, mereka pun menikmati waktu bersama, seperti nonton bioskop, belanja keperluan mereka masing-masing. Dan setelah selesai, Airin dan Zuy langsung menuju ke tempat makan.


KPC (Jiplakan dari K*C)


Saat berada di dalam tempat makan KPC, mereka pun langsung memesan makanan. Setelah memesan Zuy dan Airin langsung mencari tempat untuk duduk.


"Rin, kita duduk di sini saja, lumayan dekat jendela, jadi bisa lihat pemandangan," kata Zuy


"Ide bagus Zuy," timpal Airin.


Lalu mereka berjalan menuju ke tempat duduknya, setelah itu, mereka meletakkan makanannya di atas meja, sebelum makan tidak lupa Zuy dan Airin langsung mencuci tangannya di wastafel yang sudah di sediakan. Setelah selesai mereka kembali ke tempat duduknya.


"Selamat makan..!!" ucap bersama, mereka pun segera menyantap makanannya.


Tak lama kemudian, mereka pun selesai menyantap makanannya.


"Terimakasih makanannya.."


"Uuh kenyang banget, terimakasih traktirannya ya Zuy," ucap Airin


"Iya sama-sama, justru aku yang harusnya berterimakasih padamu Rin, soalnya kamu udah mau nemenin aku pergi," kata Zuy sambil mengaduk lemon teanya dan meminumnya.


"Oh iya Zuy, ngomong-ngomong Tuan Bos semakin perhatian sekali padamu Zuy, seperti perlakuan suami kepada istrinya, apa jangan-jangan kalian sudah melakukan itu ya?" tanya Airin dengan niat menggoda Zuy


"Itu? maksudnya?" tanya balik Zuy.


"Itu lho ...," Airin pun memainkan memainkan kedua jari telunjuknya sambil memanyunkan bibirnya.


"....... Apa Rin?" Zuy makin bingung apa maksud Airin sebenarnya, sambil menunggu jawaban dari Airin, ia pun kembali meminum lemon teanya.


"Itu lho, maksudku Kiss.." ceplos Airin. Mendengar itu Zuy pun terkejut dan kemudian....


Buuuur....


Tanpa sengaja Zuy menyemburkan minuman di mulutnya.


"Uhuuk, kau sengaja menggodaku ya Rin?" tanya Zuy sambil mengusap bibirnya.


"Hahaha...." tawa Airin


"Malah tertawa lagi, dasar kamu ya, kebiasaan suka banget menggodaku," gerutu Zuy


"Habisnya kamu lucu Zuy, barusan wajahmu juga memerah, Hahaha.." Airin terus saja terkekeh.


Melihat Airin tertawa Zuy pun ikutan terkekeh, "Hihihi, dasar anak ini."


Saat mereka sedang asik tertawa bersama, tiba-tiba seorang wanita paruh baya yang usianya sekitar 60 tahun lebih mendekati 70 tahun, datang menghampiri Zuy dan Airin.


"Maaf kalau saya mengganggu," ucap wanita tersebut. Mereka pun langsung menoleh ke arah wanita itu.


"Tidak Nyonya, ada apa ya Nyonya?" tanya Zuy


Lalu wanita paruh baya tersebut mendekati Zuy, ia pun memegang pipi Zuy dan seketika langsung memeluknya.


"Maria, apa kamu benar-benar Maria?" tanya Wanita tersebut kepada Zuy.


Mendengar pertanyaan dari wanita itu, Zuy dan Airin pun terkejut. Lalu kemudian...


"Ma-Maria...!!"


**Bersambung...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Yang sebenarnya terjadi saat Ray dan Davin mengobrol di ruangannya.


Davin: "Oh, aku pikir dia pergi sendirian, makanya anda menyuruh pengawal untuk mengawasinya,"


Ray: "Iya walaupun pergi dengan Airin juga, Ray tetap khawatir, soalnya Author kita suka banget menindas Kakak Zuy ku,"


Davin: "Iya anda benar Tuan, saya juga sering di tindasnya dan sekarang malah saya di hukum di suruh pakai gaun oleh anda Tuan,"


Ray: "Itu juga karena Author kita.."


Davin: "Lalu apa perintah anda Tuan?"


Ray: "Kita tunggu saja, kalau dia macam2 sama Kak Zuy ku, kita yang akan buat perhitungan," (senyum jahat)


Sementara itu, Author lagi nulis naskah buat episode selanjutnya, tiba-tiba merasakan hawa yang tidak enak..


Author: "Hatchuuuuu, uuh siapa yang sedang mengutukkuuu....?"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏

__ADS_1


Salam Author... ✌😉😉✌


__ADS_2