Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Sesuatu Yang Tak Ternilai


__ADS_3

<<<<<


*******


"Kenapa susah sekali, padahal udah tinggal selangkah lagi bertemu, tapi malah gagal, Zuy kamu dimana.." kata Ray dengan penuh kecewa,


Lalu Ray pun masuk ke mobil, dan bergegas pergi.


Tiba-tiba telponnya berdering, Ray pun menjawab telpon itu.


"Iya, Ini siapa?!!" tanya Ray


"What do you say? hei bro, kau baru dua hari pergi dari sini, kau melupakan adikmu yang cantik ini," suara perempuan dengan nada yang kesal


"Tunggu (mengecek hp) Lesya, sorry tadi gak fokus, ada apa sis?!!" tanya Ray


"Tentu saja aku merindukanmu bro, kenapa kau tidak menelponku, aku sangat mengkhawatirkanmu, apa kau sibuk, sehingga tidak bisa menelponku?!!" tanya Lesya (Adik kandung Rayyan)


"Sorry sis, kakak benar-benar sibuk di sini, maaf ya sudah membuat khawatir," papar Ray


"Bro, Are you okay?!! apa kamu akan selamanya di sana, aku cuma belum terbiasa tanpamu Ray, jadi rasanya sepi sekali," ungkap Lesya dengan perasaan sedih.


"Yes, I am doing okay. Kurang tau sis mungkin aku akan menetap disini, tapi tenang aja sis aku akan sering Maen kesana, jangan sedih lagi ya! " tutur Ray menenangkan Lesya


"Really? janji Bro, jangan ingkar ya," kata Lesya


"Yes I promise, kamu tenang saja, fokus sekolahmu ya!" ucap Ray


"Ray, Is that you?!!" tanya Michael (ayah Ray)


"Eeh Daddy, iya ini Ray Dad. Daddy gimana kabarnya?!!" tanya Ray


"Kabar Daddy masih baik sama seperti kemaren saat kau tinggalin kami, membuat Daddy sedih," ujar Michael


"Daddy, Cukup Dad kau selalu begitu," celetuk Ray


"Hahaha.. Daddy becanda boy, kau baik-baik saja di sana, Willy udah cerita ke Daddy, Selamat ya, nanti kapan-kapan kita semua kesana menjengukmu, kamu semangat ya Daddy selalu mendukungmu boy" kata Daddy Michael.


"Thanks Dad, Ray tunggu kedatangan kalian kesini!" kata Ray.


"Yaudah kamu pasti lelah, istirahat yang cukup, jangan begadang malam!" tutur Michael


"Ya baik Dad, Daddy jaga kesehatan, salam buat momy Liora." kata Ray


"Brooo, I miss You..." seru Lesya


Telpon pun di tutup..


"Hmmm.. terimakasih Dad, Lesya." lirih Ray.


Lalu Ray pun bergegas pergi.


*******


**Sementara itu di Rumah Pak Randy


Zuy pun terus menjaga Nara di kamarnya, Zuy lalu menyentuh dahi Nara dengan punggung tangannya untuk mengecek suhu badannya Nara.


"Nah sepertinya badanmu sudah tidak panas lagi, kalau gitu kakak pulang ya.." pamit Zuy ke Nara


"Iya kak, tapi Kakak bakal kesini lagi kan?" tanya Nara.


Zuy menganggukkan kepalanya.


"Iya kakak pasti maen kesini, asal Nara mau nurut apa kata Mami, kalau di suruh minum obat jangan ngebantah, kalau ngebantah Kakak gak akan mau main kesini," lontar Zuy.


"Iya, Iya.. Nara akan nurut sama Mami untuk minum obat," ucap Nara.


"Yaudah kakak pulang ya."


Lalu Bi Nana masuk ke kamar Nara.


"Zuy, makan dulu yuk sebelum pulang! Bibi udah masakin makanan kesukaanmu lho," ajak Bi Nana


"Iya Bi. Bibi kenapa gak bilang sih? Zuy kan bisa bantuin Bibi nyiapin makanannya."


"Kamu kan sedang jaga Nara, lagian ada Aries yang bantu Bibi, Paman mu juga udah pulang. Ayo Nara..!!" kata Bi Nana.


Lalu mereka menuju ke meja makan. Setibanya, ternyata Pak Randy sudah ada di rumah sedangkan Aries sedang menyiapkan makanan di meja.


"Hai Zuy, Nara..." sapa Pak Randy


Melihat Pak Randy pulang, Nara pun langsung berlari menghampiri Pak Randy. "Papi! Papi udah pulang?" serunya.


"Ho.. ho.. Anak Papi, gimana udah mendingan?!!" tanya pak Randy ke Nara sambil memegang dahi Nara


"Paman, Paman tumben udah pulang, emang Resto udah tutup Paman?!!" tanya Zuy.


