Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Mengigau....


__ADS_3

<<<<<


Tangannya pun mendarat ke suatu tempat dan karena merasakan sesuatu aneh pada tangannya, sontak Airin terbangun dan perlahan membuka matanya. Lalu....


"Hwaaaaa.... Mamah ada setan muka putih!!!!"


Gubrak....


Airin berteriak sembari menggeserkan tubuhnya dengan cepat, sehingga membuatnya terjungkal dan jatuh dari ranjangnya. Bagian pan-tatnya pun mendarat sempurna di atas lantai.


"Aduuuh sakit!" pekik Airin mengelus pan-tatnya. "Tsk, makhluk putih dan aneh apa sih yang aku lihat barusan? Bikin kaget orang aja! Dan lagi benda apa yang aku pegang?" sambung gumamnya.


Lalu perlahan Airin bangkit dari posisinya, mulutnya pun terus saja bergumam, "Bener-bener sial! Padahal barusan aku lagi mimpi Oppa Korea sang idolaku, kenapa jadi makhluk putih itu sih."


Dan pada saat matanya mengarah ke ranjangnya, ia pun sangat terkejut melihat sesuatu yang ia sebut makhluk putih dan aneh itu ternyata seseorang yang tengah tertidur pulas sambil mengorok kencang. Dan seorang itu tak lain adalah....


"P-P-Pak Davin! Kenapa bisa disini?" lontar Airin menunjuk-nunjuk ke arah Davin.


Sesaat Airin mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar tersebut karena ia khawatir dan mengira kalau ia sudah salah masuk kamar.


"Tidak salah lagi, Memang benar ini kamar ku! Maksudku kamar Villa yang aku tempati, kalau begitu berarti Pak Davin yang salah masuk kamar. Kenapa bisa?" lirih Airin sembari mengingat-ingat.


Lalu....


"Aah! Aku lupa mengunci pintunya, pantas saja atasan satu ini ada di sini. Bener-bener ceroboh kamu, Rin!" umpatnya sambil menepuk-nepuk pipinya.


Kemudian ia berjalan menuju ke sisi lain dari tempat tidurnya untuk membangunkan Davin. Setelah berdiri di samping Davin, sejenak Airin terdiam seraya memandangi Davin yang tengah tertidur dengan wajah yang penuh adonan moci ah ralat maksudnya masker wajah.


"Ya ampun! Kira-kira berapa bungkus masker yang di pakai oleh Pak Davin? Sampai tebal dan putih kaya adonan martabak Bangka. Hadeeeuh! Aku yang cewek aja gak tau beginian, bener-bener kalah aku sama Pak Davin." papar Airin menggeleng-gelengkan kepalanya.


Selepas itu, Airin mengarahkan tangannya ke tubuh Davin, akan tetapi tiba-tiba ia menutup mulut dan hidungnya dengan satu tangan.


Airin melakukan itu karena ia teringat akan kejadian menyebalkan di mana saat itu Airin pernah mendapatkan serangan angin alami dari Davin ketika membangunkan Davin. (Bab.187)


"Pak, Pak Davin bangun, Pak! Anda salah masuk kamar," Airin mengguncang tubuh Davin dengan tangan kanannya.


"Mrs Yiou, jangan ambil masker ku!"


Bukannya bangun, Davin malah mengigau dan tertidur lagi. Airin pun melakukan hal yang sama seperti barusan. Namun tetap saja, malahan yang ada Davin mengeraskan suara ngoroknya membuat Airin mengerenyit sambil mendengus kesal.


"Bener-bener deh orang satu ini! Bukannya bangun malah nambah ngorok." umpat Airin.


Lalu ia mengambil bantal yang berada di atas kasur dan di langkahkan kakinya menuju ke arah pintu.


...----------------...


Pagi hari....


Tak terasa malam yang panjang dan penuh drama itu kini telah berubah menjadi pagi yang cerah, sang surya pun sudah mulai menampakkan sinarnya.


Sementara itu....


"Aaaaaah...." teriak seseorang yang tak lain adalah Irma (pelayan dari Bi Nana)


Seketika membuat Zuy yang berada di kamar si kembar pun langsung bergegas keluar dan berjalan menuju ke arah sumber suara teriakan dari Irma. Begitu pula dengan Bu Ima yang kala itu sedang mengerjakan aktivitasnya di dapur.


