Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Saling Percaya....


__ADS_3

*** WARNING...!! ****


Jangan lupa likenya Kakak2 sayang.. πŸ˜˜πŸ™πŸ™πŸ™


<<<<<


Praaaang....


Mendengar suara gaduh, membuat Ray dan Davin terkejut, mereka pun langsung menoleh ke arah suara tersebut, betapa terkejutnya mereka ternyata suara gaduh tersebut berasal dari...


"Kakak...!!"


Sesaat Zuy melamun dan langsung tersadar, perlahan ia menunduk dan berjongkok untuk mengambil pecahan gelas yang ia jatuhkan tadi.


Ray dan Davin pun langsung menghampiri Zuy yang tengah mengambil pecahan gelas itu.


"Kakak..."


"Ah maaf Tuan Muda, tadi Zuy ingin antar minuman untuk anda dan Pak Davin, tapi tangan Zuy licin jadi tidak sengaja menjatuhkannya," ucap Zuy namun pandangannya menuju ke pecahan gelas yang berserakan itu.


Seketika Ray mengerutkan dahinya saat melihat tangan Zuy bergetar saat memungut pecahan gelas, ia pun segera menunduk dan berjongkok sembari menatap Zuy, seketika Ray langsung memegang tangan Zuy.


"Kak, bisakah Kakak menatapku..!!" titah Ray


Zuy perlahan mengangkat kepalanya, lalu ia menatap ke arah Ray, matanya pun berkaca-kaca seakan-akan ingin menangis, Ray yang melihat itu segera merengkuh tubuh Zuy dan memeluknya.


"Kak, apa Kakak mendengarnya?" tanya Ray


Zuy lalu menganggukkan kepalanya dan berkata, "Iya Tuan, maaf tapi Zuy gak bermaksud menguping."


"Jadi begitu ya, Kakak dengarkan perkataanku, tentang pertunangan itu, semua adalah rencana mereka, Ray tidak pernah sekali pun menginginkan pertunangan ini, dan lagi Ray tidak pernah mencintai Kimberly," jelas Ray,


"Kak, Ray mohon sama Kakak, tolong Kakak percaya sama Ray, Ray gak akan menghianati Kakak, Ray akan selalu setia pada Kakak," ucap Ray.


Zuy tertegun mendengar ucapan Ray, dalam hatinya berkata, "Ayolah Zuy, kamu harus percaya pada Tuan Muda, dia gak mungkin menghianati perasaannya."


Lalu Zuy melepaskan pelukan Ray, kemudian ia menatap Ray kembali, senyuman pun terukir di bibir Zuy.


"Tuan Muda, Zuy percaya pada anda," ungkap Zuy sembari memegang pipi Ray.


"Benarkah Kakak?" tanya Ray


Zuy menganggukkan kepalanya. "Iya Tuan Muda."


"Terimakasih banyak Kakak, sudah mempercayai Ray," ucap Ray dengan senang, ia pun memeluk Zuy kembali.


"Hoe, udah mesra-mesra'annya! Kalian ini gak bisa melihatku apa, di sangkanya nyamuk kali ya," pekik Davin yang sedari tadi berdiri di sana.


"Ciih, adonan moci selalu mengganggu ya," gerutu Ray sambil melepaskan pelukannya. Lalu Ray pun langsung bangkit dari duduknya.


"Tuan Muda, apa anda mau Zuy buatkan minuman lagi?" tanya Zuy


"Tidak usah Kak, Ray mau ke kamar dulu, udah ngantuk, lagian Ray juga belum bebersih," ujar Ray, "Oh iya, Kak Davin tolong bantuin Kakak ya..!!" sambungnya.


Lalu Ray langsung menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.


"Zuy, biar aku bantu ya.." tawar Davin


"Ah, gak usah Pak Davin, nanti masker Pak Davin luntur lho kalau bantuin Zuy, lebih baik anda istirahat saja," tutur Zuy.


"Haduuh, kalian berdua kompak ya," gerutu Davin, "Yaudah kalau gitu, aku ke atas dulu ya," sambungnya.


Davin melangkahkan kakinya dan menaiki tangga menuju ke kamarnya.


***************


Amerika


Β°Kamar Lesya


Setelah selesai menghubungi Ray, Kimberly pun mengembalikan hpnya Lesya.


"Ini Lesy, thanks ya.." ucap Kimberly, namun raut wajahnya nampak sedih.


"Ada apa Kim? apa yang Ray katakan padamu sehingga kamu sedih begitu?" tanya Lesya dengan rasa penasaran.