"Iya kebetulan tadi di Resto ramai, jadi tutup lebih awal, Zuy maaf ya ngerepotin kamu, terimakasih sudah menjaga Nara.." ucap Pak Randy.


"Iya sama-sama paman, gak ngerepotin kok, Zuy malah senang." balas Zuy.


"Tante ini kroketnya sudah matang," Aries meletakkan makanan yang ia masak di atas meja.


"Waaah kroket kesukaan ku, hehehe.." seru Zuy dengan mata berbinar seperti melihat emas.


"Penyakit mata laparnya kumat tuh, kalau udah lihat kroket, anak ini gak berubah, liat tuh pipinya langsung membulat gitu," ledek Bi Nana


"Hahaha..." tertawa bersama..


"Eeh apa ada yang lucu?" tanya Zuy terheran-heran


"Bukan apa-apa kok, pffft.." jawab Aries sambil menahan tawa


"Muka kakak Lucu pas liat kloket," ceplos Nara


"Apa? aduuh maaf, maaf.. pasti sangat aneh," ucap Zuy sambil menahan malu


"Sudah, sudah.. ayo makan!" ajak Bi Nana


Lalu Mereka pun makan bersama, setelah selesai makan dan bantu Bi Nana, Zuy bersiap-siap untuk pulang.

__ADS_1


"Zuy, apa kamu tidak menginap di sini saja?" tanya Bi Nana


"Besok Zuy harus kerja Bi, lagian Zuy juga harus cari barang Zuy yang hilang " jawab Zuy


"Barang? barang apa Zuy?!!" tanya Bi Nana


"Gelang yang di berikan oleh Tuan Muda Bi, Zuy gak tau gelang itu jatuh dimana, kalau sampai hilang gimana?" Zuy merasa cemas


"Oh jadi itu yang dari tadi buat kamu gelisah terus, padahal gelang itu sering kamu pakai kan? ya Bi Nana paham Zuy, sesuatu yang di beri oleh orang harus kita jaga, karena barang sekecil apa juga itu sesuatu yang tak ternilai, gak peduli apapun, sekecil apa, ya Bibi doakan mudah-mudahan cepat ketemu," nasehat Bi Nana


"Sesuatu yang tak ternilai ya? ya aku paham Bi, terimakasih Bi Nana, yaudah Zuy pulang dulu ya Bi," pamit Zuy


"Yaudah hati-hati, ingat langsung pulang ya..!!" tutur Bi Nana


"Paman, Nara dan Kak Aries, aku pulang dulu ya.." pamit Zuy,


"Iya Zuy, tapi apa gak apa-apa kamu pulang sendirian?" tanya pak Randy


"Iya paman, Zuy udah biasa pulang jam segini, kalau gitu Zuy pergi dulu ya, Bye..." ucap Zuy,


Lalu Zuy pun pergi, Aries terus melihat ke arah Zuy.


"Eheeeem, udah dia bakal baik-baik aja," ujar pak Randy


"Tidak, bukan gitu, Aries cuma kagum aja," jelas Aries


"Oh, yaudah ayo masuk..!! jangan lama-lama di luar, soalnya setan di sini lebih nyeremin dari pada setan di luar Negri," Pak Randy mencoba menakuti Aries


Mendengar kata pak Randy, Aries pun buru-buru masuk ke Rumah


"Ffft.. Dasar penakut," celetuk pak Randy sambil menutup pintu Rumah.


...----------------...


*Di perjalanan


Tiba-tiba di tengah jalan, Zuy berhenti karena mendengar sesuatu, Zuy pun mulai mencari di mana keberadaan suara itu, setelah lama mencari akhirnya...


"Nah akhirnya ketemu, aduh anak manis aku bantuin kamu lepasin ini ya!" kata Zuy


Meong.. meong...


Ternyata yang Zuy cari adalah suara anak kucing yang terjerat di semak-semak, ia pun langsung menolong si anak kucing tersebut.


"Ya ampun kamu terluka, ayo kita cari Petshop terdekat" tutur Zuy,


Lalu Zuy membawa Anak kucing itu pergi.


***************


*Sementara itu...


Beberapa saat sebelumnya, Ray akhirnya sampai di rumah Pak Willy, seperti biasa para pelayan menyambutnya.


"Tuan muda selamat datang.." sambut pelayan.


"Iya terimakasih Paman.." kata Ray,


Lalu Ray masuk ke dalam rumah Pak Willy, di sana Pak Willy sedang duduk sambil minum kopi, Ray segera menghampiri Pak Willy.