Setibanya, Zuy dan Bu Ima mendekat ke arah Irma.


"Irma ada apa?" tanya Bu Ima.


Mendengar suara Zuy dan Bu Ima, Irma langsung menurunkan tangannya dari wajahnya dan menoleh ke arah mereka berdua.


"Bu Ima, Nona Zuy!" lirih Irma.


"Ada apa Mba? Kenapa Mba Irma berteriak seperti itu?" sambung tanya Zuy.


"I-itu Nona Zuy! Di samping pintu ada badut berwajah putih yang mirip di taman hiburan," ujar Irma sembari menunjuk-nunjuk arah pintu.


"Hah! Badut berwajah putih?" ucap Bu Ima dan Zuy serempak.


Lalu Zuy dan Bu Ima langsung melihat ke arah Irma menunjuk. Sontak keduanya pun tercengang karena melihat seorang yang sedang tidur di depan pintu dengan wajah yang di tutupi masker, hanya beralaskan bantal sebagai penopang kepalanya.


Dan bisa di tebak bukan, bahwa orang itu adalah....


"Hah! Pak Davin!"


"Tuan Davin!"


Zuy berjalan mendekat ke arah Davin, lalu ia duduk bersimpuh di samping Davin.


"Pak Davin, Bangun Pak!" ucap Zuy membangunkan Davin seraya mengguncang tubuhnya dengan pelan.


"Hmmmm...." erang Davin.


Dengan perlahan Davin membuka matanya dengan sayu.


"Bi-bidadari!" lirih Davin saat pandangannya mengarah ke Zuy.


"Hah! Pak Davin bangun, Pak! Ini aku Zuy." lontar Zuy yang terus mengguncang tubuh Davin.


"Zuy!" Davin mengusap-usap matanya. "Oh ternyata kamu, Zuy. Aku kira bidadari turun dari kahyangan." sambungnya.


"Huh dasar! Ayo bangun dan pindah ke kamar!"


"Pindah ke kamar? Maksudnya...."


Seketika Davin menggerakkan bola matanya melihat sekeliling. "Tunggu! Kenapa aku bisa ada di sini? Bukannya aku sedang di kamar bersama anak kecil? Jangan-jangan kamu yang mindahin aku ya?" lontarnya yang terkejut.


"Lha enak aja main nuduh orang, justru Zuy yang kaget ngeliat Pak Davin tidur disini. Kalau bukan karena teriakan Mba Irma, mungkin Zuy gak bakalan tau kalau Pak Davin ada disini." jelas Zuy.


"Kalau bukan kamu terus siapa yang mindahin aku? Apa mungkin hantu kepiting yang aku bunuh waktu itu?" tanya Davin penasaran.


Zuy mengangkat bahunya. "Entahlah, mungkin Pak Davin ngigau sambil berjalan kali. Makanya Pak Davin tidur disini."

__ADS_1


"Apa iya aku mengigau sambil berjalan." pikir Davin. "Iya mungkin kamu benar, Zuy. Euuum maaf ya Zuy karena udah menuduh mu! Tolong jangan kasih tau ke bayi gede kalau aku barusan nyebut kamu bidadari! Bisa-bisa aku habis sama si bayi gede itu," sambung ucap Davin.


"Hihihi.... Tenang aja Pak! Zuy gak akan bilang ke Ray."


Lalu kemudian pintu kamar Airin terbuka dan Airin pun keluar dari kamarnya.


"Ada apa sih? Pagi-pagi udah pada heboh sampai ada yang teriak segala." tanya Airin sembari mengikat rambutnya.


"Ini Rin, tadi Mba Irma yang teriak gara-gara ngeliat Pak Davin tidur di depan pintu," jawab Zuy.


"Hah! Pak Davin tidur di luar? Kok bisa Pak?" Airin terperangah mendengar jawaban dari Zuy.


Padahal dia sendiri yang udah mindahin Davin dari kamarnya ke depan pintu dengan cara menyeret tubuh Davin.


"Aku juga gak tau Rin, pantesan hawanya dingin gimana gitu. Hatchuuuuu...." lontar Davin sembari menyemburkan suara bersinnya.


