Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Dendam Terdahulu


__ADS_3

<<<<


"Bukan kenal lagi, dia musuhku, dia yang sudah membuatku di pecat dan di permalukan oleh Atasan di Perusahaan CV," ujar Anne dengan nada keras.


"Hah.. apa?!!" Erlin terkejut.


"Iya dia orangnya, dulu dia sering sekali menggoda calon tunanganku, bukan hanya calon tunanganku semua cowo di godanya, dia seperti j*lang, dia juga pencuri uang Perusahaan, bahkan hampir di penjara, tapi malah aku yang di tuduh memfitnah Zuy, Pak Willy juga yang awalnya percaya Zuy mencuri, malah dia mempermalukanku. Seumur hidupku aku gak akan Lupa.." kata Anne (Berbohong)


"Apa, gak di sangka tampangnya polos, sopan, baik tapi ternyata ...," Erlin mulai percaya perkataan Anne.


"Kamu tadi bilang, Tuan Ray sangat perhatian sama Zuy, jangan-jangan Zuy udah menggodanya, awas nanti seperti calon Tunanganku, dulu dia sangat tergila-gila dengan Zuy, setelah itu Zuy mencampakannya begitu saja, untung aku selalu setia pada calon tunanganku itu..." ujar Anne.


"Apa, gak akan ku biarkan, liat saja kalau dia berani merebut Tuan Ray dariku, aku akan buat perhitungan dengannya.." pekik Erlin


"Hmmm, kalau gitu aku akan membantumu.." kata Anne


"Terimakasih Anne, kau memang sahabat terbaikku.." ucap Erlin memeluk Anne


"Heeh, Dasar Erlin Bodoh, kau percaya saja omonganku, tapi baguslah aku punya tameng untuk melindungiku, hehehe.." gumam Anne di dalam hati.


***


Perusahaan Cv


Jam Istirahat pun tiba, Zuy dan Airin pun bergegas ke kantin, sesampainya di kantin, Zuy dan Airin pun langsung memesan makanan, setelah selesai memesan makanan, Zuy dan Airin mencari tempat duduk.


"Nah di sini aja Zuy.." ucap Airin, Mereka pun duduk,


"Hoaaam..."


"Sepertinya kamu hari ini sangat kelelahan, berapa kali menguap, apa kamu kurang tidur?!!" tanya Airin


"Ya semalam aku gak bisa tidur.." jawab Zuy


"Kenapa Zuy memangnya?!!" Airin kembali bertanya


"Euuummm itu ...," lirih Zuy


"Bolehkah kami ikut duduk disini," Davin yang tiba-tiba muncul.


"Pak Davin, ngagetin aja.." pekik Zuy.


"Boleh kok, Pak Davin dan Tuan Ray, duduk si sini aja..!!" kata Airin.


Lalu mereka pun duduk bersama Zuy dan Airin, tak berapa lama, makanan yang mereka pesan pun tiba.


"Terimakasih.." ucap Zuy


"Selamat Makan.."


Lalu tiba-tiba pandangan Airin tertuju pada jiidad Ray dan bertanya, "Hmmm Tuan Bos, itu jidadnya kenapa, kok agak bengkak dan sedikit membiru?!!"


mendengar pertanyaan Airin, Zuy dan Davin pun terkejut.


Uhuk.. uhuk...


"Zuy, Pak Davin kalian tidak apa-apa?!!" tanya Airin


"Tidak apa-apa, Rin," balas Zuy


"Hmmm, memangnya masih terlihat bengkak dan membiru ya?!!" tanya Ray


"Iya Tuan.." balas Airin


"Oh jadi begitu, pantas saja banyak yang memperhatikan.." ujar Ray sambil menatap ke arah Zuy.


"Zuy, Tuan Bos menatapmu tuh, jangan-jangan minta kamu obatin lukanya," bisik Airin


"Hahaha.. iya nanti aku obatin," papar Zuy.


"Lalu siapa pelakunya Tuan Bos?!!" Airin semakin penasaran. Lalu..


Pffft...


"Hahaha.. Hahaha.." tawa Davin yang terlepas, karena dari tadi menahan tawa.


"Kak Davin..." Ray menatap tajam Davin


"Pelakunya udah Patah kok Rin, Tuan Ray sangat hebat, jadi yang menyentuhnya akan hancur, walau Tuan Ray sedikit luka, Pffft Hihihihi" jelas Davin sambil tertawa


"Benarkah, waaah Tuan Bos sangat hebat, Zuy kau kenapa?!! tanya Airin menoleh ke arah Zuy yang sedang menutup mulutnya karena menahan Tawa.


"Aah, Gak-gak apa-apa Rin, Hmmm sepertinya aku sangat lapar, aku mau pesan makanan lagi, tuttutututu.." kata Zuy menghindar, Karena pelakunya memang Zuy dan Sendok sayurnya.


"Eeh tunggu aku Zuy," Airin menyusul Zuy.


"Bagus ya kak, tertawa di atas penderitaan orang.." Ray menatap Davin


"Hahaha, maaf habisnya peristiwa semalam bener2 Lucu, Hahaha..." Davin gak berhenti tertawa.