"Tadi aku ke Rumah lama Om," jawab Ray


"Oh, ada yang mau Om sampaikan..." kata Pak Willy


"Ada apa om? kayaknya penting banget.." tanya Ray


"Tadi Friska menghubungi Om, besok pagi ada rapat di Luar kota, berhubung kamu sekarang Ceo di Perusahaan, jadi rapat kali ini kamu yang harus hadir ya Ray, Om percaya kamu pasti bisa Ray," ujar pak Willy


"Baik om, besok Ray akan hadir. Oh iy Om ada yang mau Ray tanya ke Om Willy.."


"Mau tanya apa Ray?!!" tanya Pak Willy


"Begini, soal pegawai hari ini ada yang tidak masuk kerja, pegawai itu bernama Zuy, lalu pas Ray lihat datanya, ternyata dia benar-benar orang yang Ray cari, Om.." jelas Ray


Pak Willy pun sempat terkejut, "Apa kamu kenal Zuy juga?! lalu maksud pertanyaan kamu gimana Ray?" Pak Willy kembali bertanya


"Iya Ray kenal dengan Zuy, jadi begini yang ingin Ray tanyakan, sejak kapan dia bekerja di Perusahaan Om, dan kenapa dia hanya menjadi OB di Perusahaan?!!" tanya Ray dengan penuh harap jawaban dari pak Willy


Pak Willy pun menatap Ray sambil tersenyum, "Zuy itu sudah lama kerja di Perusahaan jadi OB, ya sekitar lebih dari 5 tahun, sempat ada masalah juga, ya dulu dia di fitnah nyuri uang temannya, lalu dia berhenti dari kerjaannya selama 2 tahun lebih itu juga kalau gak salah. Ya karena ada yang janggal, Om langsung menyelidikinya," ujar pak Willy


"Lalu apa yg terjadi setelah itu, apa Zuy benar-benar mencuri atau dia di jebak?!!" tanya Ray yang penasaran.


Pak Willy pun menjelaskan ke Ray, "Dia di jebak Ray, ada salah satu karyawan yang memberi tahu ke Om bahwa Zuy di fitnah, masalahnya gara-gara cowo, dia mengira Zuy merebut cowoknya. Setelah terungkap, Om bujuk lagi Zuy untuk kembali bekerja di Perusahaan, akhirnya dia mau kembali bekerja."


"Lalu kenapa om masih membiarkan dia menjadi OB, bukannya mengangkat jabatannya dari OB menjadi karyawan bagian staf, admin atau lainnya?!!" tanya Ray


"Masalahnya pendidikannya hanya sampai SMA, jadi Om gak berani menaikkan jabatannya, lagi pula Om gak mau kalau dia jadi omongan yang lainnya, nanti orang-orang mengira dia adalah simpanan Om karena Om tiba-tiba menaikkan jabatannya. Om gak mau begitu Ray, Om sudah anggap dia seperti anak Om sendiri," ungkap pak Willy. "Yaudah sekarang kamu istirahat sana! Pasti kamu sangat lelah, Om juga mau istirahat."


Pak Willy beranjak dari tempat duduknya dan menepuk pundak Ray, ia pun berjalan menuju ke kamarnya, sesaat Ray terdiam dan prihatin dengan jawaban Pak Willy, Dia berfikir bahwa kehidupan Zuy memang sulit.


***


*Sementara itu...


Setelah dari Petshop, Zuy pun pulang dan membawa serta si anak kucing itu.


`Di Rumah Zuy


Sesampainya di rumah, Zuy pun membawa kucing itu masuk ke dalam rumah.


"Nah Manis ini adalah rumahku, kamu sekarang tinggal di sini ya!" ucap Zuy


Kucing itu pun mengeong keras, seakan-akan kucing itu bahagia karena ada yang rawat.


°°°°°°°


Pagi hari...


Tok Tok Tok..


"Hoaaaam, iya tunggu sebentar.." seru Zuy sambil membuka pintu dan ternyata itu Airin.

__ADS_1


"Lho Zuy, kok belum siap-siap sih, udah jam berapa nih sekarang?!!" lontar Airin, seketika Zuy melihat ke arah jam yang terpampang di dinding.


"Eeh ini! Aku kesiangan tunggu sebentar Rin," seru Zuy, ia pun bergegas ke kamar mandi dan bersiap-siap.


*Beberapa saat kemudian..


"Ayo Rin! Kita bakal kesiangan nih, mana aku belum sempat nyarap lagi." papar Zuy. "Oh iya, tumben kamu kesini?" sambung tanyanya.


"Hp kamu gak bisa di hubungi Zuy, jadi aku kesini," ujar Airin


"Apa! Hp?" Sejenak teringat. "Oh tidak hpku dimana? aku benar-benar lupa Rin." Zuy pun langsung mencari hpnya.


"Udah masalah Hp nanti saja, ayo berangkat, kita sudah telat banget," ujar Airin


Meong, Meong...