"Waduh gawat, kalau sampai ketahuan bisa-bisa kena oceh nih. Cari aman dulu ah," batin Airin. "Euuum, kayaknya Pak Davin ngigau sambil berjalan deh, makanya sampai tidur di luar. Udah ah, Airin mau ke dapur bantuin Bu Ima." sambung kata Airin.


Bu Ima menganggukkan kepalanya. "Yaudah, ayo kalau kamu mau bantuin Ibu!"


Airin tersenyum sambil merangkul lengan Bu Ima, mereka berdua pun melenggang pergi menuju ke dapur.


"Kenapa aku merasa kalau Airin yang melakukannya ya?" batin Zuy.


Lalu....


"Kalau gitu aku ke kamar dulu sekalian mau mandi. Jangan lupa panggil aku kalau sarapan udah siap ya Zuy!" kata Davin sambil bangkit dari posisinya.


"Oke Pak Davin." balas Zuy.


Davin berjalan menuju ke kamarnya, lalu Zuy bantal yang bekas di pakai oleh Davin, seketika Zuy tercengang melihat bantal yang ia pegang itu.


"Lho ini kan bantal Doraemon yang ada di kamar Airin! Ternyata dugaanku benar kalau Airin yang melakukannya dan bisa aku pastikan kalau Pak Davin salah masuk kamar lagi, apalagi sekarang ini Pak Davin tidur dengan Nara. Haaa.... Dasar kalian berdua, kalau udah ribut ya kaya tikus sama kucing," kata Zuy menggeleng-gelengkan kepalanya.


Kemudian ia bangkit dari posisinya. "Mba Irma, Zuy ke kamar dulu ya takutnya anak-anak nangis. Oh iya tolong buatkan susu untuk Rana ya Mba!" pintanya pada Irma.


"Siap Nona Zuy." Irma mengangguk patuh.


Zuy pun bergegas menuju ke kamar si kembar, sedangkan Irma, sebelum membuat susu untuk Rana, ia terlebih dahulu membuka pintu dan gorden Villa Z&R.


Sesampainya di kamar anaknya....


"Ray, kamu udah bangun?"


Zuy terkejut melihat Ray sudah berada di kamar si kembar sambil melihat ke arah box si kembar. Lalu Ray mengalihkan pandangannya ke arah pujaan hatinya itu.


"Iya udah sayangku, tadinya aku pikir kamu ada di kamar anak-anak, makanya aku kesini." ujar Ray.


"Oh...." Zuy manggut-manggut.


Lalu Zuy berjalan menghampiri Ray dan duduk di sampingnya.


"Apa mereka bangun?"


"Aku dari depan, Ray. Soalnya tadi aku dengar suara Mba Irma teriak." jawab Zuy.


"Mba Irma teriak? Memangnya ada apa sayangku? Kenapa dia berteriak?" cecar Ray.


"Oh, itu karena Mba Irma terkejut liat Pak Davin tidur di depan pintu, di tambah masker Pak Davin yang menempel di wajahnya. Jadi Mba Irma berteriak dan menyangka kalau Pak Davin itu mirip badut berwajah putih yang mirip di taman hiburan," jelas Zuy.


Pffft....


"Hahaha.... Wajar sih kalau Mba Irma terkejut, karena ia baru pertama kali liat Kak Davin pakai masker." tawa Ray. "Euuum, tapi kenapa Kak Davin bisa tidur di depan pintu, sayangku?" sambungnya.


"Haaa.... Biasa Ray, mungkin Pak Davin masuk ke kamar Airin lagi. Terus Airin langsung mindahin Pak Davin ke depan pintu."


"Apa! Airin mindahin Kak Davin? Dengan cara apa dia mindahin Kak Davin?"


"Ya mungkin di seret kali tubuh Pak Davin nyampe ke depan pintu." singkat Zuy.


Lagi-lagi Ray tertawa karena mendengar cerita dari pujaan hatinya itu.


"Bener-bener mereka berdua, ada aja kelakuannya."


"Iya kamu benar Ray. Aku gak bisa bayangin kalau mereka menikah, pasti banyak kekonyolan mereka. Hihihi...."


Lalu tiba-tiba Ray melingkarkan tangannya ke pinggang Zuy sembari menciumi atas punggung Zuy.