Kimberly pun langsung menundukkan kepalanya, "Ray bilang kalau dia tidak ingin membicarakan soal pertunangan kita," jelas Kimberly.


Mendengar penjelasan dari Kimberly, Lesya pun terkejut.


"Apa..!! bagaimana mungkin Ray bicara seperti itu.." papar Lesya dengan nada keras.


"Tapi itu kenyataannya Lesy, buktinya dia memutuskan telponnya, padahal aku ingin sekali mengobrol dengannya," tangis Kimberly. Lalu tiba-tiba..


Braaaak...


Liora membuka pintu kamar Lesya dengan kencang, membuat Lesya dan Kimberly terkejut.


"Momy.." lirih Lesya.


Lalu Liora segera mendekati Kimberly.


"Tadi kamu bilang apa, Ray tidak ingin membicarakan soal pertunangan kalian?" tanya Liora


"I-iya Aunty Liora, Ray sekarang mengabaikan Kimberly, pasti gara-gara wanita itu," ujar Kimberly.


"Apa wanita itu, wanita siapa yang kamu maksud Kim?" tanya Liora

__ADS_1


Lalu Kimberly menceritakan semuanya pada Liora dan Lesya. Namun Kimberly tidak menceritakan bahwa Zuy dulu adalah pengasuhnya Ray.


"Apa...!! berani sekali perempuan itu, hanya kerja OB saja mau bersaing dengan model terkenal sepertimu," sergah Liora.


"Iya Aunty, Kimberly harus bagaimana, Kimberly ingin sekali secepatnya menikah dengan Ray, agar Kimberly selalu bersama Ray terus, Kimberly sangat mencintai Ray," kata Kimberly yang terus menangis.


Liora langsung memeluk Kimberly. "Kimberly, kamu tenang saja, pasti kami akan membantumu untuk menyatukanmu dengan Ray," ujar Liora,


"Iya kan Lesya, kamu pastinya mendukung Kimberly kan?" sambung tanya Liora.


"Iya Momy, Kimberly kamu tenang saja, Lesya tidak akan setuju Ray menikah dengan siapapun selain denganmu Kim," ujar Lesya.


"Tuh dengarkan, udah kamu istirahatlah dulu, Aunty juga mau istirahat, perjalanan dari Paris ke sini sungguh melelahkan dan lagi malam ini kamu menginap di sini, supaya ada temannya, mungkin Daddy mu dan yang lainnya lusa baru sampai," tutur Liora.


Kimberly pun menganggukkan kepalanya, setelah itu Liora langsung keluar dari kamar Lesya.


***************


Rumah Ray


Malam semakin larut, waktu menunjukan pukul 01.45 Am. Saat semuanya terlelap tidur, berbeda dengan Ray. Ia terlihat sedang duduk di lantai tepi kolam renang sembari melihat pemandangan air kolam yang di sinari cahaya lampu, tidak ketinggalan sebotol Wine ber-Alkohol rendah menemaninya.


"Hmmm, ternyata mereka belum puas ya, masih saja menginginkan pertunangan ini. Hanya untuk menutupi kekurangan dari keluarga Fuca, tunggu waktunya tiba, aku akan buat kejutan untuk kalian. Untuk sementara ini aku biarkan kalian bebas melakukan apa saja pada keluarga Michael, tapi tidak untuk nanti," ucap Ray, lalu ia meneguk Wine yang berada di dalam gelas.


Sementara itu, beberapa jarak tak jauh dari Ray duduk, ternyata Davin diam-diam mengawasi Ray dari balik pintu, karena ia sangat khawatir kalau emosi Ray bakal meluap lagi.


"Tuan Ray..." lirih Davin, "Gak bisa di biarin, aku harus membangunkan Zuy, karena cuma dia yang bisa menenangkan Tuan Ray," sambungnya, lalu ia berjalan menuju ke kamar Zuy.


Kamar Zuy


Setelah berada di depan kamar Zuy, Davin pun langsung mengetuk pintu kamarnya Zuy.


Tok.. Tok.. Tok...


Mendengar suara ketukan pintu, Zuy pun langsung terbangun dari tidurnya.


"Hmmm, siapa yang mengetuk malam-malam, pasti Tuan Muda."


Dengan mata yang masih sayu, Zuy pun beranjak dari tempat tidurnya, dan berjalan menuju ke pintu, setelah itu ia pun membuka pintu kamarnya.


"Tuan Muda, ada a ..., lho kok gak ada orangnya," papar Zuy sambil melihat ke kanan-kiri..