"Kamu lapar ya manis? Eum, tunggu bentar Rin!" pinta Zuy sembari menyiapkan makanan untuk kucingnya.


Lalu....


"Ini makanan dan susu, ingat jaga rumah ya manis! soalnya aku mau berangkat kerja dulu." ucap Zuy. "Bye manis!"


Sesaat mereka berdua berangkat menuju ke Perusahaan CV.


**********


Di Perusahaan CV


Sesampainy di tempat kerja, Zuy dan Airin pun langsung memarkirkan motornya di tempat parkir yang ada di Perusahaan CV.


"Ayo Zuy! kita benar-benar kesiangan nih." ujar Airin


"Iya Rin bisa gawat ini, ayo!" balas Zuy.


Mereka pun berlari dan masuk ke dalam Kantor.


Lalu sesaat....


"Hosh.. hosh... hahaha..." tawa Zuy dan Airin (barengan) seraya nafasnya terengah-engah.


Namun tiba-tiba....


"Kalian kemana saja, kenapa terlambat?!!" tanya Rere yang tiba-tiba berdiri di hadapan mereka


"Maaf Bu Rere saya telat bangun jadi kesiangan" jelas Zuy


"Aku tidak butuh penjelasan kalian. Sekarang hukuman kalian bawa barang-barang yang itu ke Ruangan Ceo!" suruh Rere.


Zuy dan Airin langsung mengangguk patuh.


"Baik Bu Rere, maaf.." ucap Zuy


Kemudian Rere pun pergi ke Ruangannya..


"Rin, kamu lebih baik balik ke Pantry! Ini biar Zuy yang bawa sekalian Zuy juga mau minta maaf sama pak Willy, karena kemaren gak masuk." ujar Zuy.


"Tapi Zuy yang mimpin sekarang bukan, Hah.. yaudah hati-hati Zuy," ucap Airin


"Siaaap.." seru Zuy


Zuy pun langsung membawa barang yang di suruh Rere ke Ruangan Ceo, sesaat pintu lift terbuka, ia segera masuk ke lift sambil membawa barang itu, setelah sampai di Lantai atas.


"Aduuh berat banget sih, kira-kira isinya apa ini? Haaa.... Bu Rere selalu saja kejam." gerutu Zuy.


Tiba-tiba Zuy menabrak seseorang..


Braaaak...


Barang yang di bawa Zuy jatuh berantakan, Zuy pun ikut terjatuh.


"Maaf, maaf, tadi aku gak sengaja, soalnya gak keliatan," Zuy meminta maaf pada orang Yang di tabraknya.


"Apa kau terluka Nona?!!" tanya seorang Pria sambil mengulurkan tangannya


"Ooh saya tidak apa-apa (Mendongak) apa anda juga baik-baik saja?!!" tanya Zuy


"Aku tidak apa-apa, justru kau yang terjatuh," tutur si pria itu.


Lalu si pria itu membantu Zuy membereskan barang yang tercecer berantakan.


"Terimakasih sudah membantu saya.." ucap Zuy ke pria itu.


"Sini, Aku yang bawa!" kata si pria itu sambil mengangkat barang yang di pegang Zuy.


"Ja-jangan ini pekerjaan saya!" tolak Zuy


"Tapi aku maksa lho, mau di bawa kemana ini?!!" tanya si pria itu sambil mengangkat barang itu.


"Ini mau di bawa ke Ruangan Ceo," jawab Zuy.


Lalu Mereka berjalan menuju ke ruangan Ceo,


°Di Ruangan Ceo


Setelah sampai depan pintu, Zuy pun berhenti.


"Udah di taroh di sini aja, terimakasih banyak sudah membantu saya, pak." ucap Zuy.


"Oke, sama-sama lain kali hati-hati jangan sampai jatuh," tuturnya "Waduh aku telat si bos pasti menunggu, aku pergi dulu ya, bye.." sambung kata si pria itu, ia pun bergegas pergi meninggalkan Zuy.


"Sekali lagi terimakasih banyak pak.." Zuy membungkukkan badan.


Zuy mengetuk pintunya, Akan tetapi tidak ada jawaban dari dalam, akhirny Zuy membuka pintunya dan melangkah masuk ke dalam.


"Permisi, maaf pak Willy saya masuk ya, saya ingin membawa barang-barang ini kesini. Sekalian saya mau minta maaf kemaren saya absen," ucap Zuy.


Lalu tiba-tiba seseorang masuk ke dalam ruangan CEO.


"Apa yang kamu lakukan di sini?!!" tanya seseorang.


Seketika Zuy pun tersentak lalu menolehkan kepalanya ke belakang.

__ADS_1


"Hah..!!"


*Bersambung........


__ADS_2