"Kak Davin..."


"Maaf Tuan, Maaf Tuan..." Ucap Davin.


Lalu Zuy dan Airin pun kembali


"Lho Pak Davin kenapa?!!" tanya Zuy


"Ya mungkin dia sakit perut karena kebanyakan ketawa.." jawab Ray melihat ke arah Zuy


"Hahaha, Oh begitu.." Ucap Zuy memalingkan pandangannya.


Setelah selesai makan mereka pun kembali ke pekerjaan mereka masing-masing.


*Di Pantry


"Zuy, tadi kamu kenapa, tumben-tumbenan makanmu nambah?!!" tanya Airin


"Biar gak ngantuk Rin..." jawab Zuy

__ADS_1


"Oh gitu, tapi kamu tumben dari tadi pas di kantin nunduk mulu, biasanya kalau ada Tuan Bos juga ngobrol semangat, ada apa nih?!!" tanya Airin


"Sebenarnya, tadi Malam aku main ke rumah Tuan Muda, terus Pas aku lagi masak, Tuan Muda isengin Aku, jadi aku gak sengaja memukulnya pake sendok sayur sampai patah sendoknya." ungkap Zuy


"Apa?!! jadi yang di katakan Pak Davin itu maksudnya pelakunya kamu dan Sendok sayur, pantesan Pak Davin tertawa gitu, Hahaha.." Airin ikutan tertawa.


"Sssst, makanya padahal semalam aku obatin, ternyata Masih bengkak gitu, aku jadi gak enak sama Tuan Muda.." Ucap Zuy. Lalu..


"Zuy, kamu di panggil Tuan Ray ke Ruangannya" kata Rere


"Baik Bu Rere.." ucap Zuy


"Nah lho Zuy, jangan2 pak Bos mau ngasih hukuman, hehehe.." Airin menggoda Zuy


"Airin, iya Aku kesana dulu.." kata Zuy


"Oke, semangat ya.." ucap Airin, lalu Zuy pergi..


"Ada apa Rin, tadi kamu tertawa sampai segitunya, apa yang terjadi?!!" tanya Brian


"Aaah Brian jelek, kebiasaan suka ngagetin, huuuu.. aku balik kerja dulu.." ujar Airin


"Rin tunggu..." Brian menarik tangan Airin


"Ada apa si Brian jelek?!!" tanya Airin


"Begini, nanti pulang kerja apa kamu mau ...," lirih Brian


"Apaan sih, ngomong jelas donk.." pekik Airin


"Gini tar pulang, kita ...," kata Brian gugup.


"Brian, Airin kalian ngapain?!!" Salsa tiba-tiba muncul dan menghampiri mereka


"Ah maaf Salsa kami gak ngapa2in kok, jangan salah paham ya," balas Airin melepaskan pegangan Brian.


"Oh, Kak Brian tolongin Salsa dong.." pinta Salsa


"Tapi Salsa aku.." kata Brian


"Ayo Kak Brian.." Salsa menarik Brian


"Rin, Maaf ya, duuh.." ucap Brian, Salsa dan Brian pun pergi.


"Hah.. apa sih, dasar Brian Jelek... Playboy lagi.." Gumam Airin, Airin pun kembali bekerja.


`Di Ruangan Ceo.


Zuy pun sampai di Ruangan Ray, Lalu Ia mengetuk Pintu


"Masuk..!!" suruh Ray, lalu Zuy pun masuk.


"Ada apa Tuan Muda memanggilku?!!" tanya Zuy menunduk.


"Menurut kakak, aku manggil Kak Zuy untuk apa.." papar Ray.


"Tuan, Zuy bener2 minta maaf, atas kejadian semalam, gara-gara Zuy Tuan malah jadi pusat perhatian semua.." ucap Zuy membungkukkan badan.


"Oh, Apa yang harus saya lakukan?!!" tanya Zuy


"Tolong obati Jidatku ya Kak Zuy," kata Ray


"Oh, tapi ada Pak Davin yang bisa ngobatin.." Ujar Zuy


"Kak Davin gak bisa ngobatin, kamu aja ya..!!" suruh Ray


"Baiklah Tuan.." ucap Zuy, lalu Zuy mengobati luka Ray.


"Dasar Tuan Ray Modus.." batin Davin.


Tak berapa lama kemudian, Zuy pun selesai mengobati luka di jidat Ray.


"Nah Tuan sudah selesai.." kata Zuy


"Terimakasih kak.." ucap Ray


"Yaudah Zuy kembali ke Pantry Tuan, permisi.." pamit Zuy.


Tak terasa hari pun berlalu, semuanya Siap2 pulang.


"Zuy Aku duluan ya.." kata Airin


"Oh iya hati-hati Rin.." ucap Zuy.


"Hah.. aku mau ke Resto aah.." kata Zuy,


Zuy pun bergegas pergi menuju ke Resto.


*********


^Di Resto


Setelah beberapa saat kemudian, ia pun sampai di Resto.


"Selamat Datang di Resto kami, Lho kak Zuy apa kabar?!!" tanya Ben


"Hai Ben, kabarku sangat Baik, aku masuk ya.." kata Zuy


Zuy pun masuk ke dalam Resto..