"Aah siapa sih yang iseng," pekik Zuy, saat ia hendak masuk ke kamarnya lagi, namun...


Puuk..


Tiba-tiba ada yang melempar kertas ke punggungnya Zuy, membuat Zuy terkejut.


"Aduuh siapa sih yang iseng lempar kertas," pekik Zuy sembari mengambil kertas tersebut, lalu ia membuka kertas yang terlipat membentuk bola itu.


β€’β€’β€’


^^^Davin^^^


β€’β€’β€’


"Kenapa harus pake tulisan sih, kan bisa chat Pak. Lalu apa yang di lakukan Tuan Muda malam-malam di kolam," gumam Zuy.


Lalu Zuy masuk ke kamar untuk mengambil sesuatu, setelah itu ia langsung melangkahkan kakinya menuju ke kolam renang, sesaat ia pun sampai di kolam renang.


"Ternyata benar, Tuan Muda sedang berada di sini duduk sendirian, lalu apa yang ia minum?" tanya Zuy, ia pun langsung menghampiri Ray.


Mendengar suara langkah kaki, Ray langsung menoleh ke belakang...


"Hmmm, Kakak..!!"


"Tuan Muda," sahut Zuy berjalan mendekat.


"Kakak ngapain kesini?" tanya Ray.


Zuy pun menyunggingkan senyumnya, ia lalu duduk di samping Ray.


"Hah, justru Zuy yang harus bertanya pada anda Tuan, kenapa Tuan malam-malam ada di sini?" tanya balik Zuy.


"Oh, Ray gak bisa tidur, dari pada di kamar bosan, mending Ray duduk di sini sambil melihat pemandangan kolam dan pemandangan malam," jelas Ray.


"Hmmm, bukan karena mikirin masalah tadi kan Tuan? Jujur Zuy juga kepikiran sih, soal pertunangan anda dengan Kimberly, bohong kalau Zuy gak sakit hati saat mendengarnya. Tapi Zuy tahan Tuan, karena Zuy sangat yakin dan percaya, kalau Tuan tidak akan menghianati perasaan Tuan Muda terhadap ku, bukankah suatu hubungan itu harus saling percaya satu sama lain," ungkap Zuy.


Ray langsung tertegun mendengar penjelasan dari Zuy.


"Kakak, Kakak benar-benar percaya padaku?" tanya Ray


"Tentu saja Tuan, bukankah tadi Zuy sudah mengatakannya pada anda, bahwa Zuy akan selalu percaya pada Tuan, pada perasaan Tuan Muda," ujar Zuy,


Lalu ia pun menyunggingkan senyuman manis.


"Kakak ternyata pandai juga mengucapkan kata-kata manis," celetuk Ray.


"Hehehe, ini juga berkat anda Tuan Muda," papar Zuy, "Makanya Tuan Muda jangan banyak pikiran lagi ya, jika Tuan Muda ingin menyelesaikan masalah Tuan Muda dengan Kimberly, maka selesaikanlah Tuan.." sambungnya.


Ray langsung menganggukkan kepalanya. "Iya Kak, Kakak tunggu ya saat ulang tahun kita nanti, pokoknya Ray akan memberikan kejutan untuk Kakak."


"Waah jadi gak sabar aku, oh iya Tuan Muda, soal Tuan Muda akan ke Swedia, apakah Tuan Muda serius mengajak Zuy untuk menemani Tuan?"


"Iya Kak, Ray sangat serius," jelas Ray.


"Kalau begitu, Zuy menerima ajakan Tuan Muda, Zuy mau ikut dan menemani calon suami Zuy pergi ke sana," ucap Zuy.

__ADS_1


Wajah Ray langsung merona dan bahagia ketika Zuy mengucap kata 'Calon suami' karena baru pertama kalinya ia mendengar ucapan seperti itu dari Zuy. Lalu kemudian..


Bruuugh...


Ray langsung menjatuhkan tubuh Zuy ke lantai, dan kemudian ia pun berada di atas Zuy dengan tangan menyanggah di lantai.


"Tu-Tuan Muda, apa yang anda lakukan?" tanya Zuy yang terkejut,


"Coba Kakak ulangi lagi ucapan Kakak barusan..!!" titah Ray


"U-ucapan yang mana Tuan Muda?"


"Ucapan kalau Ray adalah calon suaminya Kakak," papar Ray,


Namun pandangannya Ray terus ke arah wajah Zuy, membuat suasana semakin memanas.


"I-iya memang benar kan.. kalau Tuan Muda itu Ca-calon suamiku nanti," kata Zuy dengan gugupnya.