"Ray, apa yang kamu lakukan?" tanya Zuy yang kegelian karena Ray.


"Aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya ingin meminta jatah morning kiss-ku!" jawab Ray.


"Jatah morning kiss?"


Ray menumpuh dagunya di atas bahu Zuy. "Iya sayangku, jatah morning kiss yang selalu kamu berikan setiap pagi." ujarnya mengetuk bibir Zuy.


Mendengar itu, Zuy pun membalikkan badannya menghadap ke arah Ray, ia lalu menangkup pipi Ray seraya mendekatkan wajahnya. Dan di ciumnya wajah Ray oleh Zuy. Setelahnya....


"Nah udah aku kasih jatah morning kiss-mu, tampan-ku."


Ray tersenyum bahagia, lalu di dorongnya tengkuk leher Zuy hingga wajahnya kembali mendekat ke wajah bahkan bibir keduanya pun saling bersentuhan. Dengan sigap Ray langsung menyesap bibir Zuy bagaikan seekor serigala buas yang tengah lapar.


Dan di saat mereka tengah asik terhanyut dalam kemesraannya, tiba-tiba terdengar suara celoteh dari anaknya, seketika Zuy langsung mendorong pelan tubuh Ray supaya Ray menghentikan aksinya.


"Maaf Ray, sepertinya anak kita bangun! Na-nanti di sambung lagi." ucap Zuy mengusap bibirnya.


"Oh, baiklah sayangku." balas Ray mengangguk.


Keduanya pun langsung mengarahkan pandangannya ke arah box bayi dan ternyata Baby R yang terbangun dari tidurnya sambil mengisap jarinya.


"Aiiih, gantengnya Mamah udah bangun! Aduh kenapa isapin jari sih sayang, pasti udah lapar ya? Yaudah Baby R minum dulu yuk!"


Zuy lalu mengangkat tubuh Baby R dan menempatkannya di pangkuannya. Kemudian Baby R melirik kan matanya ke arah Ray yang berada di samping Mamahnya itu.

__ADS_1


"Da.da." celotehnya menggerakkan tangannya.


Seketika membuat Ray terharu dan bahagia saat mendengarnya, ia langsung mengambil Baby R dari tangan Zuy.


"Gantengnya Daddy, akhirnya kamu bisa memanggilku Daddy," ucap Ray mencium gemas pipi gembul Baby R.


Sontak membuat Baby R tertawa karena ulah Daddy-nya, Zuy pun tersenyum bahagia melihat kesayangannya.


*************************


Villa Noel Gallagher


Sementara itu, Maria nampak tersadar dari pengaruh obat bius yang di berikan oleh Noel.


Noel terpaksa membius kembali Maria, karena setelah Noel memberitahu keadaan Kimberly pada Maria, sontak membuat Maria memberontak, sampai menggigit tali yang mengikat tangannya hingga terlepas.


Bahkan Fan lagi-lagi kena gigitan Maria gara-gara ia memegangi Maria yang hendak di bius oleh Yon atas perintah Noel.


Setelah matanya terbuka sempurna, Maria pun kembali memberontak sambil menggerakkan tangan dan kakinya yang terikat kencang.


Aaaaarrgh....


"Lepaskan aku, b*stard! Aku ingin menemui anak kesayangan ku, Kimberly." teriak Maria.


Akan tetapi tidak ada seorang pun yang mendengarnya, karena mereka tengah asik menikmati sarapannya.


"Cepat lepaskan aku! Aku ingin menemui Kimberly, aku ingin memeluknya."


Lagi-lagi Maria berteriak, namun tetap saja tidak ada suara pintu terbuka atau siapapun yang datang. Seketika air mata Maria jatuh membasahi pipinya.


"Kimberly, kamu sabar ya sayang! Pasti Mam akan ke sana, Mam akan menjagamu dan melindungi mu," ucap Maria di barengi tangisnya sambil menundukkan kepalanya.


Sesaat ia pun kembali mengangkat kepalanya dan nampak dari sorot matanya memancarkan amarahnya.