"Kakaaaak..." seru Nara sambil Lari..


"Eeh Nara kok ada di sini, Nara kesini sama siapa?!!" tanya Zuy menggendong Nara


"Sama Mami kak.." jawab Nara


"Lho Zuy kamu kesini?!!" tanya Bi Nana


"Iya Bi, Zuy mau bantu di Resto, habis Zuy bosen di rumah.." jawab Zuy

__ADS_1


"Kamu baru pulang ya, udah sini duduk dulu, kamu pasti Capek Bibi buatin minum ya..!!" kata Bi Nana


"Terimakasih Bi Nana," ucap Zuy.


Lalu Bi Nana pun ke dapur.


"Kak, Nara kangen sama kakak.." ucap Nara


"Kakak juga kangen sama Nara.." kata Zuy memeluk Nara.


"Nara Kakaknya cape jangan gitu, Ayo turun..!" suruh Pak Randy


"Gak apa2 Paman, Paman apa kabar?!!" tanya Zuy


"Kabar paman baik, Maaf ya Paman gak bisa jenguk kamu, waktu kamu sakit Paman lagi di luar kota.." ujar Pak Randy


"Gak apa-apa Paman," ucap Zuy, lalu..


"Permisi..."


"Ah, Selamat datang, lho Tuan Muda, Pak Davin.." Zuy terkejut dengan kedatangan Ray dan Davin.


"Hai kak Zuy, ternyata benar kamu ya, tadi gak sengaja lewat, terus liat motor Kakak jadi sekalian kesini, lagi pula kami lapar," ujar Ray


"Hah, Tuan Ray Berbohong lagi.." gumam Davin di dalam hati.


"Lho Tuan Muda.." ucap Bi Nana


"Hai Bi apa kabar?!!" tanya Ray


"Baik Tuan Muda.." jawab Bi Nana


"Kalian saling kenal?!!" tanya Pak Randy


"Oh ini sayang, dia anak majikanku dulu, aku kan pernah cerita ke kamu.." ujar Bi Nana


"Oh jadi ini ya, udah besar ya, perkenalkan Saya Randy suami Nana," kata Pak Randy mengulurkan tangan


"Oh saya Rayyan Om, dan ini Asisten saya Davin salam kenal," Ray menjabat tangangan Pak Randy.


"Yaudah mari duduk dulu, biar saya siapkan makanan.." Kata pak Randy


"Terimakasih banyak Om.." Ucap Ray,


Lalu mereka duduk dan mengobrol satu sama lain..


***


Beberapa hari kemudian..


Perusahaan CV


Tap..Tap..Tap...


Suara Langkah kaki menuju Ke Resepsion, semua para pegawai pun menatapnya.


"Permisi, Apa Ay eeh maksudku Rayyan ada?!!" tanya seseorang


"Ada, Apa sudah punya janji dengan Tuan?!!" tanya balik Citra,


"Aku gak perlu bikin janji, Ray pasti tau kok.." Kata seseorang itu melepas kacamatanya..


Citra pun terkejut dan Berkata "A-anda Kimberly Fuca, model luar Negri yang terkenal itu, yaudah mari saya antar ke Ruangan Tuan.."


"Thank You.." Ucapnya yang ternyata Kimberly


Lalu Citra mengantar Kimberly ke Ruangan Ray, setelah sampai..


"Ini Ruangan Tuan Ray Nona, Sa-saya Permisi dulu Nona.." kata Citra.


"Iya Thanks ya udah ngantar..." ucap Kimberly,


Lalu Citra pun pergi..


"Ay aku akan kasih kejutan untukmu.." kata Kimberly, lalu Kimberly mengetuk Pintu


"Masuk..!!" Suruh Ray,


Kimberly pun masuk ke Ruangan Ray, lalu...


"Ay apa kamu terkejut..." ucap Kimberly


"Hah..!! Kimberly apa yang kau lakukan, kenapa gak hubungi aku dulu?!!" tanya Ray terkejut.


Lalu Kimberly menghampiri Ray dan memeluk Ray.


"Akhirnya aku bertemu denganmu lagi Ay.." kata Kimberly, memeluk erat Ray..


Sementara itu di tempat yang sama.


"Zuy tunggu, pasti itu buat Tuan ya?!!" tanya Davin


"Iya pak, sekalian buat pak Davin juga.." jawab Zuy


"Waah, mau ku bawain?!!" tanya Davin


"Gak usah Pak Davin, terimakasih.." Kata Zuy,


Mereka pun berjalan menuju ke Ruangan Ray, setelah sampai.


"Biar aku yang membukakan Pintunya, kamu pasti susah.." kata Davin sambil membukakan Pintu


"Terimakasih banyak Pak.." ucap Zuy


"Sama-sama.. (Menoleh) Hah..Tuan Ray.." Davin terkejut melihat Ray memeluk wanita


"Hmmm, ada apa Pak Davin?!!" tanya Zuy, lalu Zuy pun menoleh ke arah Ray, lalu tiba-tiba..


Praaaang...

__ADS_1


**Bersambung.....


__ADS_2