Mendengar itu, Ray pun langsung menyunggingkan senyuman di bibirnya.


"Tu-Tuan Muda, bisakah anda menyingkir! Zuy mau bangun Tuan," pinta Zuy.


Namun Ray tidak mendengarkannya, tangannya pun sibuk merapihkan rambut Zuy yang menutupi wajah Zuy. Setelah itu...


"Kakak benar-benar sangat cantik, Ray sangat beruntung sekali bisa memiliki calon istri seperti Kakak," ucap Ray


"Tu-Tuan Muda..."


Lalu Ray perlahan mendekatkan wajahnya ke arah Zuy, dan ketika ia hendak mendaratkan bibirnya ke bibir Zuy, namun tiba-tiba..


Praaaaang....!!


Glataaak..!!


kedebug...!!!


Terdengar suara gaduh dari arah pintu, sontak membuat mereka terkejut dan langsung terbangun dari posisinya. Adegan panas pun buyar seketika, lalu mereka segera bangkit dari duduknya dan bergegas menuju ke arah pintu.


Setelah sampai di sana, betapa terkejutnya mereka melihat Davin yang tersungkur bersama besi untuk tempat menaroh guci.


"Pak Davin, apa yang anda lakukan?" tanya Zuy.


"Hahaha, sepertinya aku tidak sengaja menabrak, terus terjatuh di lantai, dan gak bisa bangun, jadi tiduran kaya ikan," jawab Davin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal,


"Niat mau ngintip, malah apes gini.." batin Davin


"Ya ampun, sini Zuy bantu anda untuk berdiri," tawar Zuy sambil mengulurkan tangannya.


"Terimakasih ba ...," ucap Davin yang tiba-tiba terhenti, karena melihat Ray yang sudah menatap tajam ke arahnya.


"Ahahaha, Tuan Muda, aku gak lihat apa-apa kok, beneran deh," ucap Davin,


Lalu Davin pun segera bangkit dari posisinya, kemudian ia pun langsung berlari menuju ke kamarnya, karena takut di terkam oleh Ray.


"Lho Pak Davin kenapa?" tanya Zuy yang keheranan sama tingkah Davin.


"Hmmm, mungkin dia kebelet Kak," papar Ray,


"Yaudah, Ray ke kamar dulu ya Kak, soalnya Ray udah mengantuk, terimakasih sudah menemani Ray," ucap Ray.


Lalu ia pun melangkahkan kakinya ke arah tangga menuju ke kamarnya, begitu juga dengan Zuy yang kembali ke kamarnya.


°°°°°°°°°°°°°°°


Tak terasa malam cepat berlalu, Pagi pun datang menyapa, Zuy yang dari tadi sudah terbangun, sekarang sudah berada di dapur menyiapkan sarapan. Lalu kemudian...


"Pagi Zuy..." sapa Davin


Zuy langsung menoleh ke arah Davin, "Eh pagi juga Pak, tumben udah bangun."


"Hehehe lagi pengin bangun awal," kata Davin


"Lalu Tuan Muda?" tanya Zuy


"Mungkin dia masih tertidur, namanya juga bayi gede," ledek Davin.


Mendengar itu Zuy pun langsung tertawa, "Hahaha, ada-ada saja Pak Davin, untung Tuan Muda masih tidur."


"Hehehe, Oh iy Zuy, terimakasih banyak kamu sudah mau mempercayai Tuan Ray," ucap Davin.


"Hmmm, kenapa tiba-tiba anda bilang seperti itu Pak?" tanya Zuy


"Ya, aku hanya ingin bilang saja Zuy, aku sangat bahagia dengan Tuan Ray yang sekarang," jelas Davin.


"Maksud anda Pak?" tanya Zuy yang kebingungan.


Lalu Davin pun melihat ke arah Zuy dan tersenyum.


"Zuy, ada banyak kejadian yang belum kamu ketahui tentang Tuan Ray ketika ia tinggal di Amerika, lalu tentang pertunangan Tuan Ray dan Kimberly, itu sebenarnya akal-akalan dari Mrs Liora, Mrs Maria dan Mr Mario, agar mereka bisa mendapatkan perlindungan dari keluarga Michael dan tentunya juga untuk menguasai kekayaan dari keluarga Michael," jelas Davin.


"Apa...!!"


**Bersambung


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. πŸ™πŸ™πŸ™


Salam Author... βœŒπŸ˜‰πŸ˜‰βœŒ

__ADS_1


__ADS_2