"Ini semua gara-gara si anak durhaka itu! Andai saja dia tidak mengambil kebahagiaan Kimberly, pasti Kimberly tidak akan menderita seperti ini! Aku bersumpah jika terjadi sesuatu pada Kimberly, kau yang akan aku cari dan aku bunuh, anak durhaka! Dan aku benar-benar menyesal telah melahirkan anak durhaka seperti mu, anak yang egois, kejam dan tidak mau mengalah dengan adiknya sendiri," murka Maria mengumpat Zuy.


Lalu tiba-tiba....


Braaaak....


Seseorang mendobrak pintunya dengan keras, membuat Maria menolehkan kepalanya ke arah pintu kamar tersebut.


"Noel!"


"Oh ternyata anda sudah sadar, Mrs Maria! Pantas saja dari tadi berisik sampai aku tidak fokus menikmati sarapan pagi ku." cecar Noel yang berjalan mendekat ke arah Maria dan di susul oleh Yon dan Fan beserta seorang wanita.


"Noel, cepat lepaskan aku! Aku ingin ke Amerika untuk menemui Kimberly." Maria memohon pada Noel.


Mendengar itu, Noel menyunggingkan senyum smirk-nya.


"Melepaskan anda? Jangan mimpi, Mrs Maria. Sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan anda sebelum anda mengabulkan semua keinginanku." ujar Noel berpangku tangan.


"I-iya tentu aku akan mengabulkan semua keinginan mu," kata Maria menyetujui keinginan Noel.


"Heh! Dengan cara apa anda mengabulkan keinginan ku, bukannya anda sudah tidak mampu lagi, Mrs Maria." celetuk Noel meremehkan Maria.


Sebelum berkata, Maria terlebih dahulu membuang nafasnya.


"Tentu saja aku akan meminta bantuan dari Archo," tegas Archo.


"Apa! Archo? Hei Mrs Maria, apa anda yakin kalau seorang Archo akan membantu anda? Adiknya aja di jebloskan ke dalam penjara. Apalagi kamu yang statusnya hanya Ibu tiri." cetus Noel.


"Aku sangat yakin Archo pasti akan menolong ku! Dia sangat menyayangi ku walaupun aku hanya Ibu tirinya.


Lalu tiba-tiba Noel terdiam seraya mencerna dan mempertimbangkan perkataan Maria.


*******************************


AMERIKA.


Menjelang malam hari....


Karena waktu Indonesia dan Amerika berbeda sekitar 12 jam. Jadi di Indonesia pagi, sedangkan di Amerika menjelang malam.


Β°Kediaman Maria


Archo nampak pulang dari Perusahaannya, terlihat jelas dari raut wajahnya yang sangat lelah, karena akhir-akhir ini kesibukan Archo bertambah. Selain pekerjaannya, ia juga harus bolak-balik ke rumah sakit untuk menjenguk adiknya yaitu Kimberly yang masih berada di ruang ICU.


Setelah berada di dalam rumah, ia pun segera menjatuhkan tubuhnya di atas sofa sambil meregangkan otot-otot tangannya.


"Capeknya!" lirih Archo menyandarkan kepalanya di dinding sofa.


Kemudian ia mengambil hpnya dari saku celananya dan mengaktifkannya. Karena kesibukannya, ia tidak mempunyai waktu untuk memegang hpnya itu.


Setelah hpnya menyala, ternyata banyak panggilan masuk dan chat yang masuk dari Dimas, membuat Archo tercengang.


"Banyak sekali notifikasi dari Dokter Dimas," lirih Archo melihat ke layar hpnya.


Archo lalu membuka chat dari Dimas dan membacanya.


Sesaat setelah membacanya, tiba-tiba Archo membulatkan matanya dengan sempurna, rahangnya pun kini mengeras bahkan ia mengepalkan tangannya dengan kuat sehingga buku-buku jarinya terlihat memutih.


"B*stard!!!"


***Bersambung....


Author: "Maaf ya Kakak2 kalau nantinya Author telat Updet. πŸ™πŸ™πŸ™ Soalnya nanti Author bakalan sibuk banget karena mau ngadain acara untuk kekasih halal dan tercinta Author yang udah lelap.... 😌😌😌 Semoga lancar! πŸ€—"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author: "Maaf telat Updet..!!" πŸ™πŸ™πŸ™


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga tinggalkan jejak Like Rate Vote and Love.. maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Salam Author... πŸ˜‰βœŒπŸ˜‰βœŒ


__ADS_2